Open Journal - Universitas Komputer Indonesia
Not a member yet
4316 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Gelang GPS Tracker dengan Komunikasi Long Range (LoRa) untuk Mengetahui Posisi Pendaki Gunung
Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan gelang GPS Tracker dengan komunikasi LoRa untuk memantau posisi pendaki gunung secara real-time di area tanpa sinyal seluler, serta memberikan notifikasi darurat. Sistem ini menggunakan modul GPS untuk menentukan lokasi pendaki dan modul LoRa untuk mengirimkan data lokasi ke sesama pendaki dan pos pendaki. Semua data pendaki, termasuk lokasi mereka, akan ditampilkan di aplikasi android. Pengujian dilakukan di Hutan UI dan Bukit Pelangi untuk mengevaluasi akurasi koordinat yang dikirimkan. Di Hutan UI, koordinat yang dikirimkan oleh Leader dan dua Pendaki menunjukkan kesesuaian dengan posisi sebenarnya, dengan akurasi hingga 0,000013° untuk lintang dan 0,00005° untuk bujur. Di Bukit Pelangi, deviasi koordinat maksimal sekitar 0,000043° untuk lintang dan 0,00006° untuk bujur. Sistem ini mampu melacak posisi pendaki secara akurat, menampilkan semua data pendaki, menyajikan laporan historis pergerakan dalam peta, serta memberikan notifikasi darurat yang cepat ke pemimpin pendakian dan pos pendaki. Gelang ini diharapkan meningkatkan keamanan pendaki dan mempercepat proses penyelamatan oleh tim SA
Centennials Perspective: Exploring Gender Differences on Consumer Online Behavior
To conduct the survey, 124 respondents who are between the ages of 18 and 25 and who are Dinamika University students in Surabaya and have made online purchases in the past three months were given questionnaires. A questionnaire and field observations served as the data-gathering tool for this non-test. Descriptive statistics were used to assess the acquired data using graphs and percentage computations. The findings of this study indicate that utilizing smartphones and E-money as an option of payment while purchasing on the Marketplace is more convenient for both sexes. Women are more likely to be exposed to commercials, enjoy seeing bargains, and frequently go shopping for necessities. So as to conduct the survey, questionnaires were distributed to 124 respondents from students at Universitas Dinamika in the Indonesian city of Surabaya in East Java Province. The respondents are between the ages of 18 and 25, and who have made purchases online during the last three months. Field observations and a questionnaire were used to collect data for this non-test. Graphs and percentage calculations were employed to evaluate the collected data using descriptive statistics. According to the study\u27s findings, both sexes find it easier to pay using smartphones and e-money while making purchases on the marketplace. Men always do their research before making an online purchase, but women are more likely to see ads, enjoy buying necessities, and enjoy finding offers. They look for product returns due to incorrect shapes and colors, read reviews, and apply brand category filters.Untuk melakukan survei, 124 responden yang berusia antara 18 hingga 25 tahun dan merupakan mahasiswa Universitas Dinamika di Surabaya serta pernah melakukan pembelian online dalam tiga bulan terakhir diberikan kuesioner. Kuesioner dan observasi lapangan berfungsi sebagai alat pengumpulan data untuk non-tes ini. Statistik deskriptif digunakan untuk menilai data yang diperoleh dengan menggunakan grafik dan perhitungan persentase. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa menggunakan ponsel pintar dan uang elektronik sebagai pilihan pembayaran saat berbelanja di Marketplace lebih nyaman bagi kedua jenis kelamin. Wanita lebih cenderung terpapar dengan iklan, senang melihat barang murah, dan sering berbelanja kebutuhan. Untuk melakukan survei, kuesioner didistribusikan kepada 124 responden dari mahasiswa Universitas Dinamika di kota Surabaya, Jawa Timur. Para responden berusia antara 18 hingga 25 tahun, dan telah melakukan pembelian secara online selama tiga bulan terakhir. Pengamatan lapangan dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data non-tes ini. Grafik dan perhitungan persentase digunakan untuk mengevaluasi data yang terkumpul dengan menggunakan statistik deskriptif. Menurut temuan penelitian, kedua jenis kelamin merasa lebih mudah untuk membayar menggunakan smartphone dan uang elektronik saat melakukan pembelian di pasar. Pria selalu melakukan riset sebelum melakukan pembelian online, tetapi wanita lebih cenderung melihat iklan, senang membeli barang kebutuhan, dan senang mencari penawaran. Mereka mencari pengembalian produk karena bentuk dan warna yang tidak sesuai, membaca ulasan, dan menerapkan filter kategori merek
Analisis Struktur Balok Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus Pada Menara Talawang Kota Palangka Raya
The Talawang Tower building will be built in the center of the Great Roundabout of Palangka Raya City. The renovation of the Great Roundabout of Palangka Raya, which will be carried out by the Central Kalimantan Provincial Government through the Public Works and Spatial Planning Office (PUPR), will be built grandly with a multipurpose concept. The plan in the middle of the roundabout will be built Talawang Tower with a height of 45 meters. It takes a fairly mature analysis to avoid greater losses, especially earthquake planning analysis. Therefore, the author tries to redesign an earthquake-resistant reinforced concrete structure with an irregular structural model and shows the seismic loads acting on the structure that meets the detaling standards of the Special Moment Bearing Frame System. Planning using SAP2000 by inputting dead loads, live loads, wind loads and earthquake loads to help get the internal forces needed in planning. From the calculation results, a 500 x 650 beam is used with the longitudinal reinforcement requirement of the pedestal to withstand the load is 12D22 with a capacity of ϕMn = 723.955 kN-m > 665.192 kN-m, while the field longitudinal reinforcement requirement is 6D22 with a reinforcement capacity of ϕMn = 379.9872 kN-m > 18.4086 kN-m. The support shear reinforcement requirement is 4D13 - 130 with capacity ϕVn = 753.879 kN > 694.232 kN, while the field shear reinforcement requirement is 2D13 - 150 with capacity ϕVn = 513.47 kN > 405.02 kN
Persepsi Masyarakat Terhadap Transportasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Melalui Platform Quora
Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebagai moda transportasi memberikan warna baru bagi masyarakat Indonesia dengan menawarkan efisiensi waktu khususnya jarak Jakarta-Bandung. Transportasi ini memiliki tarif tiket sebesar Rp300.000/orang untuk perjalanan Stasiun Halim-Tegalluar dan sebaliknya. Besarnya tarif yang terbilang mahal menimbulkan banyak persepsi dari masyarakat mengenai kereta cepat ini. Meskipun demikian, penumpang dapat menikmati fasilitas yang nyaman pada kereta cepat dan dapat menempuh perjalanan yang singkat pada rute Jakarta – Bandung atau sebaliknya. Kereta Cepat Jakarta – Bandung dapat menempuh perjalanan dengan waktu kurang lebih hanya 46 menit. Untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai kehadiran Kereta Cepat Jakarta Bandung, telah dilakukan survey pendapat masyarakat melalui platform Quora. Hasilnya, banyak pendapat masyarakat yang dengan terbuka menyambut kehadiran kereta cepat sebagai moda transportasi massal modern. Selain itu, tidak sedikit juga masyarakat yang masih mempertimbangkan moda transportasi lain untuk menempuh perjalanan Jakarta – Bandung atau sebaliknya dibandingkan harus memilih menggunakan KCJB
Transformasi Psikologis Balram Halwai Pada Film The White Tiger (2021)
Film the White Tiger yang disutradarai oleh Ramin Bahrani diadaptasi dari novel karya Aravind Adiga dengan penekanan yang kuat pada unsur naratif dan visual untuk menciptakan pengalaman sinematik film yang menarik. Film ini mengikuti perjalanan dari karakter Balram Halwai, seorang pemuda yang lahir dari keluarga miskin yang berhasil menjadi pengusaha kaya melalui cara-cara yang kontroversial. Film ini secara keseluruhan menggambarkan tentang kesenjangan sosial dan ekonomi di India, yang menekankan tentang dampaknya terhadap kuputusan dan moralitas individu. Analisis psikologis pada film ini bertujuan untuk memahami tentang perubahan karakter Balram secara lebih mendalam. Faktor eksternal yang meliputi lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya menjadi aspek yang penting dalam perkembangan moral Balram, melalui pemahaman teori-teori psikologi seperti teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg dan teori lingkungan sosial Urie Bronfenbrenner juga teori kognitif sosial Leon Festinger. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis teks serta visual. Data primer diambil dari film, sedangkan data sekunder diambil dari literatur terkait perubahan psikologis karakter. Analisis secara mendalam terhadap perjalanan psikologis yang dilewati Balram Halwai mengungkap wawasan penting mengenai pesan sosial dan dinamika karakter film tersebut, yang memiliki dampak lebih luas terhadap realitas sosial dan ekonomi di India.
Kata kunci: Transformasi, Psikologis, Balram Halwai, Film the White Tige
Denials as Defense Mechanism of Jay Gatsby in The Great Gatsby (2013) Movie
This research aims to analyse denial as defense mechanism in main character of The Great Gatsby (2013) movie, Jay Gatsby. This research discovered denials as defense mechanism in psychoanalytic in the main character, which based on Sigmund Freud\u27s theory. The researcher used a qualitative descriptive method based on the movie’s dialogue and character’s behaviour. The Great Gatsby (2013) movie was the primary data source in this research. This research identifies 3 types of denial as defense mechanism in Jay Gatsby\u27s character. Jay Gatsby shows that his denials were caused of his own ego, that he can’t accept reality he was born in a poor family and his unhealthy obsession towards Daisy Buchanan which their relationship has ended long time ago and now Daisy is already Tom Buchanan’s wife.
Keywords: Pyschoanalysis, Defense Mechanism, Denia
Net Zero Building
The purpose of this study is to analyze the concept of zero energy buildings in optimizing the use of environmentally friendly renewable energy resources. This research was conducted using descriptive analysis method through literature study from secondary data. The results of this study show that with the advancement of renewable technology, Net Zero Buildings can be achieved in the future, with one understanding and contribution made by everyone in understanding the responsibility to reduce energy consumption. This can be known by paying attention to the level of awareness and sense of responsibility of everyone in creating a sustainable environment
KOMPETENSI KOMUNIKASI PEMASARAN MAMA-MAMA PAPUA PENJUAL NOKEN DALAM MENINGKATKAN TECHNOPRENEURSHIP DI KOTA JAYAPURA
This research analyses marketing communication competencies of the female Naken (traditional Indonesia woven bag native to sellers og papua to increase the technopreneurship in Jayapura. It employs phenomenology methode and takes the female Noken sellers of Papua meeting the criteria such as selling Noken, meeting sosial economic status, and not a member of community such as UMKM (Micro, Small, and Medium-sized Enterprises). The data are collected through in-depth interviews, observation, and documentation study. It is found that the female Noken sellers of Papua understanding of technopreneurship; this the use of digital technology in entrepreneurship is also low. They have no knowledge about how to sell Noken online or via social media platforms such as facebook , Instagram, and whatsapp. In addition, the sell Noken conventionally in front of malls, sidewalk, tradisional market, or roadside because it is considered easier and not complicating. The market communication competencies of the female Noken sellers of Papua is still poor; they sell Noken passively without trying to offer the Noken to the prospects. The seller’ communication with the prospects is unconvincing and limited as there is no bargain whit the buyers. Therefore, the abstacles encountered by the female Noken sellers of Papua in developing the market communication competency in technopreneurship field are that they have same limitations related to ownership og digital gadget such as Cellular Phone, low education background, lack of motivation, and inability to adapt with digital technology.
Keywords : Marketing Communication Competency, Technopreneurship, Noken JayapuraTujuan penelitian menganalisis kompetensi komunikasi pemasaran Mama-mama Papua penjual noken dalam meningkatkan technopreneurship di kota Jayapura. Metode penelitian fenomenologi, unit analisis Mama-mama Papua penjual noken dengan kriterianya penjual noken, status sosial ekonomi dan bukan anggota komunitas UMKM. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman mama-mama Papua tentang technopreneursip masih sangat rendah sehingga pemanfaatan teknologi digital dalam berwirausaha juga rendah. Mereka belum mampu menjual noken secara online atau melalui platform-platform media sosial seperti facebook, instagram, dan whatsapp. Selain itu aktivitas menjual noken secara konvensional dilakukan di depan mall, trotoar, pasar tradisional maupun di pinggir jalan karena dianggap lebih mudah dan tidak menyulitkan. Kompetensi komunikasi pemasaran mama-mama Papua penjual noken masih rendah, pasif tanpa ada upaya untuk menawarkan nokennya kepada calon pembeli. Komunikasi terjadi dengan calon pembeli kurang persuasif dan terbatas karena tidak ada tawar menawar harga dengan pembeli. Dengan demikian hambatan mama-mama Papua dalam mengembangkan kompetensi komunikasi pemasaran di bidang technopreneurship adalah terbatas pada kepemilikan perangkat digital seperti Hand Phone, rendahnya tingkat Pendidikan, kurangnya motivasi dan dan tidak adaptif terhadap teknologi digital.
Kata kunci : Kompetensi Komunikasi Pemasaran, Technopreneurship, Noken,
Jayapur
Sekai no Owari dan Shuhasu: Kajian Semiotika Riffaterre
Abstract
This article analyzes and describes the indirect meaning of the song "Shuhasu" by Sekai no Owari. Sekai no Owari has received many awards for its songs, one of which is the song Shuhasu which was released in 2020. A qualitative method is used to analyze objects through data collection. The resource was from Shuhasu by the band Sekai no Owari. Rifaterre\u27s semiotic theory about the unsustainability expression in poetry is used, and it can be investigated by displacing of meaning, distorting of meaning, and creating of meaning. This song has a meaning about someone who really hopes to be able to meet his lover again. This is evidence by the phrase “Dakara iwa sete yo see you again” Therefore, let me say “See you again.” It is repeated three times in the song, showing an emphasis on the meaning of the lyrics. Furthermore, in the depth, in the phrase of this song there is also the lyrics that contained the same meaning, specifically "Baby sabaku de machiawase shiyou; Baby ashita mo machiawase shiyou". Which means "(Dear, let\u27s meet in an arid land; dear, let\u27s meet tomorrow).”
Keywords: Song, Semiotics, Shuhasu, Sekai no Owari
Abstrak
Artikel ini menganalisis dan mendeskripsikan tentang ketidaklangsungan makna pada lagu “Shuhasu’ karya Sekai no Owari. Sekai no Owari telah banyak mendapatkan penghargaan lewat lagu-lagu yang dibawakan, salah satunya lagu Shuhasu yang dirilis pada tahun 2020. Metode kualitatif dilakukan dalam menganalisis objek melalui pengumpulan data-data, dalam hal ini adalah teks lirik lagu Shuhasu oleh grup musik Sekai no Owari. Teori yang digunakan adalah teori semiotika Rifaterre tentang ketidaklangsungan ekspresi dalam puisi yang bisa diteliti melalui penggantian makna, penyimpangan makna, dan penciptaan makna. Pada lagu ini, memiliki makna tentang seseorang yang sangat berharap agar dapat bertemu kembali dengan kekasihnya. Hal ini dibuktikan dari kalimat “Dakara iwa sete yo see you again” (Karena itu, biarkan aku berkata "See you again") yang mengalami pengulangan sebanyak tiga kali dalam lagu tersebut, menunjukkan sebuah penekanan pada makna lirik tersebut. Tak hanya kalimat tersebut, lirik yang juga mengandung makna yang sama yaitu “Baby sabaku de machiawase shiyou”; Baby ashita mo machiawase shiyou”. Yang bermakna “(Kasih, mari bertemu di tanah yang gersang; kasih, mari kita bertemu di hari esok).
Kata kunci: lagu, Semiotika, Shuhasu, Sekai no Owar
Marketing Strategic for Hydroponic Vegetable Product to Improve Marketing Performance Base on Digital Technology
Agriculture is one of the sectors that has been the backbone of human civilization since the beginning, undergoing major transformation along with technological. The hydroponic vegetable market continues to grow along with increasing demand for healthy and sustainable agricultural products. In this digital era, marketing strategies based on digital technology are the key to increasing visibility and sales of hydroponic vegetable products. The purpose of this study is to investigate different digital marketing tactics that may be used to enhance the marketing effectiveness of hydroponically grown vegetables. By examining digital marketing techniques like social media marketing and the use of e-commerce platforms, this research identifies effective ways to strengthen the market position of hydroponic vegetable products in the digital era. The study also highlights the important role digital technology plays in changing the way manufacturers interact with consumers, measure marketing performance, and develop long-term relationships with customers. It is believed that the research\u27s conclusions would give hydroponic vegetable growers insightful information and marketing practitioners in optimizing their marketing strategies in this increasingly digital marke