e-Journal IAIN Bukittinggi (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
784 research outputs found
Sort by
Determinant of Tourist Satisfaction on Halal Tourism: Examining the Religious Aspect as a Moderating Variable
The objectives of this study are to test the relationship between tourism motivations and tourist satisfaction, and to test how ‘Religion’ moderates the relationship in Bukittinggi City, West Sumatera. The variable ‘Religion’ is represented by the availability of Islamic norms and practices which are relevant to tourism at the destination. The results of the Partial least square (PLS) indicated that the tourism motivations are significantly and positively related to tourist satisfaction. The results also showed that Islamic attribute significantly affect the tourist satisfaction. Travel motivation consisting of pull motivation and push motivation has also been shown to have a significant effect on tourist satisfaction.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara motivasi wisata dan kepuasan wisatawan, dan untuk menguji bagaimana 'Agama' memoderasi hubungan tersebut. Studi kasus dalam Penelitian ini adalah Halal Tourism di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Variabel ‘Agama’ diwakili oleh tersedianya norma dan praktik Islam yang relevan dengan pariwisata di destinasi. Hasil Partial least square (PLS) menunjukkan bahwa motivasi wisata berhubungan positif dan signifikan dengan kepuasan wisatawan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa atribut Islami berpengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan. Motivasi perjalanan yang terdiri dari motivasi tarikan dan motivasi dorongan juga terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan
The Effect of Implementing Good Corporate Governance on the Profitability and Financing Risk of Sharia Commercial Banks
The concept of good corporate governance (GCG) is based on agency theory which is expected to reduce conflicts of interest between agents and principals that can occur in every company, including sharia banks. This situation was realized by the Bank of Indonesia, which then issued a policy that emphasized the need for applying GCG in Bank Indonesia Regulation, namely PBI Number 11/33/PBI/2009. This study examines the effect of applying GCG on profitability and financing risk at the Sharia Commercial Bank in Indonesia. The application of GCG is measured using a composite value self-assessment GCG. Profitability is measured by the ratio of ROA and ROE, while the ratio of NPF measures financing risk. This study uses secondary data, namely annual and GCG implementation reports from 2010 to 2019, published on each official website of Sharia Commercial Bank. Based on the purposive sampling method, 8 of Sharia Commercial Bank ware sampled in this study with a total of 80 observations. Data analysis techniques use panel data regression analysis. The results showed that the application of GCG had a negative and significant effect on profitability measured by ROA and ROE ratios and had a significant positive effect on financing risk measured by the NPF ratio
Revivalism and Exegetical Reception of Āyāt At-Taḥkīm in Islamic Higher Education
This research aims to determine whether or not revivalism ideology exists among academics in Islamic higher education institutes in the province of Southeast Sulawesi. It is accomplished through the use of an exegetical reception approach of their understanding of the Āyāt at-Taḥkīm (Qur’an chapter al-Mā’idah [5]:44-47). Data was gathered by combining survey technique development with in-depth interviews. The collected data was analyzed using a philosophical and phenomenological hermeneutic approach to assess the academic community’s understanding of Āyāt at-Taḥkīm. According to the survey results, Āyāt at-Taḥkīm is very popular among academics higher education institutes in Southeast Sulawesi. Most of the academic community’s information comes from religious studies on social media. They acknowledge and accept these verses as the foundation for the legitimacy of kāffah enforcement of Islamic law as the foundation for Indonesia’s political system. Meanwhile, the interviews show that most informants label those who disagree with the discourse with theological labels (kāfir and thāgūt). As a result, even though these characteristics have not reached an extreme level, their comprehension is included in the revivalism ideology’s characteristics.Penelitian ini bertujuan untuk menakar eksistensi karakteristik ideologi revivalisme di kalangan sivitas akademika, khususnya di perguruan tinggi yang berada di wilayah provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ini dilakukan dengan menerapkan pendekatan resepsi eksegesis atas pemahaman mereka terhadap Āyāt at-Taḥkīm (Q. al-Mā’idah [5]:44-47). Data penelitian ini dikumpulkan melalui elaborasi antara teknik survey dan wawancara mendalam secara bersamaan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis mengggunakan pendekatan hermeneutika filosofis dan fenomenologis guna menakar pemahaman sivitas akademika terhadap Āyāt at-Taḥkīm. Hasil survey membuktikan bahwa Āyāt at-Taḥkīm cukup populer bagi kalangan sivitas akademika di Sulawesi Tenggara. Informasi tentangnya mayoritas diakses oleh sivitas akademika dari kajian-kajian keagamaan di media sosial. Mereka mengenal dan memahami ayat-ayat itu sebagai basis legitimasi wajibnya penegakan syariat Islam secara kāffah sebagai basis sistem politik pemerintahan di Indonesia. Sedangkan hasil wawancara membuktikan bahwa mayoritas informan menggunakan label-label teologis (kāfir dan thāgūt) terhadap orang-orang yang menolak wacana tersebut. Meskipun pemahaman mereka dapat dikategorikan mengandung karakteristik ideologi revivalisme, tetapi belum termasuk level yang ekstrem, sehingga masih berpeluang bagi mereka untuk mendapatkan pembinaan.
Evaluating World Religion Paradigm through the Idea of Ultimate Reality
This study aims to evaluate whether the idea of ultimate reality in world religions contributes to the characteristics of the world religion paradigm, which is hierarchical cosmology or “subject-object cosmology.” Several research on this topic claims that one of the characteristics of the world religion paradigm is its hierarchical perspective. Discussing this issue is important to distinguish the world religions as the paradigm and the world religions as the most widely embraced religion. This study argues that the hierarchical perspective of the world religion paradigm can be rooted in the idea of ultimate reality, that there is a supreme, foremost, and most principal reality in the continuity of this universe, namely the supernatural or God. The hierarchical cosmology consists of three main domains: supernatural/God, culture/human, and nature. This study uses a literature study methodology, relying on books, journals, and texts related to research questions. This study finds that the world religion paradigm or hierarchical cosmology or “subject-object cosmology” is prominent, especially in Abrahamic religions such as Islam, Christianity, and Judaism, even though the concept of ultimate reality in these three religions is different. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah gagasan tentang realitas tertinggi dalam agama-agama dunia turut berkontribusi membentuk karakteristik paradigma agama dunia, yaitu kosmologi hierarkis atau “kosmologi subjek-objek”. Beberapa penelitian tentang topik ini mengklaim bahwa salah satu karakteristik paradigma agama dunia adalah perspektifnya yang hierarkis. Membahas masalah ini penting untuk membedakan agama-agama dunia sebagai paradigma dan agama-agama dunia sebagai agama yang paling banyak dianut. Kajian ini berpendapat bahwa perspektif hierarkis paradigma agama dunia dapat berakar pada gagasan tentang realitas tertinggi, bahwa ada realitas tertinggi, utama, dan paling utama dalam kelangsungan alam semesta ini, yaitu supernatural atau Tuhan. Kosmologi hierarkis terdiri dari tiga domain utama: supernatural/Tuhan, budaya/manusia, dan alam. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kepustakaan, dengan mengandalkan buku, jurnal, dan teks-teks yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian. Kajian ini menemukan bahwa paradigma agama dunia atau kosmologi hierarkis atau “kosmologi subjek-objek” menonjol, terutama dalam agama-agama Abrahamik seperti Islam, Kristen, dan Yudaisme, meskipun konsep realitas tertinggi dalam ketiga agama tersebut berbeda
Bahan Ajar E-Modul Menggunakan Aplikasi Sigil pada Materi Transformasi Geometri
The purpose of this research is to develop e-module teaching materials using the sigil application. The type of this research is research and development (R&D). The development model used is a combination of 3-D and Luther Sutopo models, namely define, design, develop (concept, desing, collecting, assembly, testing and distribution materials). After the product was produced based on the results of product trials for aspects of validity, material experts and media experts obtained 82% which is very valid. Aspects of practicality for teachers and students with a percentage of 78.34% or practical, and for the effectiveness test the effective criteria are 77% while the test results are 82.56% with very effective criteria. So it can be concluded that the design of e-module teaching materials using the sigil application on the subject of Geometric Transformation for class XI SMA students is valid, practical and effective.Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan bahan ajar e-modul menggunakan aplikasi sigil. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah mengkombinasikan antara 3-D dan model Luther Sutopo yaitu define, design, develop (concept, desing, material collecting, assembly, testing dan distribution). Setelah produk dihasilkan berdasarkan hasil uji coba produk untuk aspek kevalidan pada ahli materi dan ahli media memperoleh 82% yaitu sangat valid. Aspek kepraktisan bagi guru dan siswa dengan persentase 78,34% atau praktis, dan untuk uji efektifitas memperoleh kriteria efektif sebesar 77% sedangkan dari hasil tes diperoleh 82,56% dengan kriteria sangat efektif. Jadi dapat disimpulkan bahwa rancangan bahan ajar e-modul menggunakan aplikasi sigil pada pokok bahasan Transformasi Geometri untuk anak kelas XI SMA dinyatakan valid, praktis dan efektif
The Impact of Online Gold Trade Using the Dropshipment System Based on Maqashid Syari'ah
In the business world, entrepreneurs have used the Internet to promote their products. This marks the start of the growth of online commerce. Many people prefer online transaction as it does not need a large investment or a physical location. The online transaction requires only a few electronic tools that are linked to the Internet. Resellers and drop shipping are two online trade systems that are popular among business actors today. This library research examined the classic fiqih books and the constitution regarding the buyer and the sale, the Fatwa of the Indonesian Council of Ulama National Sharia Board (DSN MUI) regarding gold trade, previous related research, and the reality of the current events. The researcher determined that the contract between the dropshipper and the customer was a salam contract because the transactions system is the ordering system, where payment is made in cash and the goods are delivered later. The dropshipping system used in the sample case fulfilled the salam trade regulation; however, it did not fulfill the goods for sale because the goods were still in the agents/distributors' possession (suppliers).Dalam dunia perdagangan, para pebisnis sudah menggunakan internet sebagai alat untuk memasarkan produknya.Dari sinilah muncul bisnis online. Jual beli online banyak diminati orang dikarenakan jual beli online tidak memerlukan modal yang besar dan tidak memerlukan tempat usaha. Jual beli online hanya memerlukan seperangkat alat elektronik yang tersambung internet. Sistem jual beli online yang marak oleh pelaku usaha pada masa kini adalah reseller dan dropshipping. Penelitian kepustakaan (library research), ini akan mengkaji buku-buku fiqih klasik dan perundangan-undangan tentang jual beli emas, Fatwa DSN MUI tentang jual beli emas, penelitian terdahulu yang terkait serta melihat fakta realita dari kejadian yang ada. Menurut analisa penulis, akad yang diterapkan antara Dropshipper dan Customer adalah akad salam dengan alasan sistem ini merupakan sistem jual beli dengan cara pemesanan dimana pembayaran diberikan secara tunai dan kemudian barang akan dikirim dikemudian hari. Praktik jual beli sistem dropshipping yang diterapkan pada contoh kasus dilihat dari rukun jual beli salam sudah terpenuhi namun pada syarat ketentuan tentang barang yang dijual belum terpenuhi karena barang masih berada di tangan Agen/ distributor (supplier)
Profitability of Islamic Rural Banks in West Sumatra: Analysis of the Third Party Funds and Financial Ratios
This research examines the problem of profitability in Islamic Rural Bank (BPRS) in West Sumatra Province. The purpose of this study was to analyze Third Party Funds (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR) and Non Performing Financing (NPF) as determinants that affect Return on Asset (ROA) at BPRS in West Sumatra Province through the intervening variable Financing to Deposit Ratio (FDR) for the 2015-2020 period. The research method uses descriptive quantitative approach with statistical path analysis through Sobel test. This study uses secondary data obtained from the financial statements of the BPRS. The results showed that DPK, CAR and FDR had no direct effect on the ROA of BPRS in West Sumatra Province for the 2015-2020 period, only NPF had a direct effect on ROA. While indirectly through intervening variables, DPK and NPF have no effect on ROA, only CAR can be mediated by FDR on ROA. This research contributes to enriching knowledge about Islamic banking and can be used as consideration for entities in increasing the profitability of Islamic Rural Bank by looking at the factors that can affect profitability with FDR as the mediating variable. Penelitian mengkaji tentang masalah profitabilitas pada BPRS di Provinsi Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis DPK CAR dan NPF sebagai determinan yang mempengaruhi ROA pada BPRS di Provinsi Sumatera Barat melalui intervening variable FDR periode 2015-2020. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan pendekatan statistik path analysis melalui uji sobel. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan BPRS. Hasil penelitian menunjukan bahwa DPK, CAR dan FDR secara langsung tidak memiliki pengaruh terhadap ROA BPRS di Provinsi Sumatera Barat periode 2015-2020, hanya NPF yang berpengaruh langsung terhadap ROA. Sedangkan secara tidak langsung melalui variable intervening, DPK dan NPF tidak memiliki pengaruh terhadap ROA, hanya CAR yang mampu dimediasi oleh FDR terhadap ROA. Hasil penelitian ini berkontribusi menambah khazanah ilmu pengetahun tentang perbankan syariah dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi entitas dalam meningkatkan profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah dengan memperhatikan fator-faktor yang dapat mempengaruhi profitabilitas dengan FDR sebagai variabel mediasi nya.
The MECRI Nadiem Makarim’s “Freedom of Learning”: A Critical Study of John Dewey’s Pragmatic Philosophy
“Freedom of Learning” is the MECRI Nadiem Makarim’s sensational policy. Its top goals are to provide students with freedom of thinking and urge teachers to shift their education paradigms from traditional to contemporary ones. However, the facts assume that such a policy is trumping up and secretly includes Indonesian education in a list of the secular capitalist-style curriculum. The facts seem biased and even counter-productive if they are left unexplored. Therefore, this study aimed to diagnose the meaning of the policy in John Dewey’s pragmatic philosophy and its effects. This was qualitative research. Observation was a technique for collecting the data. Miles and Huberman’s model was a technique for analyzing the data. Credibility and dependability were used to examine the validity of the data. The results showed that the implied meaning of Makarim’s freedom of learning policy is interpreted as a process of building students’ reality through interaction with their real life. Knowledge is based on students’ experiences and constructed using scientific methods. The teacher’s role is to develop the students’ critical and creative thinking skills through scientific process. The curriculum prepares students for changes, research and verification, and problem-solving activities. More importantly, the policy urges to bring the classes closer to digital technology and e-devices, arouses students’ global awareness and learning skills of the 7C’s X 3C’s + 1I’s. In conclusion, the policy aims to advance the value and quality of education for Indonesian in the current era of digital technology. “Merdeka Belajar” adalah kebijakan sensasional Mentri Pendidikan R.I. Nadiem Makarim yang tujuan utamanya adalah untuk memberikan mahasiswa kebebasan berpikir serta mendorong para guru untuk bisa merubah paradigma pendidikan mereka dari paradigma tradisional ke kontemporer. Namun, fakta berasumsi bahwa kebijakan semacam itu adalah sebuah rekayasa belaka dan secara diam-diam memasukkan pendidikan Indonesia ke dalam daftar kurikulum ala kapitalis sekuler. Fakta tersebut tampak bias dan bahkan kontra-produktif jika dibiarkan tidak dieksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis makna kebijakan dalam filsafat pragmatis John Dewey dan efek yang menyertainya. Ini adalah penelitian kualitatif. Observasi merupakan teknik pengumpulan data. Model Miles dan Huberman adalah teknik untuk menganalisis data. Kredibilitas dan ketergantungan digunakan untuk menguji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna tersirat dari kebijakan kebebasan belajar mentri Makarim dimaknai sebagai proses membangun realitas siswa melalui interaksi dengan kehidupan nyata mereka. Pengetahuan didasarkan pada pengalaman siswa dan dikonstruksi menggunakan metode ilmiah. Peran guru adalah mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa melalui proses ilmiah. Kurikulum berfokus pada mempersiapkan siswa untuk perubahan, penelitian dan verifikasi, dan kegiatan pemecahan masalah. Lebih penting lagi, kebijakan tersebut mendesak untuk membawa mahasiswa lebih dekat dengan penguasaan teknologi digital dan perangkat elektronik, membangkitkan kesadaran global siswa dan keterampilan belajar 7C’s X 3C’s + 1I’s. Kesimpulannya, kebijakan tersebut bertujuan untuk memajukan nilai dan kualitas pendidikan bagi masyarakat Indonesia di era teknologi digital saat ini
Peranan Pembelajaran Metafora dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Peserta didik
Metaphor learning is learning that changes abstract mathematical concepts into concrete through actions that connect concepts with pre-existing material and with everyday life. The role of metaphor learning can improve students' mathematics learning achievement. The purpose of this study is to describe the learning of metaphors in improving students' mathematics learning achievement. This research is library research, which is digging information from previous findings regarding the role of metaphor learning in improving students' mathematics learning achievement in the study of literature. Data collection technique in this research is documentation technique. Sources of data used in the form of primary and supporting data sources derived from previous research. Based on the results of research that has been carried out, there are several roles of metaphor learning in improving students' mathematics learning achievement, namely metaphorical learning (1) can change abstract mathematical concepts into concrete through activities connecting concepts with previous material and real life, (2) can improve reasoning abilities students, (3) can encourage students to learn and make students interested in mathematics, (4) indirectly students experience the process of thinking metaphorically through the CREATE stages (Connect, Relate, Explore, Analyze, Transform, and Experience).Pembelajaran metafora merupakan pembelajaran yang mengubah konsep matematika yang bersifat abstrak menjadi konkrit melalui kegiatan menghubungkan konsep dengan materi yang sudah diketahui sebelumnya dan dengan kehidupan sehari-hari. Peranan pembelajaran metafora dapat meningkatkan prestasi belajar matematika peserta didik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peranan pembelajaran metafora dalam meningkatkan prestasi belajar matematika peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu menggali informasi dari temuan sebelumnya mengenai peranan pembelajaran dengan metafora dalam meningkatkan prestasi belajar matematika peserta didik di dalam studi literatur. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Sumber data yang digunakan berupa sumber data utama dan pendukung yang berasal dari penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil temuan penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa peranan pembelajaran metafora dalam meningkatkan prestasi belajar matematika peserta didik yaitu pembelajaran metafora (1) dapat mengubah konsep matematika yang abstrak menjadi konkrit melalui kegiatan menghubungkan konsep dengan materi sebelumnya dan kehidupan nyata, (2) dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis peserta didik, (3) dapat memberikan semangat kepada peserta didik untuk belajar dan membuat peserta didik tertarik terhadap matematika, (4) secara tidak langsung peserta didik mengalami proses berpikir metafora melalui tahapan CREATE (Connect, Relate, Explore, Analyze, Transform, dan Experience)
Parental Participation in Child-Friendly School Practices at Elementary School During the Covid-19 Pandemic
Educational practitioners are paying more attention to the practise of distance learning, nowadays. Furthermore, the Covid-19 pandemic prompted changes to child-friendly school policies that involved parental participation in distance learning environments. The purpose of this qualitative study was to examine, using nine sub-components, how parents at Tlacap Elementary School participated in promoting Child-Friendly School (CFS) implementation during the pandemic Covid-19 timeframe. The subjects are the headmaster, program coordinator, teacher of 3rd and 5th grade, and parents of 3rd and 5th grade. It used a google form and Focus Group Discussion by google meet in the data collecting process. Data analysis was conducted through reduction, display, and generalization and verified by Miles and Huberman. Internal validation undertakes by more careful observation, member check, and use of documentation tools. The parents' participation in supporting CFS implementation during the Covid-19 pandemic at Tlacap primary school has achieved six of the nine sub-components of participation well. School programs must consider the proper duration and frequency for all parents’ backgrounds. This research results can be a consideration in developing a school-home collaboration model in primary-level distance learning in the future. Praktik pendidikan jarak jauh dewasa ini semakin banyak dikaji oleh praktisi pendidikan. Terlebih, pada masa pandemi Covid-19 yang mendorong terjadinya penyesuaian praktik sekolah ramah anak yang melibatkan partisipasi orang tua dalam setting pendidikan jarak jauh. Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis partisipasi orang tua siswa dalam mendukung penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) pada masa pandemi di SDN Tlacap berdasarkan sembilan sub-komponen SRA. Informan terdiri dari kepala sekolah, koordinator program SRA, guru kelas 3 dan 5, serta perwakilan orang tua siswa kelas 3 dan 5 yang dipilih dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner google form dan FGD daring melalui google meet. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menggunakan validitas internal melalui pengamatan lebih cermat, member check, dan penggunaan alat bantu dokumentasi. Partisipasi orang tua dalam mendukung penerapan SRA pada masa pandemi Covid-19 di SD Negeri Tlacap telah meraih enam dari sembilan sub-komponen partisipasi dengan baik. Program sekolah harus mempertimbangkan durasi dan frekuensi program parenting yang sesuai dengan berbagai latar belakang orang tua siswa. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengembangkan model kolaborasi sekolah-rumah pada praktik sekolah ramah anak melalui pembelajaran jarak jauh di tingkat sekolah dasar di masa mendatang