Jurnal Online Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin
Not a member yet
    3956 research outputs found

    PROHIBITION OF MARRIAGE BETWEEN TWO SIBLINGS AT THE SAME TIME (An Examination of Islamic Law and the Cultural Reality of the Pasir Sialang Village Community in Kampar Regency, Riau)

    No full text
    In the current discourse on Islamic family law, cultural aspects cannot be separated from the scope of family law, especially marriage. As in the view of the Pasir Sialang Village community, when conducting a marriage, considerations must be taken into account, such as the community's perception of the prohibition of two siblings marrying at the same time. The purpose of this article is to determine the views of the Pasir Sialang Village community regarding the prohibition of marriage between two siblings at the same time and the impact of this prohibition from a cultural anthropology perspective.  This research is empirical legal research using a cultural anthropology approach. The results of this study confirm the existence of a prohibition on the marriage of two siblings at the same time and the community's belief in the impact of such marriages. This is due to the influence of traditional culture and the reality of beliefs that exist in the community as a result of violating established rules, as evidenced by past occurrences in the Pasir Sialang community. Such as divorce, death, and miscarriages during pregnancy. From a cultural anthropology perspective, the phenomenon of marriage prohibition cannot be permanently prohibited, due to social considerations that influence understanding in society.Dalam diskursus hukum keluarga Islam saat ini, aspek kebudayaan tidak bisa dilepaskan dari ruang lingkup hukum keluarga khususnya pernikahan. Seperti dalam pandangan masyarakat Desa Pasir Sialang dalam mengadakan pernikahan haruslah melakukan pertimbangan-pertimbangan yang diperhitungkan, seperti persepsi masyarakat akan larangan pernikahan dua orang saudara dalam waktu yang bersamaan. Adapun tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui pandangan masyarakat Desa Pasir Sialang terhadap larangan pernikahan dua orang saudara dalam waktu yang bersamaan dan dampak yang ditimbulkan dari larangan pernikahan dua orang saudara dalam waktu yang bersamaan dilihat dalam perspektif antropologi budaya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan Antropologi budaya. Adapun hasil dari penelitian ini ditemukan kebenaran adanya larangan pernikahan dua orang saudara dalam waktu yang bersamaan dan keyakinan masyarakat akan dampak yang ditimbulkan dalam praktik pernikahan tersebut, hal ini disebabkan karena pengaruh kebudayaan yang turun-temurun dan realitas kepercayaan yang ada di masyarakat akibat melanggar aturan yang telah dibuat, terbukti pernah terjadi di masyarakat Pasir Sialang. Seperti terjadinya cerai hidup, cerai mati, dan terjadinya musibah keguguran dalam kehamilan. Perspektif  antropologi budaya, fenomena larangan pernikahan tersebut tidak bisa selamanya dilarang, karena pertimbangan keadaan sosial yang mempengaruhi pemahaman di masyarakat

    Reassessing Sayyid Usman bin Yahya’s Critique of Sufism in Contemporary Indonesia

    No full text
    The transformation of Sufi practices within Indonesia’s urban setting has prompted sustained discussions concerning religious authority, orthodoxy, and engagement with modernity. In Jakarta, the rise of neo-Sufism, urban Sufism, and digitally mediated religiosity illustrates the dynamic interaction between continuity and change in Islamic spiritual traditions. This study explores Sayyid Usman bin Yahya’s nineteenth-century critique of Sufi practices and examines its relevance to the development of modern Islamic thought in Jakarta. Utilizing library research and qualitative content analysis, the study engages with Sayyid Usman’s primary texts alongside contemporary scholarly works on Sufism. The findings indicate that his opposition to religious innovations, superstitious practices, and the excessive veneration of spiritual authorities played a significant role in shaping a Sharia-oriented model of urban Sufism. This model emphasizes the primacy of the Qur’an and Hadith, promotes rational engagement in spiritual life, and demonstrates adaptability to metropolitan social conditions. By connecting classical critiques of local Sufi traditions with contemporary forms of urban religiosity, this study addresses an important gap in the literature and contributes to broader discussions on Islamic education, digital da‘wah, and Muslim identity formation in modern urban contexts

    Pengaruh Perceived Risk Dan Trust Terhadap Keberlanjutan Penggunaan QRIS: Peran Mediasi Data Privacy Dalam Perspektif Ekonomi Islam: (Studi Pada Komunitas GenBI Provinsi Lampung)

    No full text
    Perkembangan sistem pembayaran digital mendorong meningkatnya pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan instrument pembayaran digital yang diimplementasikan sebagai bagian dari mekanisme transaksi nontunai di Indonesia. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji pengaruh perceived risk dan trust terhadap keberlanjutan penggunaan QRIS dengan data privacy sebagai variabel mediasi pada Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Provinsi Lampung. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui distribusi kuesioner, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perceived risk dan trust tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap keberlanjutan penggunaan QRIS. Sebaliknya, data privacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi penggunaan QRIS secara berkelanjutan. Kepercayaan pengguna berkontribusi positif terhadap persepsi privasi data, sedangkan perceived risk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Analisis mediasi mengindikasikan bahwa data privacy tidak memediasi hubungan antara perceived risk dan keberlanjutan penggunaan QRIS, namun memediasi secara signifikan hubungan antara trust dan keberlanjutan penggunaan QRIS. Dari perspektif ekonomi Syariah, hasil ini menegaskan bahwa prinsip amanah dan perlindungan harta menjadi dasar teoritis penting dalam memperkuat kepercayaan dan menjaga keberlanjutan sistem pembayaran digital berbasis nilai-nilai islam

    Pendekatan Psikologi Islam dalam Penguatan Nilai Keagamaan Anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa

    No full text
    Anak tunagrahita memiliki keterbatasan kognitif yang berdampak pada kemampuan memahami konsep-konsep abstrak, termasuk nilai keagamaan. Namun demikian, keterbatasan tersebut tidak meniadakan potensi spiritual yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Psikologi Islam dalam penguatan nilai keagamaan anak tunagrahita di SLB Negeri Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologis dan religius. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Agama Islam, guru kelas, siswa tunagrahita, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Psikologi Islam diterapkan melalui tiga bentuk utama, yaitu pendekatan afektif dan empatik, keteladanan guru sebagai figur psikologis-spiritual, serta pembiasaan ibadah dan perilaku religius. Penguatan nilai keagamaan pada anak tunagrahita berlangsung secara bertahap dengan pola moral action sebagai pintu awal, moral feeling sebagai penguat utama, dan moral knowing sebagai hasil lanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Psikologi Islam efektif dalam penguatan nilai keagamaan anak tunagrahita karena menekankan aspek afeksi, relasi, dan pengalaman religius yang sesuai dengan kondisi psikologis anak. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan praktik Bimbingan Konseling Islam di sekolah luar biasa

    PENDAMPINGAN BUMDESA DALAM MENGGALI POTENSI SUMBER DAYA ALAM SEBAGAI BENTUK PENGELOLAAN USAHA EKONOMI DESA

    No full text
    Penguatan ekonomi desa berbasis potensi sumber daya alam menjadi strategi penting dalam mendorong kemandirian desa. Namun, banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) menghadapi kendala dalam pemetaan potensi dan perencanaan usaha. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Bonto Birao, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, dengan tujuan meningkatkan kapasitas BUMDesa dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui identifikasi situasi, pemetaan potensi, analisis SWOT, analisis kelayakan usaha, serta pendampingan penyusunan rencana usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman manajerial pengurus sebesar ±50,7% serta tersusunnya dokumen rencana usaha yang mencakup analisis pasar dan proyeksi keuangan. Pendekatan integratif ini efektif dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDesa dan dapat direplikasi pada desa dengan karakteristik serupa.Penguatan ekonomi desa berbasis potensi sumber daya alam menjadi strategi penting dalam mendorong kemandirian desa. Namun, banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) menghadapi kendala dalam pemetaan potensi dan perencanaan usaha. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Bonto Birao, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, dengan tujuan meningkatkan kapasitas BUMDesa dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui identifikasi situasi, pemetaan potensi, analisis SWOT, analisis kelayakan usaha, serta pendampingan penyusunan rencana usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman manajerial pengurus sebesar ±50,7% serta tersusunnya dokumen rencana usaha yang mencakup analisis pasar dan proyeksi keuangan. Pendekatan integratif ini efektif dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDesa dan dapat direplikasi pada desa dengan karakteristik serupa

    THE MANAGEMENT OF THE PROJECT-BASED LEARNING (PJBL) MODEL IN ENHANCING STUDENTS’ RELIGIOUS CHARACTER AT SMA NEGERI 1 CIRACAP AND SMA NEGERI 1 SURADE

    No full text
    At SMA Negeri 1 Ciracap and SMA Negeri 1 Surade in Sukabumi Regency, West Java, the administration of Project-Based Learning (PjBL) is essential to developing students' religious character. The purpose of this study is to outline the ways in which PjBL management aids in the formation of religious character in these two high schools. Data were gathered through in-depth interviews, documentation, and observations involving Islamic Religious Education instructors, principals, and students using a qualitative descriptive case study methodology. The findings show that educators incorporate religious ideas into project planning, including digital dakwah materials and social religious activities. Teachers serve as facilitators during implementation, promoting moral responsibility, teamwork, and connections between projects and religious principles. Assessment is a comprehensive process that includes learning procedures, project goals, and changes in students' religious behavior. In order to foster a religious and participative learning culture, the management method emphasizes efficient collaboration between educators, students, and school officials. In accordance with the Pancasila Student Profile, this study concludes that well-managed PjBL is a creative way to enhance students' religious character and offers insightful information to Islamic Religious Education instructors and school policymakers on how to create curricula that foster moral and spiritual development in addition to academic success

    Inovasi Digital Smart School pada PT BPRS Mu’amalah Cilegon

    No full text
    Transformasi digital dalam industri keuangan syariah menjadi kebutuhan strategis di tengah perubahan lanskap ekonomi digital dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan keuangan yang cepat, efisien, dan sesuai prinsip syariah. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi transformasi digital yang diterapkan oleh PT BPRS Mu’amalah Cilegon melalui pengembangan produk Smart School. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan pihak internal bank serta analisis dokumen sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa Smart School telah menjadi inovasi layanan keuangan digital yang mengintegrasikan sistem pembayaran berbasis syariah ke dalam ekosistem pendidikan. Platform “MUDA Muamalah” memungkinkan transaksi cashless, pembayaran SPP, dan pelaporan keuangan sekolah secara real-time. Strategi transformasi digital BPRS Muamalah Cilegon tidak hanya mencakup pengembangan teknologi, tetapi juga pendekatan kolaboratif dengan sektor pendidikan untuk meningkatkan literasi keuangan dan inklusi layanan syariah. Meskipun membawa dampak positif terhadap efisiensi operasional dan daya saing, implementasi Smart School dihadapkan pada tantangan, baik internal seperti keterbatasan infrastruktur dan SDM IT, maupun eksternal seperti rendahnya literasi digital sekolah mitra. Kajian ini menunjukan pentingnya strategi digital yang komprehensif dan berlandaskan nilai-nilai syariah, termasuk aspek keadilan, transparansi, dan kemaslahatan umat. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model transformasi digital berbasis komunitas, yang potensial untuk direplikasi oleh BPRS lain dalam rangka memperluas jangkauan layanan keuangan syariah secara inklusif dan berkelanjutan

    PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENANGANAN KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

    No full text
    Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah masalah serius di Indonesia yang tidak hanya menyebabkan luka fisik, tetapi juga kerusakan psikologis dan sosial yang mendalam. Selama ini, penanganan KDRT cenderung lebih fokus pada hukuman bagi pelaku, tanpa banyak perhatian pada upaya membantu mereka berubah atau memperbaiki hubungan dengan korban dan masyarakat. Dalam konteks ini, keadilan restoratif muncul sebagai alternatif yang menjanjikan dengan menekankan dialog dan membangun kembali hubungan antara pihak-pihak yang terlibat. Alih-alih hanya menghukum, keadilan restoratif bertujuan membantu pelaku menyadari dampak tindakannya serta mendukung rehabilitasi mereka dengan melibatkan keluarga, komunitas, dan para ahli. Artikel ini mengulas berbagai penelitian tentang penerapan keadilan restoratif dalam kasus KDRT di Indonesia menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa keadilan restoratif dapat membawa perubahan positif pada pelaku, terutama jika didukung dengan program pendampingan yang terstruktur seperti konseling psikologis dan pelatihan pengelolaan emosi. Namun, terdapat tantangan seperti minimnya fasilitator terlatih dan budaya patriarki yang kuat yang menghambat pelaksanaannya. Selain itu, stigma sosial terhadap korban dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang keadilan restoratif juga menjadi kendala. Untuk benar-benar membuat perubahan, dibutuhkan sistem rehabilitasi berbasis komunitas yang jelas. Kerja sama antara pemerintah, LSM, dan komunitas lokal sangat penting untuk membangun sistem ini. Dengan usaha bersama, keadilan restoratif berpotensi membawa penyembuhan, mengurangi kekerasan berulang, dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua

    TRADISIONALISME-PROGRESIF HUKUM PERNIKAHAN ANAK: (STUDI FATWA KONGRES ULAMA PEREMPUAN INDONESIA)

    No full text
    The various negative impacts of early marriage do not necessarily make this problem immediately handleable. At the same point, Law No. 1/1974 and Law No. 16/2016 also cannot overcome early marriage optimally. The opening of legally valid early marriage dispensation opportunities is one of the reasons. This article will discuss the law of early marriage in the fatwa of the Indonesian Women's Ulama Congress (KUPI). However, the focus of this article is not on the normative level of early marriage. Rather, this article will discuss the style of KUPI's thinking in formulating fatwas related to this topic. This research is qualitative-descriptive, with research anchored in library research. Primary data was obtained from the Official Documents of the Process and Results of the First Indonesian Women Ulema Congress (KUPI). Secondary data is taken from articles, journals, and books with relevant topics. To discuss the findings, the typology of Islamic thought styles and trends initiated by Abdullah Saeed is used. The conclusion reached in this study is that KUPI's religious deliberations adopt two styles proposed by Saeed. Both legalist traditionalist and progressive ijtihadist are found in KUPI's fatwas. Thus, one foot of KUPI is grounded in the traditional treasures, while the other foot goes in a progressive direction. The conclusion about the combination of these two styles comes after first discussing the arguments and analysis put forward by KUPI.    Beragam dampak negatif dari pernikahan dini tidak lantas menjadikan persoalan ini segera tertangani. Di titik yang sama, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 dan UU Nomor 16 Tahun 2016 juga tidak bisa mengatasi pernikahan dini secara maksimal. Terbukanya peluang dispensasi pernikahan dini yang absah secara yuridis merupakan salah satu penyababnya. Artikel ini akan mendiskusikan hukum pernikahan dini tersebut dalam fatwa Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Namun, fokus artikel ini tidak pada tataran normatif ihwal pernikahan dini. Lebih daripada itu, artikel ini hendak mendiskusikan corak pemikiran KUPI dalam merumuskan fatwa terkait topik tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan riset yang berjangkar pada studi pustaka (library research). Data primer diperoleh dari Dokumen Resmi Proses dan Hasil Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) I. Data sekunder diambil dari artikel, jurnal, buku dengan topik yang relevan. Untuk mendiskusikan hasil temuan, maka dipakai tipologi corak dan tren pemikiran Islam yang diprakarsai Abdullah Saeed. Konklusi yang dicapai dalam penelitian ini bahwa musyawarah keagamaan KUPI mengadopsi dua corak yang dikemukakan Saeed. Baik tradisionalis legalis maupun ijtihadis progresif sama-sama ditemui dalam fatwa KUPI. Dengan demikian, satu kaki KUPI berpijak pada khazanah tradisional, sementara kaki lainnya melangkah ke arah progresif. Konklusi mengenai perpaduan dua corak ini didapat setelah terlebih dahulu mendiskusikan dalil dan analisis yang diketengahkan oleh KUPI.&nbsp

    PENERAPAN TEORI RESEPSI STUART HALL DALAM PENGKAJIAN LIVING HADIS: RESEPSI HADIS KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI MADRASAH MU’ALLIMAAT MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

    No full text
      ABSTRAK Penerapan teori resepsi Stuart Hall dalam pengkajian living hadis, dengan fokus pada resepsi hadis tentang kepemimpinan perempuan di Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Perdebatan mengenai kepemimpinan perempuan dalam Islam masih menjadi isu sentral yang relevan di masyarakat, terutama dalam konteks pendidikan berbasis agama. Dengan menggunakan pendekatan living hadis, penelitian ini mengkaji bagaimana hadis diterima, dimaknai, dan diterapkan oleh para siswi di lingkungan madrasah. Studi ini menemukan bahwa resepsi terhadap hadis kepemimpinan perempuan didominasi oleh resepsi negosiasi, di mana para siswi menerima sebagian kandungan hadis secara tekstual tetapi juga menafsirkannya secara kontekstual sesuai perkembangan zaman. Temuan ini menunjukkan pentingnya living hadis sebagai pendekatan dinamis yang mampu menjembatani teks agama dengan realitas sosial. Kata Kunci: Living hadis, teori resepsi, kepemimpinan perempuan, Stuart Hal

    2,946

    full texts

    3,956

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇