129 research outputs found
Sort by
COTTAGE RESORT DI KOTA PALANGKA RAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR LOKAL
Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya alam yang belum dikembangkan dan dikelola secara maksimal, oleh karena itu perlu adanya pengelolaan dan pengembangan pada potensi alam tersebut. Salah satu sektor yang paling mendukung adalah sektor pariwisata. Pemanfaatan dan pengembangan potensi wisata yang dimiliki dikelola oleh masing-masing daerah seperti halnnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Kota Palangka Raya ini dikenal dengan kekentalan akan kekhasan budaya Dayak yang unik yang dapat mengundang wisatawan baik dari mancanegara maupun domestik. Oleh karena itu, melihat dari banyaknya potensi pariwisata yang dapat dikembangkan dan jumlah wisatawan cukup tinggi maka perlu ada pengembangan tempat penginapan yaitu kawasan Cottage Resort dan dikembangkan tidak hanya menikmati keindahan alam yang alami yang disediakan oleh cottage resort namun juga kenyamanan serta memperkenalkan budaya lokal Provinsi Kalimantan Tengah yang ditampilkan pada rancangan cottage resort yang memiliki gaya arsitektur lokal yang dapat memberikan citra dan nuansa arsitektur berlandaskan budaya Kalimantan Tengah. Dalam membangun cottage resort, harmonisasi dengan budaya lokal merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Hal ini bisa diwujudkan dengan pengolahan tata ruang luar dan dalam dan pengolahan Fasilitas seperti menyediakan fasilitas SPA berupa Batimung yang sampai saat ini masih dilestarikan, fasiltas restoran yang menyediakan makanan khas suku Dayak Ngaju, serta ruang pameran kerajinan tangan khas suku Dayak Ngaju, sehingga mampu menjawab isu-isu sinkronisasi bangunan dengan kebudayaan lokal
ANALISIS PRODUKSI HASIL TANGKAPAN UDANG BROWN (Metapenaeus ensis) DI PELABUHAN PERIKANAN KUALA PEMBUANG PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis yang berada di Kuala Pembuang dan dibawah naungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah. Pelabuhan Perikanan ini mengelola salah satunya yakni produksi hasil tangkapan nelayan Adapun dalam penelitian ini objek penelitiannya adalah udang brown (Metapenaeus ensis) yang mana merupakan salah satu jenis udang yang cukup mendominasi hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang. Adapun analisis data yang digunakan adalah Catch Per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY) dan Tingkat Pemanfaatan yang mana data didapatkan dari laporan Tahunan Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang dari tahun 2017-2021. Hasil Catch Per Unit Effort (CPUE) tertinggi pada tahun 2020 yaitu sebesar 37,76 kg/trip dan terendah pada tahun 2017 yaitu sebesar 8,36 kg/trip. Adapun hasil dari Maximum Sustainable Yield (MSY) upaya penangkapan optimum sebesar 2.940 trip per tahun dan nilai jumlah tangkapan maksimum lestarinya sebesar 63.954 kg per tahun. Sedangkan nilai hasil dari Tingkat Pemanfaatan sumberdaya udang brown dalam kurun waktu lima tahun terakhir mengindikasikan tingkat pemanfaatan mengalami peningkatan drastis terutama pada tahun 2020 dan 2021. Perlu adanya pembatasan hasil tangkapan karena tingkat pemanfaatan udang brown di Pelabuhan perikanan kuala pembuang dua tahun terakhir melebihi batas optimum, jika tidak dilakukan pembatasan akan berdampak padas stok udang brown kedepannya
PERANCANGAN TEMPAT PENITIPAN SERTA PERAWATAN ANAK ANAK DI KOTA PALANGKA RAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI
Pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Palangka Raya terus bertumbuh sangat pesat dari tahun ke tahun. berdasarkan data penduduk milik Badan Pusat Statistik 2021 jumlah penduduk kota Palangka Raya berjumlah 298 ribu jiwa. Dengan rincian 152.1 ribu jiwa adalah Laki laki dan 146.9 ribu jiwa adalah Perempuan. Diantara 298 ribu jiwa penduduk kota Palangka Raya tersebut 49,4 ribu jiwa adalah anak anak dengan rentan usia 0-9 tahun ( BPS 2021 ). Dan berdasarkan data BPS tahun 2018 jumlah penduduk kota Palangka Raya dengan umur 15 tahun keatas berjumlah 205 ribu jiwa.
Tempat penitipan serta perawatan anak anak adalah tempat yang menyelengarakan penitipan, perawatan serta Pendidikan non formal pada anak anak sehari penuh ataupun setengah hari. Sehingga pada pelaksanaanya dibutuhkan suatu tempat/bangunan yang dapat memberikan kenyamanan pada anak anak nantinya agar anak anak betah saat berada di dalamnya.
Hal ini dapat dicapai dengan aliran sirkulasi udara yang baik dalam bangunan, pencahayaan alami yang memadai dalam bangunan karena anak anak akan ketakutan ketika berada dalam gelap atau cahaya yang kurang. Selain itu penggunaan sirkulasi udara alami dan pencahayaan alami pada bangunan akan menghemat penggunaan energi buatan listrik.
Sesuai dengan hal yang sudah dibahas rasanya pendekatan arsitektur ekologi adalah salah satu pendekatan arsitektur yang pas untuk diterapkan dalam bangunan, karena arsitektur ekologi akan senantiasa menjaga ekologi sekitar bangunan sehingga udara yang masuk kedalam bangunan adalah udara yang sejuk dan bersih. Dan arsitektur akan ekologi juga berperan dalam bangunan karena penggunaan energi buatan dan pendingin buatan atau apaun yang berkaitan dengan energi buatan akan berkurang atau diminimalisir
CHRISTIAN CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR SIMBOLISME DI PALANGKA RAYA
Dalam masyarakat Kristiani di Kalimantan Tengah, makna dan nilai-nilai kristiani merupakan landasan iman bagi umat kristen. Dalam beberapa tahun terakhir di Kalimantan Tengah sering muncul isue-isue sara hingga konflik sosial antar suku. Ada kecendrungan masyarakat mudah terbawa arus isue sara dan mudah terprovokasi. Gereja dan pelayanannya memiliki kontribusi bagi umat kristen untuk mencegah terjadinya konfilk sosial. Oleh sebab itu untuk memelihara keimanan perlu di aplikasikan kedalam bentuk kegiatan-kegiatan kerohanian. Christian Centre merupakan sebuah wadah / tempat dilakukannya berbagai kegiatan kerohanian kristen yang mencakup kegiatan persekutuan dan pelayanan umat Kristiani. Permasalahan dalam mewujudkan Christian Centre membutuhkan kajian yang mendalam untuk menemukan solusi dari berbagai aspek, diantaranya aspek manusia, yaitu bagaimana cakupan pelayanan, pola kegiatan pelaku, pengaturan sirkulasi dan pembagian kegiatan yang bersifat publik, semi-privat, dan privat, serta kegiatan yang berskala besar. Masalah lingkungan sangat komplek untuk menentukan lokasi, pemilihan tapak yang sesuai dengan fungsi kegiatan dan karakter bangunan. Masalah dalam aspek bangunan, bagaimana menciptakan bangunan yang berkarakter dan dapat dinikmati sebagai simbol bangunan religius, peletakan masa bangunan sebagai pembentuk suasana dalam tapak, pemilihan jenis material dan struktur bangunan sesuai dengan fungsi kegiatan didalamnya. Tujuannya agar Christian Centre sebagai pusat pelayanan kekristenan dapat mengakomodir berbagai kegiatan pelayanan dan memberi wadah bagi aktivitas manusia sesuai dengan fungsi dan karakteristik kegiatannya. Adapun metode pengumpulan data melalui studi banding dan studi literatur. Studi komparasi yang menganalisis antara dua objek Christian Centre yang sudah terbangun. Hasilnya desain Christian Center merupakan wadah bagi berlangsungnya berbagai kegiatan dan aktivitas yang mengakomodir kegiatan pelayanan kristen dengan menggunakan gaya gothic sebagai simbolis utama bangunan gereja, dan kegiatan non rohani berupa bangunan serbaguna dan bangunan penunjang. Dalam desain ini interlocking juga terlihat sebagai pengunci tiga massa bangunan
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI LOKASI FOOD ESTATE DESA SANGGANG KECAMATAN PANDIH BATU KABUPATEN PULANG PISAU
Penelitian ini dilakukan di Desa Sanggang Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau. Usahatani padi Sawah didesa Sanggang bermula pada tahun 1983 saat desa sanggang masih pada awal masa transmigrasi, tujuan dari melakukan usahatani padi awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, namun seiring berkembangnya sistem bertani padi yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan mampu menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan hingga saat ini dengan luas lahan pertanian kurang lebih 950 Ha. Kegiatan usahatani padi sawah desa Sanggang hampir sama dengan kegiatan usahatani Padi sawah yang dilakukan oleh petani umumnya. Yaitu dimulai dari persiapan lahan, pemilihan benih (hibrida, cl 200, inpari, sentani), penyemian benih, penanaman, pemeliharaan dengan pemberian pupuk (anorganik). Penyiangan, hingga sampai pada panen dan pasca panen. total penerimaan rata –rata sebesar Rp 10.410.227/hektar yang diperoleh dari jumlah produksi rata-rata sebesar 2073 Kg/ha, dengan rata-rata harga Rp 4894/ Kg/Ha. Dan mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 6.295.608/Ha. Yang diperoleh dari penerimaan yang dikurangi dengan biaya total sebesar Rp. 4.114.619/Ha sehingga mendapatkan total pendapatan dengan rata-rata sebesar Rp. 6.295.608/Ha, dengan demikian maka nilai RCR (Revenue cost ratio) yang diperoleh sebesar 2.53. Dari nilai RCR sebesar 2.53 menunjukkan bahwa RCR > 1 yang berarti usahatani padi sawah desa sanggang layak untuk diusahakan dan layak untuk dikembangkan
An Analysis of Code Mixing Used by The Employees of Fairventures Worldwide Indonesia in Finance and HR Workshop
Code Mixing is a phenomenon of mixing language that often happens in the society these days including in Fairventures Worldwide. This study is conducted to examine the types and reasons of code mixing used by the employees of Fairventures Worldwide Indonesia.
This study utilized a descriptive qualitative research method to examine Code Mixing. The data were sourced from 148 utterances provided by 32 participants in the Finance and HR Workshop conducted by Fairventures Worldwide. Data collection involved recording and transcribing these utterances during the workshop sessions. The data were subjected to a reduction process to focus on relevant instances of Code Mixing. Subsequently, an analysis was conducted to classify and analyze the occurrences, identifying patterns and themes related to the use of Code Mixing in the workshop.
The results of the research revealed 3 types of Code Mixing. Among these, Insertion was the most frequently used type, with a total of 31 utterances. The study also identified 7 different reasons for Code Mixing among participants, with the most prevalent reason talking about a particular topic, which was observed in 55 utterances. Additionally, the research uncovered a new reason for Code Mixing, the 'habitual factor,' which had not been previously documented.
These findings have significant implications for the field of English as a Foreign Language (EFL). The research may provide valuable insights into the sociolinguistic dynamics of Code Mixing, which can enhance the understanding of language use in professional settings. For EFL students and employees at Fairventures Worldwide, the research underscores the importance of contextual factors in language use and offers practical implications for improving communication strategies within multilingual environments
PENGARUH KEGIATAN FINGER PAINTING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS ANAK KELOMPOK B DI TK MELATI NANGA BULIK KECAMATAN BULIK KABUPATEN LAMANDAU
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan menulis anak yang belum optimal di TK Melati Nanga Bulik, hal ini ditunjukkan dengan keterampilan anak dalam menulis huruf kurang tegas tarikan garisnya sehingga tidak seperti huruf aslinya. Maka peneliti merasa tertarik menguji coba kegiatan finger painting terhadap keterampilan menulis anak dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan finger painting terhadap keterampilan menulis anak kelompok B di TK Melati Nanga Bulik Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau.
Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimen one-group pretest-posttest designs, dimana suatu kelompok diberi treatment atau perlakuan sesudah diadakannya pretest.
Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan Uji-t menunjukkan nilai thitung adalah 7,044, sedangkan nilai tabel dengan taraf signifikan 5% (0,05) dan d.b = N-1 = 15-1 = 14 adalah sebesar 2,145. Dari data ini dapat dilihat bahwa nilai thitung = 7,044 > ttabel = 2,145. Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, kegiatan finger painting berpengaruh terhadap keterampilan menulis anak kelompok B di TK Melati Nanga Bulik Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau
UPAYA GURU SMPN 6 PALANGKA RAYA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SELAMA COVID – 19 DALAM KURUN WAKTU 2 TAHUN TERAKHIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru SMPN 6 Palangka Raya dalam meningkatkan hasil belajar siswa selama kurun waktu 2 tahun terakhir. Menurut hasil observasi yang telah saya lakukan di SMPN 6 Palangka Raya, kegiatan proses belajar mengajar di SMPN 6 Palangka Raya sudah berupaya penuh dalam masa pandemi, sekolah tetap memperhatikan pembelajaran siswa. Sekolah mengadakan kegiatan pembelajaran secara daring. Pelaksanaan pembelajaran secara daring guru menggunakan media google classroom. Upaya ini untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2022 dimulai dari melakukan observasi sampai melakukan wawancara kepada sumber data yang terpilih. Sumber data yang terdapat dalam penelitian ini adalah perwakilan 5 guru SMPN 6 Palangka Raya yang merupkan guru mata pelajaran yang berbeda dari 54 guru yang terdapat di SMPN 6 Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi sebelum melakukan penelitian, kemudian dilakukan wawancara kepada 5 perwakilan guru yang menjadi sumber datapenelitian, dan setelah itu dilakukanlah dokumentasi untuk memperkuat hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah berupaya semaksimal mungkin dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Mulai dari menggunakan metode pembelajaran yang beragam dan terus memotivasi siswa, namun masih ada saja hasil belajar siswa yang tidak sesuai harapan. Guru sudah berupaya semaksimal mungkin dalam meningkatkan hasil belajar siswa mulai dari pandemi berlangsung hingga terlaksananya pembelajaran tatap muka. Terlihat jelas perbandingan hasil belajar siswa ketika pembelajaran dilaksanakan melalui daring dan ketika tatap muka
INVENTARISASI PENYAKIT YANG DISEBABKAN CENDAWAN PADA TANAMAN BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DI KELURAHAN KALAMPANGAN KOTA PALANGKA RAYA
Penelitian ini tentang inventarisasi penyakit yang disebabkan cendawan pada tanaman buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian adalah untuk menginventarisasi jenis cendawan penyebab penyakit dan menentukan tingkat intensitas serangan penyakit yang disebabkan cendawan pada tanaman buah naga merah di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2022. Penyakit yang disebabkan cendawan pada lahan petani di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau terdapat enam jenis yaitu kanker batang (Neoscytalidium dimidiatum), Antraknosa (Colletothricum gloesporoides), bercak oranye (Alternaria sp), bercak cokelat merah (Nigrospora sp), nekrosis batang (Curvularia sp), dan busuk cokelat (Fusarium sp). Intensitas penyakit disebabkan oleh cendawan pada tanaman buah naga merah di Kelurahan Kalampangan yang tertinggi yakni bercak oranye sebesar 25,23%, kanker batang sebesar 14,45%, nekrosis batang sebesar 11,68%, bercak cokelat merah sebesar 3,34%, busuk cokelat sebesar 3,25% dan antraknosa sebesar 2,83%. Tingginya intensitas serangan yang disebabkan cendawan pada Kecamatan Sebangau dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengendalian gulma yang tidak dikendalikan dengan baik, tindakan sanitasi lahan yang tidak baik, dan penanaman tanaman buah naga merah secara luas dan monokultur serta dilakukan secara terus menerus pada lahan yang berdekatan
ANALISIS PELAKSANAAN PENGHITUNGAN DAN PEMBAGIAN SHU PADA KPRI SMADA DI SMA NEGERI 2 PALANGKA RAYA
Skripsi dengan judul Analisis Pelaksanaan Perhitungan dan Pembagian SHU Pada KPRI SMADA di SMA Negeri 2 Palangka Raya. Adapun lokasi penelitian ini adalah KPRI SMADA SMA Negeri 2 Palangka Raya yang beralamatkan di jalan K.S. Tubun No.02 Pahandut, Kota Palangka Raya. Koperasi ini dibentuk pada tanggal 25 Januari 1988 dengan badan hukum koperasi No: 1057/BH/XIX /1989. Skripsi ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan perhitungan dan pembagian SHU pada Koperasi KPRI SMADA Tahun 2021; dan untuk mengetahui pembagian SHU KPRI SMADA Tahun 2021 sesuai dengan ketentuan dalam AD/ART KPRI SMADA SMA Negeri 2 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskritif, Jenis Penelitian menggunakan study document, dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi wawancara, dan observasi, serta data yang didapatkan di analisis dengan menggunakan rumus profit loss Berdasarkan hasil penelitian diketahui perhitungan dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) KPRI “SMADA” di SMA Negeri 2 Palangka Raya pada tahun 2021, yakni ; (1) a) Total penerimaan dikurangi total pengeluaran sehingga menghasilkan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp. 721.639.036,93 dari perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU) tersebut telah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) pada laporan KPRI SMADA SMA Negeri 2 Palangka Raya. b) pembagian Sisa ditetapkan berdasarkan ; dana cadangan 25%, jasa pinjaman 35%, jasa simpanan 20%, dana pengurus 7,5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 2,5%, dana sosial 2,5% dan dana pembangunan daerah kerja 2,5%. (2) perhitungan dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai peraturan yang berlaku dan ketentuan dalam AD/ART berdasarkan prinsip Akuntansi, koperasi, sesuai ketentuan UU No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian dan AD/ART. (3) Perhitungan dan Pembagian SHU bagi Anggota yakni ; Pembagian SHU anggota maya sebesar Rp. 1.749.922 ; SHU dino sebesar Rp. 877.608 ; SHU bima sebesar 1.334.570, semakin tinggi pinjaman semakin tinggi perolehan bunga dan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang didapatkan dan pelaksanaan perhitungan dan pembagian telah sesuai dengan prinsip akuntansi, koperasi dan ketentuan dalam undang-undang no. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian serta sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART)