Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Perbedaan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Disposisi Matematis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery Learning
Penelitian ini membandingkan perkembangan bakat untuk pemecahan masalah dalam matematika dan keakraban dengan kecenderungan matematika, membedakan antara pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran penemuan dalam matematika. (3) Apa perbedaan utama antara proses penyelesaian masalah matematika siswa yang berbasis masalah dan berbasis penemuan? Penelitian kuasi-eksperimental. Penilaian kemampuan matematika dan pemecahan masalah adalah dua contoh sikap dari instrumen yang digunakan. Analisis menggunakan ANACOVA dan N-Gain. Berdasarkan temuan penelitian ini: (1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika antara model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran penemuan; (2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berhitung antara model problem-based learning dan Discovery Learning. (3) Siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis masalah memberikan solusi yang lebih unggul dan lebih bervariasi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran penemuan
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Barisan dan Deret Berdasarkan Asimilasi dan Akomodasi Pada Gaya Kognitif Reflektif dan Impulsif
Salah satu kemampuan yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika adalah kemampuan pemecahan masalah. Siswa sudah mampu mengerjakan soal matematika tetapi belum cukup baik dalam menganalisis dan berpikir dengan maksimal. Sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Hal ini juga di sebabkan karena adanya perbedaan gaya kognitif pada masing masing siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah barisan dan deret pada gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif berdasarkan asimilasi dan alomodasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 14 Muaro Jambi. Pada penelitian ini siswa di berikan soal tes MFFT, untuk mendapatkan subjek gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif. Siswa yang tepilih menjadi subjek penelitiaan diberikan soal kemampuan pemecahan masalah barisan dan deret. Hasil penelitan menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif reflektif lebih cenderung mengalami asimilasi pada setiap tahapan pada proses pemecahan masalah, hal ini disebabkan siswa dengan gaya kognitif reflektif lebih detail dalam menganalisis soal. Sedangkan siswa dengan gaya kognitif impulsif lebih cenderung mengalami akomodasi pada setiap tahapan pemecahan masalah hal ini disebabkan siswa dengan gaya kognitif impulsif terlalu cepat dalam merespon dan tidak menganalisis soal dengan teliti
Analisis Kemampuan Siswa Kelas VIII dalam Menyelesaikan Soal Literasi Numerasi
In the 21st century, students are required to master the three skills, namely the quality of character, competence, and literacy. In order these skills to be achieved, the ability to think and reason is needed. One of literacy that closely related to the ability to thinks and reason is numeracy literacy. This research was conducted with the title: "Ability of Class VIII Junior High School Students in solving numeracy literacy questions". This research was conducted at St. Josef Freinadementz Junior High School, Kota District, Southwest Sumba Regency. The aim is to describe students' abilities in solving numeracy literacy problems. This research includes descriptive qualitative research, and it was carried out from July 2021 to September 2021 at SMP St. Josef Freinadementz, City District, Southwest Sumba Regency. The research subjects were 15 students of class VIII. Data were collected through numeracy literacy skills tests and interviews. The results showed that 73.3% of students were in the very poor category and 26.7% were in the less category, so it can be concluded that in general the students' ability in solving numeracy literacy questions is still low
Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Model Pembelajaran Problem Solving
Penelitian ini di bertujuan untuk mengembangkan, mengetahui responden, dan keefektifan modul matematika berbasis model pembelajaran problem solving pada materi vektor. Model Pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, yaitu Analysis, Design, Development, Implimentation, Evaluation. Mahasiswa di program studi pendidikan matematika mengalami kesulitan dalam memahami konsep pada materi vektor pada mata kuliah kapita selekta matematika SMA, sehingga nilai mahasiswa tidak mendapat nilai yang memuaskan. Peneliti membuat pembaharuan pembuatan modul yang merupakan salah satu bahan ajar yang digunakan pendidik pada proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data meliputi dokumentasi dan lembar kuesioner. Teknik analisis data pada penelitian ini digunakan untuk menghitung kevalidtan dari para validator dan respon pendidik. Hasil uji validasi yang dilakukan oleh validator adalah 3,25 kriteria cukup valid. Hasil respon pendidik 3,75 dengan kriteria menarik, respon uji coba skala kecil 3,4 dengan respon sangat menarik dan uji coba lapangan 3,8 dengan respon sangat menarik. Hasil uji efektifitas yang dilakukan saat uji lapangan mendapat persentase sebesar 75% dengan kriteria efektif. Dari data tersebut menunjukkan bahan ajar pembelajaran layak digunakan berdasarkan respon pendidik dan keefektifan yang dilakukan oleh peserta didik maka pengembangan modul matematika layak digunakan di program studi pendidikan matematika Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar
Penerapan Teori Belajar Bermakna untuk Meningkatkan Literasi Matematis Siswa Kelas X
Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan literasi matematis siswa kelas X rendah yang ditemukan pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Hal tersebut disebabkan kemampuan siswa lemah dalam menganalisis, menafsirkan dan merepresentasikan pemecahan masalah matematika yang berkaitan dengan situasi dunia nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan literasi matematis siswa kelas X setelah mendapatkan pembelajaran dengan teori belajar bermakna. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen dengan pretest dan posttest yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian yaitu siswa Madrasah Aliyah kelas X yang terdiri dari 14 siswa pada kelas eksperimen dan 13 siswa pada kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes kemampuan literasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan, peningkatan kemampuan literasi matematis siswa di kelas eksperimen berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa penerapan teori belajar bermakna dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa kelas X
Respon Mahasiswa Proram Studi Pendidikan Matematika Universitas Flores pada Program MBKM
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan desain lanjutan dari penerapan kurikulum program studi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini terdapat suatu inovasi belajar sehingga dapat menghasilkaan mahasiswa yang inovatif, kreatif dan sekaligus dapat mengembangkan potensi dirinya dalam bidang yang dipilih. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dampak dan persepsi penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di perguruan tinggi swasta; survey pada Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Flores Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh dari populasi yang berjumlah 156 responden yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Flores. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Teknik analisis data dimulai dari pengumpulan data kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian survey ini menunjukan bahwa mahasiswa pada program studi pendidikan matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores memberikan respon yang positif terhadap program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan sudah menyiapkan diri untuk mengikuti kegiatan MBKM khususnya program asistensi mengajar di satuan pendidikan
Pengembangan Buku Ajar Matematika Berbasis Literasi dan Numeari Sebagai Penguat AKM
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan kualitas pengembangan Buku Ajar Matematika Berbasis Literasi Dan Numerasi Untuk Jenjang Sekolah Menengah Atas dengan kriteria valid, efektif dan praktis. Kemampuan literasi dan numerasi adalah dua kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa sebagai dasar penguatan pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Mutiara Bunda Sidoarjo. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik angket dan tes. Dari hasil uji kelayakan isi, sajian, dan kegrafikan memperoleh nilai rata-rata 84,66% atau mencapai kriteria โsangat baikโ dengan sedikit revisi, edangkan untuk uji keterbacaan diperoleh nilai 83%. Data postes menunjukkan hasil ketuntasan secara klasikal sebesar 80%, dan data respon siswa yang menjawab pertanyaan bersifat positif sebanyak 87,6%, artinya respon siswa memenuhi kriteria positif. Dari hasil perhitungan nilai n-gain kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 45,00 dengan memperoleh kriteria sedang. Sedangkan kelas eksperimen memperoleh nilai n-gain sebesar 74,77 dengan kriteria tinggi. Dari kedua nilai n-gain diatas maka dapat disimpulkan bahwa nilai n-gain kelas eksperimen memenuhi syarat indikator keberhasilan daripada kelas kontrol. Dari hasil tersebut maka pengembangan buku matematika kelas XI SMA berbasis literasi dan numerasi memenuhi syarat valid, efektif, dan praktis sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan buku ajar matematika berbasis literasi dan numerasi untuk jenjang Sekolah Menengah Atas memenuhi kualitas baik
The Effectiveness of Euclid's Algorithm Method in Solving Problems about FPB
Many students are constrained in determining the FPB value of two numbers. The use of factor theorem methods has not been effective in helping students solve problems about FPB. Euclid's algorithm comes as a solution to make it easier for students to solve problems about FPB. This study aimed to test the effectiveness of Euclid's algorithm theorem in solving problems about FPB. This type of research is quasi-experimental and involves two classes: the experimental class (the application of Euclid's algorithm theorem) and the control class (using the factor tree method). The sample involved in the study was course V-A and V-B SDN 19 student Nan Sabaris. The instruments used in the study are questionnaires, observation sheets, and essay tests. Data collected in research activities is analyzed with an independent test of t-test samples. Before the data is analyzed, both data groups must first be normally distributed and homogeneous. The results of data analysis both in the form of questionnaire analysis, observation sheet, and analysis of test results showed a significant difference between the solution of FPB problems between experimental classes using Euclid theorems and control classes that use factor tree methods. Euclid's algorithm is a practical, easy-to-understand method, and the user does not take a long time in the process of the problem. The thing to note in applying Euclid's algorithm theorem is the understanding of the principle of division by students. Teachers need to pay attention to the extent of students' knowledge of the division material because this understanding affects students' performance in using Euclid's algorithm theorem to solve problems about FPB
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Matematika Realistik Berbantuan Geogebra Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Al Azhar Medan
This study aims to describe: 1) Find the validity, practicality, and effectiveness of realistic mathematics-based learning models developed to improve students' mathematical problem solving abilitiesl; and 2) Describe the improvement of students' mathematical problem-solving abilities using the developed learning tools. This research was conducted in two stages, namely the first stage of developing realistic mathematics-based learning tools using the 4-D development model, and the second stage testing realistic mathematics-based learning tools developed in grades VII-A and VII-B SMP Al Azhar Medan to see their effectiveness. From the results of trial I and trial II obtained: 1) the realistic mathematics-based learning model developed is effective, in terms of a) classical student learning completeness; b) achievement of learning objectives; and c) learning time; 2) The learning tools developed are practical to use; 3) Realistic mathematics-based learning tools developed can improve students' mathematical problem solving abilities; and 4) students' positive response to the activities and learning tools based on the developed realistic approach
Systematic Literature Review: Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur terkait dengan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dalam mengerjakan soal matematika pada jenjang SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Systematic Literature Review (SLR), yang terdiri dari 53 sampel hasil penelitian kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Sampel terdiri dari jurnal terindeks yang diterbitkan pada periode 2015 โ 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan semua artikel terkait pemahaman konsep matematis siswa, ditinjau dari tahun penelitian, jenjang pendidikan, ukuran sampel dan jenis penelitian. Berdasarkan hasil penelitian didapat, bahwa artikel mengenai kemampuan pemahaman konsep matematis siswa terkait karakteristik dan gaya belajar mendominasi pada delapan tahun terakhir, sedangkan artikel mengenai gender dan media pembelajaran cenderung sedikit serta kurang diminati oleh para peneliti. Peneliti lebih banyak melakukan penelitian pada jenjang pendidikan SMP dengan mayoritas jumlah sampel kurang dari 30