Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
Implementasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Ngata Toro Dalam Membangun Literasi Ekologi Pada Siswa SMAN 5 SIGI
This study aims to implement the values of local wisdom of the Ngata Toro community in developing ecological literacy among students at SMAN 5 Sigi. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design, namely an untreated control group design with dependent pretest and posttest samples. The research population consisted of Class XI IPS 1 with 30 students as the experimental group and Class XI IPS 2 with 28 students as the control group. The research instrument was a multiple-choice test consisting of 20 items. The results of hypothesis testing (t-test) using IBM SPSS version 20 indicated that the mean posttest score of the experimental group was 79.17, while that of the control group was 60.18. The obtained Sig. (2-tailed) value was 0.001, which is lower than 0.05 (Sig. 0.001 < 0.05), indicating that H₀ was rejected and Hₐ was accepted. It can be concluded that the implementation of the local wisdom values of the Ngata Toro community has a significant effect on improving ecological literacy among students at SMAN 5 Sigi
Socialization and Training on Organic Waste Shredding Machine for Waste Management in Schools
The issue of waste management remains a major challenge in Indonesia and has also extended to regional areas, including the City of Pontianak. The volume of waste in Pontianak City as of 2024 is recorded at 150,366 tons, this figure is the second largest in West Kalimantan Province. One of the waste-producing sectors is schools, with the composition of waste tending to vary according to the school's activities and geographical conditions. Generally, school organic waste consists of food scraps and leaves. This activity aims to increase the understanding of waste management and provide practical skills in the use of organic waste shredding machines. The implementation of this activity is carried out through several methods, namely (1) Socialization, (2) Demonstrati01101on of the Use of Machines, (3) Training and Composting, (4) Assistance and Maintenance. This activity was well organized, and evaluation results indicated that 80% of the participants were able to explain the functions and benefits of the shredding machine, and 70% were able to practice its use independently. The activity contributes to improving the skills of school residents in organic waste management. This activity is expected to be a reference for the application of environmental education with the implementation of simple technology in other target groups.Sosialisasi dan Pelatihan Mesin Pencacah Sampah Organik untuk Pengelolaan Sampah di Sekolah Kota PontianakABSTRAKPersoalan sampah selain masih menjadi tantangan di Indonesia, namun juga menyebar hingga ke daerah, termasuk Kota Pontianak. Volume sampah kota pontianak per tahun 2024 tercatat sebanyak 150,366 ton, angka ini kedua terbesar di Provinsi Kalimantan Barat. Salah satu sektor penghasil sampah adalah sekolah, dengan komposisi sampah cenderung beragam sesuai aktivitas dan kondisi geografis sekolah. Umumnya sampah organik sekolah terdiri dari sisa makanan dan daun-daun. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengelolaan sampah dan memberikan keterampilan praktis penggunaan mesin pencacah sampah organik. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui beberapa metode, yaitu (1) Sosialisai, (2) Demonstrasi Penggunaan Mesin, (3) Pelatihan dan Pembuatan Kompos, (4) Pendampingan dan perawatan. Kegiatan ini terselenggara dengan baik, ditunjukkan hasil evaluasi bahwa 80% peserta mampu menjelaskan kembali fungsi dan manfaat mesin pencacah, serta 70% mampu mempraktikkan penggunaannya secara mandiri. Kegiatan berkontribusi pada peningkatan keterampilan warga sekolah dalam pengelolaan sampah organik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penerapan edukasi lingkungan dengan implementasi teknologi sederhana pada kelompok sasaran lainnya.Kata Kunci :edukasi lingkungan; kompos; mesin pencacah; sampah organik
Alih Kode dan Campur Kode Arab-Indonesia dalam Vlog Youtube Ibrohim Elhaq
Penelitian ini menganalisis fenomena alih kode dan campur kode Arab-Indonesia dalam konten YouTube Ibrohim Elhaq, seorang mahasiswa Universitas Islam Madinah. Fokus kajian ini mengidentifikasi jenis serta faktor penyebab terjadinya peralihan bahasa tersebut. Secara metodologis, penelitian ini menerapkan desain analisis isi (content analysis) dengan pendekatan kualitatif. Data bersumber dari empat video vlog bertema kehidupan kampus luar negeri dan vlog madinah dan sekitarnya yang diseleksi menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat, yang selanjutnya dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta prosedur analisis Krippendorff. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 100 data kebahasaan, terdiri atas 53 kasus campur kode dan 47 kasus alih kode. Jenis yang paling dominan ditemukan adalah campur kode berbentuk frasa dan alih kode situasional. Analisis faktor penyebab menunjukkan bahwa motivasi utama penutur adalah niat memperjelas isi tuturan bagi mitra tutur, pembahasan topik tertentu, dan pengutipan ujaran atau teks. Temuan ini menegaskan mekanisme Akomodasi Komunikasi yang dinamis. Penutur secara simultan menerapkan strategi interpretability, interpersonal control, approximation, dan emotional expression untuk autentisitas lingkungan Arab dengan kebutuhan aksesibilitas informasi bagi audiens Indonesia
PERBEDAAN TINGKAT STRES DAN SELF-EFFICACY PESERTA DIDIK SMK KEJURUAN OTOMOTIF BERDASARKAN JENIS BENGKEL MAGANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat stres dan self-efficacy peserta didik SMK jurusan otomotif berdasarkan tempat magang, yaitu bengkel resmi dan bengkel umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel berjumlah 60 peserta didik yang dipilih melalui teknik random sampling, teridiri dari 30 peserta didik yang magang di bengkel resmi dan 30 di bengkel umum. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan self-efficacy diukur menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSE). Data dianalisis menggunakan Independent Sample t-test dengan taraf signifikasi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Peserta didik yang magang di bengkel umum memiliki tingkat stres yang lebih tinggi, sedangkan peserta didik di bengkel resmi menunjukkan tingkat self-efficacy yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa karakteristik lingkungan magang yang lebih terstruktur dan suportif berkaitan dengan kondisi psikologis peserta didik selama praktik kerja industri. Oleh karena itu pengelolaan program magang perlu mempertimbangkan aspek kesejahteraan psikologis selain penguatan kompetensi teknis
Penguatan Literasi Sosial Mahasiswa PGSD dalam Pembelajaran Konsep Dasar IPS SD Berbasis Isu Aktual
This study aims to analyze the strengthening of social literacy among PGSD students through issue-based learning in the Elementary Social Studies Basic Concepts course. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through classroom observations, interviews with lecturers and students, and documentation of learning activities and student work. The findings reveal that, in the initial stage, students’ social literacy was predominantly descriptive, characterized by a superficial understanding of social issues and a limited ability to connect social studies concepts with contemporary social phenomena. The implementation of issue-based learning through stages of issue introduction, exploration and analysis using social studies concepts, critical discussion and social reflection, and synthesis of findings was shown to effectively enhance students’ social literacy. Students demonstrated improvements in analytical thinking toward social issues, the integration of social studies concepts with social realities, and the development of critical, reflective, and social empathy attitudes. The role of lecturers as facilitators and active student participation emerged as key factors in the success of the learning process. Nevertheless, the study also identified challenges related to the complexity of social issues, limitations in students’ analytical literacy, time constraints in lectures, and variations in students’ critical thinking abilities. These findings imply that issue-based social studies learning is a relevant pedagogical strategy for strengthening social literacy and for preparing prospective elementary school teachers with social awareness and critical thinking skills
Analisis Kebutuhan Media Audiovisual Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Untuk Siswa SMP
This study aims to analyze the need for the use of audiovisual media in Pancasila Education learning at the Junior High School (SMP) level. This research is motivated by the low interest and understanding of students towards Pancasila material which is still dominated by conventional learning methods. The study used a quantitative descriptive approach with data collection through questionnaires distributed to 30 junior high school students. The research instrument covered four aspects of audiovisual media needs, namely pedagogical, technical, cognitive, and aesthetic. The results showed that 75% of students stated that role-playing helped understand the values of the Pancasila Student Profile, 73% considered video media effective in improving critical thinking skills, and 81% of students preferred video media that were interesting and easy to access. Meanwhile, 67% of students stated that technological facilities at school were sufficient to support learning, and 78% of students expected audiovisual media to be equipped with direct feedback. The novelty of this study lies in mapping the needs of role-playing-based audiovisual media according to the characteristics of junior high school students as a basis for developing Pancasila Education media oriented towards strengthening the Pancasila Student Profile. The findings of this study provide empirical contributions for teachers and media developers in designing more effective, contextual, and meaningful Pancasila Education learning
Implementation of of Ethnomathematics-Based LKPD Using a Project-Based Model on the Numeracy Skills of Students at SMPN 12 Singkawang
Numeracy skills are a basic skill students need in everyday life to solve problems. However, the level of numeracy skills among students in Indonesia is relatively low. This study aims to: (1) Determine whether the numeracy skills of students who use ethnomathematics-based worksheets with a project-based learning model are better than those of students who use direct learning at SMP Negeri 12 Singkawang; (2) To determine the difference in student learning independence after using ethnomathematics-based worksheets using a project-based learning model compared to students who use direct learning at SMP Negeri 12 Singkawang. This research is quantitative in nature, using a quasi-experimental design with a post-test only control group. The population in this study was grade VII, consisting of classes VIIa, VIIb, VIIc, VIId, and VIIe, with a total of 155 students. Sampling in this study used purposive sampling. Data collection techniques used test sheets and student learning independence questionnaires. The data analysis techniques used were the independent sample t-test and Mann-Whitney U test. The results of the study were as follows: (1) The numeracy skills of students who used ethnomathematics-based LKPD using a project-based learning model were better than those of students who used a direct learning model; (2) there was a difference in the independence of students who used ethnomathematics-based LKPD using a project-based learning model and students who used a direct learning model with student learning independence in the experimental class being better than in the control class. Penerapan LKPD Bernuansa Etnomatematika Menggunakan Model Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Numerasi Siswa SMPN 12 SingkawangABSTRAKKemampuan numerasi merupakan kemampuan dasar siswa yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat memecahkan masalah. Namun tingkat kemampuan numerasi siswa di Indonesiamasih rendah. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk; (1) Untuk mengetahui apakah kemampuan numerasi siswa yang menggunakan LKPD bernuanasa etnomatematika dengan model pembelajaran berbasis proyek lebih baik dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran langsung di SMP Negeri 12 Singkawang; (2) Untuk mengetahui perbedaan kemandirian belajar siswa setelah menggunakan LKPD bernuansakan etnomatematika menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang menggunakan pembelajaran langsung di SMP Negeri 12 Singkawang. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan jenis Quasy Experimental Design dengan desain penelitian Post-test Only Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII yang terdiri dari VIIa, VIIb, VIIc, VIId, dan VIIe yang berjumlah keseluruhan 155 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes numerasi dan angket kemandirian belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji independent sample t test dan man whiteney U test. Hasil penelitian yang diperoleh; (1) Kemampuan Numerasi siswa yang menggunakan LKPD bernuansa etnomatematika menggunakan model pembelajaran berbasis proyek lebih baik dari pada siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung; (2) terdapat perbedaan kemandirian belajar siswa menggunakan LKPD bernuansa etnomatematika menggunakan pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung dengan kemandirian belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol.Kata Kunci :Model PjBL; Etnomatematika; kemampuan Numerasi; Bentuk Aljaba
Training and Mentoring for the "Masterpiece Program for Strengthening Patriotism" for Elementary School Teachers, Parents, and Students at the Indonesian School in Yangon, Myanmar
The training program on character-building for patriotism for primary school teachers, parents, and students at the Indonesian School in Yangon, Myanmar, is very important to conduct. This training aims to train the skills of Indonesian elementary school teacher human resources in Yangon, Myanmar, so that they are able to carry out learning activities through a showcase that can increase love for the homeland. The showcase training to strengthen love for the homeland character was conducted in a hybrid manner (online and face-to-face). The showcase training program to strengthen love for the homeland character for teachers, students, and parents of students at the Indonesian school in Yangon, Myanmar, which included an introduction to Indonesian culture such as traditional clothing, traditional houses, and traditional weapons, increased knowledge and attitudes of love for the homeland by 88% based on the results of the post-test. From this training, teachers, parents, and students will develop their knowledge, insights, and attitudes, and will foster a love for their homeland, Indonesia. Pelatihan dan Pendampingan untuk "Gelar Karya Penguatan Cinta Tanah Air" bagi Guru, Orang Tua, dan Siswa Sekolah Indonesia Yangon, MyanmarABSTRAKPelatihan program gelar karya penguatan karakter cinta tanah air bagi guru, orang tua dan siswa SD di Sekolah Indonesia Yangon Myanmar sangat penting dilaksanakan. Pelatihan ini bertujuan untuk melatih skill SDM guru SD Indonesia Yangon di Myanmar agar mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui gelar karya yang dapat meningkatkan kecintaan terhadap tanah air. Pelatihan gelar karya penguatan karakter cinta tanah air dilaksanakan dilaksanakan secara hybrid (secara online dan tatap muka), Program pelatihan gelar karya penguatan karakter cinta tanah air bagi guru, siswa dan orangtua siswa di sekolah Indonesia Yangon Myanmar, mencakup pengenalan budaya Indonesia seperti pakaian tradisional, rumah tradisional, dan senjata tradisional meningkatkan pengetahuan dan sikap cinta tanah air sebesar 88% dari hasil post test. Dari pelatihan ini, guru, orang tua, dan siswa berkembang pengetahuan, wawasan dan sikap mereka, akan kecintaan terhadap tanah air Indonesia.Kata Kunci :Pelatihan; Gelar karya; penguatan karakter; cinta tanah air.
Transforming the Role of Guidance Counselors as Anti-Bullying Agents through Case-Based Learning (3C3R) Basic Service Training
Indonesia, as a multicultural country, faces a major challenge in preventing bullying practices rooted in cultural differences in educational environments. With the spread of bullying practices in Indonesia, guidance and counseling teachers (BK) need to be equipped with the understanding and skills to provide services to students, including basic case-based services. This activity was carried out at SMAN South Sumatra, attended by 23 BK teachers who are members of MGBK SMA Kota Palembang. The activity was carried out in October to November 2025 in a hybrid manner. The activity was conducted using discussion, practice, case-based learning, and assignment methods, where participants were trained to create cases and solve them using 3C3R. The activity began with a pretest, followed by material delivery, practice, mentoring, and ended with a posttest. The output of this training is the preparation of RPL and multicultural bullying case which will be applied to basic services. The analysis of pretest and posttest data showed an N-Gain coefficient of 0.85, which is in the high category. This indicates an increase in the understanding and skills of guidance counselors in implementing basic case-based services to enhance students' multicultural awareness. This training was effective in improving the competence of guidance counselors as agents of multicultural bullying prevention and supporting the creation of an inclusive and harmonious school environment.Transformasi Peran Guru BK sebagai Agen Antibullying melalui Pelatihan Layanan Dasar Berbasis Case-Based Learning (3C3R)ABSTRAKIndonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan besar dalam mencegah praktik bullying yang berakar dari perbedaan budaya di lingkungan pendidikan. Semakin meluasnya praktik bullying di Indonesia, guru bimbingan dan konseling (BK) perlu dibekali pemahaman dan kemampuan untuk memberi layanan kepada siswa termasuk layanan dasar berbasis kasus. Kegiatan ini dilakukan di SMAN Sumatera Selatan yang diikuti oleh 23 guru BK dan merupakan anggota MGBK SMA Kota Palembang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2025 secara hybrid. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode diskusi, praktik, case based learning, dan penugasan, dimana peserta dilatih untuk membuat kasus dan menyelesaikan kasus tersebut menggunakan 3C3R. kegiatan diawali dengan pengisian pretest, pemberian materi, praktik, pendampingan dan diakhiri dengan pengisian posttest. Output dari pelatihan ini berupa penyusunan 1 RPL dan 1 Kasus bullying multikultural yang akan diterapkan pada layanan dasar. Hasil analisis data pretest dan posttest menunjukkan nilai koefisien N-Gain sebesar 0,85 dan berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru BK sebagai agen pencegahan bullying multikultural dan mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang inklusif dan harmonis. Kata Kunci :Layanan Dasar; Case Based Learning; Guru BK; Bullying Multikultural; Pendidikan Multikultura
DAMPAK GAME ONLINE TERHADAP PERUBAHAN SIKAP DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV SDN RANGKAPAN JAYA BARU
This research aims to find out in depth about the impact of playing online games on changes in student attitudes and interest in learning, both positive and negative impacts. The type of research method used is phenomenological qualitative research, which observes the impact of the phenomenon of online gaming among fourth grade elementary school students on changes in their attitude and interest in learning. The subjects in this finding are fourth grade students of SDN Rangkapan Jaya Baru with a total of 28 students. This research was conducted for 3 meetings at SDN Rangkapan Jaya Baru. The data collection techniques in this study were interviews with teachers, students, and parents of fourth grade students of SDN Rangkapan Jaya Baru in Depok City, questionnaires, and documentation regarding the impact of online games on changes in attitude and interest in learning which were conducted for 3 days. From the results that have been carried out, all fourth grade students of SDN Rangkapan Jaya Baru play online games. With various types of online games that they play. Students in class IV have different frequency and duration of time. The results of this study have a negative and positive impact on changes in student attitudes and interest in learning