Open Journal - Universitas Komputer Indonesia
Not a member yet
    4316 research outputs found

    PENGGUNAAN TANGGA PANEN LADA PORTABLE UNTUK MENGURANGI BEBAN KERJA DAN RISIKO CEDERA PADA PETANI LADA MELALUI METODE REBA DAN QFD

    Full text link
    The development of a portable ladder for pepper harvesting in Sanatap Village, Sajingan Besar Sub-district aims to improve farmers\u27 ergonomics, safety, and productivity. Using the Quality Function Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Deployment (QFD) methods, this study identified farmers\u27 key needs such as ease of operation, lightweight materials, and ease of storage. The designed ladder is foldable, has wheels, and is made of strong yet lightweight galvanised iron, and has additional safety features. The results of the analysis showed a significant improvement in the farmers\u27 working posture and a reduction in the risk of injury, from moderate risk (REBA score 4-7) to low risk (REBA score 2-3). This shows that the ladder can reduce the risk of injury to pepper farmers. In addition, this portable ladder is expected to not only improve the efficiency and safety of pepper farmers, but also open new business opportunities that contribute positively to the local economy. The implementation of this tool is expected to improve the welfare of farmers in Sajingan Besar Sub-district and provide practical solutions that are profitable and sustainable.Pengembangan tangga portable untuk pemanenan lada di Desa Sanatap, Kecamatan Sajingan Besar bertujuan untuk meningkatkan ergonomi, keamanan, dan produktivitas petani. Dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Quality Function Deployment (QFD), penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan utama petani seperti kemudahan operasi, material yang ringan, dan kemudahan penyimpanan. Tangga yang dirancang dapat dilipat, dilengkapi roda, dan terbuat dari besi galvanis yang kuat namun ringan, serta memiliki fitur keamanan tambahan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam postur kerja petani dan pengurangan risiko cedera, yang awalnya berada dalam kategori risiko sedang (skor REBA 4-7) menjadi risiko rendah (skor REBA 2-3). Hal iru menunjukkan bahwa tangga yang dibuat dapat mengurangi risiko cedera pada petani lada. Selain itu  tangga portable ini diharpkan tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan petani lada, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang berkontribusi positif terhadap perekonomian lokal. Implementasi alat ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Sajingan Besar serta memberikan solusi praktis yang menguntungkan dan berkelanjutan

    PROTOTYPE OF COOKING OIL VISCOSITY MEASURING INSTRUMENT USING LASER BEAM AND LIGHT DEPENDENT RESISTOR (LDR)

    Full text link
    Cooking oil, especially palm oil, is one of the highest commodities produced and consumed by Indonesia. Throughout 2022, Indonesian people consumed 20.9 million tons of palm cooking oil. With the recent emergence of cooking oil dispensers, a regulation, method, or tool is needed to measure the quality of cooking oil stored in cooking oil dispensers. One of the factors that determines the quality of cooking oil is thickness or viscosity. The viscosity or thickness of cooking oil is greatly influenced by the temperature of the palm oil. Therefore, a prototype tool for measuring cooking oil viscosity was created using a laser module and a Light Dependent Resistor (LDR) sensor. This tool is based on a falling ball viscometer, where time recording is assisted by an internal timekeeper on the Arduino Uno. The results of testing the measuring instrument prototype at temperatures of 29 °C to 45 °C showed that the accuracy was more than 95.82% and the precision average is 94.73%. This prototype displays the viscosity measurement results on the I2C 16x2 LCD in Pa.s units and has a push button to hold the measurement result value.Minyak goreng terutama minyak goreng kelapa sawit merupakan salah satu komoditas tertinggi yang dihasilkan dan dikonsumi oleh negara Indonesia. Sepanjang tahun 2022 sebanyak 20,9 juta ton minyak goreng kelapa sawit dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Dengan munculnya dispenser minyak goreng belakangan ini maka perlulah sebuah regulasi, metode atau alat untuk mengukur kualitas dari minyak goreng yang disimpan pada dispenser minyak goreng. Salah satu faktor yang menentukan kualitas dari minyak goreng adalah kekentalan atau viskositas. Viskositas atau kekentalan minyak goreng sangat dipengaruhi oleh suhu minyak goreng tersebut. Maka dari itu dibuatlah sebuah purwarupa alat uku kekentalan minyak goreng dengan menggunakan modul laser dan sensor Light Dependent Resistor (LDR). Alat ini didasarkan pada viskometer bola jatuh dimana pencatatan waktu dibantu dengan pencatat waktu internal pada Arduino Uno. Hasil pengujian purwarupa alat ukur pada suhu 29 °C hingga 45 °C didapati hasil akurasi lebih dari 95,82% dan rerata presisi sebesar 94,73%. Purwarupa ini menampilkan hasil pengukuran viskositas pada LCD I2C 16x2 dalam satuan Pa.s dan mempunyai tombol tekan untuk menahan nilai hasil pengukuran

    Strategi Peningkatan Kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah

    No full text
    This study aims to identify the internal and external challenges faced by micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Magelang City and to develop effective strategies for enhancing their overall performance. The sample consists of 215 MSMEs selected through snowball sampling, ensuring a comprehensive representation of the sector. Data analysis utilized the internal-external (IE) matrix and the quantitative strategic planning matrix (QSPM) to generate strategic options. The results demonstrate that the strategic formulation using these matrices produces viable alternatives for MSMEs in Magelang, with a specific focus on a market penetration strategy. Concrete actions to implement this strategy include effective customer management, improving product quality and value, addressing customer complaints promptly, establishing partnerships with customers, and creating integrated distribution channels. By adopting these strategies, MSMEs can significantly enhance their competitive edge and achieve better performance outcomes. This research provides valuable insights for MSMEs seeking to navigate challenges and leverage opportunities in the dynamic business environment of Magelang City. Keywords: MSMEs; Strategy; Performance; IE Matrix; QSPMPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan internal dan eksternal yang dihadapi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Magelang dan mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan kinerja mereka secara keseluruhan. Sampel terdiri dari 215 UMKM yang dipilih melalui snowball sampling untuk memastikan representasi yang komprehensif dari sektor ini. Analisis data menggunakan matriks internal-eksternal (IE) dan matriks perencanaan strategis kuantitatif (QSPM) untuk menghasilkan opsi-opsi strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan strategi dengan menggunakan matriks-matriks ini menghasilkan alternatif yang layak untuk UMKM di Magelang, dengan fokus khusus pada strategi penetrasi pasar. Tindakan konkret untuk mengimplementasikan strategi ini termasuk manajemen pelanggan yang efektif, meningkatkan kualitas dan nilai produk, menangani keluhan pelanggan dengan segera, membangun kemitraan dengan pelanggan, dan menciptakan saluran distribusi yang terintegrasi. Dengan mengadopsi strategi-strategi ini, UMKM dapat secara signifikan meningkatkan daya saing mereka dan mencapai hasil kinerja yang lebih baik. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi UMKM yang ingin menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di lingkungan bisnis yang dinamis di Kota Magelang

    The Influence of Bank Characteristics on Capital Adequacy Ratio

    Full text link
    This study aims to determine the influence model on Return on Asset (ROA), Loan to Deposit (LDR), and Net Performing Loan (NPL) on Capital Adequacy Ratio (CAR) in banks in Indonesia. Capital adequacy is an important part of banking financial performance, because the achievement of an optimal Capital Adequacy Ratio (CAR) indicates that the bank has sufficient capital to fund each of its operations. Sufficient capital allows banks to easily innovate, so as to develop the company\u27s productivity. Interestingly, CAR is influenced by various factors, so it is necessary to academically examine the factors that affect CAR. This study uses a quantitative approach with an empirical method using Bank BTN data during the 2010-2020 period using the help of SPSS software. Data processing calculations using the classical assumption test and hypothesis testing. Classical assumption test by calculating normality, heteroscedasticity, and autocorrelation tests. Hypothesis testing by calculating the t-test and the F-test. The results showed that this model contributed 81% to the change in CAR. Partially, it shows that ROA has a negative effect on CAR, meaning that the lower the ROA, the higher the CAR, LDR has a negative effect on CAR, meaning that the lower the LDR, the higher the CAR, and NPL has a negative effect on CAR, meaning that the lower the NPL, the higher the CAR. This indicates that an increase or decrease in ROA, LDR, and NPL has an impact on changes in Bank BTN\u27s CAR. Keywords: Finance, Return on Asset (ROA); Loan to Deposit (LDR); Net Performing Loan (NPL); Capital Adequacy Ratio (CAR)Kecukupan modal merupakan bagian penting dalam kinerja keuangan perbankan, karena tercapainya capital adequacy ratio (CAR) yang optimal menandakan bank tersebut memiliki modal yang cukup untuk mendanai setiap setiap operasional nya. Modal yang cukup membuat perbankan dapat dengan mudah melakukan inovasi, sehingga dapat mengembangkan produktifitas perusahaan. Menariknya, CAR dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga perlu untuk mengkaji secara akademis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap CAR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode empiris menggunakan data Bank BTN selama periode 2010-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini ini berkontribusi sebesar 81% atas perubahan CAR, secara parsial menunjukkan bahwa ROA berpengaruh negatif terhadap CAR artinya semakin rendah ROA maka semakin tinggi CAR, LDR berpengaruh negatif terhadap CAR artinya semakin rendah LDR maka semakin tinggi CAR, dan NPL berpengaruh negatif terhadap CAR artinya semakin rendah NPL maka semakin tinggi CAR. Hal ini menandakan bahwa kenaikan maupun penurunan ROA, LDR, maupun NPL berdampak pada perubahan CAR Bank BTN. &nbsp

    Analisis Media untuk Tujuan Edukasi Konsumsi Buah dan Sayuran bagi Anak Usia Dini

    Full text link
    The high level of junk food consumption compared to eating fruits and vegetables can increase obesity rates in Indonesia, especially if the habit is carried out from an early age. Education from an early age about the importance of eating fruits and vegetables is needed so that children\u27s nutritional needs are met and their growth and development are balanced. This study was conducted to find a suitable solution so that children can be interested in learning about the importance of fruits and vegetables, and also to get used to starting to consume them. By analyzing how children behave in dealing with fruits and vegetables, we also look for solutions to deal with them. This study was also conducted to be able to compare what learning media are effective in educating early childhood. Using a mixed research methodology between quantitative and qualitative. Data collection through literacy studies and also using interviews with one of the principals in the city of Bandung and distributing questionnaires to parents of children. The approach through children\u27s illustrated books as a learning medium can be used to increase children\u27s interest in literacy and also in fruits and vegetables.Tingginya tingkat konsumsi junk food dibandingkan memakan buah dan sayur dapat meningkatkan angka obesitas di Indonesia, terutama jika kebiasaan tersebut dilakukan sedari kecil. Edukasi sejak usia dini mengenai pentingnya memakan buah dan sayur diperlukan agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi juga pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak seimbang. Penelitian ini dilakukan untuk mencari solusi apa yang sesuai agar anak dapat berminat untuk belajar mengenai pentingnya buah dan sayur, dan juga untuk terbiasa agar mulai mengkonsumsinya.  Dengan menganalisis bagaimana perilaku anak dalam menghadapi buah dan sayur juga mencari solusi untuk menanganinya.  Penelitian ini juga dilakukan untuk dapat membandingkan media pembelajaran apa saja yang efektif untuk mengedukasi anak usia dini. Menggunakan metodelogi penelitian campuran antara kuantitatif dan juga kualitatif. Pengumpulan data secara studi literasi dan juga menggunakan wawancara kepada salah satu kepala sekolah di kota bandung serta membagikan kuesioner kepada orang tua anak. Pendekatan melalui buku ilustrasi anak sebagai media pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan minat anak terhadap literasi dan juga terhadap buah dan sayur

    Visualisasi Karakter Dan Desain Background Dua Dimensi Sebagai Aset Game Edukasi

    Full text link
    ABSTRACT: Currently, game applications are very popular with children and adults. Development of technology can help developers to create games with various genres, topic, storylines and design appearances. The design appearance in the game is the first asset that users will see, so skills are needed to design it to make it more attractive. The display design is the background for the game and the design of the main character or characters in the game. The appearance of the background and character design can provide an attraction for the game chosen by the user. The aim of this research is to design character, property and background designs for educational game assets. The data collection methods used are documentation, observation and literature as well as design using the design thinking method to produce two-dimensional vector-based background and character designs. Observations were made by observing several games which would be used as references in designing background and character designs. This research produces a cartoon design for an adventurous boy character and a two-dimensional background design that can be directly implemented into the game design process.ABSTRAK: Game sekarang ini banyak disukai oleh semua kalangan, baik anak ataupun dewasa. Perkembangan teknologi dapat membantu pengembang menciptakan aplikasi game dengan bermacam-macam genre, topik, alur cerita dan tampilan desain. Tampilan desain game merupakan aset pertama yang akan dilihat oleh pengguna, sehingga diperlukan kreativitas dan keterampilan untuk merancang agar mampu menarik perhatian. Desain tampilan tersebut adalah latar belakang atau properti dan desain tokoh atau karakter utama dalam game. Tampilan desain latar dan karakter mampu menarik pengguna untuk memilih game yang akan dimainkan. Tujuan penelitian ini adalah merancang karakter, properti dan latar belakang untuk aset game edukasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi dan kepustakaan serta perancangan menggunakan metode design thinking sehingga menghasilkan desain latar dan karakter berbasis vektor dua dimensi. Observasi dilakukan dengan mengamati beberapa game yang akan dijadikan referensi dalam merancang desain latar dan karakter. Penelitian ini menghasilkan desain kartun karakter anak laki-laki petualang dan desain background dua dimensi yang bisa langsung diimplementasikan ke dalam proses preancangan game. Kata kunci: Visualisasi, Desain Background, Karakter, Aset Gam

    Penerapan IT Governance untuk Meningkatkan Efektivitas dan Akurasi Pencatatan Santunan Kematian di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Klungkung

    Full text link
    The Civil Registration Office (Disdukcapil) is a government agency responsible for managing population administration and civil registration in Indonesia. The main task of Disdukcapil is to ensure accurate and up-to-date population data, and to provide services related to population documents to citizens. As a Regional Apparatus Organization that is in very close contact with all levels of society, of course Disdukcapil is expected to provide services by prioritizing 3S, namely Smile, Greeting and Greeting. Improving the quality of services that have now switched to using the system certainly makes it very easy for Disdukcapil Operators to operate the system. The people who come will easily be served with all kinds of needs. One of the community needs that is very often taken care of at Disdukcapil is the processing of Death Certificates. One of the important requirements in obtaining a death certificate is to attach a Death Certificate issued by the Hospital or Lurah / Village Office. As one of the innovations of service to the community, Klungkung Regency Disdukcapil rewards the processing of Death Certificates to Heirs by providing Death Compensation. However, with the positive enthusiasm of the Klungkung Regency community, it is certainly necessary to implement IT Governance using the COBIT 5 framework as governance to increase the effectiveness and accuracy of death registration.Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam mengelola administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di Indonesia. Tugas utama dari Disdukcapil adalah memastikan data kependudukan yang akurat dan terkini, serta memberikan layanan terkait dokumen kependudukan kepada warga negara. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang berhubungan sangat dekat dengan semua lapis masyarakat tentunya Disdukcapil diharapkan memberikan pelayanan dengan mengedepankan 3S yaitu Senyum, Salam dan Sapa. Peningkatan kualitas pelayanan yang kini sudah beralih menggunakan sistem tentu sangat mempermudah Operator Disdukcapil dalam mengoperasikan sistem tersebut. Masyarakat yang datang pun akan dengan mudah dapat terlayani dengan segala macam keperluannya. Salah satu keperluan masyarakat yang sangat sering untuk diurus di Disdukcapil adalah pengurusan Akta Kematian. Salah satu syarat penting dalam pengurusan akta kematian adalah dengan melampirkan Surat Keterangan Kematian yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit atau Kantor Lurah/Kantor Desa. Sebagai salah satu inovasi dari pelayanan kepada masyarakat, Disdukcapil Kabupaten Klungkung memberikan penghargaan pengurusan Akta Kematian kepada Ahli Waris dengan memberikan Santunan Kematian. Namun, dengan antusias positif masyarakat Kabupaten Klungkung tentu diperlukan Penerapan IT Governance menggunakan framework COBIT 5 sebagai tata kelola untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi pencatatatan santunan kematian di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Klungkung

    Analisis Komparatif Model Pembelajaran Mesin Untuk Memprediksi Hipertensi Ke Dalam Empat Kelas

    Full text link
    Teknologi pembelajaran mesin telah muncul sebagai alat untuk memprediksi hipertensi dengan algoritma seperti Random Forest, Support Vector Machine (SVM), Gradient Boosting, dan XGBoost. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya mengkategorikan hipertensi menjadi dua kelompok berdasarkan ketentuan World Health Organization (WHO), yaitu normal dan hipertensi, yang kurang memberikan informasi rinci untuk penatalaksanaan optimal. Laporan kedelapan dari Joint National Committee 8 (JNC 8) memperkenalkan klasifikasi yang lebih rinci ke dalam empat kelas: normal, prehipertensi, hipertensi stadium 1, dan hipertensi stadium 2, yang memungkinkan penilaian risiko yang lebih spesifik dan personal. Digunakan dua dataset yang berbeda untuk mengevaluasi kinerja model, yaitu dataset dengan atribut faktor risiko yang mudah dikumpulkan (easy-to-collect), dan dataset dengan tambahan atribut biokimia berupa gula darah, kolesterol, dan trigliserida. Pendekatan langsung dan tidak langsung juga diterapkan untuk menganalisis pengaruhnya terhadap kinerja model. Validasi internal dan eksternal digunakan untuk mengevaluasi kinerja model, dimana pada validasi internal digunakan 10-fold cross validation. Hasil menunjukkan bahwa penambahan atribut biokimia secara signifikan meningkatkan kinerja model pembelajaran mesin dalam hal akurasi, precision, recall, specificity, F1-score, dan AUC. Pendekatan tidak langsung menunjukkan peningkatan nilai akurasi model, meski disertai dengan penurunan nilai AUC. Kinerja terbaik didapatkan oleh algortima XGBoost, dimana validasi internal dan eksternal menunjukkan nilai akurasi tertinggi dengan menggunakan pendekatan tidak langsung sebesar 86,38% dan 80.22%, sedangkan AUC tertinggi didapatkan dengan pendekatan langsung dengan nilai sebesar 97.25% dan 94.54%.Teknologi pembelajaran mesin telah muncul sebagai alat untuk memprediksi hipertensi dengan algoritma seperti Random Forest, Support Vector Machine (SVM), Gradient Boosting, dan XGBoost. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya mengkategorikan hipertensi menjadi dua kelompok berdasarkan ketentuan World Health Organization (WHO), yaitu normal dan hipertensi, yang kurang memberikan informasi rinci untuk penatalaksanaan optimal. Laporan kedelapan dari Joint National Committee 8 (JNC 8) memperkenalkan klasifikasi yang lebih rinci ke dalam empat kelas: normal, prehipertensi, hipertensi stadium 1, dan hipertensi stadium 2, yang memungkinkan penilaian risiko yang lebih spesifik dan personal. Digunakan dua dataset yang berbeda untuk mengevaluasi kinerja model, yaitu dataset dengan atribut faktor risiko yang mudah dikumpulkan (easy-to-collect), dan dataset dengan tambahan atribut biokimia berupa gula darah, kolesterol, dan trigliserida. Pendekatan langsung dan tidak langsung juga diterapkan untuk menganalisis pengaruhnya terhadap kinerja model. Validasi internal dan eksternal digunakan untuk mengevaluasi kinerja model, dimana pada validasi internal digunakan 10-fold cross validation. Hasil menunjukkan bahwa penambahan atribut biokimia secara signifikan meningkatkan kinerja model pembelajaran mesin dalam hal akurasi, precision, recall, specificity, F1-score, dan AUC. Pendekatan tidak langsung menunjukkan peningkatan nilai akurasi model, meski disertai dengan penurunan nilai AUC. Kinerja terbaik didapatkan oleh algortima XGBoost, dimana validasi internal dan eksternal menunjukkan nilai akurasi tertinggi dengan menggunakan pendekatan tidak langsung sebesar 86,38% dan 80.22%, sedangkan AUC tertinggi didapatkan dengan pendekatan langsung dengan nilai sebesar 97.25% dan 94.54%. Kata kunci—faktor risiko, hipertensi, klasifikasi multi kelas, pembelajaran mesin

    Estetika Wabi-Sabi dan Kenyamanan Interior Pendekatan Berbasis Data terhadap Desain Holistik

    No full text
    Konsep Wabi-Sabi dalam desain interior menekankan estetika ketidaksempurnaan, kesederhanaan, dan keterhubungan dengan alam, yang semakin relevan dalam menciptakan ruang yang nyaman dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi prinsip Wabi-Sabi dalam desain interior melalui pendekatan holistik dengan meninjau empat aspek utama kenyamanan ruang, yaitu suhu ruangan, pencahayaan alami, refleksi material, dan warna interior. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 80 responden yang memiliki pengalaman terhadap ruang dengan elemen Wabi-Sabi, serta analisis observasional terhadap satu restoran dengan konsep Wabi-Sabi. Teknik analisis data melibatkan regresi linier untuk memahami hubungan variabel kenyamanan interior dengan elemen desain berbasis Wabi-Sabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi material alami dan pencahayaan alami memiliki korelasi signifikan terhadap persepsi kenyamanan pengguna, sedangkan suhu ruangan dan warna interior lebih berpengaruh secara subjektif tergantung preferensi pengguna. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori kenyamanan interior berbasis estetika filosofis serta menjadi referensi bagi desainer dalam menciptakan ruang yang lebih harmonis dan berkelanjutan. Kata kunci: desain holistik, estetika wabi-sabi, interior berkelanjutan, kenyamanan interior, material alamiKonsep Wabi-Sabi dalam desain interior menekankan estetika ketidaksempurnaan, kesederhanaan, dan keterhubungan dengan alam, yang semakin relevan dalam menciptakan ruang yang nyaman dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi prinsip Wabi-Sabi dalam desain interior melalui pendekatan holistik dengan meninjau empat aspek utama kenyamanan ruang, yaitu suhu ruangan, pencahayaan alami, refleksi material, dan warna interior. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 80 responden yang memiliki pengalaman terhadap ruang dengan elemen Wabi-Sabi, serta analisis observasional terhadap satu restoran dengan konsep Wabi-Sabi. Teknik analisis data melibatkan regresi linier untuk memahami hubungan variabel kenyamanan interior dengan elemen desain berbasis Wabi-Sabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi material alami dan pencahayaan alami memiliki korelasi signifikan terhadap persepsi kenyamanan pengguna, sedangkan suhu ruangan dan warna interior lebih berpengaruh secara subjektif tergantung preferensi pengguna. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori kenyamanan interior berbasis estetika filosofis serta menjadi referensi bagi desainer dalam menciptakan ruang yang lebih harmonis dan berkelanjutan. Kata kunci: desain holistik, estetika wabi-sabi, interior berkelanjutan, kenyamanan interior, material alami

    Analisis Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Tanah Longsor Kecamatan Lebakbarang

    Full text link
    Kecamatan Lebakbarang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pekalongan yang mengalami bencana tanah longsor, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor kondisi fisik alam antara lain kemiringan lereng yang curam, intensitas curah hujan tinggi, serta jenis tanah yang peka terhadap erosi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jalur evakuasi bencana tanah longsor di Kecamatan Lebakbarang khususnya pada kawasan permukiman dengan menggunakan metode analisis skoring dan pembobotan tingkat kerawanan bencana tanah longsor serta analisis jaringan untuk menentukan jalur evakuasi dengan rute titik permukiman rawan bencana tanah longsor menuju titik evakuasi akhir. Berdasarkan hasil analisis, maka didapatkan hasil berupa jalur evakuasi bencana tanah longsor di Kecamatan Lebakbarang terdapat 41 rute dengan 12 rute evakuasi permukiman rawan bencana tanah longsor menuju tempat evakuasi sementara, 24 rute evakuasi permukiman rawan bencana tanah longsor menuju tempat akhir, serta 5 rute dari tempat evakuasi sementara menuju tempat evakuasi akhir. Rekomendasi yang dapat diberikan yaitu perlu dilakukan perbaikan jalan pada Jl. Raya Lebakbarang, Jl. Desa Mendolo, Jl. Desa Pamutuh, Jl. Desa Tembelanggunung, serta Jl. Desa Timbangsari untuk mengoptimalkan jalur evakuasi

    3,888

    full texts

    4,316

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal - Universitas Komputer Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇