Jurnal Sains Farmasi & Klinis
Not a member yet
    364 research outputs found

    Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Ulkus Diabetikum di Instalasi Rawat Inap (IRNA) Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang

    No full text
    Penggunaan antibiotik yang rasional sangat diperlukan untuk mengurangi terjadinya resistensi, tingkat keparahan penyakit, biaya pengobatan dan lama waktu perawatan bagi penderita infeksi ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran karakteristik demografi dan klinis pasien ulkus diabetikum di Instalasi Rawat Inap (IRNA) Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang, pola penggunaan antibiotik, ketepatan penggunaan antibiotik dan hubungannya terhadap clinical outcome dan rasionalitas antibiotik. Penelitian dilakukan secara prospektif. Sebanyak 28 pasien memenuhi kriteria inklusi. Karakteristik demografi menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (60-72 %), umur 45-60 tahun (46,44 %). Karakteristik klinis pasien menunjukkan mayoritas pasien dengan lama rawatan 3-7 hari (53,57 %), riwayat tukak 1-3 bulan (60,72 %), infeksi berat (71,43 %), clinical outcome membaik (71,43 %). Pola penggunaan antibiotik tunggal terbanyak adalah Seftriakson (13 %), Metronidazol (13%) dan kombinasi antibiotik Seftriakson + Metronidazol (26,1 %). Penilaian rasionalitas penggunaan antibiotik adalah tepat indikasi (100 %), tepat pasien (100%), tepat obat (89,28 %), tepat regimen dosis (57,14 %) dan potensi interaksi obat (67,85 %). Berdasarkan analisa statistik, tidak ada hubungan yang bermakna antara karakteristik demografi dan klinis terhadap clinical outcome dan rasionalitas antibiotik (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien ulkus diabetikum belum rasional

    Pemilihan Bahan Pengisi untuk Formulasi Tablet Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl)

    No full text
    Buah mahkota dewa merupakan tanaman yang digunakan sebagai alternatif untuk mencegah kanker. Pengembangan produk mahkota dewa menjadi bentuk sediaan tablet akan lebih menjamin khasiat dan efek yang diinginkan, dan pengaturan dosis yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memilih bahan pengisi yang tepat untuk formulasi tablet ekstrak buah mahkota dewa sehingga memenuhi persyaratan kontrol kualitas sebagai sediaan tablet. Ekstraksi yang digunakan untuk mendapatkan flavonoid sebagai anti kanker yaitu dengan perkolasi. Tablet dibuat dengan teknik granulasi basah, kemudian dilakukan uji sifat fisik tablet yaitu keragaman bobot, keseragaman ukuran, kerapuhan, kekerasan, waktu hancur dan uji kandungan  flavonoid pada tablet. Hasil sifat fisik ketiga formula menghasilkan kekerasan untuk tablet dengan pengisi laktosa; amilum; dan kalsium fosfat adalah 6,00 ± 0,52; 4,76 ± 0,35; dan 5,93 ± 0,28 kg. Berikut kerapuhan adalah 0,30 ± 0,1; 1,67 ± 0,58;  dan 0,47 ± 0,06 % untuk bahan pengisi laktosa, amilum dan kalsium fosfat. Waktu hancur adalah 4,26  ± 0,29; 5,69 ± 0,28; dan 3,89 ± 0,19 menit untuk bahan pengisi laktosa, amilum dan kalsium fosfat. Disimpulkan, bahwa tablet yang memiliki sifat fisik yang paling baik adalah tablet dengan bahan pengisi kalsium fosfat karena memenuhi semua persyaratan Farmakope dan waktu hancur paling cepat

    Development and Validation of Loperamide Hydrochloride Tablet Analysis Method with Absorbance and Area under Curve Methods Spectrophotometrically

    No full text
    Development and validation of loperamide hydrochloride tablet method of analysis with absorbance method and area under the curve method have been done. This study used methanol and hydrochloric acid 0.1 N (9: 1) as the best solvent with maximum absorption at wavelength 259.00 nm. Linearity of loperamide hydrochloride was obtained in the concentration range 200-600 ppm with correlation coefficient value with absorbance method and the areas under the curve method were 0.9998 and 0.9865, respectively. The results showed that the levels of loperamide hydrochloride in generic tablets obtained by absorbance method and the area under the curve method were 105.71% and 96.20%, respectively. The results of determination of loperamide levels in tablets of trademark obtained by absorbance method and the area under the curve method were 102.85% and 98.57%, respectively. The level of both samples met the requirements of Pharmacopoeia Indonesia edition V that is 90% -110%

    Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etil Asetat Daun Tampa Badak (Voacanga foetida (Bl.)K.Schum) pada Kanker Kolon HTB-38

    No full text
    Kanker kolon merupakan penyakit yang ditandai oleh perkembangan sel yang tidak terkendali di lapisan epitel pada usus besar. Salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas sebagai antikanker yaitu tumbuhan tampa badak (Voacanga foetida (Bl.) K.Schum). Tumbuhan tampa badak adalah keluarga apocynaceae yang memiliki aktivitas antikanker terhadap sel kanker darah (L1210 dan K256), sel kanker paru (A549) dan sel kanker serviks (HeLa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksik ekstrak etil asetat daun tampa badak terhadap sel kanker kolon HTB-38. Metode yang digunakan pada pengujian ini adalah metode MTT Assay pada waktu 24, 48 dan 72 jam. Parameter yang digunakan adalah IC50. Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai IC50 ekstrak etil asetat daun tampa badak terhadap sel kanker kolon HTB-38 pada waktu 24, 48 dan 72 jam masing-masing sebesar 0,0287, 0,0776 dan 0.0415 μg/mL. Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa ekstrak etil asetat daun tampa badak mempunyai efek sitotoksik kuat terhadap sel kanker kolon HTB-38. Hasil uji ANOVA menyatakan bahwa terdapat perbedaan persen viabilitas antara konsentrasi 0,1 μg/mL, konsentrasi 0,5 μg/mL dan konsentrasi 1 μg/mL (p<0,05) tetapi lama waktu inkubasi tidak memiliki pengaruh terhadap nilai persen viabilitas (p>0,05)

    Pengaruh Brief Counseling Terhadap Konsumsi Lemak Pada Pasien Hipertensi di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin

    No full text
    Behavior of patients with high fat intake may lead to inadequate treatment goals resulting in decreased quality of life of hypertensive patients. The objective of this study was to investigate the effect of brief counseling-5A on fat intake in outpatient hypertensive patients at H. Moch.Ansari Saleh General Hospital Banjarmasin.This study is a quasi-experimental study using two group pretest and postest with prospective data retrieval.Subjects meeting the inclusion criteria of 68 patients into two groups of 34 intervention patients and 34 non-intervention patients. Exclusion criteria were patients with conditions of pregnancy, deafness and absenteeism at subsequent visits.Data collection was done by conducting interviews and filling out questionnaires on the level of medical behavior, Food Frequency Questionnaire (FFQ) questionnaire.The results showed that giving a brief counseling-5A can change the behavior of patients to fat intake in the treatment group patients changed significantly with an average increase of Δ1 = -33.52 ± 24.57 and p = 0.985, at Δ2 = -15.94 ± 17.11 and p = 0.053. It was concluded that a 5un brief counseling of hypertensive patients could positively alter the patient’s behavior in the fat intake of hypertensive patients.Perilaku pasien dengan asupan lemak tinggi yang dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuan terapi sehingga terjadi penurunan kualitas hidup pasien hipertensi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh brief counseling-5A terhadap asupan lemak pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUD H. Moch.Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimental dengan menggunakan two group pretest and postest dengan pengambilan data secara prospektif. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 68 pasien menjadi dua kelompok yaitu 34 pasien intervensi dan 34 pasien tidak intervensi. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan kondisi hamil, tuli dan tidak hadir pada kunjungan berikutnya. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner tingkat perilaku berobat, kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian brief counseling-5A dapat merubah perilaku pasien terhadap asupan lemak pada pasien kelompok perlakuan mengalami perubahan secara signifikan dengan rata-rata nilai peningkatan Δ1= -33,52±24,57 dan p=0,985, pada Δ2=-15,94±17,11 dan p=0,053. Disimpulkan bahwa brief counseling-5A pasien hipertensi secara positif dapat merubah perilaku pasien dalam asupan lemak pasien hipertensi

    Evaluasi Penggunaan Obat Antitiroid Pada Pasien Hipertiroid di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Indonesia

    No full text
    Hyperthyroidism is the second largest hormonal disease in Indonesia after diabetes mellitus. The most common cause of hyperthyroidism is Graves’ disease. Untreated in hyperthyroid patients will causes decreased patient quality of life, atrial fibrillation and osteoporosis. Therefore need a therapy to control thyroid hormone levels in the normal range, one of them with antithyroid drugs. This study aims to determine the patterns of antithyroid use and evaluate the appropriateness use of antithyroid drugs in patients hyperthyroidism include precise indications, precise medications, precise patients and appropriate doses. This study is a descriptive study that retrospective data collection using patient medical records during the period January-December 2015 in Polyclinic Dr. M. Djamil hospital Padang. The number of patients who fulfills  the inclusion criteria are 175 patients. Antithyroid drugs used in patients with hyperthyroidism are PTU (82,75%) and thyrozol (17,25%). The results showed that inappropriate indication and inappropriate drug was not found, while there were 13 patients (7,43%) with an inappropriate dosage regimen and 1 patients (0,57 %) with inappropriate patient.Hipertiroid merupakan penyakit hormonal kedua terbesar di Indonesia setelah diabetes melitus. Penyebab terbanyak yang dapat menimbulkan keadaan hipertiroid adalah penyakit Graves. Pasien hipertiroid yang tidak diobati akan berisiko menurunnya kualitas hidup, atrial fibrilation dan osteoporosis. Oleh karena itu diperlukan terapi untuk mengontrol kadar hormon tiroid pada batasan normal, salah satunya dengan obat antitiroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antitiroid dan mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antitiroid pada pasien hipertiroid meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif menggunakan rekam medik pasien selama periode Januari-Desember 2015 di Poliklinik Khusus RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jumlah pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 175 pasien.  Obat antitiroid yang digunakan pada pasien hipertiroid adalah PTU (82,75%) dan thyrozol (17,25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan indikasi dan ketidaktepatan obat tidak ditemukan, sedangkan terdapat 13 pasien (7,43%) tidak tepat dosis, dan 1 pasien (0,57%) tidak tepat pasien.Â

    Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis Linn) serta Penentuan Kadar Fenolat Total dan Uji Aktivitas Antioksidan

    No full text
    Lawsonia inermis Linn is the plants into the Lythraceae family. This plant has proven to be able to treat a variety of diseases. This research were aimed to identify the characterization of ethanol extracts and simplicia of  henna leaves, determine the total phenolic content with Folin-Ciocalteau method and antioxidant activity with Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP). The extraction was performed using 70 % ethanol. Characterization of simplicia was a powder, greenish brown color, bitter tasted and a distinctive odor. The loss of drying simplisia was 4.92 % ± 0.16, total ash was 4.61 % ± 0.02, acid insoluble ash was 4.43 % ± 0.14, water soluble concentration was 3.30 % ± 0.06, and ethanol soluble concentration was 25.46 % ± 0.18. Characterization of ethanol extracts was viscous, brown in color, typical odor and bitter tasted. The water content of ethanol extracts was 9.98 % ± 2.00, total ash content was 2.63 % ± 0.91, and non acid soluble ash content was 0.36 % ± 0.11. The results of the determination of the total phenolics of ethanol extracts was 16.02 g/100 g. And antioxidant activity of ethanol extract was 2.85 mmol Fe (II)/100 gLawsonia inermis Linn merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Lythraceae. Secara farmakologi telah terbukti dapat mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi simplisia dan ekstrak etanol daun pacar kuku, menentukan kadar fenolat total dengan metoda Folin-Ciocalteau dan uji aktivitas antioksidan dengan metode Ferric Reducing Antioxidant Power. Daun pacar kuku diambil di daerah Padang, Sumatera Barat dan dimaserasi menggunakan pelarut etanol 70% hingga didapatkan ekstrak etanol daun pacar kuku. Dari karakterisasi simplisia daun pacar kuku diketahui bahwa bentuknya serbuk, warna coklat kehijauan, rasa pahit dan bau yang khas. Parameter susut pengeringan simplisia diperoleh sebesar 4,92% ± 0,16, kadar abu total 4,61% ± 0,02, kadar abu tidak larut asam 4,43% ± 0,14, kadar sari larut air 3,30% ± 0,06, dan kadar sari larut etanol 25,46% ± 0,18. Karakterisasi ekstrak etanol daun pacar kuku secara organolpetis diketahui bahwa bentuknya cairan kental, warna coklat, rasa kelat dan bau yang khas. Parameter kadar air ekstrak etanol daun pacar kuku didapatkan sebesar 9,98% ± 2,00, kadar abu total 2,63% ± 0,91, dan kadar abu tidak larut asam 0,36% ± 0,11. Hasil penentuan kadar fenolat total ekstrak etanol daun pacar kuku adalah 16,02 g/100g. Aktivitas antioksidan ekstrak daun pacar kuku yaitu 2,85 mmol Fe(II)/100

    Penghambatan Interaksi Eutektik Akibat Energi Kompresi dengan Penambahan Pati Jagung

    No full text
    This research has been carried out to study inhibition of eutectic interaction which occurs on compressed binary mixture of ibuprofen-stearic acid by addition of corn starch. Corn starch was mixed into binary mixture of 40:60 (% b/b) ibuprofen-stearic acid with composition 10, 20, and 30% (w/w) and then compressed into tablet form. The physical characterization was conducted using tensile strength test, differential thermal analysis (DTA), powder X-ray diffraction (PXRD), Fourier transform infrared (FT-IR), and scanning electron microscope (SEM). According to tensile strength test, the value was reduced upon addition of 10 and 20% corn starch compared to the compressed binary mixture. Addition 20% corn starch to compressed binary mixture shifted the eutectic diffraction peaks with a decline in intensity during PXRD study. Thermal analysis of compressed binary mixture-20% corn starch exhibited an increase in eutectic point, and FT-IR spectrum was observed no difference compared to the compressed binary mixture. SEM analysis indicated that 20% corn starch addition was able to inhibit sintering phenomena by dispersed on particle’s surfaces. Physical characterizations result in the conclusion that corn starch can inhibit the eutectic interaction between ibuprofen and stearic acid upon compressionPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui penghambatan interaksi eutektik yang terjadi pada pengempaan campuran biner ibuprofen-asam stearat dengan penambahan pati jagung. Pati jagung ditambahkan ke dalam campuran biner ibuprofen-asam stearat 40:60 (% b/b) dengan komposisi 10, 20, dan 30% (b/b) kemudian dikempa. Karakterisasi fisik tablet kempa dilakukan menggunakan analisis kekuatan mekanik, differential thermal analysis (DTA), difraksi sinar-X serbuk (DSXS), spektroskopi fourier transform infrared (FT-IR), dan scanning electron microscope (SEM). Uji kekuatan mekanik menunjukkan penambahan pati jagung 10 dan 20% menyebabkan penurunan nilai tensile strength dibandingkan campuran biner. Penambahan 20% pati jagung menyebabkan pergeseran puncak ke sudut 2Ɵ lebih besar disertai dengan penurunan intensitas difraksi sinar-X. Analisis termal tablet kempa campuran biner-pati jagung 20% menunjukkan peningkatan titik lebur eutektik dan spektra FT-IR yang dihasilkan tidak berbeda dibandingkan dengan tablet kempa campuran biner. Mikrofoto SEM menunjukkan penambahan pati jagung 20% dapat mencegah terjadinya sintering pada tablet kempa ibuprofen-asam stearat. Hasil karakterisasi fisik mengindikasikan bahwa pati jagung dapat meredam pembentukan eutektik akibat energi kompresi antara ibuprofen-asam stearat pada komposisi 20% (b/b

    Uji Efek Teratogenik dari Yoghurt Terhadap Fetus Mencit Putih (Mus musculus)

    No full text
    Yogurt is one of the dairy products made from lactic acid fermentation by using Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus. A study on teratogenic effects of yogurt on the white female mice fetus (Mus musculus) has been carried out. Pregnant mice used were 20 which divided into 4 groups : the control group, D1, D2, and D3. The treatments giveThe mice were Distidelled water (control), 0.52 yogurt (D1), 1.04  yogurt (D2), and 2.08 g yogurt (D3). Data were analyzed using one-way ANOVA followed by Duncan multiple range test. Results showed that administration of yogurt during pregnancy could affect mother body weight of mice (P < 0,05).The administration of yogurt during pregnancy did not affect the number of fetuses and fetal body weight significantly (P > 0,05). Observations with Alizarin solution did not show skeletal defects in comparison to the control group. Observations with Bouin’s solution showed defective visceral cleft palate in fetal mice yogurt group D3. This study conclude that yogurt is safe to consume in groups D1 and D2. Yogurt has the potential to cause fetal teratogenic in group D3Yoghurt merupakan salah satu olahan susu yang dibuat dengan fermentasi asam laktat yaitu bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.Pada penelitian ini dilakukan uji efek teratogen dari yoghurt terhadap fetus mencit putih betina (Mus musculus). Induk mencit putih betina sebanyak 20 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol, D1, D2, dan D3 berturut-turut yaitu 0,52 gram, 1,04 gram, dan 2,08 gram yoghurt. Data hasil penelitian diolah menggunakan ANOVA Satu Arah dan uji wilayah berganda Duncan. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pemberian yoghurt selama kehamilan dapat mempengaruhi berat badan induk mencit (P < 0,05). Pemberian yoghurt selama kehamilan tidak mempengaruhi jumlah fetus, dan berat badan fetus secara bermakna (P > 0,05). Pengamatan dengan larutan Alizarin tidak ditemukan cacat skeletal setelah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pengamatan dengan larutan Bouin’s ditemukan cacat visceralcleft palate fetus mencit pada kelompok yoghurt D3. Dapat disimpulkan yoghurt aman dikonsumsi pada kelompok D1 dan D2. Yoghurt berpotensi menyebabkan teratogen pada beberapa fetus pada kelompok D

    Kontaminasi Bakteri pada Sediaan Campuran Intravena di Bangsal Perawatan Rumah Sakit

    No full text
    Administration of intravenous admixtures with bacterial contamination during preparation and injection to the patient can cause nosocomial infection. The purpose of this study is to determine the frequency of bacterial contamination and the types of the bacteria which contaminate to the intravenous admixtures. The sampling was carried out in the treatment ward, Government Hospital in Yogyakarta. The bacterial contamination was determined by using sterility test with direct inoculation method. A total of 60 intravenous admixtures were collected consisting of 43 intravenous admixtures were prepared by nurse in treatment ward and 17 intravenous admixtures were prepared by pharmacist in clean room. The frequency of bacterial contamination was identified in 1 of 43 (2.3%) prepared in treatment ward and none of the intravenous admixtures (0%) prepared in clean room. Enterobacter cloacae and Staphylococcus aureus were detected in one sample. Although sanitation and the training of aseptic technique can reduce the risk of bacterial contamination in treatment ward, but by using clean room to prepare intravenous admixtures can be the best strategyPemberian sediaan campuran intravena yang terkontaminasi bakteri selama persiapan dan injeksi ke pasien dapat menyebabkan infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui frekuensi kontaminasi bakteri dan jenis bakteri yang mengkontaminasi pada sediaan campuran intravena. Pengambilan sampel dilakukan di bangsal perawatan, Rumah Sakit Pemerintah Yogyakarta. Kontaminasi bakteri dilihat dengan menggunakan uji sterilitas dengan metode inokulasi langsung. Total 60 sediaan campuran intravena yang dikumpulkan terdiri dari 43 pencampuran intravena yang dilakukan oleh perawat di bangsal perawatan dan 17 pencampuran intravena yang dilakukan farmasis di ruang bersih. Frekuensi kontaminasi bakteri pada sediaan campuran intravena di bangsal perawatan adalah 1 dari 43 (2,3 %) dan di ruang bersih 0 %. Enterobacter cloacae dan Staphylococcus aureus mengkontaminasi satu sampel sediaan campuran intravena. Meskipun sanitasi dan pelatihan teknik aseptik dapat mengurangi risiko kontaminasi bakteri di bangsal perawatan, namun dengan menggunakan ruang bersih untuk pencampuran sediaan intravena bisa menjadi strategi terbaikÂ

    180

    full texts

    364

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Farmasi & Klinis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇