Jurnal Sains Farmasi & Klinis
Not a member yet
    364 research outputs found

    Peran dan Metode Pengukuran Protein Kidney Injury Molecule-1 (Kim-1) sebagai Biomarker pada Cedera Ginjal Akut

    Full text link
    Cedera ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) adalah salah satu sindrom klinis yang menyebabkan risiko mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Deteksi dini AKI sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan ginjal permanen dan memperlambat perkembangan AKI. Kidney Injury Molecule-1 (KIM-1) adalah biomarker yang sensitif, spesifik dan cepat dalam deteksi dini AKI. KIM-1 akan diekspresikan berlebih pada sel epitel tubulus proksimal setelah adanya cedera pada ginjal. KIM-1 dapat menggambarkan disfungsi ginjal melalui cairan tubuh, seperti plasma dan urin. Kajian pustaka ini membahas karakteristik, peran dan metode pengukuran KIM-1 sebagai biomarker untuk deteksi dini AKI. Kajian dilakukan terhadap 51 artikel yang didapat dari basis data PubMed dengan kata kunci “Kidney Injury Molecule-1â€, “KIM-1 Biomarkerâ€, “KIM-1 assayâ€, “Acute Kidney Injury†dan “KIM-1 kidney injury biomarkerâ€. KIM-1 adalah glikoprotein transmembran tipe I dengan berat molekul ~104 kDa yang mengalami peningkatan konsentrasi di membran apikal sel epitel tubulus proksimal dan berperan dalam patogenesis cedera sel tubulus ginjal. KIM-1 memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang baik dengan nilai AUC-ROC >0,5. Metode pengukuran yang paling banyak digunakan adalah ELISA dan sampel yang paling banyak digunakan adalah urin karena peningkatannya lebih jelas dibanding dengan plasma. KIM-1 urin yang diukur menggunakan metode ELISA memiliki potensi untuk dikembangkan dan digunakan sebagai parameter diagnosis dini AKI di masa mendatan

    Review Metode Analisis Warfarin dalam Plasma dengan Berbagai Instrumen

    Full text link
    Warfarin merupakan obat antikoagulan oral yang digunakan untuk menangani penyakit terkait dengan tromboembolisme. Warfarin memiliki indeks terapi yang sempit serta memiliki kecenderungan berinteraksi dengan obat maupun herba sehingga membutuhkan pemantauan yang cermat pada efek farmakologi yang ditimbulkan. Penentuan pemberian dosis serta pengamatan efek dari interaksi warfarin dengan obat atau herba salah satunya dapat diketahui dengan menganalisis konsentrasi warfarin dalam plasma darah. Artikel ini merupakan kajian pustaka yang bertujuan untuk memberikan tinjauan mengenai metode yang digunakan untuk menganalisis konsentrasi warfarin dalam plasma darah serta teknik preparasi sampelnya. Metode yang digunakan dalam review artikel ini menggunakan penelusuran melalui basis data PubMed®. Hasil yang didapatkan bahwa metode yang umum digunakan untuk determinasi warfarin dalam plasma darah yakni high-performance liquid chromatography (HPLC) serta ultra-HPLC dengan detektor ultraviolet (UV), fluoresensi (FLD), diode array (DAD), maupun spektroskopi massa (MS). Metode lainnya yaitu spektrofotometri UV/Vis dan spektrofotometri fluoresensi serta elektroforesis. Dari metode tersebut, metode HPLC dengan detektor spektroskopi massa paling banyak digunakan untuk menganalisis warfarin serta teknik preparasi sampel yang umum digunakan yakni preparasi sampel yang umum digunakan yakni presipitasi protein menggunakan asetonitril sebagai protein presipitan serta penambahan asam untuk meningkatkan nilai recovery warfarin dari plasma dara

    Formulasi Fast Disintegrating Tablet Ekstrak Etanol Daun Salam dengan Kombinasi Crospovidone dan Croscarmellose Sodium sebagai Superdisintegrants

    Full text link
    Pengembangan formulasi ekstrak daun Salam (Syzygium polyanthum W.) sebagai antihiperlipidemia yang mampu hancur cepat setelah diletakkan di atas lidah sangat diperlukan untuk mempercepat onset obat dan memberikan kenyamanan terutama pada pasien hiperlipidemia usia lanjut yang sulit menelan obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi perbandingan superdisintegrants crospovidone dan croscarmellose sodium yang mampu menghasilkan sifat fisik Fast Disintegrating Tablet (FDT) yang optimum. Pembuatan FDT menggunakan metode granulasi basah dengan variasi konsentrasi crospovidone dan croscarmellose sodium dalam rentang 2%-5%. Hasil uji sifat fisik FDT dianalisis menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) program Design Expert 10.1.). Kombinasi kedua superdisintegrants dapat mempengaruhi respon sifat fisik yaitu mampu menurunkan kekerasan, waktu disintegrasi, waktu pembasahan dan meningkatkan kerapuhan FDT ekstrak daun salam. Formula optimum didapat pada kombinasi crospovidone dan croscarmellose sodium dengan perbandingan 25 mg : 10 mg dalam setiap 500 mg tablet. Formula optimum tersebut memiliki kekerasan 4,21 kg, kerapuhan 0,52%, waktu pembasahan 106,65 detik, dan waktu hancur 55,73 detik. Hasil analisis dengan one sample t-test menunjukkan persamaan SLD valid digunakan untuk menyusun formula yang memberikan parameter-parameter optimum FDT

    Simultaneous Determination of Metformin and Glimepiride in Fixed-Dose Combination Tablets Sold in Pramuka Market using Validated UV Spectrophotometric Method

    Full text link
    Combination of metformin and glimepiride as a diabetes mellitus drug has recently shown significant increase due to its benefits in improving patient compliance and offering cost effectiveness. This study aimed at analyzing metformin-glimepiride in fixed dose combinations purchased at Pramuka Market (the largest drug market in Jakarta) using validated simultaneous UV-spectrophotometry. The maximum wavelength of metformin and glimepiride is 237 nm and 228 nm respectively. The validation result of metformin and glimepiride at concentration range of 2-8 µg/mL and 5-17 µg/mL showed Linearity with 0.9999 and 0.9996, LOD values with 0.0962 µg/mL and 0.2954 µg/mL, LOQ values with 0.3208 µg/mL and 0.9846 µg/mL, and recovery (accuracy test) with 99.72% ± 1.88% to 103.86 ± 0.87%, respectively. The Relative Standard Deviation (RSD) as the precision test indicator for both drugs was less than 2%. The level of Metformin-glimepiride fixed-dose combination purchased at Pramuka Market was about 96.15% ± 3.56% to 102.71% ± 1.50%. The conclusion of this study showed that the level of metformin-glimepiride sold in the Pramuka market met the requirement

    In Vitro Cytotoxic Activity Test of Tampa Badak (Voacanga foetida (Blume) Leaves on L1210 Leukemia

    Full text link
    The Voacanga foetida (Blume) Rolfe leaves have cytotoxic activity based on our previous research, namely the Brine Shrimps Lethality Test on ethanol extract. This study tested the anticancer activity of the extract and leaf fraction of Voacanga foetida in vitro on L1210 leukemia cells using the direct cell count method and doxorubicin positive control. The results showed that the methanol extract, butanol, ethyl acetate, and hexane fractions, as well as isolated compounds Tb1, Tb2, and Tb3 leaves from Voacanga foetida, had IC50 values of 4.4; 9; 8.4; 16.8; 0.9; 1.8; and 1.1 ppm, compared with doxorubicin with an IC50 value of 0.2 ppm. Based on the IC50 value, it showed that the extract, fraction and isolated compounds of Voacanga foetida had a strong cytotoxic effect, as evidenced by the IC50 value < 30 ppm for each test concentration

    Efektivitas Jamu Saintifik terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu dan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Klinik Saintifikasi Jamu Kabupaten Tegal

    Full text link
    Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Selain pengobatan menggunakan obat-obat antidiabetik, masyarakat banyak yang menggunakan bahan alam, khususnya tanaman untuk mengobati penyakit DM. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar gula darah sewaktu (GDS) dan HbA1c pada pasien DM tipe 2 yang mendapat terapi jamu saintifik (JS) di klinik saintifikasi jamu WKJ Kabupaten Tegal dengan pasien DM tipe 2 yang mendapat terapi antidiabetik oral di puskesmas pada tahun 2020. Rancangan penelitian adalah eksperimental dengan teknik consecutive sampling menggunakan subjek uji yang memenuhi kriteria. Subjek uji penelitian ini adalah 19 pasien dengan terapi antidiabetik oral (ADO) dari Puskesmas dan 9 pasien dengan terapi jamu saintifik dari Klinik WKJ. Uji independent t-test digunakan untuk membandingkan rata-rata GDS dan kadar HbA1c pada kedua kelompok, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai GDS pasien terapi antidiabetik oral (ADO) dan jamu saintifik (JS) setelah terapi berturut-turut adalah 282,95 mg/dL dan 267,56 mg/dL. Rata-rata HbA1c pasien terapi ADO dan JS setelah terapi berturut-turut adalah 9,83% dan 10,11%. Kadar GDS dan HbA1c setelah terapi pada kelompok pasien dengan terapi ADO tidak berbeda bermakna dengan kelompok pasien dengan terapi JS. Berdasarkan pengukuran analisis tingkat kepatuhan, diketahui tidak terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan pasien terhadap kadar GDS dan HbA1c pasie

    Jamur Endofit Arthrinium sp., Sumber Potensial Senyawa Obat Review

    Full text link
    Keberadaan jamur endofit di alam sangat melimpah dan mudah ditemukan pada jaringan tanaman antara lain pada akar, batang, daun, bunga atau biji. Endofit berkoloni di area antar dan intra-sel dari jaringan tanaman tanpa efek merugikan pada tanaman tersebut. Jamur endofit mempunyai kemampuan memproduksi senyawa bioaktif yang dapat sama atau berbeda dari tumbuhan inangnya dan mempunyai efek farmakologis.  Arthrinium sp. merupakan contoh jenis jamur endofit yang keberadaannya melimpah. Arthrinium sp. diketahui mempunyai kandungan metabolit sekunder yang potensial untuk dikembangkan. Senyawa golongan terpenoid, alkaloid, fenolik dan beberapa golongan lain ditemukan dalam jamur endofit Arthrinium sp. Senyawa yang dihasilkan oleh Arthrinium sp. dilaporkan menunjukkan aktivitas biologis yang beragam yaitu sebagai antimikroba, antioksidan, antikanker dan aktivitas yang lainnya. Tulisan ini merangkum pengetahuan, studi dan laporan mengenai jamur endofit Arthrinium sp., kajian aktivitas biologi serta metabolit sekunder yang dihasilkan yang berpotensi dikembangkan sebagai penemuan obat baru yang berasal dari alam

    Pemanfaatan Iradiasi Gelombang Mikro pada Sintesis Metil orto-metoksisinamat

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah mensintesis senyawa metil orto-metoksisinamat (MOMS) yang terbukti berdasarkan uji in silico dapat digunakan mengobati penyakit kardiovaskular, yaitu sebagai antiplatelet. Sintesis MOMS dilakukan dari material awal asam orto-hidroksisinamat (AOHS) dengan metode iradiasi gelombang mikro dan membandingkan profil KLT selama proses reaksi sintesis pada tiga daya iradiasi gelombang mikro tersebut (120, 280 dan 400Watt). Reaksi yang digunakan adalah reaksi metilasi pada gugus OH asam karboksilat dan gugus fenolik dari senyawa AOHS dengan dimetil sulfat sebagai agen pemetilasi. Kondisi reaksinya diatur dalam suasana basa K2CO3 menggunakan pelarut aseton. Pengambilan sampel pada proses reaksi sintesis dilakukan setiap 30 detik pada masing-masing daya microwave dan dievaluasi noda yang terbentuk pada plat kromatografi lapisan tipis (KLT), dan dilanjutkan sampai reaksi sempurna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesempurnaan reaksi semakin cepat dengan bertambahnya daya microwave. Prosentase hasil yang diperoleh 72%. Berdasarkan analisis senyawa menggunakan spektrofotometer FT-IR, spektrometer 1H-NMR dan 13C-NMR, disimpulkan bahwa reaksi sintesis senyawa MOMS dapat dilakukan dengan memanfaatkan iradiasi gelombang mikro, hal ini disebabkan adanya gugus polar pada AOHS yang dapat menyerap iradiasi gelombang mikro. Semakin tinggi daya yang digunakan pada reaksi metilasi AOHS, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk kesempurnaan reaks

    Simulasi Dinamika Molekuler Senyawa Asam Ferulat dan Turunannya dari Kulit Buah Nanas (Ananas comosus) sebagai Inhibitor Enzim Tirosinase

    Full text link
    Enzim tirosinase merupakan enzim utama pada proses pembentukan pigmen melanin. Penghambatan aktivitas enzim tirosinase secara kompetitif maupun non-kompetitif menjadi kunci utama pengembangan agen pencerah kulit. Asam ferulat merupakan salah satu senyawa antioksidan yang kuat dan mampu melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV yang menginduksi stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi interaksi molekuler antara senyawa asam ferulat dari kulit buah nanas (Ananas comosus) dan turunannya dengan enzim tirosinase menggunakan motode dinamika molekuler. Molekul senyawa uji dimodelkan menggunakan perangkat lunak Quantum ESPRESSO v.6.6. Model terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi menggunakan perangkat lunak MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi dengan AutoDock 4.2. Konformasi terbaik hasil penambatan molekuler kemudian dikonfirmasi stabilitasnya dengan simulasi dinamika molekuler menggunakan perangkat lunak Gromacs 2016.3. Berdasarkan hasil dari penambatan molekuler, senyawa asam iso-ferulat memiliki afinitas yang paling baik, yaitu dengan nilai energi bebas ikatan −25,06 kJ/mol dan memilki ikatan dengan logam seng (Zn) pada sisi aktif enzim tirosinase. Kemudian senyawa tersebut memiki stabilitas interaksi yang baik berdasarkan grafik RMSD, RMSF, Rg, SASA, RDF, dan H-Bond. Dengan demikian, senyawa asam iso-ferulat diprediksi dapat digunakan sebagai kandidat inhibitor kompetitif dan non-kompetitif enzim tirosinas

    Optimasi Formula Sediaan Losion Tabir Surya dari Ekstrak Etanol Terpurifikasi Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) Dengan Metode Simplex Lattice Design

    No full text
    Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) mengandung senyawa xanton yang memiliki aktivitas farmakologis dimana salah satu turunan xanton  α-mangostin bekerja sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etanol yang menghasilkan ekstrak dengan jumlah xanton tertinggi, menguji aktivitas antioksidan dan tabir surya dari ekstrak terpurifikasi serta mengoptimasi formula sediaan losion tabir surya dari ekstrak terpurifikasi kulit manggis.Optimasi formula losion dilakukan menggunakan software Design Expert® versi 11 dengan kombinasi ekstrak terpurifikasi, asam stearat dan trietanolamin. 14 formula losion dievaluasi nilai SPF, pH dan viskositasnya untuk penentuan formula optimum. Formula optimum selanjutnya diuji nilai SPF, ph dan viskositas untuk membandingkan prediksi software dan hasil percobaan. Selain itu dilakukan uji daya sebar, daya lekat serta stabilitas mekanis terhadap formula optimum. Hasil penelitian menunjukkan kandungan xanton dalam ekstrak etanol 50% sebesar 20,42%, ekstrak etanol 70 % sebesar 29,88% dan ekstrak etanol 96% sebesar 64,57%. Ekstrak terpurifikasi kulit buah manggis memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 5,53 dan nilai AAI 14,46 serta memiliki nilai SPF 8,94 pada konsentrasi 50 µg/ml. Formula optimum yang diperoleh memiliki nilai SPF 7,49 ± 0,0297, kekentalan 21.166,666 cp ± 10,41 serta pH 6,490 ± 0,0404, daya sebar 7,833333 ± 0,15, daya lekat 2,03 ± 0,01

    180

    full texts

    364

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Farmasi & Klinis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇