129 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGETAHUAN KEUANGAN, SIKAP KEUANGAN DAN PENDAPATAN TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN PADA PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KELURAHAN KALAMPANGAN KOTA PALANGKA RAYA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan pendapatan terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya. Fenomena kesenjangan pengelolaan keuangan pada UMKM menjadi latar belakang penelitian ini, di mana masih terdapat kompleksitas faktor yang memengaruhi perilaku keuangan pelaku usaha. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian adalah pelaku UMKM di Kelurahan Kalampangan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku pengelolaan keuangan UMKM merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh faktor-faktor multidimensional di luar variabel yang diteliti. Penelitian merekomendasikan pendekatan holistik dalam pemberdayaan UMKM, dengan fokus pada pendampingan praktis, pelatihan berkelanjutan, dan pengembangan ekosistem bisnis yang kondusif
STRATEGI PEMASARAN JAGUNG HIBRIDA (Zea Mays L.) DI KELURAHAN TEWAH KECAMATAN TEWAH KABUPATEN GUNUNG MAS
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang merupakan kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang dengan metode analisis IFAS dan EFAS, serta merumuskan strategi pemasaran yang dapat diimplementasikan dengan menggunakan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran jagung hibrida di Desa Tewah adalah: (a) Faktor kekuatan, yaitu pengalaman petani dalam menanam jagung, lokasi pertanian strategis, petani yang mengikuti penyuluhan, pembentukan kelompok tani, sarana dan prasarana yang dimiliki petani, (b) Faktor kelemahan, yaitu keterbatasan modal petani, posisi tawar petani, kurangnya tenaga kerja, terbatasnya ketersediaan fasilitas produksi di sekitar lokasi pertanian, tidak adanya aturan formal, yaitu kesepakatan harga antar pelaku usaha, (c) Faktor peluang, yaitu penetapan jagung sebagai komoditas unggul, ketersediaan lembaga penunjang pertanian jagung, kegiatan penyuluhan, ukuran dan produksi, kualitas benih jagung, (d) Faktor ancaman, yaitu harga komoditas yang berfluktuasi, kurangnya lembaga permodalan, kurangnya informasi pasar, tingginya biaya pengumpulan dalam transportasi, dan penyuluhan yang tidak intensif. (2) Strategi alternatif yang dapat diterapkan pada pemasaran jagung hibrida di Kelurahan Tewah adalah strategi S-O, yang merupakan strategi agresif, artinya situasi ini sangat menguntungkan dalam pemasaran jagung hibrida karena memiliki kekuatan dan peluang yang tinggi, sehingga dapat memaksimalkan kekuatannya dengan memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah dengan mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif
FISIOGNOMI STRUKTUR VEGETASI MARGA Shorea spp. DI KATU’AN KAMANDRAI’EN DESA JAWETEN KABUPATEN BARITO TIMUR SEBAGAI UPAYA KONSERVASI IN-SITU
Populasi meranti (Shorea spp.) di habitat alaminya telah mengalami penurunan akibat eksploitasi, deforestasi, dan konversi lahan. Katu’an Kamandraien adalah kawasan hutan adat kedamangan suku Dayak Maanyan yang berada di Desa Jaweten, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Terdapat keberadaan meranti di kawasan hutan adat tersebut, dan populasinya tertekan akibat aktivitas illegal logging. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Fisiognomi struktur vegetasi meranti yang dikaitkan dengan upaya konservasi in-situ. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif eksploratif melalui pendekatan kuantitatif-kualitatif. Sampling area dilakukan secara purposive sampling. Analisis Fisiognomi dan populasi meranti dilakukan melalui pembuatan petak ukur dengan intensitas sampling sebesar 0,05%, berukuran 20 x 20 m2 berjumlah 9 petak. Petak ukur tersebar di Stasiun A, B, dan C. Upaya konservasi dilakukan dengan pendekatan strategis melalui penegasan tiga pilar hutan adat, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Diperoleh dua jenis meranti yaitu, Shorea balangeran dan S. stenoptera, dengan total 170 individu (137 individu S. balangeran, dan 33 individu S. stenoptera). Hasil analisis Fisiognomi dan populasi melalui Dispersi Morisita menunjukan distribusi S. balangeran dan S. stenoptera mengelompok (Id M > 0). Hasil analisis Indeks Dominansi menunjukan bahwa S. balangeran adalah jenis meranti paling mendominasi, terutama pada strata pohon (0,75). Struktur tegakan meranti menunjukan tegakan terbesar pada jenis S. balangeran strata pohon (11,16/Ha). Upaya konservasi in-situ meranti difokuskan pada revegetasi S. stenoptera, karena jenis ini memiliki individu paling sedikit dibandingkan S. balangeran. Pemberlakuan hukum adat Dayak Maanyan juga diperlukan untuk mempertegas tiga pilar hutan adat yaitu, hutan konservasi, lindung, dan produksi. Tiga pilar hutan adat kemudian diimplementasikan dalam bentuk aksi nyata melalui program edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Gagasan pemberdayaan masyarakat dengan membuat mitra program Komunitas Anak Dayak Maanyan (KOMANDAN) dan Community Nursery (CN). Implementasi kedua program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi gagasan konservasi di kawasan Katu’an Kamandraien Desa Jaweten
PERSPEKTIF HUKUM ADAT DAYAK NGAJU DALAM TINDAK PIDANA TERORISME DI WILAYAH KEDAMANGAN KECAMATAN JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA
Indonesia sebagai negara dengan keberagaman suku, agama, dan budaya menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga ketertiban masyarakat, termasuk ancaman tindak pidana terorisme. Masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah memiliki sistem hukum adat yang masih dijunjung tinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial, termasuk penanggulangan kejahatan. Kedamangan, sebagai lembaga adat yang berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat adat Dayak, turut berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penyelesaian tindak pidana terorisme. Skripsi ini mengkaji bagaimana hukum adat Dayak Ngaju diterapkan dalam menangani terorisme di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, serta menyoroti peran Kedamangan dalam melakukan pencegahan, penyelesaian konflik, serta kerja sama dengan aparat penegak hukum dalam menghadapi ancaman tersebut. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Kedamangan Jekan Raya menggunakan pendekatan preventif dan represif dalam menangani tindak pidana terorisme. Pendekatan preventif dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya radikalisme dan terorisme, pemetaan wilayah rawan, serta patroli rutin untuk memantau pergerakan kelompok yang dicurigai. Sedangkan pendekatan represif dilakukan dengan cara bekerja sama dengan aparat kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menangani dan menindak pelaku yang terlibat dalam aksi terorisme.Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban, Kedamangan Jekan Raya juga mengacu pada berbagai dasar hukum yang memperkuat perannya dalam menanggulangi tindak pidana terorisme. Beberapa regulasi yang menjadi pedoman utama adalah Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak yang menegaskan kewenangan Kedamangan dalam menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat adatnya, serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi ancaman terorisme. Selain itu, hukum adat yang diwariskan secara turun-temurun melalui Perjanjian Tumbang Anoi 1894 turut menjadi acuan penting dalam menyelesaikan berbagai bentuk pelanggaran, termasuk tindakan yang mengganggu ketertiban sosial. Prinsip hukum adat Dayak Ngaju, seperti Huma Betang, Belom Bahadat, dan Penyang Hinje Simpei, juga menjadi pedoman dalam menjaga keharmonisan sosial dan memastikan bahwa nilai-nilai adat tetap dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan dasar hukum yang kuat, Kedamangan dapat berperan sebagai mediator dalam konflik serta memberikan solusi berbasis adat yang sejalan dengan nilai-nilai lokal dan prinsip keadilan masyarakat Dayak Ngaju.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kedamangan Jekan Raya memainkan peran strategis dalam pencegahan dan penanggulangan tindak pidana terorisme di wilayahnya. Upaya ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip-prinsip hukum adat yang telah diwariskan secara turun-temurun dan berkolaborasi dengan pihak keamanan untuk memastikan stabilitas sosial tetap terjaga. Meski demikian, masih terdapat tantangan dalam implementasi hukum adat dalam konteks modern, terutama dalam keterbatasan sumber daya dan pendanaan. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan memberikan dukungan lebih besar kepada Kedamangan dalam bentuk fasilitas, anggaran, dan peningkatan kapasitas kelembagaan agar peran mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban dapat lebih optimal. Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya hukum adat dalam mencegah dan menangani radikalisme perlu terus ditingkatkan agar upaya penanggulangan tindak pidana terorisme dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Dengan memadukan hukum adat dan hukum negara, diharapkan penanggulangan tindak pidana terorisme di wilayah adat Dayak Ngaju dapat berjalan lebih harmonis dan memberikan perlindungan bagi masyarakat luas
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN EARNING PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2020-2023
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Return On Assets (ROA), Current Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER), dan Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2023.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Populasi penelitian ini berjumlah 95 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2020-2023. Terdapat 31 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis linier berganda dengan bantuan perangkat lunak yaitu IBM SPSS Statistik 25.
Hasil pengujian menemukan bahwa secara parsial variabel Return On Assets (ROA) dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham. Sedangkan, variabel Current Ratio (CR) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham. Dan variabel Debt To Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Harga Saham. Variabel ROA, CR, DER, dan EPS dapat menjelaskan variabel Harga Saham pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI pada tahun 2020-2023 sebesar 49,8%
PENGARUH KEGIATAN ECOPRINT UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK KELOMPOK B DI TK SANTO YOSEF PALANGKA RAYA
Menstimulus kemampuan kreativitas anak dapat dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar yang menyenangkan. Bermain memiliki manfaat yang sangat bagi anak untuk memberikan kebebasan menjelajah duniannya dan mengembangkan kemampuan kreativitas sesuai dengan minat anak. Melalui bermain anak mampu mengekspresikan kemampuan kreatifnya untuk menemukan sesuatu hal yang baru dengan caranya sendiri, bertindak dan berfikir secara inovatif. Media permainan edukatif yang dapat menstimulus semua aspek perkembangan anak terutama kemampuan kreativitasnya.
Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kreativitas anak adalah kegiatan ecoprint. Proses ecoprint melibatkan anak secara langsung dalam berinteraksi dengan alam, serta mendorong kreativitas mereka dalam memanfaatkan bahan-bahan di sekitar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Instrument dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji beda (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kegiatan Ecoprint berpengaruh terhadap kreativitas anak kelompok B di TK Santo Yosef Palangka Raya
ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI KARET DI DESA GOHONG KECAMATAN KAHAYAN HILIR KABUPATEN PULANG PISAU
Tujuan penelitian ini adalah : 1. Mengetahui gambaran usaha petani karet di Desa Gohong Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau; 2. Menganalisis pendapatan petani karet dan pendapatan rumah tangga petani karet di Desa
Gohong Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau; 3. Menganalisis tingkat kesejahteraan petani karet di Desa Gohong Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Metode pengambilan sampel dengan teknik random sampling, sampel yang digunakan berjumlah 46 orang petani karet. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama yaitu menggunakan metode analisis deskriptif. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan kedua yaitu menggunakan analisis pendapatan. Metode yang digunakan untuk menjawab
tujuan ketiga yaitu menggunakan analisis kesejahteraan. Hasil penelitian ini tentang gambaran umum usahatani karet di Desa Gohong Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau yaitu rata-rata luas lahan seluas 2,8 ha, rata-rata
jumlah pohon 1.265 pohon, harga karet cenderung fluktuatif dengan rata rata harga Rp 6.761/kg, pemupukan menggunakan pupuk urea, serta rata-rata produksi karet sebesar 3.171 kg/tahun. Rata-rata penerimaan petani karet yaitu sebesar Rp
21.434.826/tahun, sedangkan rata-rata total biaya sebesar Rp 1.524.526/ tahun, rata-rata pendapatan petani karet sebesar Rp 19.910.302/tahun dengan rata-rata luas lahan 2,8 ha, jadi dalam 1 ha pendapatan petani sebesar Rp 7.110.822/tahun.
Dari segi kesejahteraan, berdasarkan indikator BPS 2023, sebanyak 25 orang petani karet (54,35%) masuk dalam kategori sejahtera, sementara 21 orang (45,65%) masih tergolong dalam kategori belum sejahtera.
Kata kunci: Pendapatan, Petani Karet, Penerimaan, Biaya, Pendapatan, Kesejahteraan
AN OVERVIEW OF COMPANY VALUATION: LOOKING AT THE ENVIRONMENTAL, SOCIAL AND GOVERNANCE (ESG) DISCLOSURE DIMENSION STUDIES
A fundamental to increasing firm value and attracting investors is preserving long-term corporate sustainability through the implementation of sound corporate governance standards that take ESG concerns into consideration. This study examines the potential impact of governance, social, and environmental disclosures on firm value. Businesses in the infrastructure sector that were listed on the IDX between 2021 and 2023 were used as the population and samples. Purposive sampling was used, and SmartPLS Version 4 software was used for testing. Both the inner and outer models are used in the data analysis method. The findings indicate that only governance disclosure not environmental or social disclosure has an impact on firm value. This study builds on earlier research that emphasizes the significance of ESG data in influencing investor choices and optimizing firm value. It also gives businesses advice on how to incorporate ESG considerations more into their operations
OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK DALAM MEWUJUDKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KERENG BANGKIRAI
Cindy Widya, NIM 213020703131, Program Sarjana, Jurusan Ilmu Pemerintahan, pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya, 2025,, Dengan Judul Skrips: OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK DALAM MEWUJUDKAN KEPUASAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KERENG BANGKIRAI, Dosen Pembimbing Utama: Dr. M. Doddy Syahirul Alam, SE., M.Si dan Dr. H. Maharidiawan Putra, S.H., M.H.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis optimalisasi pelayanan publik dalam mewujudkan kepuasan masyarakat di Kelurahan Kereng Bangkirai. Fokus penelitian diarahkan pada pelaksanaan dimensi pelayanan publik berdasarkan teori kualitas layanan (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy), serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses optimalisasi pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan publik di Kelurahan Kereng Bangkirai telah mengalami berbagai upaya perbaikan meskipun masih terdapat keterbatasan dalam sumber daya manusia, fasilitas fisik, dan anggaran. Di sisi lain, komitmen aparatur kelurahan yang tinggi, partisipasi aktif masyarakat, serta inisiatif digital sederhana menjadi faktor pendukung yang signifikan. Masyarakat secara umum merasa puas atas pelayanan yang diberikan, terutama dalam aspek keramahan dan kejelasan prosedur. Warga secara umum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan
HUBUNGAN KETERDAPATAN PIRIT DAN GENANGAN DENGAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH PASANG SURUT (STUDI KASUS DI DESA LUPAK DALAM KECAMATAN KAPUAS KUALA)
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan keterdapatan pirit (FeS₂), perilaku genangan, dan sifat kimia tanah pada sawah pasang surut, di mana oksidasi pirit dangkal menyebabkan kemasaman tanah ekstrem. Kedalaman pirit (potensi bahaya) dan genangan (pengendali) krusial menentukan kesuburan tanah. Penelitian deskriptif kuantitatif survei dilakukan di Desa Lupak Dalam (Juli–Agustus 2025). Sampel tanah olah (0–20 cm) diambil dari tiga titik purposive. Kedalaman pirit (70–80 cm) dan tinggi genangan (9–28 cm) diukur. Parameter kimia tanah (pH H₂O, pH KCl, H-dd, SO₄²⁻ Larut, dll.) dianalisis
korelasional. Hasil menunjukkan pirit yang semakin dalam berkorelasi dengan pH tanah olah yang lebih tinggi (r = 0.998 untuk pH KCl) dan H-dd yang lebih rendah (r = −0.963). Genangan yang lebih dalam berkorelasi sangat kuat dengan
SO₄²⁻ Larut yang lebih rendah (R² = 0.7864), membuktikan genangan efektif menekan pembentukan asam sulfat. Karena pirit berada di kedalaman yang aman dan jenuh air, lahan tergolong aman dari oksidasi parah. Disarankan pengelolaan
tata air yang tepat dan pemantauan muka air tanah berkala untuk menjaga kondisi reduktif lapisan pirit