Open Journal - Universitas Komputer Indonesia
Not a member yet
4316 research outputs found
Sort by
Implementasi Diplomasi Budaya Indonesia melalui Kerja Sama Pendidikan terhadap Korea Selatan (2021-2023)
This article aims to analyse the implementation of Indonesia\u27s cultural diplomacy through educational cooperation towards South Korea in 2021-2023. This research outlines Indonesia\u27s cultural diplomacy efforts through educational cooperation towards South Korea, such as cultural activities in overseas educational institutions, Indonesian language courses/classes, scholarships, and student exchanges. In addition, it also describes the constraints and opportunities, as well as the results of Indonesia\u27s cultural diplomacy through educational cooperation towards South Korea. The researcher used a qualitative approach, with data collected from various sources, including literature studies and interviews. The results of this study show that there is an increase in the interest of students and the South Korean community in knowing Indonesian culture as seen from the achievements of the programmes that have been implemented. However, there are still obstacles, especially in terms of funding and limited human resources and promotion. Therefore, to maximise this effort, collaboration from various parties is needed. This article is expected to be a reference for further research and comparison material for students who want to develop research in the same field. Keywords — Cultural Diplomacy, Education Cooperation, Indonesia, South KoreaArtikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dari diplomasi budaya Indonesia melalui kerja sama pendidikan terhadap Korea Selatan tahun 2021-2023. Penelitian ini menguraikan upaya diplomasi budaya Indonesia melalui kerja sama pendidikan terhadap Korea Selatan, seperti kegiatan budaya di institusi pendidikan di luar negeri, kursus/kelas bahasa Indonesia, beasiswa, dan pertukaran pelajar. Selain itu, diuraikan juga terkait kendala dan peluang, serta hasil diplomasi budaya Indonesia melalui kerja sama pendidikan terhadap Korea Selatan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data yang dikumpulkan dari bermacam sumber, termasuk studi literatur dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan terhadap ketertarikan dari mahasiswa maupun masyarakat Korea Selatan dalam mengenal budaya Indonesia yang dilihat dari pencapaian program-program yang telah terlaksana. Namun, masih terdapat kendala, terutama dalam segi pendanaan dan keterbatasan sumber daya manusia serta promosi. Maka dari itu, untuk memaksimalkan upaya ini diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Artikel ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian lebih lanjut serta bahan pembanding bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan penelitian di bidang yang sama. Kata kunci — Diplomasi Budaya, Indonesia, Kerja Sama Pendidikan, Korea Selata
KADOKU: Digital Innovation in Finding the Best Gifts Through Web Platform
Gift exchange is a significant social phenomenon, serving as a form of communication and emotional expression. However, the challenges of modern life often make it difficult for individuals to select and acquire suitable gifts within a limited timeframe. This research addresses the issue by designing and developing a Gift Sales Website named Kadoku, which integrates the concept of E-Commerce to support gift outlet business owners. Utilizing the Scrum methodology, the website incorporates a live help feature to assist users in finding their desired gifts efficiently. The system underwent black box testing to ensure functional validity, and its usability was evaluated through a survey of 15 respondents. The findings revealed that 85% of users considered the website easy to operate, 84% stated it facilitated their gift selection process, and 83% expressed overall satisfaction with the platform as a solution for simplifying gift searches. By averaging the user feedback scores, the website achieved an overall agreement level of 77.02%, demonstrating its effectiveness in addressing user needs. This study highlights the potential of E-Commerce platforms, developed with agile methodologies like Scrum, to enhance user experience and provide practical solutions for everyday challenges. Kadoku serves as a viable model for future innovations in the gift retail sector.Gift exchange is a significant social phenomenon, serving as a form of communication and emotional expression. However, the challenges of modern life often make it difficult for individuals to select and acquire suitable gifts within a limited timeframe. This research addresses the issue by designing and developing a Gift Sales Website named Kadoku, which integrates the concept of E-Commerce to support gift outlet business owners. Utilizing the Scrum methodology, the website incorporates a live help feature to assist users in finding their desired gifts efficiently. The system underwent black box testing to ensure functional validity, and its usability was evaluated through a survey of 15 respondents. The findings revealed that 85% of users considered the website easy to operate, 84% stated it facilitated their gift selection process, and 83% expressed overall satisfaction with the platform as a solution for simplifying gift searches. By averaging the user feedback scores, the website achieved an overall agreement level of 77.02%, demonstrating its effectiveness in addressing user needs. This study highlights the potential of E-Commerce platforms, developed with agile methodologies like Scrum, to enhance user experience and provide practical solutions for everyday challenges. Kadoku serves as a viable model for future innovations in the gift retail sector
EVALUASI PROGRAM RUANG PEMBINAAN REHABILITASI SOSIAL LEMBAGA PEMASYARAKATAN TERHADAP KELAYAKAN RUANGAN
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memiliki tanggung jawab yang lebih dari sekadar menjalankan hukuman bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Selama masa penahanan, narapidana berhak mendapatkan pembinaan, pendidikan, dan pelatihan sesuai dengan Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022. Namun, pemenuhan hak-hak ini seringkali terhambat oleh berbagai faktor, terutama kondisi over kapasitas yang melanda hampir seluruh Lapas di Indonesia, termasuk Lapas Narkoba Kelas IIA Bandung. Over kapasitas ini berdampak negatif terhadap program rehabilitasi sosial, yang tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ruang dalam mendukung pelaksanaan program rehabilitasi sosial di Lapas. Metode kualitatif digunakan, meliputi studi literatur dan observasi lapangan untuk mendukung analisis yang dilakukan penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa ruangan yang digunakan untuk program rehabilitasi tidak memenuhi standar yang berlaku, sehingga berdampak pada pemenuhan hak-hak narapidana.Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memiliki tanggung jawab yang lebih dari sekadar menjalankan hukuman bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Selama masa penahanan, narapidana berhak mendapatkan pembinaan, pendidikan, dan pelatihan sesuai dengan Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022. Namun, pemenuhan hak-hak ini seringkali terhambat oleh berbagai faktor, terutama kondisi over kapasitas yang melanda hampir seluruh Lapas di Indonesia, termasuk Lapas Narkoba Kelas IIA Bandung. Over kapasitas ini berdampak negatif terhadap program rehabilitasi sosial, yang tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ruang dalam mendukung pelaksanaan program rehabilitasi sosial di Lapas. Metode kualitatif digunakan, meliputi studi literatur dan observasi lapangan untuk mendukung analisis yang dilakukan penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa ruangan yang digunakan untuk program rehabilitasi tidak memenuhi standar yang berlaku, sehingga berdampak pada pemenuhan hak-hak narapidana
PERUBAHAN BENTUK DAN FUNGSI ALUN-ALUN BANDUNG
Alun-alun Bandung, sebagai salah satu ruang terbuka publik utama, telah mengalami berbagai perubahan bentuk dan fungsi sejak pertama kali dibentuk pada tahun 1800 hingga 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi pada Alun-alun Bandung, baik dari segi bentuk fisik maupun fungsi sosial dan budaya, serta untuk menganalisis bagaimana perubahan tersebut mencerminkan dinamika perkotaan dan masyarakat. Fokus utama penelitian ini adalah pada elemen-elemen pembentuk ruang terbuka seperti taman, jalur hijau kota, furnitur taman, dan jalur pejalan kaki, serta tipologi ruang terbuka. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji perspektif fungsi yang meliputi kapasitas administratif dan sosial budaya yang terkait dengan alun-alun. Metode penelitian yang digunakan mencakup studi literatur, wawancara, dan observasi lapangan. Data perubahan bentuk dianalisis dengan mengolah gambar menjadi suatu penilaian yang dapat diukur, sementara perubahan fungsi dianalisis berdasarkan transformasi fisik yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan bentuk dan fungsi Alun-alun Bandung sering terjadi sebagai respons terhadap kebutuhan sosial, budaya, dan administratif kota, yang pada akhirnya memengaruhi pengalaman masyarakat dalam menggunakan ruang publik tersebut.Alun-alun Bandung, sebagai salah satu ruang terbuka publik utama, telah mengalami berbagai perubahan bentuk dan fungsi sejak pertama kali dibentuk pada tahun 1800 hingga 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi pada Alun-alun Bandung, baik dari segi bentuk fisik maupun fungsi sosial dan budaya, serta untuk menganalisis bagaimana perubahan tersebut mencerminkan dinamika perkotaan dan masyarakat. Fokus utama penelitian ini adalah pada elemen-elemen pembentuk ruang terbuka seperti taman, jalur hijau kota, furnitur taman, dan jalur pejalan kaki, serta tipologi ruang terbuka. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji perspektif fungsi yang meliputi kapasitas administratif dan sosial budaya yang terkait dengan alun-alun. Metode penelitian yang digunakan mencakup studi literatur, wawancara, dan observasi lapangan. Data perubahan bentuk dianalisis dengan mengolah gambar menjadi suatu penilaian yang dapat diukur, sementara perubahan fungsi dianalisis berdasarkan transformasi fisik yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan bentuk dan fungsi Alun-alun Bandung sering terjadi sebagai respons terhadap kebutuhan sosial, budaya, dan administratif kota, yang pada akhirnya memengaruhi pengalaman masyarakat dalam menggunakan ruang publik tersebut
PENDAMPINGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENGELOLAAN LAPORAN DI PEMERINTAH DESA PALASARI KECAMATAN UJUNG JAYA KABUPATEN SUMEDANG
The village government strives for accountable village financial management and the use of village financial information systems as village efforts in the transparency of village finances. Accountable and transparent village financial reports can increase the trust of the village community so that the village can be accountable for village finances. The implementation of WEB Desa with Community Service activities in Palasari Village, Ujung Jaya District, Sumedang Regency using survey, interview, and community service methods in Palasari Village is carried out online using zoom media
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI USAHA KREATIF (SIARIF) DALAM MENDORONG WIRAUSAHA PADA UKM KULINER
Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat Desa Cidahu di Kecamatan Pasawahan berupa keterbatasan infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi, ketergantungan pada sektor pertanian dengan lahan yang terus menyempit dan minimnya diversifkasi produk yg dihasilkan di desa diperburuk pula oleh kurangnya pengetahuan dan kemampuan dalam usaha, kesulitan akses permodalan, dan tantangan dalam memasarkan produk secara efektif. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan efsiensi usaha masyarakat desa. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan motivasi dan pengetahuan para pekerja produktif untuk dapat berusaha dan peningkatan pengelolaan Industri Rumah Tangga (IRT) melalui penerapan aplikasi Smart Asset dan platform e-commerce desa. Program ini juga bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada generasi muda agar menjadi pengusaha yang mandiri dan berhasil, serta mengembangkan model E-Comdes sebagai sarana pengembangan usaha. Dengan demikian, diharapkan terjadi peningkatan minat, motivasi dan kemampuan generasi muda dalam berwirausaha yang berdampak pada peningkatan ekonomi desa secara keseluruhan. Hasil dari program ini diharapkan dapat menunjukkan peningkatan signifkan dalam berbagai aspek usaha desa. Penerapan aplikasi SIARIF dan platform e-commerce telah membantu pelaku usaha kuliner dalam mengelola produksi, keuangan, dan pemasaran dengan lebih efsien. Selain itu, aplikasi web informasi wisata dan industri kreatif telah memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya tarik produk lokal yang ada. Program ini juga diharapkan akan dapat berhasil meningkatkan minat generasi muda untuk berwirausaha dan menciptakan jaringan pemasaran yang lebih luas dan terkoordinasi bagi pelaku usaha sehingga mendukung keberlanjutan usaha dan pertumbuhan ekonomi desa secara keseluruhan
PELATIHAN USAHA MIKRO DAN KECIL (UMK) BIDANG KULINER DI KOTA BANDUNG
local economy. However, they face numerous challenges, especially following the COVID-19 pandemic. These challenges include increasing competition with the influx of new businesses, ineffective marketing strategies relying on traditional methods, and limited access to consistent raw materials. To address these issues, the Faculty of Economics at Parahyangan Catholic University, in collaboration with the First Baptist Church Bandung, organized a training and mentoring program for culinary MSEs. The program aimed to help MSEs adapt to market changes and enhance their competitiveness through various training sessions. Topics included product innovation to meet consumer trends, efficient supply chain management, digital marketing using social media and marketplaces, and workplace optimization to minimize waste. In addition to online training, participants received face-to-face coaching, providing personalized guidance to help them implement the knowledge gained. The results of the training showed significant improvements in participants\u27 knowledge and skills, particularly in product diversification, digital technology adoption, and supply chain system enhancements. This program is expected to assist culinary MSEs in growing and competing sustainably in an increasingly competitive market
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI RW 14 KELURAHAN TANAH TINGGI JAKARTA PUSAT
Hypertension is one of the health problems experienced by many elderly people. Hypertension causes physical disorders, causing the elderly’s health to become unstable. The unstable health of the elderly is indicated by the presence of symptoms such as headaches in the form of physical activity disorders in hypertensive sufferers can also affect functional and psychosocial status, as well as quality of life. The success of treating hypertension cannot be separated from the knowledge and compliance of the elderly in carrying out hypertension treatment and maintaining a healthy lifestyle. This activity was carried out with the aim of increasing the elderly’s understanding of hypertension and carrying out hypertension exercise movements. This community service activity was carried out in Tanah Tinggi sub-district area Jakarta with a total of 25 elderly people. This activity is divided into 3 sessions, namely hypertension education, making cucumber juice and a hypertension exercise demonstration. The results of this community service show that the elderly have a good understanding of hypertension and good behavior in carrying out hypertension treatment. And the elderly will adopt a healthy lifestyle and perform hypertension exercises regularly both in the community and home. This activity is in collaboration with Posyandu, Posbindu and Puskesmas, so that this activity can run sustainably and can become a joint program
Experimental Evaluation of CLIP-Based Zero-Shot Classification of Imbalanced Remote Sensing Scenes: Addressing Quantity Disparities in Data
This paper presents a zero-shot learning framework based on Contrastive Language Image Pretraining (CLIP) for Remote Sensing Scene Classification (RSSC). The proposed method addresses the challenge of imbalanced image quantities across different categories, which is often encountered in practical ap-plications. Traditional zero-shot learning methods in RSSC leverage pre-trained word embeddings to extract semantic features from category names or descriptions, which are then fixed during the learning process without adaptation to visual features. This leads to a gap between visual and semantic representations. We have integrated the slot deposit 5000 Vision Transformer with CLIP to enhance the alignment between visual and semantic features. Extensive experiments conducted on WHU-RS19 dataset demonstrate the effectiveness of the proposed framework, show-casing improved classification performance and generalization capabilities
Pengaruh Builder Design Pattern Pada Performa Aplikasi Dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Golang
In the industrial era 4.0, technological developments are increasingly progressing, including the field of software engineering. Therefore, a solution is needed to overcome problems during software development, especially application performance. The solution uses design patterns, one of them is the builder design pattern. The Builder Design Pattern is a design pattern in the world of programming that is used to simplify the process of creating complex objects by breaking and breaking code into simpler parts. The method used in this study is an experimental approach, in which researchers look for the influence between variables by using the benchmark evaluation method. This research was conducted by creating two program codes, one using the Builder Design Pattern and the other without using the Builder Design Pattern. Then, the two codes are tested using several performance metrics such as execution time and memory usage. The results of this research show that the use of the Builder Design Pattern can significantly affect performance in some cases. Therefore, the use of the Builder Design Pattern must be considered properly depending on the needs of the application being built to produce an application with maximum performance.
Key Words: Design Pattern, Builder Design Pattern, Benchmark, Execution Time
Pada era industri 4.0, perkembangan teknologi semakin mengalami kemajuan termasuk bidang rekayasa perangkat lunak. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk mengatasi masalah saat develop perangkat lunak khususnya performa aplikasi. Solusi tersebut dengan menggunakan design pattern, salah satunya builder design pattern. Builder design pattern merupakan salah satu design pattern dalam dunia pemrograman yang digunakan untuk mempermudah proses pembuatan objek kompleks dengan cara memecah dan kode menjadi beberapa bagian yang lebih sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan eksperimental, dimana peneliti mencari pengaruh antar variabel dengan menggunakan metode evaluasi benchmark. Penelitian ini dilakukan dengan membuat dua kode program, dimana satu menggunakan Builder design Pattern dan yang lainnya tanpa menggunakan builder design pattern. Kemudian, kedua kode tersebut diuji dengan menggunakan beberapa metrik performa seperti waktu eksekusi dan penggunaan memori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan builder design pattern dapat mempengaruhi performa yang cukup signifikan dalam beberapa kasus. Oleh karena itu, penggunaan builder design pattern harus dipertimbangkan dengan baik bergantung pada kebutuhan aplikasi yang dibangun untuk menghasilkan aplikasi dengan performa yang lebih maksimal.
Kata Kunci: Design Pattern, Builder Design Pattern, Benchmark, Execution Time