Jurnal Online Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin
Not a member yet
    3956 research outputs found

    STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP

    No full text
    The strengthening of religious moderation values in schools is crucial from an early age to prevent extremist and intolerant views. School principals play a strategic role in fostering an inclusive, tolerant, and diversity-appreciative school culture. This study aims to describe the transformational leadership strategies of school principals in reinforcing religious moderation through Islamic Religious Education (PAI) learning. Using a qualitative approach with a case study method at SMPN 4 Limbangan Garut and SMP Adzzimat Da’i Indonesia Rancaekek Bandung, data were gathered through interviews, observations, and documentation, then analyzed with the Miles & Huberman interactive model. The results show that principals implement transformational leadership by: (1) exemplifying tolerant and inclusive behavior; (2) providing inspirational motivation through coaching and outreach on moderation values; (3) encouraging intellectual stimulation by promoting critical and reflective thinking on religious issues among teachers and students; (4) offering individualized guidance according to the needs of teachers and students; and (5) implementing moderation-based PAI learning through discussions, case studies, and integration of national values. Challenges such as teacher resistance, limited facilities, and diverse student backgrounds were addressed through training, effective communication, and collaboration. In conclusion, transformational leadership by school principals effectively internalizes religious moderation values in schools through PAI learning, thus contributing to the establishment of an inclusive, tolerant, and diversity-respecting school culture

    A PENERAPAN QAWAIDUL AHKAM DALAM PENEYLESAIAN SENGKETA PERCERAIAN STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA RANGKASBITUNG: PENERAPAN QAWAIDUL AHKAM DALAM PENYELESIAN SENGKETA PERCERAIAN USIA MUDA AKIBAT KDRT STUDI KASUS DIPENGADILAN AGAMA RANGKASBITUNG

    No full text
    Divorce at a young age, where a husband and wife divorce before reaching the age of 26has become a social phenomenon that is increasingly worrying in various countries,including Indonesia. Qawaidul Ahkam, Islamic Law Guidelines, offers an approach toresolving young divorce disputes. This discussion is about the application of QawaidulAhkam by emphasizing mediation, the principles of justice and kindness of religiousfigures, families, communities and Islamic law.Qawaidul Ahkam's approach prioritizes dialogue and peaceful solutions, considering thebest interests of children and upholding Islamic values. Religious, family and communityleaders have an important role in providing support and guidance. The application ofIslamic law must be carried out sensitively and contextually, and prioritize justice andhumanity. Preventing young divorce requires comprehensive and multi-sectoral efforts.Qawaidul Ahkam offers a framework based on Islamic values to help resolve youngdivorce disputes fairly and constructively.Based on qualitative descriptive research methods and a sociological normativeapproach, it can be concluded that divorce at a young age is permissible even in Islam.If a young couple experiences very severe incompatibility and cannot be resolved throughmediation or counseling, then divorce can be the final solution.Perceraian diusia muda dimana pasangan suami istri bercerai belum mencapai usia 26tahun, menjadi fenomena sosial yang kian memprihatinkan diberbagai negara termasukIndonesia. Qawaidul Ahkam, Pedoman Hukum Islam, menawarkan pendekatan dalammenyelesaikan sengketa perceraian usia muda, Pembahasan ini mengenai PenerapanQawaidul Ahkam dengan menekankan Mediasi, prinsip keadilan dan kebaikan tokohAgama, keluarga, komunitas dan Hukum Islam.Pendekatan Qawaidul Ahkam mempriortaskan dialog dan Solusi damai,mempertimbangkan kepentingan terbaik anak dan menjunjung tinggi nilai Islam. TokohAgama, Keluarga, dan Komunitas memiliki peran penting dalam memberikan dukungandan bimbingan .penerapan hukum Islam harus dilakukan dengan sensitive dankontekstual, serta mengutamakan keadilan dan kemanusiaan. Pencegahan Perceraianusia muda memerlukan Upaya komprehensif dan multi sectoral.Qawaidul Ahkam2. menawarkan kerangka kerja yang berlandaskan nilai nilai Islam untuk membantupenyelesaian sengketa perceraian usia muda secara adil dan konstruktif.Berdasarkan metode penelitian deskriptif kualitatif dan pendekatan normatif sosiologisdapat disimpulkan bahwa Perceraian usian muda adalah boleh bahkan Islam, Jikapasangan muda mengalami ketidakcocokan yang sangat parah dan tidak dapatdiselesiakan melalui Mediasi atau Konseling, maka perceraian dapat menjadi jalankeluar terakh

    Semar Mesem among Santri: A Phenomenological Study of Magical Practices

    No full text
    This study examines an interesting phenomenon in the world of pesantren: the use of the magical practice "Semar Mesem". Through a qualitative approach, this research seeks to understand this practice’s meaning, purpose, and consequences in pesantren life. The study results show that Semar Mesem is not just a magical practice but also reflects the social and psychological dynamics in the pesantren environment. The practice is influenced by various factors, from internal factors such as self-discovery and social pressure to external factors such as cultural and environmental influences. In this study, religious education is correct and comprehensive in responding to this phenomenon. Religious education is not only limited to theoretical understanding but must also be able to form a strong and critical character. In addition, an open dialogue between Santri, scholars, and the community is also needed to find the right solution to overcome these problems

    Efektivitas Strategi Digital Marketing Dalam Fundraising Zakat

    No full text
    Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar ke empat dunia memiliki potensi besar dalam penghimpunan zakat. Perkembangan teknologi yang pesat telah mendorong digitalisasi di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan zakat. Perubahan perilaku muzaki (pembayar zakat) dari transaksi berbasis tunai ke transaksi digital menjadi peluang strategis bagi lembaga pengelola zakat untuk berinovasi dalam strategi pengumpulan dana. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital yang diterapkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten dalam meningkatkan pengumpulan zakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai strategi digital seperti penggunaan situs web resmi, media sosial, kolaborasi dengan influencer, serta layanan berbasis WhatsApp terbukti efektif dalam menarik minat muzaki, khususnya dari kalangan generasi muda. Pada tahun 2024, 86,6% transaksi zakat di Provinsi Banten dilakukan secara digital, menandakan tren adopsi digital yang kuat. Faktor-faktor pendukung utama antara lain transformasi digital yang berkelanjutan, penggunaan konten yang kreatif dan menarik, serta transparansi dalam pengelolaan dana. Namun, terdapat pula sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya manusia, anggaran promosi yang terbatas, literasi digital yang belum merata, serta infrastruktur teknologi yang masih perlu ditingkatkan. Kajian ini menunjukkan bahwa untuk mengoptimalkan potensi pengumpulan zakat di era digital, integrasi yang sinergis antara strategi digital dan konvensional harus terus dikembangkan dan ditingkatkan oleh BAZNAS dan para pemangku kepentingan di Provinsi Banten

    Efisiensi Kinerja Lembaga Amil Zakat menggunakan Metode Data Envelopment Analysis

    No full text
    Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar, namun realisasi pengumpulan zakat baru mencapai sekitar 10% dari estimasi Rp327 triliun per tahun. Rendahnya literasi zakat dan kurangnya transparansi Lembaga Amil Zakat (LAZ) menyebabkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut. Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) merupakan instrumen penting dalam Islam untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. LAZNAS Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat berperan aktif dalam penghimpunan dan penyaluran ZIS untuk mengurangi kemiskinan. Efektivitas kinerja keuangan kedua lembaga perlu diukur agar dana yang dikelola memberikan dampak sosial maksimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi kinerja keuangan Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat selama tahun 2019-2023 menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan pendekatan Variable Return to Scale (VRS) dan orientasi output. Data yang digunakan berasal dari laporan keuangan auditan kedua lembaga selama lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan Dompet Dhuafa efisien pada tahun 2019, 2022, dan 2023, sementara Rumah Zakat menunjukkan efisiensi stabil dengan skor 100% pada tahun 2019, 2020, 2022, dan 2023. Ketidakefisienan terjadi pada beberapa tahun akibat penggunaan aset berlebih dan pencapaian output yang belum optimal. Secara keseluruhan, kedua lembaga menunjukkan kinerja yang baik dengan rata-rata efisiensi Dompet Dhuafa 98% dan Rumah Zakat 98,4%. Rekomendasi utama adalah meningkatkan efisiensi biaya dan distribusi output untuk kinerja optimal serta memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan zakat

    Evaluasi Kinerja Bisnis BPR Syariah di Provinsi Banten menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA)

    No full text
    Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) berperan penting sebagai lembaga keuangan mikro berbasis syariah dalam mendukung UMKM dan memperluas inklusi keuangan, khususnya di Provinsi Banten. Namun, tantangan berupa keterbatasan modal, efisiensi operasional, serta dampak pandemi COVID-19 menimbulkan kesenjangan kinerja antar BPRS. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi teknis BPRS di Banten periode 2020–2024 dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif evaluatif dengan data sekunder dari laporan keuangan publikasi OJK. Variabel input mencakup aset, dana pihak ketiga (DPK), dan beban operasional, sedangkan output terdiri dari pembiayaan dan pendapatan operasional. Data dari sembilan BPRS dianalisis menggunakan perangkat lunak MaxDEA 8 dengan pendekatan intermediasi. Hasil penelitian menunjukkan BPRS Wakalumi konsisten efisien penuh (100%) sepanjang periode, sedangkan Attaqwa, HIK Ciledug, dan Mustindo relatif efisien. Sebaliknya, BPRS Muamalah Cilegon, Cilegon Mandiri, dan Mulia Berkah Abadi belum optimal. Temuan menarik pada kajian ini adalah efisiensi teknis tidak selalu sejalan dengan profitabilitas. BPRS Muamalah Cilegon, meskipun tidak efisien, mencatat laba terbesar, sedangkan BPRS Wakalumi yang sangat efisien justru memiliki laba rendah. penilaian kinerja BPRS perlu menggabungkan analisis efisiensi teknis dan profitabilitas. Efisiensi menjadi fondasi operasional, tetapi laba sangat ditentukan dari strategi bisnis, efisiensi biaya, dan pengelolaan aset

    Pembelajaran Ilmu Pendidikan Sosisal Sebagai Media Penguatan Kesetaraan Gender Dalam Masyarakat

    No full text
    Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat penting dalam memperkuat kesetaraan gender karena mengajarkan nilai-nilai dan sikap yang mendorong keadilan dan rasa hormat antar gender dalam masyarakat. Artikel ini membahas bagaimana ide-ide tersebut diimplementasikan dalam proses pembelajaran IPS. Artikel ini menggunakan penelitian tentang strategi seperti manajemen kelas yang responsif terhadap gender dan bahan ajar yang bebas bias yang digunakan di sekolah-sekolah Indonesia untuk melawan stereotip dan mendorong partisipasi yang setara. Penelitian ini fokus pada tindakan yang dapat dilakukan, termasuk mengembangkan kurikulum yang sensitif terhadap gender, mendorong aktivitas pembelajaran aktif untuk partisipasi yang setara antara laki-laki dan perempuan, serta menggunakan konten tematik dan contoh multikultural dari dunia nyata untuk mengukur perubahan sikap terhadap kesetaraan. Kebutuhan akan dukungan kebijakan dalam pedagogi yang responsif terhadap gender ditekankan oleh studi-studi yang telah ditinjau, yang menunjukkan bahwa teknik-teknik ini meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengurangi bias, namun kesenjangan dalam kesiapan guru tetap menjadi masalah

    Pendekatan Hermeneutika Paul Ricoeur Dalam Diskursus Studi Islam Dan Tafsir

    No full text
    Abstract: This study aims to explore Paul Ricoeur's thinking and see how far Paul Ricoeur's hermeneutics is used as an approach. Paul Ricoeur's Hermeneutics is a philosophical hermeneutics whose approach is very rarely used by Exegesis academics. The research was carried out using a literature approach. Data collection was carried out through literature studies. The results of this study confirm that Paul Ricoeur's approach has been applied in various fields of study, including Islamic studies and interpretation. However, in some parts, the methodological flow of Ricoeur's hermeneutics is not used in its entirety. Some emphasize linguistic aspects, symbols and myths. Meanwhile, several scientific works use the methodological flow offered by Ricoeur in its entirety, including, Objectification of structures, Distansiasi (distance), World of Texts, and Apppropriation. Ricoeur's approach in Islamic studies is quite widely studied by academics, but in the study of the Qur'an and exegesis, Ricoeur's approach is only limited to being used as a comparison with other mufassir thoughts. In short, Ricoeur's approach is not used as a tool for interpreting the Qur'an like some other hermeneutic approaches.  Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemikiran Paul Ricoeur dan melihat seberapa jauh penggunaan hermeneutika Paul Ricoeur sebagai sebuah pendekatan. Hermeneutika Paul Ricoeur merupakan hermeneutika filosofis yang pendekatannya sangat jarang digunakan oleh akademisi Tafsir. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan Paul Ricoeur telah di terapkan dalam berbagai bidang studi, termasuk studi Islam dan tafsir. Namun, pada beberapa bagian, alur metodologis hermeneutika Ricoeur tidak digunakan secara utuh. Ada yang menekankan pada aspek kebahasaan, simbol dan mitos. Sementara pada beberapa karya ilmiah menggunakan alur metodologis yang ditawarkan Ricoeur secara utuh diantaranya, Objektivikasi struktur, Distansiasi (jarak), Dunia Teks, dan Apropriasi. Pendekatan Ricoeur dalam studi Islam cukup banyak dikaji oleh para akademisi, namun dalam kajian al-Qur’an dan Tafsir, pendekatan Ricoeur hanya sebatas digunakan sebagai suatu komparasi dengan pemikiran mufassir lainnya. Singkatnya, pendekatan Ricoeur tidak dijadikan alat untuk menafsirkan al-Qur’an seperti beberapa pendekatan hermeneutik lainnya. &nbsp

    Implementasi Teologi Ekologi Dalam Praktik Jurnalisme Profetik Di Ayobandung

    No full text
    This study analyzes the implementation of ecological theology in prophetic journalism practice at AyoBandung, a local media platform grounded in social and religious values. Using a descriptive qualitative approach and thematic analysis, data were collected through interviews with eight editorial members and analysis of thirty environmental news articles. Findings reveal two main themes: first, prophetic ecological journalism emphasizing morality, spirituality, and social responsibility in environmental reporting; and second, digital ecology highlighting media’s role as a public faith space through digital participation. The study proposes a new conceptual model, Digital Ecological Communication Theology, integrating prophetic journalism (Parni Hadi), ecological theology (Dermot A. Lane), and networked theology (Heidi A. Campbell & Stephen Garner). This model demonstrates how faith, ecology, and technology can converge in digital media praxis to cultivate public ecological awareness in urban contexts

    REVIEW KRITIS TERHADAP “THE FUTURE OF RELIGIOUS STUDIES” DAN RELEVANSINYA BAGI STUDI AGAMA DI INDONESIA

    No full text
    This article critically reviews The Future of Religious Studies, which reflects on the historical evolution and methodological transformation of religious studies from modernity to postmodernity. Using a qualitative approach through literature review, the study analyzes how the text challenges the dominance of Western rationality and promotes an interdisciplinary paradigm that integrates theology, philosophy, and the social sciences. The discussion highlights the transition from essentialism to methodological pluralism, emphasizing religion as a dynamic and contextual phenomenon. The review argues that the future of religious studies lies in its ability to remain reflective, humanistic, and socially transformative. In the Indonesian context, this perspective provides a valuable framework for developing a contextual and dialogical approach to studying religion amid pluralism, digitalization, and socio-political change

    2,946

    full texts

    3,956

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇