Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Aktivitas Metakognitif Siswa dengan Gaya Kognitif Reflektif dalam Memecahkan Masalah Matematika
Pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan utama dalam mata pelajaran matematika. Salah satu faktor keberhasilan siswa dalam proses memecahkan masalah matematika yaitu metakognitif. Aktivitas metakognitif penting dalam proses pemecahan masalah yang dilakukan siswa, dimana setiap siswa memiliki cara yang berbeda-beda dalam memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas metakognitif siswa dengan gaya kognitif reflektif dalam memecahkan masalah matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian Matching Familiar Figure Test (MFFT), soal tes pemecahan masalah, dan wawancara. Penelitian ini dilakukan pada salah satu kelas VII di MTsN 1 Kediri. Subjek penelitian sebanyak 2 siswa dengan gaya kognitif reflektif. Hasil penelitian diperoleh bahwa subjek dengan gaya kognitif reflektif mengalami semua aktivitas metakognitif dalam memecahkan masalah matematika yang diberikan yaitu mengalami aktivitas metakognitif awareness pada tahap memahami masalah, mengalami aktivitas metakognitif evaluation pada tahap membuat rencana, mengalami aktivitas metakognitif regulation pada tahap melaksanakan rencana, dan mengalami aktivitas metakognitif evaluation pada tahap memeriksa kembali. 
Pemahaman Matematis Siswa Ditinjau dari Daya Juang Produktif
Pemahaman merupakan hal yang penting dalam pembelajaran matematika, fakta yang terjadi masih banya pemahaman siswa yang rendah. Daya juang produktif menjadi salah satu faktor pendukung pembelajaran yang harus diperhatikan guru agar dapat mengoptimalkan pemahaman siswa saat proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian dilakukan kepada 20 siswa SMP kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung Barat. Tes, angket dan wawancara digunakan dalam penelitian ini untuk mengungkap bagaimana pemahaman instrumental dan relasional siswa ditinjau dari daya juang siswa. Analisis data untuk penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Kesimpulan pada penelitian ini adalah subjek yang memiliki daya juang produktif tinggi menguasai 3 dari 4 indikator yang di berikan yaitu dengan memenuhi seluruh indikator pemahaman instrumental dan satu indikator pemahaman relasional, pada subjek dengan daya juang sedang hanya memenuhi 2 indikator dari 4 yang diberika yaitu memenuhi seluruh indikator pemahaman instrumental namun tidak dengan pemahaman relasional dan untuk subjek dengan daya juang produktif rendah tidak memenuhi seluruh indikator yang diberikansikap subjek yang ditemukan dalam penelitian ini dapat menjadi informasi bagi guru untuk meningkatkan pemahaman serta daya juang produktif siswa
Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Open-Ended pada Materi Bangun Datar SMP
Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah open-ended pada materi bangun datar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif pada metode kualitatif. Penelitian dilaksanakn di MTsN 1 Kota Malang pada kelas VII-M, dengan menyaring siswa menjadi tiga yang mewakili ketiga aspek berpikir kreatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes masalah open-ended bangun datar dan wawancara. Hasil penelitian menjelaskan bahwa ketiga subyek dengan mampu menyelesaikan masalah open-ended bangun datar dengan baik dan berbagai kemampuan siswa dalam memenuhi aspek berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, dan novelty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kreatif siswa berbeda-beda. Subjek TBS, AFS, dan ABW pada aspek fluency dapat memecahkan masalah dengan menghasilkan jawaban yang benar dan tepat yaitu memecah bangun menjadi beberapa bangun datar untuk menentukan luas bangun yang dibentuk oleh Bima. Aspek flexibility TBS dan AFS dapat memecahkan masalah dengan cara yang bervariasi yaitu membuat dua cara berbeda untuk menentukan luas bangun Bima. Subjek ABW tidak dapat memunculkan aspek flexibility. Aspek novelty hanya terlihat pada subjek TBS, dapat membuat kombinasi berbagai macam bangun dengan cara yang unik, berbeda, dan tidak biasa yaitu memunculkan bangun jajar genjang. Subjek AFS dan ABW tidak dapat memunculkan aspek novelty karena AFS dan ABW membuat kombinasi bangun datar yang biasa digunakan oleh siswa lainnya
Pengembangan Bahan Ajar Pemodelan Matematika dan Efek Potensialnya Terhadap Persepsi Matematika Siswa SMA: Studi Kasus
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar pemodelan matematika yang valid, praktis, serta memiliki efek potensial terhadap persepsi matematis peserta didik. Bahan ajar yang dikembangkan pada penelitian ini berupa LKPD dimana konteks yang digunakan adalah konteks evakuasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). Teknik pengumpulan data terdiri atas walkthrough, angket, observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 3 Prabumulih. Kevalidan bahan ajar dilihat berdasarkan hasil pada tahap expert review serta one to one. Bahan ajar dinyatakan valid pada tahap expert review dari aspek konstruk, konten serta bahasa. Persentase rata-rata kevalidan sebesar 79,3% yang terkategori valid. Selain itu, bahan ajar dinyatakan valid berdasarkan kejelasan serta keterbacaan peserta didik pada tahap one to one. Bahan ajar dinyatakan praktis berdasarkan hasil pada tahap small group dan field test. Bahan ajar dinyatakan memiliki efek potensial terhadap persepsi matematis peserta didik berdasarkan data angket pada tahap field test. Efek potensial yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kategori amat baik 87% dan kategori baik 17%. Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa penggunaan bahan ajar pemodelan matematika dengan konteks evakuasi memberika
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Etnomatematika Budaya Minangkabau Pada Materi Kekongruenan dan Kesebangunan
This is motivated by the fact that there is no learning media based on Minangkabau culture in learning mathematics. This study aims to determine the validity, practicality and effectiveness of ethnomathematics-based Student Worksheets (LKPD) in Minangkabau culture on the material of congruence and congruence. The type of research used is Research & Development (R & D). The LKPD was developed based on the Plomp and Nieveen Model with 3 phases, namely: 1) preliminary research, 2) development or prototyping phase and 3) assessment phase. The formative valuations such as: self evaluation, expert review, one to one evaluation, small group and field tests, carried out in an integrated manner during the design phase. Data was collected through interviews, validation sheets, questionnaires and tests. The results showed: 1) Ethnomatematics-based LKPD validity obtained a percentage of 92% with a very valid category, 2) Practicality of LKPD in one to evaluation obtained a percentage of 90% with a very practical category, in the small group obtained a percentage of 95% with a very practical category. 3) The effectiveness of student worksheets seen from the results of students' mathematics learning, obtained student mastery of 86.7% with very effective criteria. The developed LKPD can be used in learning mathematics. Learning by involving Minangkabau culture can improve learning outcomes and develop and build student character. Based on the results of this study, educators are expected to develop teaching materials that are associated with local culture or the culture where students live. Once developed, then used in learning mathematics
Developing STEM Learning Design with Mini Projector Media in Grade V of Elementary School
The lack of innovation in process engineering and technology-based learning in primary schools results in suboptimal learning outcomes. Primary school education does not involve students directly in every learning process, leading to underdeveloped student competencies. One innovative learning approach that can be utilized by elementary school teachers is STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) education. The objective of this research is to develop a STEM learning design product to make primary school education more meaningful. The research method employed is Educational Design Research (EDR), which consists of three phases: analysis and exploration, design and construction, and evaluation and reflection. Data collection techniques include interviews, observations, documentary studies, and questionnaires. The subjects of this research are students from classes VB and VC at SDN 2 Pengadilan Kota Tasikmalaya. After conducting two trials of the STEM learning design, it was found that the developed learning design is valid, practical, and suitable for use in primary schools. STEM education can serve as an alternative for teachers to implement learning processes that involve engineering and technology, thus meeting the demands of 21st-century skills for students
Pengembangan LKS Beracuan Problem Based Learning untuk Mendeskripsikan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMK
Modul yang digunakan guru pada pembelajaran matematika di SMKN 8 Malang lebih menekankan pada materi, contoh soal dan latihan soal. Contoh soal yang diberikan sudah berbasis kontekstual, tetapi kurang memberi kesempatan siswa untuk terlibat dalam pembelajaran. Hampir seluruh siswa dari tahun ketahun memperoleh hasil ujian dibawah KKM (kurang dari 60) pada materi barisan dan deret, karena kurangnya pemahaman siswa terhadap materi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) beracuan Problem Based Learning (PBL) untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematika siswa SMKN 8 Malang pada materi barisan dan deret aritmetika yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Prosedur penelitian mengacu pada model ADDIE. Penelitian ini dianalisis dengan menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Uji kevalidan LKS dilakukan oleh 2 validator, yaitu dosen matematika sebagai validator ahli dan guru SMKN 8 Malang sebagai validator praktisi. Setelah LKS dinyatakan valid, LKS diujicobakan kepada siswa kelas XI RPL C tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 33 siswa. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tingkat validitas LKS yang dihasilkan dikategorikan valid dengan skor rata-rata 3.39. Rata-rata skor hasil uji kepraktisan mencapai yang berarti dalam kategori praktis. Tingkat keefektifan LKS beracuan PBL yang dihasilkan dikategorikan efektif. Hal tersebut diperoleh dari hasil tes formatif dan pada saat wawancara. Hasil tes formatif dan wawancara menunjukkan bahwa siswa dapat mencari struktur atau pola dari suatu permasalahan, siswa dapat memilih serta menggunakan prosedur dan konsep untuk menyelesaikan masalah, siswa dapat menghubungkan konsep antar matematika atau matematika dengan bidang lain, siswa dapat memeriksa dan menjelaskan solusi dari permasalahan
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis RME Berbantuan Macromedia Flash untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematisdan Self-Efficacy Siswa
The use of macromedia flash as a learning medium is useful for teachers as an aid in preparing teaching materials and organizing learning. It is hoped that through research on the development of RME-based teaching materials assisted by Macromedia Flash this can be an alternative to realizing a quality learning process and is also expected to improve students' problem-solving skills and self-efficacy. This research has several objectives: (1) To produce RME-based teaching materials assisted by Macromedia Flash to improve students' mathematical problem-solving skills and Self-Efficacy which are valid, practical and effective; and (2) to determine the increase in students' mathematical problem-solving abilities and self-efficacy by using the developed Macromedia Flash-assisted RME-based teaching materials. The type of research conducted is development research. This study used the Thiagarajan 4-D development model and researchers developed teaching materials based on a realistic mathematical approach. The subjects in this study were grade 7th students of East Halongonan One Roof Public Middle School 4 for the 2020/2021 academic year. In the first trial, there were 30 students in grades 7-3 and in the second trial, there were 30 students in grades 7-2.The results showed that: (1) There was an increase in students' mathematical problem solving ability and self-efficacy by using developed Macromedia Flash assisted RME-based teaching materials; and (2) RME-based teaching materials assisted by macromedia flash to improve students' mathematical problem-solving skills and self-efficacy developed in this study already meet valid, practical and effective criteria
Permainan Rujak-Rujak Sebagai Media Pembelajaran Konsep Perkalian Bilangan Bulat
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan rujak-rujak dalam konsep perkalian bilangan bulat. Pengembangan permainan disajikan dalam LKPD dan di analisis kelayakannya serta kemenarikannya. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD SD Negeri 8 Puding Besar dengan 6 siswa kelas VI sebagai sampel penelitian yang dipilih dengan metode random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengisian angket kelayakan media dan angket respon siswa. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli media diperoleh presentase kelayakan sebesar 79,33% dengan kategori layak digunakan dan berdasarkan hasil pengisian angket respon siswa diperoleh presentase kemenarikan sebesar 75% denngan kategori menarik. Kesimpulannya permainan rujak-rujak sebagai media pembelajaran matematika pada materi operasi perkalian bilangan bulat sudah valid dan layak untuk digunakan
Systematic Literature Review: Identitas Matematika dalam Pembelajaran Matematika
Identitas dalam penelitian pendidikan semakin banyak dimanfaatkan khususnya dalam mendeskripsikan dan mengeksplor kegigihan seorang peserta didik dalam memahami suatu materi. Kaitannya dengan konteks matematika, Identitas merupakan hasil deskripsi dari bagaimana seorang peserta didik dipandang sebagai seseorang yang ‘memiliki matematika’ (math person) oleh orang lain ataupun diri individu itu sendiri. Dengan demikian, siswa dan guru membutuhkan peningkatan identitas matematika agar mendapatkan karakter matematika yang kuat dan abadi dalam mengaplikasikan konsep-konsep matematika. Artikel ini menyajikan systematic literature review (SLR) tentang identitas matematika yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini telah mengumpulkan informasi dan hasil studi peneliti dari seluruh dunia untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian identitas matematika dalam pembelajaran matematika di sekolah. Pertanyaan kunci dalam penelitian ini adalah bagaimana artikel ini didistribusikan berdasarkan tahun publikasi, jenjang pendidikan, metode, kerangka konseptual identitas matematika, dan ukuran tingkatan identitas matematika. Penelitian ini berpedoman pada Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) yang menghasilkan artikel penelitian untuk ditinjau secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa studi terkait identitas matematika pada tahun 2019 dan 2020 merupakan masa berkembangnya publikasi artikel terkait identitas matematika di jurnal internasional yang bereputasi, para peneliti lebih tertarik untuk melakukan penelitian identitas matematika di tingkat sekolah dasar, sebagian besar studi tentang identitas matematika menerapkan metode kualitatif menggunakan wawancara sebagai instrumen kunci dalam mengungkap dan mendeskripsikan identitas matematika seseorang