IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Manado Open Journal Systems
Not a member yet
878 research outputs found
Sort by
TEORI TRANSFORMASIONAL KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM
AbstrakPemimpin merupakan posisi paling utama dan bertanggung jawab dalam menentukan organisasi dan menggerakkan anggota organisasinya kearah tujuan yang dicita-citakan. Bukan hanya itu, ketika pemimpin yang lemah dalam menggerakkan organisasinya menjadikan organisasi tersebut terpuruk dan tidak mampu lagi bersaing pada zaman modern.Pemimpin pendidikan yang ideal harus memiliki kemampuan meyakinkan anggota yang dipimpinnya untuk mewujudkan impian bersama berupa visi organisasinya sehingga layak disebut pemimpin visioner yang mampu melihat jauh kedepan, serta mampu melakukan perubahan-perubahan organisasi berdasarkan analisis-analisis yang cermat dalam kerangka membangun dan mengembangkan mutu institusi pendidikan sehingga dia layak disebut sebagai pemimpin transformasional.Kata kunci: Teori Transformasional, Kepemimpinan Pendidikan Islam AbstractThe leader is the most important position and is responsible for determining the organization and moving the members of the organization towards the desired goals. Not only that, when a weak leader in mobilizing his organization makes the organization slumped and unable to compete in modern times.The ideal education leader must have the ability to convince the members he leads to realize shared dreams in the form of his organizational vision so that he deserves to be called a visionary leader who is able to look far ahead, and is able to make organizational changes based on careful analyzes in the framework of building and developing the quality of educational institutions so he deserves to be called a transformational leader.Keywords: Transformational Theory, Islamic Education Leadershi
PROSPEK PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN KECAMATAN MALANGKE KABUPATEN LUWU
AbstrakPola Strategi pengembangan Pondok Pesantren di Malangke, strategi pengembangan pesantren adalah cara atau srategi yang digunakan oleh wadah atau tempat guna proses suatu perubahan berencana yang memerlukan dukungan semua pihak, anatara lain Kepala, staff, guru, dan siswa dengan perubahan-perubahan itu diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan lembaga pendidikan, yang memerlukan usaha jangka pendek, menengah, dan panjang guna menghadapi perubahan yang akan terjadi pada masa mendatang. Peluang dan tangan pengembangan Pesantren di Luwu Utara, terdapat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang beberapa pasalnya menekankan penyelenggaraan pendidikan keagamaan, seperti, pasal 30 ayat (1) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan pada pasal 1 ayat (2) tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan yang didalamnya secara tegas dikemukakan bahwa pondok pesantren menyelenggarakan pendidikan diniyah pada tingkat dasar dan menengah, tergolong dalam sub sistem pendidikan Nasional di Indonesia yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa, menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menajdi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sedangkan tantangan ada beberapa hambatan 1)Sistem kurikulum yang lebih modern, sehingga pesantren ketinggalan jauh dari sekolah umum, 2) Kurangnya anggaran dan sumber pendanaan disebabkan oleh kurang siswa. 3) adanya sebagian orang tua tidak tertarik menyekolahkan anak di sekolah Pesantren.Kata kunci: Pengembangan, Pondok Pesantren As’addiyah. AbstractThe pattern of the development of Islamic boarding schools in Malangke, the strategy of developing pesantren is the method or strategy used by the place or place for the process of planning changes that require the support of all parties, among others, the Head, staff, teachers and students are expected to develop and improving educational institutions, which require short, medium and long-term efforts to deal with changes that will occur in the future. Opportunities and hands for the development of Islamic boarding schools in North Luwu, there is Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, some of which emphasize the implementation of religious education, such as article 30 paragraph (1) and Government Regulation (PP) Number 55 of 2007 concerning Education Religion and Religious Education in Article 1 paragraph (2) concerning Religious Education and Religious Education in which it is expressly stated that Islamic boarding schools conduct early childhood education at the elementary and secondary levels, belonging to the national education sub-system in Indonesia which aims to educate the nation, make humans who have faith and devotion to the Almighty God, are noble, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent and become a democratic and responsible citizen. While the challenges are several obstacles 1) A more modern curriculum system, so that pesantren lag far behind public schools, 2) The lack of budgets and funding sources is caused by lack of students. 3) there are some parents who are not interested in sending their children to school in Islamic boarding schools.Keywords: Development, As'addiyah Islamic Boarding School
Mazhab Filsafat Pendidikan dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam
Menemukan makna dan arah pendidikan adalah sebuah pencarian yang panjang, karena pendidikan seirama dengan dinamika kehidupan dimana manusia itu hidup. Adanya rumusan tentang konsep pendidikan itu dilatar belakangi oleh faktor yang mengitarinya seperti nilai-nilai teologis, normatif, sosiologis, geografis, ekonomi, budaya dan agama. Dalam arti selain dari pertimbangan nilai teologis- normatif, maka dasar pendidikan juga memuat nilai historis, yaitu perkembangan pemikiran pendidikan dari waktu yang tidak terbatas, karenanya sangat banyak paradigma pendidikan sebagai muatan pemikiran untuk merekonstruksinya. Sehingga berbagai aliran dan mazhab dalam pendidikan menjadi pertimbangan dalam memberikan formulasi karena muatan kajiannya berdasarkan pertimbangan dan kepentingan dalam pendidikan. Disebabkan itu lahirnya berbagai mazhab dalam pendidikan sekalipun ada perbedaan pandangan dalam pendidikan agar kita dapat melihat aspek dan arah yang menjadi kajian masing-masingnya untuk dijadikan perbincangan karena dapat dikatakan antara pendidikan Islam dan Barat memiliki persamaan dan perbedaan. Kata Kunci: Mazhab-Pendidika
Integrasi Pendidikan Islam/Madrasah dalam Sistem Pendidikan Nasional
Pendidikan Islam seharusnya berbeda dengan sekolah lain pada umumnya. Perbedaan itu menyangkut banyak hal, mulai dari orientasi atau tujuan, kurikulum, tenaga pengajar, maupun kultur yang seharusnya dikembangkan. Tatkala pendidikan Islam disamakan dengan sekolah umum, bukan berarti persamaan itu dalam segala halnya. Persamaan itu adalah terkait dengan pengakuan oleh pemerintah, yaitu bahwa siapapun yang belajar di lembaga pendidikan Islam dianggap telah memenuhi kewajiban belajar.Kata Kunci: integrasi, pendidikan islam, madrasah dan negar
Comparative Study Of Islamic Economic Law And The Capitalist
The implementation ofthe capitalist system has eliminated the Islamic values in economic practice. After the financial crisis hit the world, the capitalist system reaped many questions and its greatnessbegins to be doubted. The capitalist system implementationprecisely creates new problems in the economy. The concept of individualism which is the main key in capitalist practice only creates economic injustice and misery of the poor. The only economic theory that is expected as a light in dealing with economic problems is an economic system that is able to create justice,the welfare of all parties and blessings both the world and the hereafter. The theory is the Islamic economics which in practice is inseparable from Islamiceconomic law. Islamic economic law that underlies the Islamic economic system is totally different from the capitalist economic system.Keywords: Islamic Economic Law; Islamic economics; Capitalist Econom
PROBLEMATIKA PEMERINTAH DALAM MENYONGSONG BONUS DEMOGRAFI DI INDONESIA
Abstract. Demographic bonuses are a hot issue, although they are still limited to population and economic experts, even among other academics the term bonus demography is still not well known. The study has not reached a legal perspective. Some aspects related to the demographic bonus are the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs) until 2030. While the prediction of achieving demographic bonuses by Indonesia in 2020-2030. The series of periods of achieving the demographic bonus, in the analysis of population experts including economists, still "shyly" mentions where the Republic of Indonesia and the Unitary State achieve their welfare. constitutional namely the welfare of society. Keywords: Demographic Bonus, Sustainable Development, Legal Perspective, Unitary State of the Republic of Indonesia. Abstrak. Bonus demografi menjadi isu hangat, meskipun masih sebatas di kalangan pakar kependudukan dan ekonomi, bahkan di kalangan akademisi lain istilah bonus demografi masih kurang akrab dikenal. Kajiannya pun belum sampai menyentuh perspektif hukum. Beberapa aspek berkaitan dengan bonus demografi ialah implementasi tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) hingga tahun 2030. Sementara prediksi pencapaian bonus demografi oleh Indonesia di tahun 2020-2030. Rangkaian periodesasi pencapaian bonus demografi tersebut, pada analisis para pakar kependudukan termasuk para ekonom, masih “malu-malu” menyebutkannya di mana bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia mencapai kesejahteraannya, dalam arti kata melalui pencapaian bonus demografi, diharapkan bangsa dan Negara Indonesia dapat mewujudkan amanat konstitusional yakni mensejahterakan masyarakat. Kata Kunci: Bonus Demografi, Pembangunan Berkelanjutan, Perspektif Hukum, Negara Kesatuan Republik Indonesia
Analysis Of Profitability Before And After Changing The Interest Rate Of Other General Credit At Pt. Bank Sulselbar Centre Office Makassar
AbstractThe purpose of this research is to find out how to increase profitability before and after changes in other public credit interest rates at PT. Bank Sulselbar Makassar Head Office.The analytical method used is a paired sample T-test analysis of the comparison before and after the change in KUL credit interest rates at PT. Bank Sulselbar Makassar Head Office with the help of SPSS Version 21.0There is a significant difference in Profitability values before and after changes in other public loan rates. The results of the study show that the average profitability value before the change in other public credit interest rates is 32.38% and after the change in other public lending rates by 42.45%. This shows that there was an increase in the average value of profitability of 10.07% due to changes in other public lending rates.Based on the results of the research and discussion that has been done, it can be concluded that the results of the study indicate that there are significant positive differences in the value of profitability before and after changes in other public credit interest ratesKeywords: Profitability, Interest Rat
KONSEP TOLERANSI (AL-SAMAHAH) ANTAR UMAT BERAGAMA PERSPEKTIF ISLAM
Islam as a comprehensive and wholesome system of living and a wisdom foundation is a religion that directs human beings toward a complete life, since the beginning of its introduction (forteen centuries) Islam does not only teach a one dimensional life but also teach a multidimensional one including theology, Worship, muamalah, moral, philosophy, law and many others.Islam is a complete wholly and perfect teachings that directs a Muslim both in worshipping and in social interaction. All teachings are encapsulated in Alquran and hadits both in a form of general and technical concept. During an interaction, a Muslim and a Non-Muslim have restrictions that are arranged and assigned values and concepts of tolerance (al-samahah) in Islam are resourced from Alquran and hadits. Rules on tolerance in islam is restricted to alBaqarah (2): 256.One frequently occured problem on the interreligion tolerance is a friction between tolerance and aqidah norms. Some people think that it is not a problem to wish someone Merry Chrismas or even to participate in the celebration believing that it is part of the interreligion tolerance. As a matter of fact in Islam, the concept of tolerance is cleraly stated that aqidah and ibadah are not to be compromised. Thus no matter of how small it is, a friction should be avoided.Keywords: Tolerance, (al-samahah), IslamIslam adalah agama yang mengatur kehidupan manusia menuju kehidupan yang paripurna. Sebab Islam merupakan suatu sistem kehidupan yang komprehensif dan tuntas serta mengatur pondasi yang bijak hingga pada hal-hal yang terkecil. Jadi, Islam sejak awal kedatangannya (empat belas abad) yang lalu pada hakekatnya telah membawa ajaran yang bukan hanya membahas satu dimensi kehidupan saja, akan tetapi Islam membawa ajaran yang multi dimensi dari kehidupan manusia yaitu dimensi teologi, ibadah, muamalah, moral, filsafat, hukum dan sebagainya.Islam adalah ajaran yang lengkap, menyeluruh dan sempurna yang mengatur tata cara kehidupan seorang muslim baik ketika beribadah maupun berinteraksi dengan lingkungannya. Semua ajaran itu terangkum dalam al-Qur’an dan al-Hadis yang berbentuk konsep-konsep baik yang global maupun yang bersifat teknis.Dalam berinteraksi, antara seorang muslim maupun non muslim mempunyai batasan-batasan tertentu yang telah diatur dan ditetapkan. Telah menjadi suatu ketetapan yang harus diikuti dan menjadi dasar pijakan dalam kehidupan antar umat beragama. Nilai-nilai dan konsep toleransi (al-samahah) dalam Islam bersumber dari al-Qur’an dan al-Hadis. Kaidah toleransi dalam Islam merujuk pada Q.S. al-Baqarah/2: 256.Masalah yang sering terjadi mengenai penerapan toleransi antar umat beragama ialah ketika toleransi dalam bidang muamalah berhadapan/bersenggolan dengan masalah aqidah dan ibadah. Sebagian orang beranggapan bahwa tidak ada masalah jika mengucapkan selamat natal atau bahkan menghadiri undangan prosesi perayaan hari raya orang non-muslim dengan anggapan bahwa dasar toleransi atau saling menghargai antar pemeluk agama yang berbeda. Padahal dalam Islam, konsep toleransi sungguh sangat jelas bahwa dalam segi aqidah atau ibadah tidak ada toleransi, karena aqidah adalah sesuatu yang mutlak dan tidak dapat dikompromi. Oleh karena itu, sekecil apapun perkara yang dapat merusak dan mencederai aqidah keislaman, maka wajib dijauhi dan dihindari.Kata Kunci: Toleransi (al-Samahah), Islam
METODE PENDIDIKAN KAJIAN AGAMA DI UNIVERSITAS: SEBUAH ALTERNATIF
Abstract. This paper offers “Religous Studies” approach as an alternative in religious education within universities in Indonesia that emphasized discussing religions from the various perspective of social sciences. Goals of this approach are preparing students to have more diverse knowledge on religions not limited on his or her own belief, encouraging dialogue between people of different religious beliefs, sharing spiritual experiences and engaging in religious pluralism. This approach is applied in a class that is attended by students whatever religious affiliations. Instead of applying religious education term of the government (Ministry of research, technology and Higher Education) which is insisting religious education in particularistic method, religious studies approach is more relevant prior to current Indonesia’s social and political situation. This paper argues that students need to be introduced into more inclusive views and attitudes in their religious life. Keywords: Religious Studies, Education, PluralismAbstrak. Artikel ini membahas sebuah alternatif dari salah satu mata kuliah pendidikan karakter yang wajib diambil oleh mahasiswa di Perguruan Tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), yaitu Pendidikan Agama. Melalui metode penelitian tindakan (action research), penulis mengaplikasikan pengajaran Pendidikan Agama dalam bentuk pendekatan Kajian Agama (Religious Studies). Sementara, kurikulum yang disusun oleh Kemenristek Dikti menganjurkan agar Pendidikan Agama dijalankan secara partikularistik, yaitu mengajarkan agama sesuai dengan agama yang dianut oleh mahasiswa sesuai dengan Undang-Undang mengenai Pendidikan Nasional. Pendekatan kajian agama menggabungkan mahasiswa dari berbagai latar belakang agama dan mempelajari agama (agama-agama) secara umum dalam satu kelas dengan tujuan membuka wawasan tentang keagamaan di luar agama yang dianut, berbagi pengalaman spiritual dan pemahaman konsepsi nilai universal agama, serta mendapatkan keterampilan dialog lintas iman (interfaith dialogue). Hasil dari aplikasi pendekatan ini tercermin dari refleksi para mahasiswa yang banyak mengalami transformasi ke arah pemahaman agama yang lebih inkusif.Kata Kunci: Kajian Agama, Toleransi, Pluralism
STRATEGI PEMBINAAN DAKWAH SYARHIL QURAN DI PADEPOKAN SYARHIL QURAN LAMPUNG
Abstrak. Dakwah syarh al-Quran diperdengarkan dan ditampilkan pertama kali dalam ajang MTQ Nasional ke XV di Bandar Lampung pada tahun 1988. Konsep dakwah syarh al-Quran adalah dakwah dengan seni yang pertunjukkan oleh tiga orang dalam satu grup. Hingga tahun 2002, dakwah syarh al-Quran belum memiliki tempat yang baik di hadapan masyarakat, hingga lahirnya Padepokan Syarhil Quran Lampung yang secara intensif melatih dan membina para santri agar mampu sukses dalam pertandingan atau musabaqah dalam ajang MTQ baik tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional, juga sukses dalam performa mereka di hadapan masyarakat, barulah dakwah syarh al-Quran dikenal dan responsif di tengah masyarakat. Adapun strategi pembinaan dakwah yang dilakukan di tubuh Padepokan Syarh al-Quran adalah dengan pembinaan hafalan naskah syarahan al-Quran, pembinaan mental dari setiap anggota, latihan vokal dan performa tampil, pembinaan spiritual, dan pembinaan kekeluargaan. Kata Kunci: Strategi Pembinaan, Dakwah Syarh al-Quran, Padepokan Syarhil Quran Lampung Abstract. Syarhil al-Quranin da’wah was first introduced and performed at the National MTQ XV in Bandar Lampung in 1988. The concept of Syarhil al-Quran da’wah is an art performance in a group of three people. Until 2002, this da’wah has not gotten a good accepteance in community. Then, the Padepokan for Syarhil Quran in Lampung was established to intensively train and coach santri in order to succeed the comig competition in the regional and national levels. Furthermore, they are to succeed performing in front of the community so that syarhil Quran is well known. The coaching strategy implemented at the padepokan are script memorising, mental coaching, vocal and performance exercising, spiritual coaching, and kinship coaching. Keywords : Coaching strategy, Syarhil al-Quran da’wah, the padepokan for Syarhil Quran Lampun