Jurnal Sains Farmasi & Klinis
Not a member yet
364 research outputs found
Sort by
Peningkatan Laju Disolusi Piperine dengan Pembentukan Multikomponen Kristal Menggunakan Asam Nikotinat
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan laju disolusi piperin dengan pembentukan multikomponen kristal piperin dan asam nikotinat (1:1) dengan metode pelarutan menggunakan pelarut etanol. Multikomponen kristal dikarakterisasi sifat padatannya dengan Difraksi sinar-X, analisa termal Differential Scaning Calorimetry (DSC), spektroskopi FT-IR, analisa mikroskopik Scanning Electron Microscopy (SEM), uji kelarutan dan profil laju disolusi menggunakan Aparatus USP 2. Dari penelitian serbuk multikomponen kristal piperin-asam nikotinat diperoleh hasil  pola difraksi sinar-X menunjukkan puncak difraksi yang baru, analisa termal termogram DSC menunjukkan puncak endotermik pada 126,117 ºC, spektrum FTIR terdapat bilangan gelombang 3349,94 cm-1, analisa mikroskopik SEM menunjukkan sudah terbentuk agregat, uji kelarutan menunjukkan peningkatan 1,5 kali lipat dibandingkan piperin murni, profil laju disolusi piperin menunjukkan peningkatan secara signifikan dibandingkan piperin murni yaitu sekitar 2,5 kali lipat. Secara umum preparasi multikomponen kristal piperin-asam nikotinat dapat meningkatkan laju disolusi piperi
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Submikro Partikel Gelasi-Ionik Pembawa Ekstrak Daun Pluchea indica Sebagai Antibakteri pada Kulit Tikus Putih Jantan Galur Wistar
Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi dan evaluasi sediaan submikro partikel gelasi inonik pembawa ekstrak Beluntas (Pluchea indica L) sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas anti bakteri submikro partikel terhadap Staphylococcus aureus dengan melihat penurunan jumlah dan diameter abses pada kulit tikus putih jantan galur wistar. Preparasi ekstrak daun beluntas menjadi sediaan submikro partikel menggunakan polimer kitosan dan natrium alginat serta kalsium klorida (CaCl2) sebanyak 40 mL dengan konsentrasi 18 mM sebagai crosslinker dengan metode gelasi ionik. Tiga formula (F1-F3) dibedakan atas jumlah ekstrak 450, 900, dan 1350 mg untuk masing-masing formula. Formula optimum submikro partikel yang didapatkan memiliki persen efisiensi enkapsulasi terbesar yaitu 86,742% (formula 1). Hasil karakterisasi submikro partikel seperti diameter, distribusi ukuran partikel (PDI), dan zeta potensial dengan menggunakan alat particle size analyzer pada formula optimum (F1) yaitu 529,5 nm; 0,567; dan-27,6 mV. Pengujian in vivo menggunakan 6 kelompok diantarannya: kontrol normal (tanpa perlakuan), kontrol positif (salep tetrasiklin HCl 3%), kontrol negatif (tanpa bahan uji), kelompok uji I (submikro partikel), kelompok uji II (ekstrak), dan kelompok uji III (plasebo). Kulit tikus dioleskanStaphylococcus aureus selama 3 hari untuk mengindikasikan terbentuknya abses, kemudian pemberian bahan uji terhadap masing masing kelompok diberikan selama 7 hari berikutnya..Hasil penelitian in vivo menunjukkan bahwa submikro partikel kitosan dan natrium alginat pembawa ekstrak daun beluntas pada dosis 450 mg menghasilkan penurunan diameter abses sebesar85%, sedangkan pada ekstrak murni sebesar 60%, dan salep tetrasiklin-HCl sebesar 100%
Gambaran Kadar Elektrolit (Natrium dan Kalium) Darah, Tekanan Darah dan Denyut Nadi Pasien Terapi Gagal Jantung di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Gangguan elektrolit merupakan komplikasi yang berbahaya pada pasien gagal jantung. Gangguan ini dapat disebabkan oleh patofisiologis perkembangan penyakit gagal jantung pada masing – masing pasien ataupun oleh efek samping terapi obat gagal jantung yang diterima seperti diuretik, glikosida jantung, dan inhibitor sistem renin-angiotensin-aldosteron. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar elektrolit (natrirum dan kalium); tekanan darah sistolik dan diastolic; dan denyut nadi saat admisi; setelah satu minggu; dan setelah satu bulan mendapat terapi obat gagal jantung di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap rekam medis pasien pada tahun 2017. Analisis data gambaran dianalisis menggunakan uji T berpasangan (paired T-test).  Dari pengumpulan data diperoleh 27 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan secara bermakna (P > 0,05) antara kadar elektrolit (kalium dan natrium) pada saat admisi; setelah satu minggu; dan setelah satu bulan terapi obat gagal jantung). Namun, juga diketahui bahwa terdapat hubungan secara bermakna (P < 0,05) antara tekanan darah sistolik dan diastolic; dan denyut nadi saat admisi; setelah satu minggu; dan setelah satu bulan mendapat terapi obat gagal jantung
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Secara Kualitatif dan Analisis Efektivitas Biaya pada Pasien Pediatri di RSUP Fatmawati Jakarta
Peresepan antibiotika yang tidak tepat akan meningkatkan kejadian resistensi. Resistensi antimikroba telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia dengan dampak meningkatkan morbiditas, mortalitas, dan biaya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas penggunaan antibiotik pada pasien pediatri dan pengaruh rekomedasi apoteker dalam meningkatkan kualitas penggunaan antibiotik, menurunkan lama rawat, serta biaya pengobatan. Penelitian ini menggunakan studi pra eksperimen dengan pendekatan prospektif. Data penelitian dikumpulkan dari rekam medik pasien dan dianalis dengan uji chi square serta uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekomendasi apoteker dapat menurunkan masalah ketidaktepatan dosis (29,73%) menjadi 0%), ketidaktepatan lama pemberian (51,35% menjadi 5,41%), dan ketidaktepatan pemilihan obat (18,92% menjadi 5,41%). Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) terhadap lama rawat kelompok rekomendasi (R) adalah Rp 2.481.456 lebih rendah dibandingkan kelompok non rekomendasi (NR) adalah Rp 2.640.703, sedangkan ACER terhadap hasil terapi (sembuh) kelompok rekomendasi (R) Rp 9.369.404 lebih rendah dibandingkan kelompok non rekomendasi (NR) Rp 17.985.054. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik di RSUP Fatmawati tepat dan bijak, rekomendasi apoteker dapat meningkatkan kualitas penggunaan antibiotik, menurunkan lama rawat dan biaya pengobatan
Pengaruh Dispersi Padat Irbesartan-Poloxamer 188 Terhadap Tekanan Darah dan Kadar Nitric Oxide (NO) Pada Tikus Putih Jantan Hipertensi
A research on formulation of edible film from basil leaves extract as mouth freshener has been done. The extract of basil leaves were used in various concentrations which are 2.5%, 5% and 7.5%. The products were evaluated for some parameters such as organoleptic, friability, drying shrinkage, pH, thickness, flavonoid contents and respondents preference. The results of evaluation showed that edible filmsfrom basil leaves extract meet requirements as required by Standard Nasional Indonesia (SNI) and have such quality as product in the market. Statistical analysis using Kruskal Wallis test showed that respondents preferred for the F0 formulation in term of their appearance and taste while as mouth freshener, respondents preferred the F3 formulation.Penelitian tentang pengaruh dispersi padat irbesartan-poloxamer 188 terhadap kadarNitrit Oxide (NO) pada tikus putih jantan hipertensi telah dilakukan . Penginduksi hipertensi yang digunakan adalah prednison 1,5 mg/kgBB dengan NaCl 2,5 %. Pada penelitian ini hewan percobaan dikelompokkan menjadi 4 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif) diberikan makanan tikus dan minum, kelompok II (kontrol positif) diberikan penginduksi prednison 1,5 mg/kgBB dan NaCl 2,5%, kelompok III diberikan irbesartan nondispersi, kelompok IV diberikan irbesartan-poloxamer 188 1:0,5. Sediaan uji dalam bentuk dispersi padat irbesartan-poloxamer 188 terbukti dapat menurunkan tekanan darah dibandingkan terhadap kontrol positif dan meningkatkan kadar Nitric Oxide (NO). Ada perbedaan kadar Nitric Oxide (NO) yang diberikan  irbesartan non dispersi dan dispersi padat irbesartan-poloxamer 188 pada tikus putih jantan hipertensi. Pemberian sediaan irbesartan-poloxamer 188 1:0,5 menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan sediaan irbesartan nondispersi (P<0,05)
Optimasi Formula Lotion Tabir Surya Ekstrak Kulit Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis) Menggunakan Metode Desain D-Optimal
Paparan sinar matahari yang berlebihan dan berlangsung lama dapat menyebabkan eritema dan kulit terbakar, penuaan dini dan kanker kulit. Salah satu bentuk sediaan kosmetik yang dapat digunakan untuk melindungi kulit adalah lotion yang mengandung zat aktif tabir surya. Ekstrak kulit buah naga super merah adalah bahan alam yang memiliki efek antioksidan dan tabir surya.Optimasi formula lotion tabir surya dilakukan menggunakan metode D-Optimal dengan 2 faktor yaitu ekstrak kulit buah naga super merah sebagai bahan aktif dengan range konsentrasi 9-12% dan natrium alginat 3-6% sebagai peningkat viskositas. Nilai SPF, viskositas dan daya sebar ditetapkan sebagai respon. Lotion yang dihasilkan berwarna coklat, berbentuk semi padat khas lotion, homogen, beraroma khas minyak mawar, pH sesuai syarat SNI dengan tipe emulsi minyak dalam air (M/A).Hasil respon yang diperoleh dari 11 formula menghasilkan nilai SPF dengan range 6,64 – 14,12, nilai viskositas 10,333 – 13,000 cP yang memenuhi standar SNI, dan nilai daya sebar 6,52 – 7,92 cm. Formula optimum hasil prediksi D-Optimal menggunakan perangkat lunak Design Expert® 7.1.5 ditetapkan konsentrasi ekstrak 12% dan natrium alginat 3%. Peningkatan konsentrasi ekstrak dan Na. alginat menunjukkan tidak berpengaruh signifikan terhadap ketiga respon.Â
Kajian Efek Analgetik dan Toksisitas Subakut Dari Ekstrak Etanol Daun Kitolod (Isotoma longiflora L.) Pada Mencit Putih Jantan
Penelitian tentang pengaruh ekstrak etanol daun kitolod (Isotoma longiflora L. Presl.) terhadap aktivitas analgetik dan uji toksisitas pada mencit putih jantan telah dilakukan.. Hewan percobaan terdiri dari 30 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, pembanding (Asam mefenamat 65 mg/kg BB), dan ekstrak etanol daun kitolod dengan dosis 1; 2 dan 4 g/kg BB. Asam mefenamat dan ekstrak etanol daun kitolod diberikan secara oral selama 15 hari. Aktivitas stimulansia diuji pada hari ke-1, ke-5, ke-10, dan ke-15. Parameter yang diamati yaitu jumlah geliat hewan dengan metode writhing test. Pada pengujian aktivitas SGPT dan kadar kreatinin serum, hewan percobaan dibagi menjadi 4 kelompok (15 ekor/kelompok) yaitu kelompok kontrol yang diberikan Na CMC dan kelompok ekstrak etanol daun kitolod dengan dosis 1, 2, 4 g/Kg BB. Sediaan diberikan selama 15 hari secara oral. Aktivitas SGPT dan kadar kreatinin serum diukur dari serum pada hari ke-5, ke-10, dan ke-15 dengan menggunakan spektrofotometer microplate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kitolod dosis 1; 2; 4 g/kgBB dan lama pemberian mempengaruhi aktivitas analgetik (Sig < 0,05), dimana aktivitas terbesar ditunjukkan oleh ekstrak etanol daun kitolod dosis 4 g/kg BB. Ekstrak etanol daun kitolod terbukti tidak memberikan pengaruh terhadap aktivitas SGPT dan kadar kreatinin serum. Hal ini dilihat dari tidak adanya perbedaan yang signifikan aktivitas SGPT dan kadar kreatinin serum kelompok uji dibandingkan dengan kelompok control (Sig > 0,05)
Survei Risiko Penyakit Diabetes Melitus Terhadap Masyarakat Kota Padang
Telah dilakukan survei risiko penyakit diabetes melitus terhadap 348 orang masyarakat di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metoda cross sectional survey dengan pengambilan data secara prospektif. Pengumpulan data mengunakan kuesioner CANRISK (The Canadian Diabetes Risk Questionnaire) dan dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney dan uji Kruskal-Wallis dengan tingkat signifikan α<0,05. Parameter yang diamati adalah kategori risiko dan faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap diabetes melitus. Hasil penelitian menunjukan bahwa 57,7% responden termasuk kedalam kategori risiko tinggi, 34,5% risiko sedang, dan 7,7% risiko rendah terhadap penyakit diabetes melitus. Faktor risiko yang memiliki pengaruh terhadap penyakit diabetes melitus adalah jenis kelamin, umur, BMI (Body Mass Index), lingkar pinggang, riwayat hipertensi, riwayat gula darah tinggi, riwayat keluarga positif diabetes, dan tingkat pendidikan. Sedangkan faktor risiko yang tidak berpengaruh terhadap penyakit diabetes melitus adalah aktivitas fisik, konsumsi buah/sayur setiap hari, dan etnis orang tua
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Empiris dan Analisis Biaya Demam Tifoid di Sebuah RS Swasta Kota Semarang
The treatment of typhoid, which is caused by S. typhi, requires wise use of antibiotics. The use of irrational antibiotics can increase mortality, morbidity, disease spread and health costs. This study aims to understand the appropriateness of antibiotics use in a private hospital Semarang, the relationship between antibiotics rationality and costs. An observational retrospective study that used a cross sectional method, whereby data was collected from medical records and financial recap that fulfil the inclusion criteria. Data were used to perform descriptive analysis, analysis of antibiotics rationality using the Gyssens method, and to study the relationship between rationality and healthcare costs. Data on rationality and costs were analysed using the Mann Whitney test. Result showed 180 cases were evaluated during this study: 98 antibiotic regimens from medication in hospitalized and 82 antibiotic regimens from medication through take-home medicines. A number of 20,4% of the cases from medication in hospitalized and 7,3% of the cases from medication through take-home medicines were considered rational. There is a relationship between antibiotics rationality and antibiotic costs (p<0,05)Demam tifoid disebabkan bakteri Salmonella typhi dimana dalam terapi memerlukan pemakaian antibiotik yang bijaksana secara rasional. Pemakaian antibiotik irasional dapat meningkatkan mortalitas, morbiditas, penyebaran penyakit dan biaya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kesesuaian penggunaan antibiotik di sebuah RS Swasta Kota Semarang serta mengetahui hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik terhadap biaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan metode cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif. Analisis biaya dilakukan dengan menggunakan tipe farmakoekonomi Cost of Analsis (COI) berdasarkan pendekatan kejadian. Data diperoleh dari rekam medis dan faktur rekap keuangan sesuai kriteria inklusi penelitian. Data biaya yang digunakan merupakan data yang didapat dari perspektif rumah sakit. Analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif, rasionalitas antibiotik dengan metode Gyssens sedangkan analisis hubungan antara rasionalitas dengan biaya menggunakan uji statistika Mann Whitney. Hasil penelitian terdapat 180 kasus dengan 98 regimen antibiotik di bangsal dan 82 regimen antibiotik obat pulang. Persentase rasionalitas penggunaan antibiotik di bangsal sebesar 20,4% rasional dan 79,6% tidak rasional sedangkan rasionalitas regimen antibiotik pulang yaitu sebesar 7,3% rasional dan 92,7% tidak rasional. Ketidakrasionalan didominasi kategori IV A dan III B. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara rasionalitas terhadap biaya antibiotik (p<0,05)
Effect of Eleutherine americana Merr. bulb extract on blood pressure and heart rate in anesthetized hypertensive rats
The effect of ethanolic extract of Eleutherine americana Merr. on the blood pressure and heart rate has been investigated. A number of 25 Sprague-Dawley male rats were induced with prednisone 1.5 mg/kg in combination with saline solution 2.5% for 14 days to obtain hypertension model. The rats were anesthetized and prepared for the recording of blood pressure and heart rate. The rats were divided into five groups receiving 100, 200, and 400 mg/kg of the extract, vehicle control, and captopril 30 mg/kg as the reference. The treatment was administered three times with 30 minutes interval. The systolic (SBP), diastolic (DBP), mean arterial pressure (MAP), and heart rate (HR) were recorded. The data were analyzed with two-way analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan’s MRT (95% confidence interval). The study revealed that the extract exhibited a blood pressure lowering effect. The best antihypertensive activity of the extract was shown by the dose of 100 mg/kg. Meanwhile, HR was also affected inversely by the treatment, in which the lowest dose caused the highest increase. The study suggests that the extract of Eleutherine americana exhibits antihypertensive activity that may be potential for future development of drugs. The effect of ethanolic extract of Eleutherine americana Merr. on the blood pressure and heart rate has been investigated. A number of 25 Sprague-Dawley male rats were induced with prednisone 1.5 mg/kg in combination with saline solution 2.5% for 14 days to obtain hypertension model. The rats were anesthetized and prepared for the recording of blood pressure and heart rate. The rats were divided into five groups receiving 100, 200, and 400 mg/kg of the extract, vehicle control, and captopril 30 mg/kg as the reference. The treatment was administered three times with 30 minutes interval. The systolic (SBP), diastolic (DBP), mean arterial pressure (MAP), and heart rate (HR) were recorded. The data were analyzed with two-way analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan’s MRT (95% confidence interval). The study revealed that the extract exhibited a blood pressure lowering effect. The best antihypertensive activity of the extract was shown by the dose of 100 mg/kg. Meanwhile, HR was also affected inversely by the treatment, in which the lowest dose caused the highest increase. The study suggests that the extract of Eleutherine americana exhibits antihypertensive activity that may be potential for future development of drugs.Â