University of Palangka Raya

Repository Universitas Palangka Raya
Not a member yet
    129 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN SMKN-1 BUKIT SAWIT MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY PADA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN

    Get PDF
    Berdasarkan obeservasi awal yang telah dilaksanakan secara online lewat via aplikasi WhatsApp maupun secara langsung,ada beberapa faktor yang di temukan salah satunya adalah pemanfaatan bengkel belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan TeFa di SMKN 1 Bukit Sawit keahlian Teknik Kendaraan Ringan terhambat dikarenakan pandemi covid-19 yang sudah terjadi kurang lebih 2 tahun belakangan ini, dan semakin hari semakin meningkat mengakibatkan pelatihan pengelolaan bengkel/laboratorium tidak bisa berjalan signifikan,serta pemanfaatan bengkel sebagai media praktikum siswa masih belum optimal karena kegiatan belajar mengajar di kurangi selama pandemi berlangsung, faktor lainnya yang cukup mempengaruhi adalah ketersediaan listrik yang masih belum memumpuni untuk mengoprasikan alat-alat praktikum yang menggunakan daya listrik. Penelitian ini merupakan penelitian mix methods research, yaitu suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk pendekatan dalam penelitian, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN-1 Bukit Sawit pada program keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yang beralamat di jalan H.A.DJ.Nihin, desa Bukit Sawit, kec. Teweh Selatan, kab. Barito Utara, Prov. Kalimantan Tengah. Adapun mengenai pelaksanaan penelitian selama 3 bulan dari bulan Juli 2022 s/d September 2022. Subyek penelitian dalam penelitian adalah Kepala Sekolah, Kepala Bengkel, Instruktur bengkel. Dari diagram pareto menunjukan bahwa permasalahan yang mendominasi pada faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan SMKN-1 Bukit Sawit melaksanakan Teaching Factory pada program keahlian teknik kendaraan ringan otomotif adalah aspek kesiapan guru sebanyak 3 respon dengan persentasi 50%. Dan aspek sarana dan prasarana sebanyak 3 respon dengan presentasi 76%. Hasil perhitungan persentase dapat diketahui berdasarkan hasil persentase dari 3 aspek tersebut rata-rata dari 3 aspek sebesar 68%, dari tabel 12 kategori kelayakan masuk dalam kategori siap dari rata-rata 3 aspek (68%) tersebut. Dengan melihat diagram pareto tersebut, jenis permasalahan yang harus di prioritaskan untuk dilakukan perbaikan terhadap permasalahan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan SMKN-1 Bukit Sawit melaksanakan Teaching Factory pada program keahlian teknik kendaraan ringan otomotif adalah aspek kesiapan guru dan aspek sarana dan prasarana yang memiliki presentasi permasalahan yang besar di bandingkan dengan permasalahan lainnya. Presentasi kumulatif merupakan penjumlahan dari jenis permasalahan sebelumnya sesuai dengan urutannya, sehingga total akhir presentasi permasalahan adalah 100%

    PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH BERKELANJUTAN SEBAGAI PERLINDUNGAN HAK POLITIK WARGA NEGARA DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

    Get PDF
    Pada pemilihan umum, Kotawaringin Timur sendiri salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah permasalahan di daftar pemilih. Berdasarkan teori demokrasi serta pelaksanaan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dalam pemenuhan hak politik di Kotawaringin Timur maka fokus penelitian terfokus pada bagaimana pelaksanaan pemutakhiran memilih berkelanjutan menjadi salah satu sarana untuk pemenuhan hak politik pemilih yang terjadi di Kotawaringin Timur. Penelitian kualitatif, pemilihan informan pada penelitian ini akan menggunakan purposive sampling. Purposive sampling sendiri adalah teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti kualitatif untuk merekrut partisipan yang dapat memberikan informasi yang mendalam dan mendetail tentang fenomena yang diteliti serta melalui observasi dan media informasi. Hasil penelitian yang didapat adalah di Kotawaringin Timur, Komisi Pemilihan Umum melakukan pemutakhiran data dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Hal ini lebih menitikberatkan KPU sebagai pelaksana pemutakhiran dengan pelaksanaan kerja setiap bulan, dengan kelebihan dan kekurangan dengan tidak ada nya ad hoc yang bertugas di non-tahapan pemilihan. Koordinasi juga dijalankan dengan baik sebagai salah satu tongkat pelaksanaan keberhasilan pemutakhiran data. Hasil penelitian juga mendapat bahwa Badan Pengawas Pemilu sebagai lembaga pengawasan memberikan andil dalam pengawasan pemutakhiran data dan beberapa hal kendala yang didapat seperti Bawaslu yang harus melakukan uji jentik hingga pengawasan yang dilakukan. Peningkatan koordinasi, melakukan sosialisasi massive, serta pemutakhiran data pelosok-pelosok daerah yang kurang dijangkau dengan ad hoc sementara dan Masyarakat ikut berkontribusi dalam pelaporan data diri

    PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENGGELAPAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN MODUS SEWA-MENYEWA DI KOTA PALANGKA RAYA

    Get PDF
    Penggelapan adalah tindak pidana yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Buku Kedua Bab XXIV Pasal 372 KUHP. Meskipun telah ada aturan mengenai tindak pidana penggelapan, pada kenyatannya tindak pidana penggelapan masih sering terjadi dalam kehidupan masyarakat khususnya di Kota Palangka Raya. Dalam tiga tahun terakhir laporan kasus tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor roda dua di Kota Palangka Raya cenderung meningkat, di mana pada tahun 2019 ada 22 kasus, meski sempat menurun pada tahun 2020 dengan jumlah 20 kasus, akan tetapi terjadi kenaikan jumlah kasus pada tahun 2021 dengan jumlah 23 kasus. Kemudian, hingga data terakhir yang didapatkan pada tahun 2022 berjumlah 15 kasus. Salah satu modus operandi tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor yang terjadi di Palangka Raya yaitu modus sewa-menyewa atau rental seperti kasus yang dilaporkan oleh Neo Rental pada tahun 2020 dan 2022. Berdasarkan pada latar belakang tersebut, penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana penegakan hukum terhadap tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor dengan modus sewa-menyewa di Kota Palangka Raya? 2. Apa hambatan dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor dengan modus sewa-menyewa di Kota Palangka Raya? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan narasumber dan studi kepustakaan yang sesuai dengan permasalahan dalam penelitian ini. Data-data tersebut selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis membuat kesimpulan sebagai berikut: 1. Penegakan hukum terhadap tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor dengan modus sewa-menyewa di Kota Palangka Raya dilakukan dengan upaya preventif dan upaya represif. Dalam menangani perkara, pihak kepolisian mengalami kesulitan dalam menemukan keberadaan pelaku, hal ini dibuktikan dengan banyaknya perkara yang masih dalam proses penyelidikan sehingga penegakan hukum yang dilakukan masih belum maksimal. 2. Hambatan-hambatan dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor dengan modus sewa-menyewa di Kota Palangka Raya yaitu, kurangnya informasi, belum tersedianya alat IT (Information and Technology), kurangnya kerja sama dan koordinasi, serta kurangnya kesadaran masyarakat

    STUDI MORFOLOGI, SIFAT OPTIK DAN LISTRIK KOMPOSIT α-Fe2O3/KARBON AKTIF DARI BIOMASA CANGKANG BIJI KARET

    Get PDF
    Penulisan ini berfokus pada studi morfologi, sifat optik dan listrik komposit α- Fe2O3/karbon aktif dari biomasa cangkang biji karet. Serbuk karbon cangkang biji karet diaktivasi secara kimia dan fisika. Aktivasi kimia menggunakan aktivator KOH dan aktivasi fisika yaitu dikalsinasi dengan furnace pada temperatur 700°C selama 1 jam. Sedangkan untuk sintesis komposit α-Fe2O3/karbon aktif yaitu mengunakan 1:1 massa dari sample. Kemudian, komposit α-Fe2O3/karbon aktif dipanaskan pada temperatur 75 °C selama 24 jam. Bahan yang sudah disiapkan dikarakterisasi dengan menggunakan XRD, FTIR, SEM, UV-Vis, dan LCR Meter. FTIR mengkonfirmasi adanya ikatan Fe–O, ikatan C–N, C–H, ikatan C–C, ikatan C–O, ikatan O=C=O, dan ikatan O–H dalam sampel karbon aktif, Fe2O3, dan Fe2O3/karbon aktif. Morfologi permukaan film pada sampel menunjukkan relatif halus dan homogen, serta mengkonfirmasi interaksi Fe2O3 dengan karbon aktif. Selanjutnya, hasil UV-Vis menunjukkan nilai absorbansi yang tinggi dengan celah pita optik sebesar ~3,21 eV untuk karbon aktif dan ~3,97 eV untuk Fe2O3/karbon aktif. Itu penggabungan film tipis dari material komposit Fe2O3/karbon aktif ini dengan metode berbasis optik. Sampel karbon aktif memiliki nilai konduktivitas listrik yang lebih tinggi dibanding dengan sampel Fe2O3 Sedangkan pada sempel komposit Fe2O3/karbon aktif memiliki nilai konduktifitas lebih tinggi yaitu sebesar 3,88 x 10-2 pada frekuensi 50 Hz dan pada frekuensi 5.000 kHz sebesar 0,34 x 10-2. Ini membuktikan bahwa komposit Fe2O3/karbon aktif memiliki sifat yang lebih baik

    META-ANALISIS PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA SMA BERBASIS ANDROID

    Get PDF
    Media Pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara peserta didik, pendidik dan bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian tujuan pembelajaran terhadap soal prettest dan postest pada pembelajaran kimia SMA berbasis android, kesesuaian sintaks model pengembangan media pada skripsi yang dianalisis terhadap model pengembangan media secara teoritis, dan kesesuaian materi pembelajaran kimia SMA terhadap silabus pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian meta-analisis kualitatif yang diadaptasi dari Merriyana dan dilakukan dengan 8 tahap. Objek penelitian ini adalah skripsi mahasiswa program studi pendidikan kimia Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Palangka Raya dengan tema pengembangan media pembelajaran kimia SMA berbasis android. Teknik Pengambilan data penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dari dokumen tujuan pembelajaran, soal pretest dan posttest, lembar flowchart, dokumen sintaks model pengembangan media, materi pembelajaran, hasil jawaban soal pretest dan posttest yang kemudian di identifikasi dan dianalisis menggunakan tabel identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan tujuan pembelajaran terhadap soal pretest dan posttest pada skripsi yang dianalisis dikategorikan masih belum sesuai dengan tujuan pembelajaran HOTS. Sintaks model pengembangan media yang digunakan oleh masing-masing skripsi masih terdapat ketidaksesuaian dengan sintaks model pengembangan media secara teoritis. Sintaks model pengembangan media dengan penerapan model Borg and Gall dikategorikan masih belum sesuai dengan sintaks pengembangan media secara teoritis, dan tidak dapat dihitung N-Gain-nya karena tidak memiliki sumber data untuk dianalisis. Sintaks model pengembangan media dengan penerapan model DDD-E (Decide, Design, Development, dan Evaluate) pada topik materi Minyak Bumi, dikategorikan masih belum sesuai dengan sintaks pengembangan secara teoritis, dengan N-gain sebesar 0,32 (Sedang) diperoleh dari nilai rata-rata pretest sebesar 41,66 dan posttest sebesar 60,83. Sintaks model pengembangan media dengan penerapan model DDD-E (Decide, Design, Development, dan Evaluate) pada materi Perkembangan Model Atom, dikategorikan masih belum sesuai dengan sintaks pengembangan secara teoritis, dengan N-gain sebesar 0,73 (Tinggi) diperoleh dari nilai rata-rata pretest sebesar 40,66 dan posttest sebesar 84

    AKTIVASI ARANG HASIL TOREFAKSI DARI CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA METILEN BIRU

    Get PDF
    Cangkang kelapa sawit merupakan salah satu material yang memiliki kandung selulosa, hemiselulosa dan lignin yang tinggi. Kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin yang tinggi ini maka cangkang kelapa sawit berpotensi sebagai salah satu material yang dapat dijadikan arang aktif sebagai adsorben pada zat wanra metilen biru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kinerja adsorben arang aktif untuk mengadsorpsi zat waran metilen biru yang ditinjau dara beberapa parameter yakni pH optimum, waktu kontak optimum, isoterm adsorpsi dan termodinamika adsorpsi. Pembuatan arang aktif dilakukan dengan menggerus arang dari cangkang kelapa sawit sampai haslu. Kemudian diayak mengunakan ayakan 60 mesh untuk mendapatkan bentuk yang seragam. Setelah itu, pembuatan arang aktif dilakukan dengan mencampurkan arang dengan larutan HCl 1 M yang didiamkan selama 24 jam, disaring dan dicuci menggunakan akuades sampai pH netral. Setelah di pH netral arang aktif kemudia di oven pada suhu 110°C selama 3 jam dan dikarakterisasi menggunakan FTIR dan XRD. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa arang aktif dari cangkang kelapa sawit memiliki sifat dominan amorf. Hasil karakterisasi menggunakan FTIR adanya gugus fungsi ikatan stretching ikatan aromatik C-C, stretching asimetris ikatan C-O-C dan Vibrasi ulur C-H aromatik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben arang aktif mampu mengadsorpsi metilen biru pada pH 7 dengan nilai (%) teradsorpsi sebesar 99,34% dengan waktu kontak optimum pada 60 menit (%) adsorpsi sebesar 98,42%. Berdasarkan data kesetimbangan adsorpsi adsorben arang aktif dari cangkang kelapa sawit mengikuti model isoterm Freundlich dengan kapasitas adsorpsi maksimum mencapai 49,088 mg/g serta mimiliki nilai ΔG° = -15,069Kj/mol. Dengan demikian interaksi antara adosrben dengan adsorbat terjadi pada lapisan multilayer, dan reaksi berjalan dengan spontan

    PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN YAYASAN WORLD WIDE FUND FOR NATURE (WWF) INDONESIA CABANG KALIMANTAN TENGAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Karakteristik Individu dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Yayasan World Wide Fund For Nature (WWF) Indonesia Cabang Kalimantan Tengah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Explanatory Research. Penelitian ini menggunakan skala likert dari data responden dalam bentuk kuesioner. jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 orang responden, sehingga teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik sensus. Dan data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan alat bantu SPSS Versi 22 Metode pengumpulan data menggunakan Kuesione. Sedangkan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik Individu dan Motivasi Kerja memiliki berpengaruh positif signfikian terhadap Kinerja Karyawan Yayasan World Wide Fund For Nature (WWF) Indonesia Cabang Kalimantan Tengah

    KOLABORASI QUADRUPLE HELIX SEBAGAI MODEL STRATEGI PEMERINTAHAN DESA DALAM MENGAKSELERASIKAN PEMBANGUNAN DESA (Studi Di Desa Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan)

    Get PDF
    Kolaborasi dan sinergitas antara Pemerintahan Desa, akademisi dari lulusan perguruan tinggi, swasta dari korporasi Desa binaan dengan masyarakat di Desa Tumbang Manggu dituntut maksimal dalam melakukan kinerja demi tercapainya akselerasi pembangunan Desa yang baik. Yang pada prosesnya kolaborasi ini memberikan peranan tersendiri terhadap kewenangan dan fungsi nya sebagai actor pembangunan quadruple helix. Dengan memegang kunci kerja sama yaitu komunikasi dan negosiasi yang dilancarkan oleh Pemerintah Desa Tumbang Manggu yakni kepala Desa dan BPD dalam menjalankan program Pembangunan Desa yang meliputi pembangunan fisik dan pembangunan manusia bagi Masyarakat Desa Tumbang Manggu. Dalam perjalanan kolaborasi ini indikator tujuan pembangunan dilihat dari pembangunan fisik meliputi ketersediaan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan; infrastruktur seperti energi, sanitasi, air bersih, perekonomian, komunikasi dan informasi; aksesibilitas dan transportasi; pelayanan umum seperti kebencanaan, kedaruratan, keamanan dan olahraga; serta penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Yang diikuti dengan pembangunan manusia yang meliputi tingkat pendidikan dan pengetahuan, kelembagaan, organisasi masyarakat, dan sikap kemandirian masyarakat terhadap pembangunan Desa. Yang menbentuk suatu strategi akselerasi pembangunan yaitu kolaborasi quadruple helix. Penelitian yang digunakan ialah kualitatif agar mengambarkan potensial tentang strategi tersebut sehingga terlihat secara menyeluruh dan mendalami permasalahan penelitian yang menjadi kendala dalam akselerasi Pembangunan Desa. Dengan hasil penelitian disimpulkan bahwa memang ada terjalinnya sinergitas pembangunan, namun perjalanan tersebut terkendala akibat pengganggaran dan eksekutor yang kurang memumpuni. Sehingga penulis memberi saran kepada pihak Pemerintah daerah bersifat adil dalam pembagian ADD, kepada Pemerintah Desa agar membuat SPK serta penerapan aktif akademisi maupun masyarakat yang diajak aktif kembali dalam melaksanakan Pembangunan Desa secara bersama-sama

    PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae L.) PADA TANAH GAMBUT

    Get PDF
    Kubis bunga merupakan salah satu anggota dari famili tanaman kubis-kubisan (Cruciferae). Rendahnya produksi kubis bunga di Kalimantan Tengah menyebabkan pasokan kubis bunga harus didatangkan dari pulau Jawa dan daerah dataran tinggi lainnya. Salah satu upaya meningkatkan produksi kubis bunga adalah dengan penerapan teknologi pemupukan dan budidaya yang baik pada tanah gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah a) mengetahui interaksi pada pemberian kombinasi dosis pupuk organik dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah gambut; b). mengetahui pengaruh faktor tunggal pada pemberian pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut; c) mengetahui perbedaan pengaruh pupuk kotoran ayam dan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - September 2021, bertempat di Instalasi Kebun Percobaan Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya. Percobaan dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 2 (dua) faktor perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan. Faktor pertama pupuk organik 0 ton ha-1, 28 ton ha-1 (pupuk kotoran ayam) dan 28 ton ha-1 (pupuk kotoran sapi) dan faktor kedua pupuk anorganik 0, 95, 190, 285, 380 kg ha-1. Variabel yang diamati, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, berat segar tanaman, berat bunga, diameter bunga, dan panjang tangkai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pupuk organik dan anorganik. Pada tinggi tanaman dan jumlah daun menunjukkan hasil yang terbaik interaksi antara pupuk kotoran ayam dengan dosis 28 ton ha-1 dan pupuk anorganik dengan dosis 380 kg ha-1, yaitu 34,57 cm dan 23,67 helai daun. Pada umur berbunga pupuk kotoran ayam dengan dosis 28 ton ha-1 dan pupuk anorganik dengan dosis 95 kg ha-1 yang menunjukkan hasil terbaik, yaitu 80,33 hari. Pemberian pupuk anorganik berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan umur berbunga. Pemberian pupuk anorganik dengan 380 kg ha-1 memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, yaitu 13,50 cm. Pemberian pupuk anorganik dengan dosis dengan dosis 190 kg ha-1 memberikan hasil terbaik pada jumlah daun, yaitu 10,47 helai daun. Pemberian pupuk anorganik dengan dosis 95 kg ha-1 memberikan hasil terbaik pada umur berbunga, yaitu 80,33 hari. Pemberian pupuk kotoran ayam dengan dosis 28 ton ha-1 memberikan hasil yang terbaik pada tinggi tanaman, yaitu 13,64 cm, jumlah daun (10,47 helai), umur berbunga (80,33 hari), berat basah tanaman (532,13 g), berat bunga (191,07 g), dan diamater bunga (10,80 cm)

    UJI BEBERAPA DOSIS TRICHOKOMPOS DAN PGPR DALAM MENEKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM (F. oxysporum) MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA TANAMAN BAWANG MERAH

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini untuk 1). Mengetahui dosis Trichokompos dalam menekan penyakit layu Fusarium dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 2). Mengetahui konsentrasi PGPR jenis bambu & putri malu dalam menekan penyakit layu Fusarium dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama perlakuan Trichokompos 3 taraf, factor kedua perlakuan PGPR 3 taraf diulang sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 36 satuan percobaan. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi patogen, intensitas serangan penyakit, tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot basah dan bobot kering tanaman. Hasil pemberian Trichokompos dosis 50 g/tanaman dan 100 g/tanaman mampu menghambat masa inkubasi pada tanaman bawang merah rata – rata hari pada 28,8 dan 31,8 pada PGPR 28,3 dan 31,7. Intensitas serangan pada 10 mst mampu menekan serangan penyakit layu fusarium 30,72% dan 27,85% pada PGPR 29,53% dan 28,88%. Tinggi tanaman pada 6 mst mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman 30,0 cm dan 31,7 cm pada PGPR 28,3 cm dan 29,9 cm. Pada jumlah anakan tanaman bawang merah mampu meningkatkan hasil tanaman 6,17 umbi dan 7,17 umbi pada PGPR 6,17 umbi dan 7,17 umbi. Pada bobot basah dan kering mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman, dengan nilai bobot basah 19,17 g dan 22,17 g adapun bobot kering 15,92 g dan 22,17 g pada PGPR bobot basah dan kering mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman, bobot basah 19,17 g dan 22,17 g adapun bobot kering 16,17 g dan 18,58 g

    118

    full texts

    129

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇