Jurnal Online Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin
Not a member yet
3956 research outputs found
Sort by
Heir Rights of Mixed Marriages According to Private International Law Perspectives
In mixed marriages, several problems will arise, one of which is regarding the inheritance rights of children born from the marriage. The process of ownership or transfer of rights to land obtained by inheritance is most often a complicated problem among the community. Of course, if it is related to inheritance of land obtained from generation to generation. Even though according to law every human being is a bearer of rights without exception, this research is legal research, because this research was carried out based on legal rules which were studied in order to find solutions to the legal issues faced in this legal research. This is where the ability to identify legal issues, carry out legal reasoning, analyze the problems faced and then provide solutions to these legal issues is needed. The division of inheritance in marriage is also related to whether there can be a transfer of land rights from the right holder to another party due to a legal event, especially the death of the land right holder, where the transfer of land rights occurs due to inheritance, or due to legal actions carried out by the land right holder with other parties, especially in the form of sales, exchanges, subsidies, income sharing and auctions. What is meant by inheritance rights is the transfer of rights to land from a rights holder who has died. Upon death, the holder of land rights passes it on to his heirs. The loss of property inherited from land rights holders to heirs is not due to actions but rather transferred due to legal events. Regarding children, there are many regulations that apply. Family law focuses on the relationships and obligations between family members, while inheritance law regulates how a person's property and assets are inherited after death. Gifts and trusts are two important concepts that are often related to family law and inheritance law. If a mixed marriage takes place in Indonesia, a division of inheritance is carried out based on the BW and the laws in force in Indonesia. If the marriage takes place in another country, a plan for distribution of inheritance is carried out based on the laws and regulations in force in that country. At the time of marriage and divorce, the late Motiram still had the status of a foreign citizen, namely the son of the late Swita Motiram, but he was a foreign citizen, so the laws in force in Indonesia could not be applied to him.
Bagaimana Kepemimpinan Pada Lembaga Pendidikan Swasta?
Di Negara Indonesia, Lembaga pendidikan terdiri atas lembaga pendidikan negeri dan lembaga pendidikan swasta. Kepemimpinan pada lembaga pendidikan. Kepemimpinan dalam lembaga pendidikan yang ada di lembaga swasta baik di sekolah maupun di perguruan tinggi pada hakikatnya diperoleh melalui tahapan yang telah ditetapkan oleh peraturan pemerintah dan disesuaikan dengan kebijakan atau peraturan lembaga swasta tanpa mengurangi apa yang telah ditetapkan di dalam peraturan pemerintah untuk dijadikan sebagai pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pengetahuan kepemimpinan dalam kependidikan pada lembaga pendidikan swasta berkenaan dengan cara perolehannya dan bagaimana tanggungjawabnya dalam memimpin. Dalam penelitian ini menggunakan kajian pustaka dengan menggali informasi melalui literatur yang berkaitan dengan kepemimpinan dan pendidikan untuk menjawab fokus kajian penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukkan, bahwa lembaga pada lembaga pendidikan swasta berkenaan dengan dengan asal-usul perolehan kepemimpinan yang pada umumnya menyimpang dari teori-teori asal usul kepemimpinan yang dikemukakan para ahli. Karena perolehan kepemimpinan yang lebih banyak mengutamakan kedekatan dengan pemilik lembaga pendidikan swasta serta peran utama yang dijalankan pada umumnya. Hal ini berpengaruh pada budaya organisasi yang tidak sehat serta kualitas lembaga kewenangan berdasarkan faktor kedekatan perlu meningkatkan
diri dan menjalin hubungan kerja yang baik dengan para tenaga pendidik
Bagaimana Kepemimpinan Pendidikan Berbasis Keterampilan Teknis ?
Pendidikan merupakan pintu gerbang dan jembatan emas bagi setiap individu manusia untuk mengembangkan nilai-nilai kehidupan dan peradabannya. lembaga pendidikan sebagai organisasi sangat membutuhkan figur pemimpin yang memiliki kepemimpinan pendidikan basis kepemimpinan pendidikan sangat mendasar dan mempengaruhi kapasitas dan kapabilitas organisasi pendidikan itu. maka setiap lembaga pendidikan perlu meletakkan basis kepemimpinan pendidikan yang unggul. dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaannya, seorang pemimpin pendidikan sangat membutuhkan keterampilan yang terkait dengan bidang pekerjaannya yang disebut sebagai keterampilan teknis. tampilan teknis yaitu kemampuan untuk menggunakan alat-alat, prosedur dan teknik suatu bidang khusus
Adoption of Children and Its Limits in Interacting with Adoptive Parents
Child adoption is governed by both Islamic jurisprudence (fiqh) and positive law, but these regulations are often overlooked by many adopting parties, leading to violations of both religious and legal principles. The objective of this article is to analyze the adoptive parent-child relationship in a family from a fiqh perspective and evaluate the implications of this relationship on their daily interactions.The research conducted in this article employs a qualitative literature review method with a descriptive and comparative approach. Data sources include classical fiqh texts, current legal statutes, and recent scholarly articles. Fundamentally, fiqh and positive law both prohibit attributing lineage from adopted children to their adoptive parents. As a result, these prohibitions create boundaries that affect the interactions between adoptive parents and adopted children in their daily lives. Unfortunately, the disregard for these boundaries often leads both parties to engage in actions that go against fiqh and positive law.Adopsi anak telah diatur dalam hukum fikih dan hukum positif. Hanya saja aturan tersebut sering diabaikan oleh banyak orang yang melakukan adopsi. Sehingga pelanggaran dalam hukum syariat dan hukum positif kerap terjadi. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui hakikat hubungan orang tua angkat dan anak angkat dalam keluarga dalam perspektif fikih dan konsekuensi dari hubungan tersebut dalam interaksi satu sama lain. Penelitian dalam artikel ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analisis dan komparatif. Sumber data diambil dari kitab-kitab fikih, buku Undang-Undang dan jurnal ilmiah yang relevan. Penelitian ini menemukan bahwa pada dasarnya hukum fikih dan hukum positif sama dalam hal pelarangan menisbatkat nasab anak angkat ke orang tua angkat. Hal tersebut berkosekuensi memberi batasan-batasan interaksi antara orang tua angkat dan anak angkat dalam kehidupan sehari-hari. Namun Batasan-batasan interaksi antara keduanya sering kali diabaikan sehingga mereka berdua jatuh pada hal yang dilarang secara fikih dan hukum positif
Efektivitas Pembiayaan KUR Syariah Terhadap Pengembangan UMKM Nasabah Pegadaian Syariah
Kekurangan modal adalah salah satu kendala bagi para pelaku UMKM, mayoritas pelaku belum memenuhi syarat untuk mengakses pinjaman perbankan. Kendala selanjutnya, alasan UMKM tidak mengakses kredit dari perbankan karena bunga yang terbilang tinggi. Melihat fenomena tersebut, berbagai program Pemerintah yang terkait dengan kemudahaan terhadap akses permodalan telah diluncurkan, salah satunya adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah nasabah Pegadaian Syariah Cabang Kepandean KUR. Pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan cara Purposive Sampling yaitu sebanyak 150 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda menggunakan SPSS IBM 26. Kesimpulannya ketepatan penggunaan dana, jumlah pembiayaan, prosedur, biaya munah secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pengembangan UMKM, yaitu dengan masing-masing tingkat sig 0,000 < 0,050. Adapun hasil penelitian ketepatan penggunaan dana, jumlah pembiayaan, prosedur, biaya munah secara simultan berpengaruh terhadap pengembangan UMKM, yaitu dengan dengan tingkat sig 0,000 < 0,050
MAKNA DAN INTERAKSIONALISME SIMBOLIK DALAM TRADISI GENDUREN DI BLITAR JAWA TIMUR: (STUDI LIVING HADIS)
Currently, more and more people believe in the power of the environment and nature, including the sun, the mountain atmosphere, and ancestral spirits. The purpose of this study is to examine the values, symbolic meanings, history, and implementation process of the Genduren tradition. Examining the relationship between the concept of living traditions and the social and spiritual benefits felt by the community from customs is also another objective of this study. This research uses qualitative and ethnographic methodologies.
George Herbert Mead refers to symbolic interactionism as social interaction facilitated by symbols. The meaning of symbols can shape social interaction. An example of symbolic interactionism theory in everyday life is when a waiter sells various items in a store. Blitar, East Java, illustrates how symbols represent certain values that are highly valued by the community. In addition, this interaction leads to new habits or habits that are carried out regularly with the same purpose. The author concludes the research problem formulation by observing passive participation and asking for opinions from several informants who deeply understand the genduren tradition. Translated with DeepL.com (free version)Saat ini, semakin banyak orang yang percaya pada kekuatan lingkungan dan alam, termasuk matahari, atmosfer pegunungan, dan roh leluhur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji nilai-nilai, makna simbolis, sejarah, dan proses implementasi tradisi Genduren. Mengkaji hubungan antara konsep tradisi yang hidup dan manfaat sosial serta spiritual yang dirasakan oleh komunitas dari adat istiadat juga menjadi tujuan lain dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan etnografi.
George Herbert Mead menyebut interaksionisme simbolik sebagai interaksi sosial yang difasilitasi oleh simbol. Makna simbol dapat membentuk interaksi sosial. Contoh teori interaksionisme simbolik dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika pelayan menjual berbagai barang di toko.Blitar Jawa Timur menggambarkan bagaimana simbol-simbol yang mewakili nilai-nilai tertentu yang sangat dihargai oleh komunitas tersebut. Selain itu, interaksi ini menyebabkan kebiasaan baru atau kebiasaan yang dilakukan secara teratur dengan tujuan yang sama.Penulis menyimpulkan rumusan masalah penelitian ini dengan mengamati partisipasi pasif dan meminta pendapat beberapa informan yang sangat memahami tradisi genduren
Upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Masyarakat Aceh
This article analyzes the community mobilization and empowerment activities carried out by the Aceh Women's Empowerment and Child Protection Office (PPPA) in an effort to prevent and handle cases of violence against women, children, and the Crime of Trafficking in Persons (TPPO). Through various activities such as socialization, training, and collaboration with community institutions, the Aceh PPPA Office seeks to increase public awareness, strengthen coordination, and empower the community to actively play a role in preventing and handling cases of violence. This study uses a qualitative descriptive method by analyzing secondary data from various sources. The results of the study show that the activities carried out by the Aceh PPPA Office have had a positive impact in increasing public awareness and strengthening cooperation between various parties. However, more intensive and sustainable efforts are still needed to achieve optimal results
Seperti Apa Syarat Dan Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Yang Ideal ?
Eksistensi seorang pemimpin berkaitan dengan aspek panutan, pengayoman, dan pengambilan keputusan. Pemimpin berdiri di baris terdepan dalam menciptakan terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Persepsi awal masyarakat terhadap tokoh yang diyakini sebagai sosok pemimpin ideal kerap terpatahkan dengan pola kebijakan yang diambil pasca terpilihnya figur tersebut sebagai pemimpin. Kualitas kepemimpinan menentukan arah keberhasilan lembaga atau organisasinya. Kepemimpinan memiliki peranan strategis dalam kerangka manajemen. Sebab peranan seorang pemimpin pada dasarnya merupakan serangkaian fungsi Kepemimpinan
Bagaimana Kepemimpinan Pada Lembaga Pendidikan Negeri ?
Kepemimpinan merupakan faktor utama dalam mencapai tujuan suatu lembaga pendidikan. Kepemimpinan pendidikan merupakan sikap yang ada pada diri seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya dalam sebuah lembaga pendidikan. Seorang pemimpin harus memeiliki jiwa kepemimpinan yang nantinya akan dicontoh oleh orang orang yang dibawahnya. Selain itu, pemimpin adalah orang yang memiliki keterampilan dan kelebihan dalam berbagai bidang, sehingga mampu untuk membawa orang-orang yang di bawah kepemimpinannya untuk bersama-sama melakukan suatu kegiatan yang telah direncanakan demi mencapai tujuan yang akan dituju. Intinya, seorang pemimpin harus mempunyai kualitas kepemimpinan yang baik karena itu menentukan arah keberhasilan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan di Indonesia sendiri terdiri atas lembaga pendidikan negeri dan lembaga pendidikan swasta. Kepemimpinan pada lembaga pendidikan negeri baik pada tingkat sekolah atau pada perguruan tinggi pada dasarnya diperoleh melalui proses yang telah ditentukan oleh peraturan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepemimpinan pendidkan pada lembaga pendidikan Negeri
Perubahan Hijab: Refleksi Identitas Wanita Dari Zaman Orde Baru Hingga Era Reformasi
Abstract
This study examines the significant changes in the use of the hijab as a symbol of women's identity from the New Order era to the Reform era in Indonesia. The main objective of this research is to analyze how society's perception of the hijab has evolved over time and how this reflects the evolution of women's identity in the social and political context of Indonesia. The research methodology employed includes content analysis of relevant literature, historical data, and interviews with women actively wearing the hijab. The research findings indicate that the shift in the perception of the hijab from a symbol of religious obedience to a symbol of freedom of expression reflects a shift in values and norms in Indonesian society, allowing women to express their identities more freely through a diverse and personal choice of hijab styles. These changes mark a profound transformation in how Indonesian women view and interpret the hijab as an integral part of their identity and self-expression.
Key Words :Hijab, New Order, Reformasi
Abstrak
Penelitian ini mengkaji perubahan signifikan dalam penggunaan hijab sebagai simbol identitas wanita dari masa Orde Baru hingga era Reformasi di Indonesia. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pandangan masyarakat terhadap hijab telah berubah seiring waktu dan bagaimana hal ini mencerminkan evolusi identitas wanita dalam konteks sosial dan politik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis konten dari literatur terkait, data historis, serta wawancara dengan wanita yang aktif mengenakan hijab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan dalam persepsi hijab dari simbol ketaatan agama menjadi simbol kebebasan berekspresi mencerminkan pergeseran nilai dan norma dalam masyarakat Indonesia, yang memungkinkan wanita untuk mengekspresikan identitas mereka dengan lebih bebas melalui pilihan gaya hijab yang beragam dan personal. Perubahan ini menandai transformasi mendalam dalam cara wanita Indonesia memandang dan memaknai hijab sebagai bagian integral dari identitas dan ekspresi diri mereka