Open Journal - Universitas Komputer Indonesia
Not a member yet
4316 research outputs found
Sort by
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN CAL7CIO SPORTWEAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan oleh Cal7cio Sportwear dalam memasarkan produknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana strategi pemasaran tersebut diterapkan. Objek penelitian ini mencakup berbagai data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait, observasi langsung terhadap kegiatan pemasaran, serta pengumpulan dokumentasi yang relevan. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Cal7cio Sportwear dibagi menjadi tiga tahapan utama: Discovery Circle, Intent Circle, dan Strategy Circle. Setiap tahapan memiliki peran yang berbeda dalam mendukung efektivitas dan efisiensi proses promosi. Discovery Circle berfokus pada identifikasi dan pemahaman terhadap target pasar, Intent Circle menekankan pada pembentukan niat dan motivasi konsumen untuk membeli, sementara Strategy Circle mencakup perencanaan dan pelaksanaan strategi komunikasi yang dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran. Hasil riset ini menunjukkan bahwa penerapan ketiga strategi tersebut secara sinergis mampu meningkatkan efektivitas promosi dan mendorong pertumbuhan penjualan produk Cal7cio Sportwear.
Kata Kunci: strategi komunikasi, periklanan, pemasaranPenelitian ini ditunjukan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan oleh cal7cio sportwear dalam memasarkan produknya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini mengemukakan objek penelitian dimana data yang diperoleh didapat melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh cal7cio sportwear terbagi menjadi 3, yaitu: discovery circle, intent circle dan strategy circle. Dimana setiap strategi memiliki perannya masing-masing agar promosi yang dilakukan oleh cal7cio berjalan secara efektif dan efisien.
Kata Kunci: strategi komunikasi, periklanan, pemasara
Dinamika Komunikasi Digital dalam Advokasi Kesehatan Lingkungan: Studi Kasus Serlok Bantaran Cikapundung
Sungai Cikapundung di Kota Bandung mengalami degradasi lingkungan serius akibat pencemaran limbah domestik dan industri, yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan ekosistem air. Kondisi ini memicu lahirnya inisiatif konservasi berbasis komunitas, salah satunya Serlok Bantaran, yang memanfaatkan komunikasi digital sebagai strategi advokasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi digital dalam advokasi kesehatan lingkungan, dengan fokus pada tiga aspek utama: penyebaran informasi, partisipasi masyarakat, serta kolaborasi dan dukungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis konten media sosial komunitas Serlok Bantaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti Instagram, Facebook, dan YouTube berperan signifikan dalam mengedukasi masyarakat, memobilisasi relawan, serta membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, LSM, dan pemerintah. Komunikasi digital memungkinkan interaksi dua arah yang memperkuat keterlibatan publik dan memperluas jangkauan pesan kampanye. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa strategi komunikasi digital yang terencana, konsisten, dan berbasis lokal mampu meningkatkan efektivitas advokasi lingkungan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian Sungai Cikapundung.
Kata kunci: komunikasi digital, advokasi lingkungan, partisipasi masyarakat, Sungai Cikapundung, kolaborasi sosialSungai Cikapundung di Kota Bandung mengalami degradasi lingkungan serius akibat pencemaran limbah domestik dan industri, yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan ekosistem air. Kondisi ini memicu lahirnya inisiatif konservasi berbasis komunitas, salah satunya Serlok Bantaran, yang memanfaatkan komunikasi digital sebagai strategi advokasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi digital dalam advokasi kesehatan lingkungan, dengan fokus pada tiga aspek utama: penyebaran informasi, partisipasi masyarakat, serta kolaborasi dan dukungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis konten media sosial komunitas Serlok Bantaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti Instagram, Facebook, dan YouTube berperan signifikan dalam mengedukasi masyarakat, memobilisasi relawan, serta membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, LSM, dan pemerintah. Komunikasi digital memungkinkan interaksi dua arah yang memperkuat keterlibatan publik dan memperluas jangkauan pesan kampanye. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa strategi komunikasi digital yang terencana, konsisten, dan berbasis lokal mampu meningkatkan efektivitas advokasi lingkungan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian Sungai Cikapundung.
Β
Kata kunci: komunikasi digital, advokasi lingkungan, partisipasi masyarakat, Sungai Cikapundung, kolaborasi sosia
ESG and Financial Performance: A Comparative Study of Listed and Non-Listed Mining Companies in the SRI-KEHATI Index
This study aims to analyze the relationship between Environmental, Social, and Governance (ESG) scores and Return on Assets (ROA) in mining sector companies listed and not listed in the SRI-KEHATI index. The background of this research is based on the importance of implementing sustainability principles in company operations and how these principles affect financial performance. This study uses a quantitative approach with descriptive analysis methods and two statistical tests, namely the Independent Sample t-test for the risk variable and the coefficient of variation, and the Mann-Whitney U Test for the return variable. Data was obtained from the company\u27s annual report for the 2019-2023 period. The results showed that companies incorporated in the SRI-KEHATI index have higher ESG scores than companies that are not incorporated. However, there is no significant difference in risk and return between the two groups of companies. In addition, there is a positive trend between increasing ESG scores and financial performance (ROA). The implications of these findings suggest that a commitment to sustainability can strengthen reputation and improve the efficiency and long-term financial stability of companies.
Keywords: ESG; SRI-KEHATI; financial performance; profitability; mining companie
Dari Krisis ke Stabilitas: Menganalisis Perjalanan Pemulihan Keuangan BPD
This study aims to analyze the development of net profit in Bank Pembangunan Daerah (BPD) in Indonesia during the period from 2020 to 2024. The research problem focuses on the significant fluctuation in net profit observed in BPD, particularly after the impact of the COVID-19 pandemic. This descriptive quantitative study analyzes financial reports and secondary data from the Financial Services Authority (OJK) and Bank Indonesia. The findings indicate that BPD experienced a significant decline in net profit in 2020, followed by a steady recovery in the subsequent years. Key factors such as improved credit risk management, government stimulus policies, and increased non-interest income contribute to this recovery. The novelty of this research lies in its focus on the post-pandemic financial dynamics of BPD, which has not been widely explored in previous studies. The findings contribute to a deeper understanding of the factors influencing BPDβs financial performance, providing recommendations for future strategic improvements in financial management.
Keywords: Regional Development Bank; Net Profit; COVID-19 Impact; Financial Recovery; Risk ManagementPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan laba bersih Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia selama periode 2020 hingga 2024. Masalah penelitian berfokus pada fluktuasi signifikan laba bersih yang terlihat pada BPD, terutama setelah dampak pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menganalisis laporan keuangan dan data sekunder dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa BPD mengalami penurunan laba bersih yang signifikan pada tahun 2020, diikuti dengan pemulihan yang stabil pada tahun-tahun berikutnya. Faktor utama yang mendukung pemulihan ini antara lain pengelolaan risiko kredit yang lebih baik, kebijakan stimulus pemerintah, dan peningkatan pendapatan non-bunga. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap dinamika keuangan BPD pasca-pandemi yang belum banyak dibahas dalam literatur sebelumnya. Temuan ini memberikan kontribusi dalam pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja keuangan BPD, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan strategi manajemen keuangan di masa depan
Optimizing the Role of Waqf in the Development of Halal Tourism in Indonesia
Purpose: The purpose of this study is to analyze and understand the role of waqf as an alternative source of funding in the development of halal tourism in Indonesia. Methodology: This research adopts a literature study approach by collecting, analyzing, and synthesizing data from various relevant sources to draw comprehensive conclusions. Findings: The study finds that the significant potential of waqf funds in Indonesia can be optimized as an alternative financing mechanism for halal tourism development projects. This potential is supported by Indonesiaβs status as the country with the largest Muslim population, its strategic geographical location, rich biodiversity, and extensive natural landscapes. Utilizing waqf funds can enhance productivity and ensure better management outcomes for the benefit of the ummah. Furthermore, this financing alternative supports the circulation of the halal value chain within the halal tourism supply chain in Indonesia. Research limitations: This study is based on a literature review; thus, future empirical research is needed to validate the practical application of waqf-based financing models in halal tourism projects. Practical implications: The findings provide insights for policymakers, investors, and tourism developers on the potential of integrating waqf-based funding to strengthen the halal tourism sector. Social implications: Implementing waqf funds in halal tourism development can contribute to broader social welfare, promote economic inclusivity, and enhance community empowerment aligned with Islamic economic principles. Originality: This study highlights the underexplored potential of waqf as an innovative and sustainable financing solution for the development of halal tourism in Indonesia.
Keywords: Waqf; Halal Tourism; Indonesia; Islamic Economics; Tourism Developmen
Representasi Budaya Baduy dan Peranakan pada Estetika Interior Hotel Episode Gading Serpong
Pelestarian kebudayaan diperlukan untuk mempertahankan identitas budaya lokal yang dapat menjadi sarana sebagai pengenal identitas dan karakter. Representasi budaya dalam desain interior mencerminkan identitas, nilai dan tradisi suatu kelompok masyarakat. Hotel Episode Gading Serpong dipilih menjadi studi kasus dalam penelitian ini, karenaΒ letaknya yang berada di Provinsi Banten serta menghadirkannya konsep yang bertemakan Baduy dan Peranakan dalam interior hotelnya. Dalam kemodernitasan saat ini, Hotel Episode Gading Serpong menghadirkan representasi budaya Baduy dan Peranakan dalam estetika interior menciptakan pengalaman ruang yang tidak hanya estetis tetapi juga memiliki makna historis dan kultural. Penelitian ini menggunakan Teori Applied Aesthetic yang dikemukakan oleh Ahadiat Joedawinata digunakan untuk membahas ulasan bagaimana representasi budaya pada estetika interior diterapkan dalam perancangan ruang serta menganalisa bagaimana elemen budaya Baduy dan Peranakan muncul menjadi bagian estetika interior hotel. Metode penelitian secara kualitatif disampaikan secara analitif deskriptif dengan melakukan observasiΒ dan dokumentasi dari setiap elemen-elemen terpilih pada studi kasus dan studi literatur unuk pembahasannya. Melalui penelitian ini dapat menjadi pengetahuan tambahan tentang bagaimana korelasi antara representasi budaya dan desain pada interior ruang baik secara visual maupun perlakuan pada karakter seperti material, teknik, maupun sumber daya lainnya yang tampil pada estetika interior ruang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan memberikan rekomendasi implementasi sebuah konsep ruang dengan menunjukkan identitas budaya setempat.
Β
Kata Kunci: representasi budaya, estetika interior, fenomena budaya, identitas budayaGlobalisasi dapat menyebabkan homogenisasi budaya, sedangkan budaya sendiri merupakan sebuah ciri khas yang dimiliki oleh suatu kelompok orang dalam suatu wilayah, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Pelestarian kebudayaan diperlukan untuk mempertahankan identitas budaya lokal yang dapat menajdi sarana sebagai pengenal identitas dan karakter. Hotel Episode Gading Serpong dipilih menjadi studi kasus dalam penelitian ini. Dalam kemodernitasan saat ini, Hotel Episode Gading Serpong yang terletak di provinsi Banten menghadirkan konsep yang bertemakan Baduy dan Peranakan dalam interior hotelnya. Topik pembahasan penelitian adalah bagaimana kehadiran aspek estetika muncul melalui konsep budaya dalam konteks interior sebagai representasi karakter dan jati diri sutau wilayah dalam fenomena budaya materi (tangible). Melalui penelitian ini dapat diketahui bagaimana desain mempengeruhi representasi budaya melalui berbagai cara seperti perlakuan pada karakter baik secara visual, material, teknik, maupun sumber daya lainnya yang tampil pada estetika interior ruang. Penelitian bertujuan memberikan rekomendasi pengelohan sebuah konsep ruang dengan menunjukkan identitas budaya setempat. Luaran yang ditargetkan dapat terbit jurnal sehingga tidak saja meningkatkan wawasan internal tetapi juga dapat menjadi bank data penelitian-penelitian lainnya yang berbasis lokal budaya. Target TKT (Tingkat Kesiapterapan Teknologi) ada di TKT 2 yaitu formulasi konsep danatau aplikasi teknologi, dimana didalamnya terdapat poin-poin penjelasan mengenai awal mulai, prinsip-prinsip dasar yang diamatiuntuk melihat aplikasi praktis yang diterapkan, serta interpretasi aplikasi melalui rincian analisis yang mendukung asumsi dengan memberikan contoh-contoh studi
KAJIAN ELEMEN DOME JATI PADA BANDARA INTERNASIONAL KERTAJATI DI MAJALENGKA
Pada pembahasan ini dilakukan penelitian ornamen dome jati yang merupakan sebuah fasilitas yang berada di dalam area kedatangan bandara internasional kertajati, majalengka, provinsi jawa barat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tahun 2024 yang terfokus kepada salah satu ornamen yang menggabungkan gaya interior modern dan budaya lokal sunda yaitu simbol pohon jati yang dijadikan ikon pada daerah kertajati. Permasalahan pada dome jati adalah bagaimana dome jati dapat mendukung sebagai estetika interior dan dapat memperkenalkan identitas budaya lokal di bandara kepada pengunjung bandara. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif melalui observasi lapangan langsung sebagai data primer dan studi literatur sebagai data sekunder. Hasil penelitian pada dome jati ialah tidak hanya berfungsi sebagai ornamen dekoratif tetapi juga memperkuat identitas visual pada bandara kertajati. Penggunaan ornamen yang berbentuk daun jati, memiliki pola yang geometris, dan warna netral memberikan peran Β penting terhadap pengembangan ruang yang fungsional, estetis, serta memperkuat identitas bandara kertajati.
Β
Kata Kunci: Dome Jati, Bandara Kertajati, Budaya Sunda, Ornamen Desain, Identitas Lokal.Bandara Internasional Kertajati di Majalengka merupakan Bandara Internasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Bandara yang berstandar internasional ini memiliki desain interior bergaya modern dengan sentuhan budaya lokal. Salah satu elemen yang menarik terdapat di area kedatangan, yaitu sebuah instalasi fasilitas komunal berwarna putih yang dinamakan Dome Jati. Dome Jati dirancang dengan konsep yang menggabungkan antara elemen budaya Sunda dan kekayaan alam lokal, khususnya pohon jati yang merupakan ciri khas dari daerah Kertajati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif yang dihasilkan dari observasi lapangan dan studi literatur terkait. Data primer dihasilkan dari proses observasi secara langsung, dan data sekunder berdasarkan studi literatur terkait objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dome Jati tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada pengunjung bandara. Ornamen yang berbentuk daun jati, dengan pola geometris, dan penggunaan warna netral menjadi faktor utama yang memperkuat karakteristik budaya lokal yang selaras dengan keseluruhan desain interior Bandara. Dapat disimpulkan bahwa penerapan elemen Dome Jati mendukung penciptaan ruang yang estetis, fungsional dengan nilai budaya lokal, sehingga mampu memberikan kesan estetis pada ruang dan berfungsi sebagai pendukung fasilitas bandara. Selain itu, fasilitas ini juga dapat memperkuat citra Bandara Kertajati sebagai gerbang utama Jawa Barat
Implementasi Tema Sanctuary dan Konsep Wellness Berbasis Evidence-Based Design (EBD) sebagai Strategi Inovatif dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan:Studi Kasus di Puskesmas 1 Baturiti, Tabanan, Bali
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) berperan sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan primer di Indonesia. Namun, sering kali menghadapi keterbatasan infrastruktur dan pengelolaan ruang yang kurang optimal. Puskesmas 1 Baturiti, Tabanan, Bali mengalami tantangan serupa sehingga diperlukan perancangan ulang untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Penelitian ini mengadopsi tema Sanctuary dan Wellness, menawarkan pendekatan inovatif dengan menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman guna mendukung proses penyembuhan holistik. Tujuan dari penelitian ini adalah menyediakan solusi komprehensif yang mengintegrasikan aspek fisik, psikologis, dan emosional melalui penggunaan palet warna lembut serta elemen alami. Metode deskriptif kualitatif diterapkan dengan melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam, serta analisis dokumen arsitektural. Analisis mengungkap beberapa permasalahan utama, seperti keterbatasan ruang tunggu, pola sirkulasi tidak efisien, serta kurangnya fasilitas pendukung, termasuk ruang relaksasi. Pendekatan evidence-based design dalam perancangan ulang menghasilkan perbaikan pada efisiensi alur kerja, pengurangan waktu tunggu, serta peningkatan kenyamanan psikologis bagi pengguna. Inovasi desain diharapkan dapat menjadi model bagi fasilitas kesehatan lainnya dalam menerapkan elemen penyembuhan holistik yang mendukung pemulihan pasien serta kesejahteraan tenaga medis. Selain itu, perbaikan lingkungan fisik berkontribusi pada optimalisasi layanan kesehatan secara keseluruhan. Keunikan dari penelitian ini terletak pada integrasi konsep sanctuary dan wellness sebagai pendekatan inovatif dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur serta meningkatkan layanan kesehatan primer.
Β
Kata Kunci: evidence-based design, inovasi pelayanan, puskesmas, sanctuary, wellness
Β Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan garda terdepan layanan kesehatan primer di Indonesia, namun seringkali menghadapi keterbatasan infrastruktur dan tata kelola ruang yang kurang ideal. Puskesmas 1 Baturiti, Tabanan, Bali, mengalami tantangan serupa, sehingga perlu dilakukan perancangan ulang (redesain) untuk meningkatkan mutu pelayanan. Penelitian ini mengusung tema Sanctuary dan Wellness, yang menawarkan inovasi dengan menciptakan lingkungan menenangkan, nyaman, serta mendukung penyembuhan holistik. Tujuan penelitian ini adalah menyediakan solusi komprehensif yang mengintegrasikan aspek fisik, psikologis, dan emosional melalui pemilihan palet warna lembut dan penggunaan elemen alami. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen arsitektur. Analisis menunjukkan adanya permasalahan pada area tunggu yang terbatas, sirkulasi ruang tidak optimal, dan kurangnya fasilitas penunjang seperti area relaksasi. Redesain berbasis evidence-based design ini menghasilkan peningkatan efisiensi alur kerja, pengurangan waktu tunggu, dan peningkatan kenyamanan psikologis bagi pengguna. Inovasi desain ini diharapkan dapat menjadi model bagi fasilitas kesehatan lain dalam mengimplementasikan elemen penyembuhan holistik, yang tidak hanya mendukung proses penyembuhan pasien tetapi juga kesejahteraan staf. Sementara itu, peningkatan kualitas lingkungan fisik turut mendukung optimalisasi layanan kesehatan. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi konsep Sanctuary dan Wellness sebagai pendekatan inovatif mengatasi keterbatasan infrastruktur dan meningkatkan layanan kesehatan primer. Hasilnya sangat menggembirakan
Perusahaan Sosial Sebagai Bentuk Inovasi Sosial Mendorong Transformasi Perdesaan (Studi Kasus Rumah Mocaf Indonesia Banjarnegara)
Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan modernisasi berpengaruh pada tiap sektor, termasuk pertanian di perdesaan sehingga timbul perubahan atau transformasi di segala aspek seperti pekerjaan dan penghidupan, sosial dan budaya, dan fisik atau gunalahan. Proses perubahan tersebut dapat diciptakan secara eksogen maupun secara endogen seperti melalui inovasi sosial dalam bentuk wirausaha sosial agribisnis. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji inovasi sosial dengan bentuk wirausaha sosial perdesaan sektor agribisnis serta kaitannya dengan transformasi perdesaan dengan studi kasus Rumah Mocaf Indonesia Banjarnegara. Penelitian ini dilakukan dengan analisis kualitatif deskriptif menggunakan data-data sekunder. Temuan utama penelitian adalah Rumah Mocaf Indonesia memenuhi kriteria wirausaha sosial, unsur inovasi sosial, serta bahwa modal sosial dalam jejaring sosial berperan penting dalam proses inovasi-wirausaha sosial tersebut. Temuan selanjutnya adalah inovasi-wirausaha sosial perdesaan sektor agribisnis pada studi kasus dapat mendorong transformasi perdesaan dengan tingkat pada transformasi pertanian
Deep Learning Security Schemes in IIoT: A Review
The Industrial Internet of Things (IIoT) is a fast-growing technology that might digitize and connect numerous industries for substantial economic prospects and global GDP growth. By the fourth industrial revolution, Industrial Internet of Things (IIoT) platforms create massive, dynamic, and inharmonious data from interconnected devices and sensors. Security and data analysis are complicated by such large diverse data. As IIoT increases, cyberattacks become more diversified and complicated, making anomaly detection algorithms less successful. IIoT is utilized in manufacturing, logistics, transportation, oil and gas, mining, metallurgy, energy utilities, and aviation. IIoT offers significant potential for industrial application development, however cyberattacks and higher security requirements are possible. The enormous volume of data produced by IoT devices demands advanced data analysis and processing technologies like deep learning. Smart assembly, smart manufacturing, efficient networking, and accident detection and prevention are possible with DL algorithms in the Industrial Internet of Things (IIoT). These many applications inspired this article on DL\u27s IIoT potential