Open Journal - Universitas Komputer Indonesia
Not a member yet
4316 research outputs found
Sort by
Maxims of Politeness on Arthur’s Final Goodbye to John from Red Dead Redemption 2
The point of this research is to identify and analyze how Arthur’s utterances in Red Dead Redemption 2 promote politeness maxims, developing deep emotional bonds. This emphasizes language’s role in enhancing social harmony – a significant aspect of inclusivity in the digital era. Focusing on the significance of building inclusive and sustainable community, this research highlights how Leech’s politeness maxims maintain their impact in fostering social harmony. Applying a descriptive qualitative method, this research involved extracting and categorizing utterances based on Leech’s politeness maxims, analyzing their frequency and contextual significance. The findings demonstrate that Arthur’s choice of utterances cultivates emotional bonds in his interaction with John. These utterances successfully minimize conflict and maximizing goodwill. Politeness Maxims enhance emotional engagement and contribute to a more immersive narrative experience. Furthermore, they play a crucial role in deepening character relationships and emotional authenticity in video game storytelling – enhancing socially engaging experiences
Perancangan E-Book Sebagai Media Pengenalan Permainan Tradisional Kepulauan Riau Kepada Guru Dan Orang Tua
Playing is important for the developmental stages of early childhood, as it can enhance intelligence in strategy planning and build a child\u27s character education. Character education for children can be formed through playing traditional games. Indonesia is a country that has many traditional games that have been played for generations, but their existence is starting to fade due to the rapid flow of modernization and increasingly advanced technology, making today\u27s children prefer playing gadget games and making them mature faster than their age. To prevent children from forgetting traditional games and becoming individualistic, the approach to playing can be started from the closest adults such as teachers and parents. The researcher has chosen one region, namely the Riau Islands, to make an E-Book containing traditional games from the Riau Islands which includes information about the games, number of players, tools and materials, how to make them and how to play them, in order to bring back children\u27s love for traditional games in Indonesia and is expected to have good habits so that they can become children with strong character in their behavior.Bermain adalah hal yang penting untuk masa perkembangan anak usia dini, karena dapat meningkatkan kecerdasan dalam mengatur strategi dan membentuk pendidikan karakter anak. Pendidikan karakter untuk anak dapat dibentuk melalui bermain permainan tradisional. Indonesia merupakan negara yang memiiliki banyak permainan tradisional yang sudah dimainkan secara turun temurun, namun eksistensinya mulai memudar karena arus modernisasi yang sangat cepat dan teknologi semakin dibuat canggih, membuat anak-anak zaman sekarang lebih menyukai bermain permainan gadget dan membuat mereka lebih cepat dewasa daripada usianya. Agar mencegah anak melupakan permainan tradisional dan menjadi individualistis, pendekatan dalam bermain dapat dimulai dari orang dewasa terdekat seperti guru dan orang tua. Peneliti mengambil salah satu daerah yaitu Kepulauan Riau untuk dibuatkan E-Book berisi permainan tradisional kepulauan riau yang berisi informasi permainan, jumlah pemain, alat dan bahan, cara membuat dan cara bermain untuk mengembalikan rasa cinta anak-anak terhadap permainan tradisional di Indonesia dan diharapkan mempunyai kebiasaan yang baik sehingga mereka dapat menjadi anak yang memiliki karakter yang kuat dalam berperilaku
Interpretasi Manga berbasis Klasifikasi Ateji dari Segi Sudut Pandang pada Shounen Magazine
Manga interpretation based on ateji classification in Shounen magazine is a linguistic overview of ateji, which is a case of a letter not following the rules of reading or meaning. This article attempted to explain the ateji classification of manga in the 30th issue of Shounen magazine published in 2024. Data was from manga sources with various genres were analyzed using qualitative data analysis techniques, with the classification of ateji and ruby in terms of perspectives. The results of the analysis indicated that the classification of ateji in this study are divided into the following classifications: (i) ruby of subjective understanding into an expression of objective understanding with 40 data; (ii) ruby of objective understanding into an expression of subjective understanding with 12 data; (iii) interrelated ateji with a total of 8 data; and (iv) ateji involving various perspectives with 9 data.
Keywords: Ateji, Ruby, PerspectivesInterpretasi Manga berbasis klasifikasi ateji pada Shounen magazine adalah sebuah tinjauan linguistik ateji yang merupakan kasus sebuah huruf tidak mengikuti aturan cara baca ataupun makna. Tulisan ini mencoba menjelaskan klasifikasi ateji pada manga yang ada di dalam shounen magazine edisi 30 terbitan tahun 2024. Data dari sumber manga dengan genre yang beragam ini, menggunakan teknik analisis data kualitatif, dengan klasifikasi ateji dan ruby dari segi sudut pandang. Hasil analisis menunjukkan bahwa klasifikasi ateji pada penelitian ini, dibagi menjadi klasifikasi sebagai berikut: (i) ruby perspektif subjektif ke dalam ekspresi perspektif objektif dengan 40 data; (ii) ruby perspektif objektif ke dalam ekspresi perspektif subjektif sebanyak 12 data; (iii) ateji yang saling berkaitan dengan total 8 data; serta (iv) ateji yang melibatkan berbagai perspektif sebanyak 9 data.
Kata kunci: Ateji, Ruby, Sudut Pandan
Language Features of Women in Zoe Sugg’s Vlog a Very Homey Weekend
Women’s language in the field of sociolinguistics indicated the women’s behaviour characteristics. The women’s language is women are expected to speak in universal characteristics suggested by Lakoff (1975). The aims of this research are to analyse and describe the features of women’s language in a vlog by Zoe Sugg. The method of this research is qualitative research with a descriptive method with the data in the form of spoken utterances of YouTube vlogs, published on April 22, 2022, which consists of several vlog’s activities for instance: daily routine, fashion, and special events. The findings of this research revealed that from ten features of women’s language all features are in the vlog and also, all of the functions can be found in the vlog. The result of this study research can be applied for reference to teaching material, particularly in sociolinguistics.
Keywords: Women’s Language Features, Women’s Language Functions, Vlo
A Semiotic Analysis of Mental Health: Depression Reflected in Voices in My Head by Falling in Reverse Music Video
This research discusses the meaning of mental health, specifically depression that is reflected in the lyrics and music video of the song titled Voices in My Head by Falling in Reverse. This research applied qualitative descriptive method along with Roland Barthes semiotic perspective to find the signification process in the data that is related to the issue, and also types of mental disorder limited to depression as outlined by Keliat. The findings reveal how both the lyrics and visual elements in the music video contribute to the representation of mental health issue, it also shows the common struggle of battling inner thoughts and refusing to seek help due to the fear of being shamed by the public. From the result, it can be concluded that the music video is helpful in portraying taboo subject of mental health issue, especially depression.
Keywords: Semiotics, Music Video, Mental Healt
PERLINDUNGAN PEREMPUAN DI BAWAH UMUR TERHADAP POTENSI TINDAK KEKERASAN DALAM PERKAWINAN ADAT DI TOBELO: Protection of Underage Women Against Potential Violence In Traditional Marriage At Tobelo
Perkawinan adat menjadi emergency exit dalam upaya mengatasi persoalan hamil di luar nikah akibat pergaulan bebas di kalangan remaja. Dampak perkawinan instan tersebut berpotensi menimbulkan ketimpangan gender yang dialami oleh perempuan sebagai pihak yang lemah dan berkorelasi terjadinya persoalan tindak kekerasan serta pengenyampingan hak anak dalam mengembangkan kapasitas diri. Ketidakpastian pemberlakuan hukum secara konsisten dan timpangnya tradisi serta inkonsistensi penerapan norma dan sanksi adat membuat melemahnya budaya hukum dan tingkat kepatuhan hukum. Berdasarkan observasi dan in-depth interview yang dilakukan dalam penelitian ini terungkap data dan fakta bahwa lemahnya kekuatan hukum yang mengikat pada praktik perkawinan adat di bawah umur berpotensi menimbulkan dampak ketimpangan gender, pengabaian hak, pengingkaran tanggung jawab, tindak kekerasan dan ketidakadilan. Penguatan dan pembaharuan hukum dalam ranah hubungan integral antara hukum adat dan hukum positif yang ada dilakukan secara komprehensif sehingga terbentuk keselarasan norma, sistem dan kelembagaan yang menjamin adanya kepastian hukum dan proteksi terhadap terhadap pelanggaran hak dan ketidakadilan. Restorative Justice yang mengedepankan mediasi, rekonsiliasi dan pemulihan adalah model pendekatan yang ideal dalam penyelesaian konflik yang terjadi
PELATIHAN MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI PADA GURU SD DAN SMP
ABSTRACT
School Sanitation is an important element in improving the quality of education because it has a significant impact on improving the health and comfort of students at school, one of the components is Menstrual Hygiene Management (MKM). MHM is the management of hygiene and health when girls are menstruating. In Indonesia, MHM has been included in the UKS but has not received integrated attention and treatment and limited knowledge of teachers about MHM. Another important issue related to MHM is the fact that male students tend to bully female students who are menstruating. Because of the importance of MHM to school teachers, YARSI University in collaboration with UNICEF Indonesia conducted MHM training for teachers through a webinar enrolled by 385 teachers from many provinces in Indonesia, however only 121 teachers could be evaluated heir knowledges. Most of the MHM training participants (86.9%) were female teachers. After the training, there was a significant increase in the level of teacher knowledge about MHM by 55.6%, using the wilcoxom test showed that there was a significant difference between knowledge before and after education (p<0.05). Through training, it is hoped that the MHM program could be implemented in schools. Teachers can deliver MHM material as part of reproductive health lessons at school, implement MHM as a mandatory activity at UKS, and provide various facilities needed by students. Other important goal was that male students have a positive attitude towards female students so gender equality will be achieved.
Key words: menstrual hygiene management; school; teacher
ABSTRAK
Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) merupakan pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat anak perempuan mengalami menstruasi. Di Indonesia, saat ini, MKM sudah masuk dalam UKS akan tetapi belum mendapat perhatian dan penanganan yang terintegrasi. Pentingnya isue MKM di sekolah terkait tiga hal yaitu rendahnya sarana sanitasi yang layak di sekolah, kurangnya akses informasi siswa mengenai pengelolaan kebersihan menstruasi secara baik dan benar, dan banyak guru yang belum tahu mengenai MKM. Tujuan dari PkM adalah melakukan sosialisasi MKM pada guru sekolah, Universitas YARSI bekerja sama dengan UNICEF Indonesia melakukan Pelatihan MKM pada guru sekolah melalui webinar yang diikuti oleh guru dengan peserta sebanyak 385 guru, akan tetapi hanya 121 peserta yang dapat dianalisis. Sebagian besar peserta pelatihan MKM (86,9%) adalah guru perempuan. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan bermakna dari tingkat pengetahuan guru mengenai MKM sebesar 55,6%, dengan menggunakan uji wilcoxom memperlihatkan bawa terdapat perbedaan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p<0,05). Melalui pelatihan guru diharapkan program MKM dapat diterapkan di sekolah. Guru dapat menyampaikan materi MKM sebagai bagian dalam pelajaran kesehatan reproduksi di sekolah, melaksanakan MKM sebagai salah satu kegiatan wajib pada UKS, dan menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan siswa. Tujuan penting lainnya Siswa laki-laki dapat bersikap positif terhadap siswa perempuan dalam memenuhi kesetaraan gender.
Kata kunci: manajemen kebersihan menstruasi; sekolah; gur
PELATIHAN INOVASI PEMBELAJARAN PADA GURU SMKS AL-HUSNA KAB. SUBANG
Kabupaten Subang, terletak di Provinsi Jawa Barat dan masih berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bandung Barat. Jumlah fasilitas Pendidikan tingkat Menengah Umum yang bisa diakses oleh warga Kabupaten Subang hanyalah sebanyak 50 SMA dan 110 SMK baik negeri maupun swasta. Berdasarkan hasil data BPS, Kabupaten Subang memiliki skor Indeks Pendidikan paling kecil dari 28 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan cara melakukan inovasi dalam pembelajaran. Salah satu metode inovasi dalam pembelajaran yang dapat diterapakan dalam kelas adalah melalui pengajaran dengan cara game based learning. Pada pengabdian masyarakat ini telah dilakukan workshop pembelajaran menggunakan demo game board D.Seru untuk mata pelajaran marketing di SMKS Al-Husna. Pemilihan Game D.Seru diharapkan dapat menginspirasi para guru untuk dapat meningkatkan inovasi dalam pembelajaran dan juga meningkatkan kemampuan literasi dan numerik pada siswa melalui mata pelajaran ekonomi. Dari hasil workshop yang telah dilakukan, metode game based learning dirasakan lebih menyenangkan dibandingkan dengan metode pengajaran secara ceramah klasikal. Hasil survey menunjukkan sebanyak 45% guru yang mengikuti workshop bersedia untuk menerapkan pembelajaran menggunakan game based learning di kelasnya
P, P, M, S, I, @, C, T, P, K, I, Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram @CoppaMagz Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mahasiswa K-Popers
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram @CoppaMagz Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mahasiswa K-popers. Penggunaan media sosial Instagram memiliki manfaat sebagai tempat untuk menyebarkan informasi guna memenuhi kebutuhan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 400 responden yang merupakan pengikut akun Instagram @CoppaMagz. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar secara daring. Disebarkan melalui dua media sosial yaitu Instagram (DM) dan aplikasi X melalui akun @collagemenfess. Pengikut akun Instagram @CoppaMagz dijadikan populasi penelitian ini. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji heterokedastisitas, uji regresi sederhana, koefisien korelasi, koefisien determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel penggunaan media sosial (X) signifikan positif terhadap variabel kebutuhan informasi (Y). Variabel penggunaan media sosial memberikan pengaruh sebesar 71,9% terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa k-popers sedangkan sisanya sebesar 28,1% merupakan faktor maupun variabel yang tidak diteliti oleh peneliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Instagram, Penggunaan Media Sosial, Kebutuhan Informasi.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram @CoppaMagz Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mahasiswa K-popers. Penggunaan media sosial Instagram digunakan sebagai wadah untuk menyebarkan informasi guna memenuhi kebutuhan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 400 responden yang merupakan pengikut akun Instagram @CoppaMagz. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar secara daring. Disebarkan melalui dua media sosial yaitu Instagram (DM) dan aplikasi X melalui akun @collagemenfess. Populasi dari penelitian ini adalah pengikut akun Instagram @CoppaMagz. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji heterokedastisitas, uji regresi sederhana, koefisien korelasi, koefisien determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel penggunaan media sosial (X) signifikan positif terhadap variabel kebutuhan informasi (Y). Variabel penggunaan media sosial memberikan pengaruh sebesar 71,9% terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa k-popers sedangkan sisanya sebesar 28,1% merupakan faktor maupun variabel yang tidak diteliti oleh peneliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Instagram, Penggunaan Media Sosial, Kebutuhan Informas
Penerapan Simple Additive Weighting (SAW) dalam Rancang Bangun Penentuan Karyawan Terbaik di BPS Provinsi Jawa Timur
Karyawan dapat dianggap sebagai sumber keistimewaan untuk bisnis. Karyawan yang berpengalaman dapat meningkatkan performa untuk perusahaan ke tingkat yang lebih unggul. Untuk meningkatkan kinerja karyawan agar menjadi lebih baik, maka BPS Jawa Timur melakukan penentuan karyawan terbaik pada setiap bulan. Terdapat kelemahan dari proses pemilihan karyawan terbaik yang ada, di antaranya adalah proses penentuan karyawan terbaik yang ada berlangsung lama (Sekitar satu minggu) yang dikarenakan karena diselingi aktivitas lain dan tidak ada pembobotan untuk menilai secara kualitatif kinerja karyawan yang didasarkan pada indikator BerAkhlak. Solusi yang diberikan adalah membangun aplikasi penentuan karyawan terbaik dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Penerapan metode SAW ini digunakan untuk pengelolaan data karyawan bulan Januari sampai November tahun 2024. Hal ini bertujuan agar penilaian kinerja dapat dilakukan lebih cepat dalam memilih karyawan terbaik (Tiga karyawan terbaik setiap bulannya). Hasil dari aplikasi ini adalah dapat digunakan untuk menentukan karyawan terbaik berdasarkan kinerja karyawan, dapat mempercepat proses penilaian menggunakan metode import data nilai, dan waktu percobaan aplikasi dengan menggunakan metode Black Box Testing adalah 23 fungsi yang ada telah berhasil dijalankan oleh sistem dan total waktu responsif pada aplikasi tersebut sekitar 01.79 Menit dibandingkan dengan waktu sebelum adanya aplikasi tersebut sekitar 4 sampai 5 minggu. Aplikasi ini menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan oleh pengguna seperti daftar karyawan, detail data nilai (Semua karyawan dan masing-masing karyawan), hasil analisis, dan riwayat data. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat mempermudah pengguna dalam melampaui permasalahan dan kekurangan yang ada