OJS STIKES Panca Bhakti Pontianak
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP PENCEGAHAN STUNTING PADA PEREMPUAN DALAM MASA PRAKONSESPI DI PUSKESMAS SUKABANGUN
Latar Belakang : Pencegahan stunting dapat dilakukan dari masa prakonsepsi yaitu dengan mempersiapkan kehamilan yang sehat. Tingginya angka prevelensi membuat pemerintah menyelenggarakan percepepatan penurunan stunting, Kalimantan Barat di urutan ke-8 provinsi dengan angka stunting tertinggi di Indonesia. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pengetahuan terhadap sikap pencegahan stunting pada perempuan dalam masa prakonsepsi di Puskesmas Sukabangun.Metode : Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pada analisis data, analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Populasi sebanyak 82 orang dan sampel sebanyak 46 responden.Hasil : Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil 37% responden dalam kategori pengetahuan baik, dan 52,2% kategori sikap negatif terhadap pencegahan stunting. Uji chi-square menunjukan nilai P Value = 0,039<0.05.Kesimpulan : Adanya hubungan pengetahuan terhadap sikap pencegahan stunting pada perempuan dalam masa prakonsepsi di Puskesmas Sukabangun
PENGARUH TEHNIK REBOZO DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI PINGGANG PADA IBU HAMIL DI KLINIK NUGRAHA KARTIKA TANGERANG BANTEN
Latar Belakang: Masa kehamilan kehamilan merupakan masa dimana ibu akan mengalami perubahan fisik maupun psikis. Perubahan fisik yang terjadi bahkan kadang memberikan ketidaknyamanan bagi ibu, salah satunya adalah nyeri punggung bagian bawah. Nyeri pinggang bawah pada wanita hamil terjadi yang berkaitan dengan peningkatan berat badan akibat pembesaran rahim dan peregangan dari otot penunjang, karena hormon relaksan (hormon yang membuat otot relaksasi dan lemas) yang dihasilkan. Rebozo merupakan tekhnik untuk memberikan ruang pada bayi dalam kandungan dengan cara yang menyenangkan bagi ibu..Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh teknik rebozo dan kompres air hangat terhadap penurunan nyeri pinggang pada Ibu Hamil di Klinik Nugraha Kartika.Metode: Desain penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan tehnik purposive sampling. Subjek Penelitian adalah semua ibu hamil di di Klinik Nugraha Kartika. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dengan analisis univariate menggunakan rumus distribusi frekuensi. Analisis Bivariat menggunakan uji statistik Paired T.TestHasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi penurunan intensitas nyeri pinggang ibu hamil dimana sebelum diberikan senam hamil sebanyak 20 ibu (80%) mengalami nyeri dengan intensitas berat dan setelah diberikan senam ibu hamil menjadi 2 ibu (8%) dan Intensitas ibu yang menalami nyeri sedang dari 5 ibu (20%) menjadi 22 ibu (88%).Kesimpulan: Terdapat pengaruh Teknik Rebozo Dan Kompres Hangat terhadap penurunan nyeri pinggang pada kehamila
PERSEPSI WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG METODE ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI POLINDES BHAKTI SUCI DESA MEKAR SARI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2023
Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan. BKKBN pada tahun 2015 memperlihatkan datapemakaian kontrasepsi non MKJP yaitu 83,95% dan yang MKJP 19,28%. Pada hasil pra survey awal yang dilakukanpada WUS adanya perasaaan takut dalam menggunakan AKDR. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkanpartisipasi dalam menggunakan AKDR, perlu diadakan penelitian tentang persepsi dari WUS dalam menggunakanAKDR.Tujuannya adalah untuk mengetahui persepsi Wanita Usia Subur (WUS) Tentang metode alat kontrasepsidalam rahim (AKDR). Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi wawancaradengan jumlah populasi 172 orang, sampel 34 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah incidental. Hasilpenelitian adalah seluruh responden beragama islam dan yang suku Madura dengan tingkat pendidikan respondenterbanyak SD dan SMP sebesar 79,42%, pekerjaan responden terbanyak adalah ibu rumah tangga sebesar 94,11% danpendapatan responden terbanyak adalah sebesar 85,30% serta tingkat pengetahuan responden tentang metodekontrasepsi cukup sebesar 58,82%. Kesimpulan berdasarkan data simpulan diatas dapat diketahui pengetahuan metodeAKDR masih rendah sehingga persepsi wanita usia subur tentang AKDR juga masih rendah. Saran bagi polindesbhakti suci diharapkan untuk lebih giat dalam kegiatan promosi tentang AKDR dalam program KB seperti penyuluhanyang menarik dan inofatif sehingga masyarakat lebih mengenal dan dapat memilih AKDR sebagai alat kontrasepsipilihan
Utilization of Herbal Medicine and Boiled Water (Areca Catechu, Piper Betle and Garcinia Xanthochymus) To Accelerate Recovery During Early Puerperium
Postnatal herbal medicine and boiled water are herbs are usually given to postpartum mothers to strengthen the body and speed up the recovery period of the uterus, speed up the cessation blood and healing perineal wounds. Method: Quasi Experimental research type Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Held at PMB Nuripah Kubu Raya on 21-27 November 2023. Total sample was 34 respondents, the respondents were divided randomly into 2 groups, postpartum mothers in intervention group were given 1x1 multivitamin and postnatal healthy herbal medicine test ingredients at a dose of 1x1 suchet (25 grams) and Postpartum mothers in control group were given 1x1 multivitamin as a comparison, the research was carried out for 7 days. Results: The intervention group had an effect on changes in uterine involution based on anteroposterior diameter (p. 0.005), changes in uterine involution based on longitudinal length (p. 0.002), the amount of locheal discharge (p. 0.003), the smell of locheal discharge (p. 0.002), reducing the pain scale (p. 0.000) and perineal wound healing (0.003). Conclusion: Healthy postpartum herbal medicine and perineal wound fluid effective accelerating early puerperium period (uterine involution, lochea and perineal wounds) with the fastest start of action compared to the control group (multivitamin)
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT IMUNISASI, PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA MEGA TIMUR
Latar Belakang Masalah gizi pada balita merupakan salah satu isu kesehatan utama yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk imunisasi dan penyakit infeksi. Di Desa Mega Timur, cakupan imunisasi dasar lengkap menunjukkan penurunan dari 83% (2022) menjadi hanya 19,2% pada tahun 2025. Dalam kurun waktu yang sama, angka kejadian penyakit infeksi seperti ISPA dan diare tetap tinggi, bersamaan dengan meningkatnya kasus gizi kurang dan stunting pada balita. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara riwayat imunisasi dan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita di Desa Mega Timur tahun 2025. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian ini di dilakukan Polindes Desa Mega Timur 2025. Populasi berjumlah 552 balita danSampel berjumlah 42 Responden, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian menunjukan sebagian dari reponden 59,5% balita memiliki status gizi kurang, sebagian dari responden 50% balita memiliki riwayat imunisasi tidak lengkap, dan sebagian dari responden 50% pernah mengalami penyakit infeksi. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi dengan status gizi (p value = 0,757), namun terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit infeksi dengan status gizi (p value = 0,012). Kesimpulan Penyakit infeksi memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi balita, sementara riwayat imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna
EFEKTIVITAS PEMBERIAN SUPLEMEN KAPSUL KELOR PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN DI PUSKESMAS SINORANG KABUPATEN BANGGAI
Latar Belakang: Berdasarkan data WHO tahun 2016 perempuan yang meninggal dunia sekitar 830 karena komplikasi kehamilan dan kelahiran anak, kebanyakan kasus kematian terjadi di negara yang sumber daya rendah. Anemia sebagai salah satu permasalahan yang dialami ibu selama proses kehamilannya dan anemia sebagai masalah gizi utama yang terjadi di seluruh dunia. Sehingga diperlukan upaya untuk kadar henoglobin ibu hamil adalah dengan pemberian suplemen kapsul kelor.Tujuan: penelitian in bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian suplemen kapsul kelor pada ibu hamil trimester III terhadap peningkatkan kadar hemoglobin di Puskesmas Sinorang Banggai.Metode Penelitian: Penelitian quasy eksperimen. 32 sampel ibu hamil trimester III terpilih dari 54 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan Teknik Simple Random Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini suplemen kapsul kelor dengan variable dependen kadar hemoglobin ibu hamil trimester III. Intervensi meliputi pemberian suplemen kapsul kelor pada kelompok intervensi dan tablet zat besi pada kelompok kontrol. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan simple paired T-Test dan dependent Test.Hasil: Rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil sebelum diberikan suplemen kapsul kelor (rerata=7,40 SD=1,34) dan sebelum diberikan tablet Fe (rerata=7,58 SD=0,96). Setelah intervensi rata-rata kadar hemoglobin dengan pemberian suplemen kapsul kelor (mean=10,02, SD=1,49) dan dengan pemberian tablet Fe (mean=9,28, SD=1,03), meningkat pada kelopok intervensi maupun pada kelompok kontrol dan terbukti signifikan secara statistik.Kesimpulan: pemberian suplemen kapsul kelor dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil
PENGARUH EDUKASI LEAFLET TENTANG PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DI SMP DARMEX LEDO LESTARI 2
Latar Belakang: Perawatan diri yang kurang selama menstruasi diakibatkan kurangnya informasi yang memadaiyang diperoleh remaja putri terkait bagaimana menjaga kebersihan saat menstruasi. Sumber informasi yang kurangmenyebabkan pengetahuan yang rendah dan akan berdampak pada sikap dan tindakan remaja putri. Sehinggadiperlukan sumber informasi melalui pendidikan kesehatan yang bersifat inovatif dan menarik. Tujuan Penelitianyaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi leaflet tentang personal hygiene menstruasi terhadap pengetahuanremaja putri di SMP Darmex Ledo Letari 2. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan metodekuantitatif dengan penelitian pre-eksperimen dan rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Ujianalisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VII,VIII, dan IX yaitu sebanyak 110 orang dan sampel sejumlah 52 responden diambil dengan Teknik ProbabilitySampling dengan simple random sampling. Hasil: Uji statistik diperoleh hasil pengetahuan remaja putri sebelumdan setelah diberikan edukasi leaflet terdapat 44 responden mengalami peningkatan yang signifikan nilai pretestke posttest dengan nilai p-value 0,000< 0,05. Simpulan: Ada pengaruh edukasi leaflet tentang personal hygienemenstruasi terhadap pengetahuan remaja putri di SMP Darmex Ledo Lestari 2
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN BEDSIDE TEACHING (BST) TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN KLINIK ANC DI AKADEMI KEBIDANAN PANCA BHAKTI PONTIANAK
peluang dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan klinik peserta didik agar tercapainya tujuanpembelajaran. Metode belajar bedside teaching dapat meningkatkan kompetensi peserta didik dalam berinteraksidengan pasien, merasakan situasi dan suasana klinis dalam pemeriksaan kehamilan terutama pemeriksaan Leopold.Tujuan penelitian : menganalisa efektivitas metode pembelajaran bedside teaching (BST) terhadap peningkatanketerampilan klinik ANC di AKBID Panca Bhakti Pontianak. Metode penelitian : quasi eksperimen nonequivalentcontrol group design dengan sampel sebanyak 51 orang terbagi dalam kelompok eksperimen sebanyak26 orang dan kelompok kontrol 25 orang dengan menggunakan teknik probability sampling. Analisis datamenggunakan paired sampel t-test, independent t-test dan regresi logistik. Hasil paired sample T test menunjukkanadanya hubungan antara hasil pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilaisignifikansi (Sig.) sebesar 0,000 < 0,05. Hasil perhitungan N-gain score pada kelompok eksperimen sebesar 0.56(56,38) % dengan kategori cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan klinik ANC. Hasil independent t-testsebesar 0,931 > 0,05 menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara metode belajar bedsideteaching dan coaching dalam meningkatkan keterampilan ANC. Hasil analisis regresi logistik pada variabel luaryaitu peran pembimbing sebesar 0,040 (p < 0,05) dan minat belajar sebesar 0,035 (p < 0,05) memengaruhiketerampilan klinik ANC. Kesimpulan: Metode pembelajaran bedside teaching (BST) cukup efektif dalammeningkatkan keterampilan ANC dengan dipengaruhi oleh peran pembimbing dan minat belajar selamapraktikum
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Pendahuluan: Keluarga memiliki peran yang sangat penting terhadap status kesehatannya, dengan penyakit kronis yang dihadapinya seperti diabetes melitus. Tingkat pengetahuan pun juga sangat penting terhadap kesembuhan pasien. Dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan dapat memberikan dampak positif terhadap kepatuhan manajemen perawatan pada penderita DM. Tujuan Penelitian: untuk menganalisa hubugan dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2. Metode Penelitian: Cara pengambilan sample menggunakan teknik simple random sampling yaitu dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden. Pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran kuosioner. Analisa data yang digunakan adalan univariat dan bivariat dengan uji kendall’s tau. Hasil Penelitian: hasil uji statistik hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup diperoleh nilai p value sebesar 0,005 yang artinya p-value <0,05 sehingga Ha diterima, dan hubungan tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup diperoleh nilai p value sebesar 0,004 yang artinya p-value <0,05 sehingga Ha diterima. Kesimpulan: bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2. Saran: Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan keluarga penderita diabetes melitus sehingga lebih peduli dengan kesehatan. Disarankan kepada petugas kesehatan dapat terus memberikan penyuluhan dan informasi lebih lanjut terhadap masyarakat terutama tentang penyakit diabetes melitus
Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Ketidakteraturan Menstruasi pada Remaja : Scoping Review
Masa remaja adalah suatu fase transisi dalam rentang usia 10 sampai 19 tahun, dimana pada fase tersebut remaja perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Beberapa remaja perempuan mengalami permasalahan menstruasi. Salah satu faktor yang memengaruhi permasalahan menstruasi adalah IMT. IMT dapat dijadikan sebagai parameter yang bisa menggambarkan jumlah relatif lemak tubuh yang berperan penting dalam pembentukan hormon reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan informasi yang membahas mengenai hubungan IMT dan ketidakteraturan menstruasi pada remaja. Desain yang digunakan ialah scoping review. Artikel dikumpulkan melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect dengan menggunakan kata kunci terkait Indeks Massa Tubuh (IMT), ketidakteraturan menstruasi dan remaja. Penelitian yang disertakan merupakan penelitian asli yang menilai hubungan IMT dan ketidakteraturan menstruasi pada remaja. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan terpilih 10 artikel. Hasil kajian menunjukkan terdapat potensi signifikan hubungan IMT terhadap ketidakteraturan menstruasi pada remaja. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengkaji secara lebih mendalam mengenai penanganan ketidakteraturan menstruasi pada IMT yang tidak normal serta dampaknya terhadap kesehatan reproduksi