Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Etnomatematika pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Kelas IX
Salah satu penerapan budaya dalam pembelajaran adalah penggunaan bahan ajar yang memuat unsur budaya di dalamnya. Namun pada kenyataannya masih jarang ditemukan perangkat pembelajaran yang memanfaatkan kearifan lokal masyarakat sekitar. Salah satu unsur budaya yang bisa diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah jajanan pasar tradisional yang memiliki bentuk bangun ruang sisi lengkung. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RnD) yang bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika pada materi bangun ruang sisi lengkung unutuk kelas IX SMP dan mengetahui kelayakannya melalui uji validasi dan kepraktisan. Model penelitian yang digunakan adalah model 4-D yang telah dimodifikasi menjadi 3-D, yang dibagi dalam 3 tahap; define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Instrumen penelitian meliputi lembar validasi untuk mengukur kelayakan produk, wawancara dengan guru mata pelajaran dan angket respon peserta didik untuk mengukur tingkat kepraktisan produk. LKPD memperoleh skor 3,9 dalam validasi materi dan skor 3,5 pada validasi media yang telah memenuhi kategori sangat valid. Berdasarkan angket respon peserta didik, LKPD juga telah memperoleh persentase kepraktisan 76% yang masuk dalam kategori sangat baik. Oleh karena itu, LKPD berbasis etnomatematika jajanan pasar dikatakan layak dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran
Penerapan Hybrid Learning di Perguruan Tinggi Indonesia: Literatur Review
Tujuan penelitian ini adalah menelusuri proses penggunaan hybrid learning di perguruan tinggi di Indonesia serta menelusuri kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancama pembelajaran hybrid learning di perguruan tinggi. Metode untuk mengkaji literatur dilakukan dengan mencari dan mengumpulkan studi pustaka dengan kata kunci “penerapan hybrid leaning di perguruan tinggi”. Pada akhirnya terdapat 19 artikel merupakan literatur. Hasil penelusuran menunjukkan hybrid learning memiliki dampak positif pada proses pembelajaran di perguruan tinggi dan efektif diterapkan di perguruan tinggi. Dampaknya secara simultan dapat meningkatkan hasil belajar siswa seperti motivasi, keterampilan kognitif, keterampilan komunikasi, disiplin, koneksi, representasi matematis dan kemandirian belajar mahasiswa. Selain itu, hybrid learning ini memiliki kekuatan seperti peningkatan fleksibilitas dan pemahaman materi yang lebih baik, kelemahan seperti kesulitan mengatur jadwal belajar dan ketergantungan mahasiswa pada perangkat dan jaringan, peluang seperti mengurangi kesenjangan digital dan penggabungan lebih dari satu model pembelajaran, dan ancaman seperti beban kerja dan adanya kesenjangan antara desain pembelajaran dengan gaya belajar mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan pengambil kebijakan sebagai referensi dalam keputusan penggunaan pembelajaran hybrid
Media Puzzle Angka: Pengenalan Angka pada Anak Tahap Praoperasional (Toeri Piaget)
Kebanyakan anak mengatakan bahwa mata pelajaran matematika sulit untuk dipahami sehingga perlu adanya media yang dapat meningkatkan minat belajar anak. Pengenalan angka dengan menggunakan media puzzel angka diharapkan dapat menumbuhkan minat anak dalam belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Subyek penelitian adalah anak-anak yang belajar di TBA Hijaiyyah yang berjumlah 14 orang pada usia 4 sampai 6 tahun. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah format lembar observasi guru dan anak dalam unjuk kerja kegiatan anak bereksplorasi dengan media puzzle angka. Kegiatan analisis data menggunakan unjuk kerja guru dan anak dalam penerapan permainan puzzle angka yang dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas anak dalam menggunakan puzzle angka meningkat dan mengalami perubahan yang sangat baik setelah melalui pertemuan pertama sampai ketiga
Analisis Hubungan Self-Efficacy Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
Self-Efficacy merupakan suatu keyakinan diri terhadap kemampuan dalam menyelesaikan suatu masalah. Kemampuan pemecahan masalah matematika adalah kesanggupan menyelesaikan sesuatu yang dianggap sulit,dipahami di dalam kegiatan pembelajaran matematika yang dapat dipecahkan melalui proses pemahaman yang terstruktur baik Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik uji analisis korelasi Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Attaqwa. Jumlah sampel 91 peserta didik. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Teknik Pengumpulan data digunakan adalah tes dan angket. Data di analisis dengan uji analisis korelasi. Beradasarkan hasil analisis data nilai korelasi r = 0.92 yang menunjukan ada korelasi yang sangat kuat antara Self-Efficacy dengan kemampuan pemecahan masalah matematik
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis HOTS Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking dan Self-Confidence
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan, keefektifan dan kepraktisan perangkat pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) untuk meningkatkan kemampuan critical thinking dan self-confidence siswa, selanjutnya untuk mengetahui peningkatan critical thinking siswa dengan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan menggunakan model pembelajaran CTL, dan untuk mengetahui peningkatan self-confidence siswa dengan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning. Penelitian ini termasuk penelitian dengan menggunakan model pengembangan 4-D. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMAN 2 Percut Sei Tuan , kelas XII IPA 1 dan XII IPA 2, tahun Ajaran 2021/2022, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang dikembangkan berbasis Higher Orders Thinking Skills (HOTS) menggunakan model pembelajaran CTL pada materi tiga dimensi yang meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Buku Siswa , Lembar Kerja Peserta Didik , Tes Kemampuan Berpikir Kritis, dan angket Self Confidence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berdasarkan pembelajaran berbasis HOTS dengan model pembelajaran CTL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan self - confidence siswa yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif, selain itu peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan perangkat pembelajaran berbasis HOTS yang telah dikembangkan dilihat dari nilai N- Gain pada uji coba I sebesar sebesar 0,35 % meningkat pada uji coba II menjadi 0,47% dan peningkatan kemampuan self- confidence siswa menggunakan perangkat pembelajaran berbasis HOTS pada materi jarak dalam dimensi tiga dengan rata- rata self- confidence siswa pada uji coba I sebesar 79,89 meningkat menjadi 85,35 pada uji coba II
Literasi Matematis Siswa Reflektif dan Siswa Impulsif dalam Menyelesaikan Masalah Kontekstual Berorientasi PISA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi matematis siswa reflektif, impulsif dalam menyelesaikan masalah kontekstual berorientasi PISA menggunakan indikator merumuskan, menerapkan dan menafsirkan. Namun, hasil asesmen PISA berdasarkan data yang diperoleh dari OECD, peringkat nilai PISA Indonesia tahun 2018 menduduki lima terbawah. Hasil kajian literatur yang diperoleh menyatakan faktor yang menghambat berkembangnya literasi matematis siswa di Indonesia adalah kurangnya mengenal masalah non-rutin. Oleh karena itu siswa diperkenalkan pada masalah non rutin yang mengacu pada PISA melalui AKM. Penelitian pendekatan kualitatif ini, menggunakan instrumen matching familiar figure test untuk memperoleh data gaya kognitif, tes kemampuan matematika, tes literasi matematis dan wawancara yang telah divalidasi oleh tiga dosen pendidikan matematika. Dua siswa yang memiliki kemampuan matematika setara, memilliki gaya kognitif berbeda dan komunikasi yang baik menjadi subjek penelitian, data diperoleh dari matching familiar figure test dan tes kemampuan matematika. Subjek dari setiap gaya kognitif diberikan tes literasi matematis serta dilaksanakan wawancara untuk menggali informasi mengenai literasi matematis siswa. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa reflektif dapat memberikan jawaban dan penjelasan yang jelas mengenai pekerjaan yang diselesaikan, cenderung teliti, serta mengamati setiap komponen penting masalah dengan cermat, memenuhi semua indikator literasi matematis. Siswa impulsif memberikan jawaban dan penjelasan secara garis besar dari pekerjaan yang diselesaikan, cenderung tergesa-gesa dan kurang teliti, cenderung membaca cepat dan meninggalkan beberapa komponen penting dalam penyelesaian masalah, tidak dapat memenuhi indikator mengenali struktur matematika, memanipulasi bilangan dan persamaan aljabar
Pembelajaran Matematika Kolaboratif Berbasis Online dengan Google Workspace for Education
Google workspace for education merupakan seperangkat alat kolaborasi dengan sistem cloud yang diperuntukkan lembaga pendidikan. Tujuan penelitian yaitu (1) mendeskripsikan karakteristik Pembelajaran Matematika kolaboratif di SMAN 6 Surakarta, (2) mendeskripsikan karakteristik pembelajaran matematika berbasis dengan google workspace for education di SMAN 6 Surakarta, dan (3) mendeskripsikan kendala pembelajaran matematika kolaboratif berbasis online dengan google workspace for education di SMAN 6 Surakarta. Dengan pendekatan kualitatif dan desain penelitian studi kasus (Case Study). Data informan 4 orang yang terdiri dari 2 orang guru matematika dan 2 orang siswa. Teknik analisis data (1) Reduksi data, (2) Penyajian Data dan (3) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diantaranya (1) Pembelajaran matematika kolaboratif di SMAN 6 Surakarta dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pendahuluan, kegiatan inti dan penutup, (2) pembelajaran matematika berbasis online dengan google classroom, google dokumen, spreadsheet, google slide, google formulir, google sites dan jamboard, dan berkomunikasi dengan siswa, pengajar, walikelas dari mana saja dengan google meet, chat dan gmail (3) Dalam pelaksanaan pembelajaran matematika kolaboratif berbasis online berjalan baik tetapi ada kendala yang dihadapi terutama sinyal yang naik turun dan siswa tidak mau on camera
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Menggunakan Model Inquiry Learning
Penelitian ini menggunakan jenis studi literatur yang bertujuan untuk mendeskripsikan model inquiry learning yang di terapkan dalam proses pembelajaran matematika. Referensi data dalam penelitian ini didapatkan dengan melalui riset kepustakaan murni yaitu dengan membahas referensi-referensi tertulis seperti artikel-artikel ilmiah. Tahapan analisis dalam penelitian ini terdiri dari beberapa langkah, yakni meringkas data, mengangkat poin-poin pembahasan, data dikembangkan sesuai kepentingan, melakukan pengecekan ulang data, melakukan pemaparan hasil yang telah dikumpulkan dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa model inquiry learning pada langkah-langkah pembelajaran memiliki hubungan dengan kemampuan berpikir kritis matematis pada siswa, dimana siswa mampu merumuskan masalah dan hipotesis, menyeleksi data & informasi, mengenali asumsi, menyampaikan penjabaran, evaluasi, dan penarikan kesimpulan terhadap permasalahan yang ada. Dan juga dihubungkan dengan tingkat pendidikan, dimana pada tingkat SD, SMP dan SMA dengan penggunaan model inquiry learning mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis yang cukup bagus. Sehingga dapat ditarik kesimpulan akhir bahwa model inquiry learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ketika di gunakan dalam kegiatan pembelajaran
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Menggunakan Problem Based Learning Pada Materi SPLTV Untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
Tujuan adanya penelitian ini yaitu penelitian pengembangan untuk menghasilkan sebuah produk berupa Silabus, RPP, dan LKPD pada materi system persamaan linear tiga variable yang telah dinyatakan valid dan praktis. Pentingnya perangkat pembelajaran yang mampu memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik menjadi latar belakang dari terbentuknya penelitian ini. Pengembangan yang akan dilakukan ini akan menggunakan model 4D yang meliputi 4 tahap yakni mendefinisikan, merancang, mengembangkan, dan menyebar luaskan. Pengembangan perangkat pembelajaran yang sudah dilakukan akan divalidasi oleh 3 orang validator dan direvisi sesuai dengan saran validator. Mean hasil validasi Silabus, RPP, dan LKPD masing-masing yaitu 3,85 ; 3,87 ; dan 3,82 dengan kategorinya termasuk sangat valid. Uji coba kelompok kecil yang dilakukan pada 6 orang siswa dengan kemampuan variatif. Mean dari hasil uji coba kelompok kecil untuk LKPD adalah 3,38 dengan kategori sangat praktis, meliputi aspek tampilan, isi dan kemudahan penggunaan dengan skor secara terurut 3,46; 3,43; dan 3,26. Perangkat pembelajaran menggunakan Problem Based Learning dalam materi SPLTV kelas X SMA sudah termasuk dalam kategori valid dan praktis
Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal dengan Pendekatan PMRI untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Tujuan dari riset ialah menciptakan produk berbentuk LKPD dengan basis kearifan lokal melalui PMRI sebagai pendekatan pada siswa kelas IV SD pada kevalidan materi bangun datar, praktis serta mempunyai dampak yang potensial pada pemakainya. Subjek riset yakni 24 siswa kelas IV SD Negeri 091 Palembang. Riset pengembangan ini memakai prosedur model Rowntree, dengan 3 tahap: (1) Perencanaan, (2) Pengembangan, dan (3) Evaluasi. Dikumpulkannya informasi melalui wawancara bebas, angket serta tes. Riset serta pengembangan ini menciptakan penggunaan LKPD yang valid, didapatkan skor 86,4% dengan kategori “Sangat Valid”. Atas dasar pengujian one-to-one serta small group mendapatkan skor 93,5% dengan kategori “Sangat Praktis”. Dampak potensial dari pengembangan terbukti dari adanya 12 siswa yang lulus serta 3 lainnya tidak lulus. Hasil rata – rata siswa saat belajar telah menggapai KKM yang ditetapkan oleh sekolah yakni 83%