e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
    784 research outputs found

    FILSAFAT POLITIK ISLAM TENTANG KEDUDUKAN MANTAN NARAPIDANA MENJADI ANGGOTA LEGISLATIF

    Get PDF
    Di saat ini sedang gonjang ganjing tentang adanya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang pencalonan Anggota Legislatif. Akhirnya PKPU itu telah ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang di undangkan perjuli 2018. Dimana pasal 4 ayat 3 menyatakan bahwa mantan terpidana Narkoba, kejahatan seksual terhadap anak dan korupsi tidak boleh diikutsertakan.Walaupun secara yuridis Undang-Undang No 8 Tahun 2012 tentang Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD telah membolehkan mantan narapidana menjadi anggota DPR, DPD dan DPRD dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Mantan narapidana adalah orang yang dulu pernah melakukan kejahatan atau tindakan kriminal dan telah menjalani hukuman. Status mantan narapidana menjadi anggota DPR, DPD, dan DPRD banyak mendapat respon penolakan dari masyarakat. Hal ini didasari bahwa mantan narapidana adalah orang yang sudah cacat secara moral dan tidak lagi dipercaya oleh masyarakat. Memang untuk membangun lembaga Legislatif yang kredibel dan bisa dipercaya oleh rakyat, seharusnya para anggotanya memiliki integritas yang bermoral, cerdas (kompetensi), dan bersikap negarawan apalagi anggota legislatif merupakan representasi rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Berdasarkan permasalahan ini, penulis ingin melihat dari perspektif filsafat politik Islam (Fiqh Siyasah) tentang kedudukan mantan narapidana menjadi anggota legislatif. Penelitian adalah studi pustaka dengan menelaah persoalan mantan narapida sebagai calon anggota legislative. Dari analisis bahwa tidak ditemukan secara jelas tentang status manta narapidana menjadi legislatif dari al-Qur’an dan Sunnah boleh atau tidaknya. Namun untuk kemaslahatan umat dan kredibel lembaga seharusnya memang orang-orang yang bersih. Artinya dalam pandangan Fiqih Siyasah hukum menjadi anggota legislatif adalah mubah, apabila ia telah bertauba

    HUKUM MENGULANG SHALAT DENGAN BERJAMA’AH (STUDI PEMAHAMAN HADIS MUKHTALIF)

    Get PDF
    I’adah (repeating prayer) is to repeat the implementation of an obligation in time according to the provisions of the sharak for the second time due to the occurrence of shortages or aging in the implementation of the first obligation. In the matter of repeating this prayer, the existence of the traditions of the Prophet Muhammad explained about the ability to repeat prayers in congregation, meaning someone who had prayed at his house, then he went to the mosque and found a congregation who would pray, he was allowed to repeat pray by joining the congregation. However, in other traditions, indications of prohibition were found to repeat the same prayer on one day even with congregations. The two versions of the hadith appear to be textually contradictory, but as Imam Shafi'i's statement states that the traditions of the Prophet Muhammad will not be contradictory, a solution can be found so that a proper understanding of the traditions that appear to be contradictory can be found. Therefore, it is necessary to analyze a complete understanding of the traditions of repeating prayers in congregation so that the law can be repeated in congregation

    HARMONY IN DIVERSITY: STUDY ON POTENTIAL HARMONIOUS MULTICULTURAL SOCIETY "PANTARA" REGIONS (PANTI-TAPUS-RAO) NORTHERN BORDER OF WEST SUMATRA

    Get PDF
    Pantara region (Panti-Tapus-Rao) is an area that lies on the border north Sumatra Indonesia consists of diverse cultures, ethnicities, races and religions. This area is a picture of a multicultural society, scattered in various corners of the village. The society of Pantara is a homogeneous society both in terms of custom and religion in Minangkabau. During the era Pagaruyung Kingdom in Minangkabau, Pantara region was given region's special autonomy status called "Lordship of Padang Nunang" located in Rao. The status of “Lordship” as shoreline areas (regions in power) is given by the special autonomous kingdom of Pagaruyung, contributing to strengthen society of "Pantara" as an honor for indigenous of Minangkabau tradition which holds the tradition of, "Tradition founded upon Islamic law, Islamic law founded upon the Qur'an" (adat basandi syara', syara' basandi Kitabullah). The massive arrival of Batak Toba and Mandailaing in the early days of independence to Pantara region(Panti-Tapus-Rao), change homogenous society into a heterogeneous society. The diversity in Pantara region covers ethnicity and culture as well as diversity in religion. Batak Toba and Mandailing society share the same patrilineal culture, but they are different in terms of religion. Batak Toba society made Protestants association or better known as HKBP while Mandailing community embraced Islam. Minangkabau people have the same religion as the Mandailing, because both are Moslem but they are different in customs. Mandailing embraced patrilineal while indigenous Minangkabau is matrilineal. On the other hand, Batak and Minang people different both in religion and culture. Batak are Christians while the Minangkabau are Muslims. The presence of Javanese people who come when it was brought by the Dutch, and the arrival of Malay people who chose to stay in the region participated Pantara enrich the diversity of Pantara region. Pantara region now has turned into a society that is heterogeneous in terms of ethnicity, religion, culture and language, they are live together in harmony, although sometimes arise, but can be mitigated and resolved quickly.There are some factors to live in harmony in diversity within the multicultural society of Pantara: 1). Understanding of religious teachings which are sublime and peaceful, 2). Values of local wisdom, 3). Recognition of newcomers, 4). And the pattern of leadership in the communit

    IDENTITAS: KONSTRUKSI SOSIAL DAN KEKUASAAN

    No full text
    This paper examines the construction of social identity that occurred in the Chinese society of Indonesian descent. Discrimination and violence against ethnic Chinese are common. So that few ethnic Chinese seem to resign, accept it as fate, or it is an inevitable consequence of being a foreign minority. One can easily, on behalf of an abstract or abstract racial identity and away from the reality of annihilating a neighbor beside his own house, or groups imagined as others (others). People often get caught up in the illusion of a unique and unfettered identity. It is found in this study that identity builds in discourse, and therefore needs to be understood as something formed in historical and institutional spaces, structures constructed by specific discursive practices Tulisan ini mengkaji tentang konstruksi identitas sosial yang terjadi di tengah masyarakat China keturunan Indonesia. Diskriminasi dan kekerasan yang terjadi terhadap etnis China dianggap sesuatu yang biasa. Sehingga tidak sedikit etnis China yang seolah pasrah, menerimanya sebagai takdir, atau merupakan sebuah konsekuensi yang tak terelakkan sebagai golongan minoritas asing. Orang dapat dengan mudah, atas nama identitas ras atau agama yang abstrak dan jauh dari realitas justru menghabisi tetangga yang ada disamping rumahnya sendiri, atau kelompok-kelompok yang diimajinasikan sebagai yang lain (orang lain). Orang sering terjebak ke dalam ilusi tentang identitas yang unik dan tanpa pilihan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa identitas terbangun di dalam diskursus, dan karenanya perlu dipahami sebagai sesuatu yang dibentuk dalam ruang-ruang historis dan institusional, struktur-struktur yang dikonstruksikan oleh praktik-praktik diskursif yang spesifik

    FEMALE ULAMA: MEDIATING RELIGIOUS AUTHORITY IN A LIMITED ‘ISLAMIC’ PUBLIC SPHERE IN CONTEMPORARY INDONESIA

    Get PDF
    Religious authority and the viable role played by female ulama in a limited Islamic public sphere have always been a matter of concern. Unlike previous studies focused much on gender sensitive, this research will analyze crucial position of Islamic public sphere in which female santri of Ma’had ‘Ali As’adiyah South Sulawesi can build and transform their authority. The research argues the decrease level of female authority is due to their lack of involvement in limited Islamic public sphere within and outside pesantren. Drawing on female santris’ daily activities, particular attention will be given to how female As’adiyah achieve, harness, build and transform religious authority through mosque and classroom environment. This reveals that authority of female ulama has not exclusively to do with the mastering of classical Islamic knowledge, but also with the maximizing the use of a limited ‘religious’ public sphere which is represented in halaqah of mosque, preaching stage, and the production of hybrid knowledge within classroom environment

    PEREMPUAN SHALAT DI MASJID (Tinjauan Syarah Hadis Ibn Hajar dan Ibn Rajab)

    No full text
    Shalat merupakan ibadah yang wahib bagi umat islam. Shalat menjadi salah satu rukun Islam yang harus di tegakkan. Secara syar’i dalam melaksanakan ibadah shalat, dalam hadits dijelaskan bahwa shalat seorang bila dilakukan berjama’ah lebih baik dari pada shalat sendiri-sendiri, dan shalat berjamaah di masjid lebih baik dari pada shalat di rumah atau dipasar. Di tambah lagi bahwa shalat fardhu di masjid lebih utama dari pada di tempat lain. Namun hadits lain terkhusus untuk perempuan bahwa shalatnya di rumahnya lebih baik dari di masjid, dan shalat di kamarnya lebih baik dari di rumahya, dan shalat di kamar khususnya lebih baik lagi dari pada di rumahnya. Dari sini timbullah pertayaan bagaimana jika perempuan shalat di masjid. Apakah juga mendapatkan keutamaan, atau shalat dirumahnya yang lebih utama. Dalam tulisan ini akan dijelaskan perspektif secara umum di kutubus sittah dan akan dibahas komprehensif dalam pandangan ibn hajar dan Ibn Rajab dalam mensyarah hadis Bukhari tentang perempuan shalat di Masjid. Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa perempuan dibolehkan untuk shalat di masjid setelah mendapatkan izin dari suaminya atau walinya dengan memperhatikan adab-adab yang diajarkan Rasulullah. Ini bertujuan untuk menjaga (baik laki-laki maupun perempuan) dari terjerumus kepada dosa. Hukum pembolehan ini akan berubah menjadi larangan apabila keluarnya perempuan berakibat terjadinya fitnah. Akan tetapi shalat mereka di rumah tetap lebih utama daripada shalat mereka di masjid. Sesuai dengan pendapat Ibn Rajab dan Ibn Hajar dalam syarahnya

    PENDIDIKAN PRA NIKAH DALAM RANGKA MENCAPAI RUMAH TANGGA SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH

    No full text
    Keluarga merupakan unit sosial terkecil dalam kehidupan umat manusia juga merupakan tonggak utama dalam menjalankan aktivitas kehidupan. Dari keluarga muncul sebuah ekspresi di mana adanya sebuah keinginan dan tindakan untuk terbentuk dan terjadinya keluarga yang bahagia. Dan terbentuknya keluarga dalam Islam berawal dari teciptanya hubungan suci yang terjalin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan melalui tali perkawinan yang sakral dengan terpenuhi rukun-rukun dan syarat sahnya sebuah perkawinan. Namun pada kenyataannya kondisi keluarga saat ini mulai kehilangan fungsi dan peranannya. Hal tersebut terjadi karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana mencapai keluarga bahagia (sakinah mawaddah wa rahmah) dengan memahami hal-hal yang berkaitan tentang pernikahan dalam Islam. Karenanya penting para calon orang tua, calon ayah ibu perlu mendapatkan pendidikan tentang pernikahan sebelum memasuki jenjang pernikahan. dengan memahami konsep ajaran Islam yang berhubungan dengan pernikahan , seperti rukun dan syarat pernikahan, hukum tujuan dan hikmah pernikahan, tentang perempuan yang boleh dan tidak boleh dinikahi, serta permasalahan yang berhubungan dengan putusnya pernikaha

    PENGARUH RASIO SOLVABILITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA SEKTOR PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2012 – 2016

    Get PDF
    This research aims to know the magnitude of the influence of Solvency Ratio on performance of the financial of banking sector in the Indonesian stock exchange. The purpose of this research is seen from the problem "how to influence their solvency ratio against the financial performance in the banking sector in Indonesia stock exchange period 2012 – 2016?". Based on the results of the research that has been done, it was found that their solvency Ratios the negative effect on performance on financial sector perbankkan in the Indonesia stock exchange in the period 2012-2016

    ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA REKSADANA SAHAM SYARIAH DENGAN REKSADANA SAHAM KONVENSIONAL (Reksadana yang terdaftar di OJK tahun 2013-2015)

    Get PDF
    Comparative analysis of Sharia share sharing with conventional mutual fund (Reksadana which registered in FSA year 2013-2015, Research conducted at Indonesia Stock Exchange The purpose of this research is to know difference of performance of syariah equity fund with conventional equity fund. used is descriptive approach, secondary data type, with data analysis technique using paired sample t-test analysis. The results obtained by paired t-test are obtained: (a) There is no difference in the performance of Islamic mutual funds with conventional mutual funds as measured by the Sharpe index, which is known to count-0.994 0.05. (B) There is no difference in the performance of Islamic mutual funds with conventional mutual funds as measured by the Treynor index, which is known by the 0.953 0.05. (C) There is no difference in sharia mutual funds with conventional mutual funds as measured by the Jensen index, known thitung-0.307 0.05. Finally, the authors suggest that investment managers and investors should be a reference in order to improve their ability in selecting profitable portfolio securities and do not worry about choosing Islamic mutual funds as an option to invest. Analisis komparatif saling berbagi saham syariah dengan reksa dana saham konvensional (Reksadana yang terdaftar dalam FSA tahun 2013-2015, Penelitian dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kinerja reksa dana saham syariah dengan reksa dana saham konvensional. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif, jenis data sekunder, dengan teknik analisis data menggunakan analisis paired sample t-test. Hasil penelitian yang diperoleh dengan uji paired t-test diperoleh: (a) Tidak ada perbedaan dalam kinerja reksadana syariah dengan reksa dana konvensional yang diukur dengan indeks Sharpe, yang diketahui adalah hitung-0,994 0,05. (B) Tidak ada perbedaan dalam kinerja reksadana syariah dengan reksa dana konvensional seperti yang diukur oleh indek Treynor, yang diketahui dengan hitung-0,953 0,05. (C) Tidak ada perbedaan dalam reksa dana syariah dengan reksa dana konvensional seperti yang diukur oleh indek Jensen, yang diketahui thitung-0,307 0,05. Akhirnya, penulis menyarankan agar para manajer investasi dan investor harus menjadi acuan dalam rangka meningkatkan kemampuan mereka dalam memilih sekuritas portofolio yang menguntungkan dan jangan khawatir memilih reksadana syariah sebagai pilihan untuk berinvestasi

    PENGARUH PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) PADA PT BANK SYARIAH BUKOPIN

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh profitabilitas dan leverage di Bank Syariah Bukopin terhadap Social Corporate Responsibility. Penelitian ini dilatar belakangi alasan pentingnya suatu bank syariah untuk menampilkan dirinya lebih baik dibandingkan dengan perbankan konvensional. Gambaran baik buruknya suatu perbankan syariah dapat dikenali melalui kinerja baik yang tergambar dari tanggungjawab sosialnya maupun dari laporan keuangannya. Jika dilihat dari rasio keuangan yakni rasio profitabilitas (ROA) dan rasio leverage (Debt to Equity), PT Bank Syariah Bukopin memiliki ROA dan Debt to Equity yang mengalami fluktuasi disamping memiliki berbagai bentuk kegiatan CSR tiap tahunnya.Jenis penelitian ini merupakan penelitian  deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan analisis Regresi Analisis Berganda.  Variabel dalam penelitian ini terdiri dari satu variabel dependen dan dua variabel independen. Variabel dependen atau variabel Y dalam penelitian ini adalah tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility), sedangkan variabel independen terdiri dari X1 yaitu profitabilitas dan X2 yaitu leverage.Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data sekunder. Data diambil dari laporan keuangan dan laporan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) pada PT Bank Syariah Bukopin.Kesimpulannya adalah: 1) Profitabilitas (ROA) berpengaruh signifikan terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) pada PT Bank Syariah Bukopin (Sig = 0.001 α = 0.05)

    293

    full texts

    784

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇