Jurnal Sains Farmasi & Klinis
Not a member yet
    364 research outputs found

    Kajian Literatur: Sediaan Suspensi Poliherbal (Bawang Putih, Jahe Merah, Lemon, Cuka Apel, Madu) sebagai Antihiperlipidemia

    Full text link
    Hiperlipidemia menjadi suatu kondisi yang perlu diterapi untuk menghindari terbentuknya aterosklerosis dan menjadi penyakit kardiovaskular akut. Salah satu terapinya yaitu obat komplementer berupa poliherbal yang mengandung bawang putih, jahe merah, lemon, cuka apel, dan madu. Kontrol kualitas sediaan herbal menjadi sangat penting dan diperlukan untuk dilakukan agar khasiat bisa dicapai. Studi literatur ini dibuat untuk memberikan informasi mengenai sediaan herbal yang mengandung poliherbal tersebut sebagai antihiperlipidemia serta berbagai pengujian dalam standarisasi sediaannya. Pencarian literatur dilakukan pada jurnal nasional dan internasional dengan mesin telusur Google, Google scholar, Pubmed, NCBI, Sciencedirect dan lainnya menggunakan kata kunci yang terkait. Literatur yang terkumpul dilakukan skrining dengan kriteria inklusi yaitu waktu terbit pada 2007-2021 dan penelusuran lanjutan dengan melihat secara manual pada referensi yang relevan. Berdasarkan kajian literatur yang diperoleh, sediaan campuran poliherbal ini memiliki efek antihiperlipidemia secara in vivo yang setara dengan simvastatin dengan mekanisme yang mirip. Masing-masing bahan memiliki kumpulan senyawa aktif yang berperan dalam efek antihiperlipidemia yang dapat dijadikan senyawa penanda. Informasi karakterisasi senyawa penanda tersebut bisa menjadi acuan dalam mempelajari stabilitasnya baik secara fisika maupun kimia. Maka dari itu, perlu dikaji lebih lanjut mengenai stabilitas campuran poliherbal ini agar dapat stabil lebih lama dan memberikan manfaat yang lebih luas di masyarakat

    Penilaian Efektivitas Antihipertensi dan Efek Samping Obat di RSUP Fatmawati

    Full text link
    Hipertensi diartikan sebagai kondisi ketika tekanan darah mencapai atau melebihi 140/90mmHg. Dalam keputusan penggunaan obat selalu mempertimbangkan manfaat dan resikonya. Obat antihipertensi dianggap efektif jika dapat mengontrol tekanan darah. Pada penggunaan obat antihipertensi jangka panjang perlu diwaspadai kemungkinan adanya efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas dan efek samping obat antihipertensi menggunakan data rekam medis pasien rawat inap di RSUP Fatmawati. Penelitian ini bersifat observasional (non eksperimental). Penentuan efektivitas menggunakan desain pre dan post, dan rancangan cross sectional untuk mengidentifikasi efek samping obat dengan pendekatan secara retrospektif. Pengambilan sampel ditentukan secara purposive berdasarkan kriteria tertentu. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat dengan pengujian Wilcoxon, uji Spearman dan uji Fisher’s Exact. Studi ini memberikan hasil bahwa mayoritas pasien rawat inap di RSUP Fatmawati berjenis kelamin perempuan, umumnya menderita hipertensi tingkat 2, lebih banyak mendapatkan terapi gabungan. Terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan setelah pemberian terapi antihipertensi (p<0,05)[A1] [A2] . Kejadian efek samping obat akibat penggunaan antihipertensi ditemukan sebanyak 16%. Tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis terapi antihipertensi dengan kejadian efek samping obat

    Potensi Antioksidan, Kadar Fenolat dan Flavonoid Total Ranting Tetracera indica serta Uji Toksisitas terhadap sel RAW 264,7

    Full text link
    Tanaman Tetracera indica secara etnomedisina memiliki banyak khasiat farmakologi antara lain digunakan untuk pengobatan diabetes, hiperkolesterol, mengatasi demam, asam urat dll. Gejala penyakit bisa disebabkan oleh paparan radikal bebas yang perlu diantisipasi dengan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah pencarian ekstrak aktif antioksidan dengan metode FRAP dan uji toksisitas terhadap sel RAW 264,7. Ekstraksi dilakukan secara Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol 96%. Pengukuran kadar fenol total dengan pereaksi Folin-ciocalteu, dan kadar flavonoid dengan metode kolorimetri. Uji Toksisitas dengan MTT assay terhadap sel makrofag RAW 264,7. Kadar total fenol tertinggi terdapat pada ekstrak etanol 96% sebesar 210,229 mg GAE/g. Kadar total flavonoid tertinggi pada ekstrak etil asetat dengan nilai sebesar 63,138 mgQE/g. Aktivitas antioksidan kuersetin didapatkan 13600 FeEAC (mol/g), sedangkan pada sampel uji aktivitas antioksidan potensial pada ekstrak etanol 96% dengan nilai 2227,926 FeEAC (mol/g). Sementara nilai IC50 untuk ekstrak etil asetat ranting Tetracera indica adalah 23.877 µg/mL. Berdasarkan hasil yang diperoleh tanaman Tetracera indica bisa dikembangkan sebagai agen antioksidan dan antikanke

    The Causes of Long Waiting Times for Outpatient Pharmaceutical Prescription Services at Hospital “X” in Padang

    Full text link
    Outpatient pharmacy services in a hospital shows the quality of health service to the community. Data from the internal quality assurance report of Hospital â€X†in Padang showed that only 93.76% of non-compounded medication and 94.6% of compounded medication recipes met the waiting time standard. This study aimed to analyze the causes of the long waiting time for outpatient pharmacy services at Hospital “Xâ€. The type of this research was a mix-method sequential type explanatory, conducted from February until May 2022. The quantitative design was a cross-sectional study of 141 for non-concoction and 35 for compounded medication recipes determined by quota sampling. Qualitative research was conducted on seven informants by purposive sampling. Observation, in-depth interviews, and document review collected data. Results showed that the average waiting time was 84.19 (standard ≤30) minutes for non-concoction and 164.58 (standard ≤60) minutes for compounded medication recipes. The causes of the long waiting time were a need for more staff, prescriptions outside the hospital formulary, equipment errors, and medicines delivery delays. There should be a job redesign by rearranging the shift picket for pharmacy staff, regular equipment maintenance, and updating standard operating procedures related to medicines delivery to the patients

    Efektivitas Ekstrak Etanol Polong Petai [Parkia speciosa Hassk.] sebagai Anti Ulcer Pada Tikus Wistar yang Diinduksi Etanol Absolut

    Full text link
    Tanaman Petai [Parkia speciosa] adalah tumbuhan yang telah lama dibudidayakan di Indonesia. Masyarakat biasa menggunakan biji petai untuk dikonsumsi sebagai lalapan sedangkan polong petai dianggap sebagai limbah. Polong P. speciosa mengandung senyawa fenolik dengan berbagai aktivitas farmakologis, diantaranya antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ekstrak etanol polong  P. speciosa sebagai agen anti ulcer pada hewan yang diinduksi acute peptic ulcer dengan etanol absolut. Efek antiulcer ekstrak [dosis 100, 200 dan 400 mg/kg BB] dievaluasi melalui indeks ulcer, sifat fisika kimia cairan lambung dan analisis histopatologi.  Hasil studi menunjukkan ekstrak polong P. speciosa mampu menurunkan indeks ulcer, volume cairan lambung, keasaman total dan meningkatkan pH tidak berbeda siginifikan dengan omeprazol [p>0.05]. Analisis fotomikrograf menunjukkan  perbaikan struktur membran mukosa pada hewan yang ditreatmen ekstrak. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa ekstrak P. speciosa berpotensi sebagai agen anti ulcer.Â

    Edukasi Home Pharmacy Care terhadap Kepatuhan dan Kontrol Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus

    Full text link
    Penyakit Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit yang bersifat kronis akibat terjadinya peningkatan kadar glukosa darah. Kepatuhan minum obat merupakan faktor penting dalam mengontrol kadar glukosa darah. Salah satu intevensi yang dapat dilakukan oleh apoteker secara komprehensif untuk pasien dengan penyakit kronis adalah edukasi apoteker melalui home pharmacy care (HPC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi apoteker melalui HPC pada pasien DM dalam meningkatkan kepatuhan dan kontrol glukosa darah puasa (GDP). Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experimental pretest-posttest with control group design yang dilakukan pada bulan Agustus-November 2020. Subyek uji dalam penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang mengikuti program Prolanis di Puskesmas Mlati II Sleman, Yogyakarta. Total subyek uji dalam penelitian ini sebanyak 60 pasien dari 65 pasien yang terbagi menjadi kelompok kontrol (30 pasien) dan intervensi (30 pasien) yang dipilih dengan metode simple random sampling. Pengukuran tingkat kepatuhan dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner ProMAS dan glucose test untuk mengukur kadar GDP. Data dianalisis menggunakan uji Chi square untuk meniliai perbedaan karakteristik pasien, uji Wilcoxon untuk membandingkan data pretest dan posttest pada masing-masing kelompok dan uji Mann Whitney untuk membandingkan tingkat kepatuhan dan ketercapaian GDP pada kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi melalui HPC dapat meningkatkan kepatuhan p=0,002 (p<0,05) dan kontrol GDP dengan rata-rata penurunan kadar GDP kelompok intervensi adalah 53,67±24,31 mg/dL dan p=0,021 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian edukasi melalui HPC dapat meningkatkan kepatuhan dan ketercapaian kadar glukosa darah puas

    Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Kepatuhan Pengobatan Pasien Lansia dengan Hipertensi berdasarkan Teori Health Belief Model

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan hipertensi berdasarkan teori Health Belief Model (HBM). Kuesioner dibuat berdasarkan studi literatur dan diskusi dengan para ahli. Dikarenakan pandemi COVID-19, penyebaran kuesioner dilakukan secara daring di media sosial dan secara luring pada pasien hipertensi yang berkunjung di Puskesmas Pekauman, Kota Banjarmasin. Kuesioner terdiri dari enam dimensi untuk mengukur HBM, yaitu kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, dan kepercayaan diri yang dirasakan, serta isyarat untuk bertindak. Sejumlah 30 peserta berumur 60–79 tahun & sedang mengonsumsi obat kaptopril dan/atau amlodipin minimal dalam 3 bulan terakhir terlibat dalam penelitian ini. Pada uji validitas, hasilnya menunjukkan bahwa dari 45 item pertanyaan dalam kuesioner, terdapat 8 item yang tidak valid sedangkan 37 item lainnya dinyatakan valid berdasarkan nilai Pearson Correlation (> r tabel 0,361; p <0,05). Selanjutnya, 37 item yang valid, setiap dimensi diuji reliabilitasnya pada tingkat signifikansi 0,05 dan hasilnya masing-masing dimensi memiliki nilai Cronbach's Alpha >0,7, dengan skor keseluruhan 0,927 yang menunjukkan bahwa semua dimensi dalam kuesioner reliabel. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kuesioner berdasarkan teori Health Belief Model merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan hipertensi

    Pemberian Rekomendasi oleh Mahasiswa Farmasi pada Kasus Nyeri Pinggang di Setting Komunitas: Penelitian di Sebuah Institusi

    Full text link
    Salah satu tujuan dalam kurikulum pendidikan farmasi adalah mempersiapkan mahasiswa agar mampu memberikan rekomendasi terkait gangguan kesehatan ringan di komunitas. Sampai saat ini, informasi terkait kemampuan mahasiswa dalam memberikan rekomendasi di Indonesia belum ditemukan dalam literatur terpublikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan ketepatan rekomendasi mahasiswa prodi apoteker di sebuah institusi pendidikan farmasi saat menghadapi permintaan swamedikasi pada kasus nyeri pinggang (low-back pain; LBP). Pengambilan data pada penelitian potong lintang ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari karakteristik partisipan dan sebuah kasus LBPyang diadaptasi dari pustaka terpublikasi. Ketepatan rekomendasi ditetapkan melalui diskusi pakar dan bukti penelitian digunakan sebagai dasar dalam mendefinisikan rekomendasi yang tepat. Data karakteristik partisipan dan ketepatan rekomendasi dianalisis secara deskriptif. Total terdapat 86 partisipan terlibat dalam penelitian ini (response rate 82,69%). Sebagian besar partisipan (91,86%) memberikan rekomendasi obat, dan 61 dari antaranya merekomendasikan obat golongan anti-inflamasi non-steroid (AINS; baik oral maupun topikal). Sebanyak 70,93% partisipan memberikan rekomendasi tepat, yaitu: obat analgesik golongan AINS dan topikal counter-irritantsdengan/tanpa rekomendasi lainnya. Penelitian ini menunjukkan partisipan dalam penelitian ini mampu memberikan rekomendasi yang tepat dalam menanggapi kasus LBP. Namun demikian, penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi penyebab ketidaktepatan rekomendasi pada sebagian mahasiswa diperlukan sebagai upaya perbaikan aktivitas pembelajaran dan kurikulum pendidika

    Pengaruh Intervensi Tenaga Kesehatan terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia: Kajian Literatur

    Full text link
    Terapi penyakit Diabetes Mellitus (DM) bertujuan untuk mengontrol kadar glukosa darah dan mencegah komplikasi. Intervensi tenaga kesehatan mendukung kepatuhan penderita DM dalam menggunakan obatnya demi tercapainya keberhasilan terapi. Intervensi dapat berupa follow up, media pengingat, pillbox, pelatihan, media booklet, dan packaging obat khusus. Kajian literatur ini bertujuan memaparkan dampak intervensi tenaga kesehatan terhadap kepatuhan minum obat hipoglikemik pada pasien DM tipe 2 (DMT2). Metode pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar. Kriteria inklusi literatur yang dipilih yaitu artikel yang memuat: 1) intervensi tenaga kesehatan terhadap terapi pasien DMT2 di Indonesia, 2) desain studi intervensi dijelaskan secara rinci, 3) terdapat pengukuran parameter kepatuhan penggunaan obat hipoglikemik dan/atau kadar gula darah, sebelum dan setelah intervensi, 4) berupa artikel primer. Pemilihan literatur dilakukan oleh dua orang rater dengan nilai Kappa Cohen sebesar 0,939. Sejumlah 14 artikel terpilih dikaji. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa kejadian DMT2 banyak terjadi pada wanita, dewasa hingga lansia. Intervensi tenaga kesehatan yang dilakukan meliputi home care, pemberian informasi, konseling, maupun dengan alat bantu tertentu. Semua literatur yang dikaji menunjukkan peningkatan kepatuhan dan/atau perbaikan kadar gula darah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa intervensi tenaga kesehatan berdampak pada peningkatan kepatuhan minum obat hipoglikemik dan berpengaruh terhadap kadar glukosa darah yang lebih baik pada pasien DMT

    Profil Penyimpanan Obat pada Puskesmas di Kota Padang Sumatera Barat

    Full text link
    Penyimpanan obat menjadi faktor penting dalam pengelolaan obat di Puskesmas, karena dengan penyimpanan yang benar akan lebih mudah dan efektif untuk menjamin kualitas dan mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara sistematis dan akurat mengenai penyimpanan obat di Puskesmas kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan pada 11  puskesmas di 11 Kecamatan di Kota Padang. Pengambilan data melalui daftar tilik tentang aspek penyimpanan obat di puskesmas yang meliputi persyaratan gudang penyimpanan obat dengan 11 aspek yang dinilai, pengaturan penyimpanan obat dengan 7 aspek yang dinilai  dan tata cara penyusunan obat dengan 8 aspek yang dinilai.  Masih terdapat beberapa masalah yang ditemui di lapangan seperti, ruang gudang penyimpanan obat yang belum sesuai standar, dan penempatan  obat di gudang langsung di lantai saja dan tidak diatas pallet. Namun secara umum, hasil  penelitian ini menunjukkan  bahwa penyimpanan obat, pengaturan penyimpanan obat, dan tata cara penyusunan obat di 11 puskesmas pada semua kecamatan di kota Padang dikategorikan baik dengan hasil secara berurutan 86,36%; 91,81% dan 93,18%.Â

    180

    full texts

    364

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Farmasi & Klinis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇