Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
ANALISIS KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN BERSERTIFIKASI DI SDN SE-KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2014
Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui kinerja guru pendidikan jasmani dan kesehatan yang berstatus bersertifikasi dari data yang di kumpulkan. Metode penelitian ini menggunakan jenis kualitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4 guru pendidikan jasmani dan kesehatan bersertifikasi di SDN sekecamatan Jogoroto kabupaten Jombang Tahun 2014. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan triangulasi. Waktu penelitian berlangsung pada tanggal 17 Nopember sampai 17 Desember 2014. Berdasarkan hasil dari data yang di kumpulkan Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Bersertifikasi Di SDN Sekecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang Tahun 2014 kinerja Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Bersertifikasi memiliki rata rata nilai kinerja lebih baik di bandingkan dengan Tahun sebelumnya Tahun 2013 dan mengalami peningkatan di Tahun 2014 dan hasil kinerja guru sangat baik di karenakan adanya dukungan dari semua aspek seperti perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran dan pengembangan profesi, semua showing kinerja yang dalam kondisi baik. Dan dari hasil data yang di temukan peneliti ini setiap guru yang bersertifikat memiliki nilai baik juga karena dukungan dari sekolah itu sesndiri seperti evaluasi mengajar dan sarana prasarana yang akan di pakai untuk mengajar. Data PKG Tahun 2014 pun showing hasil kinerja yang showing hasil yang baik kareana adanya dukungan program sertifikasi yang otomatis menambah wawasan untuk setiap guru yang sudah mendapat sertifikat pemerintah juga ikut andil dalam setiap kinerja guru apalagi guru di dunia pendidikan sekarang menjadi tumpuan untuk kualitas mengajar
ANALISIS MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK TERHADAP MATA PELAJARAN MATEMATIKA
Dalam proses belajar mengajar ada beberapa faktor yang ikut menentukan timbulnya minat dan motivasi belajar peserta didik. Antara lain faktor dari luar diri peserta didik dan dari dalam diri peserta didik. Faktor dari luar diri peserta didik berasal dari lingkungan dan dalam diri peserta didik adalah minat dan motivasi belajar. Faktor minat akan menimbulkan ketertarikan peserta didik terhadap sesuatu, dan faktor motivasi adalah pendorong peserta didik untuk melakukan sesuatu yang diinginkan demi memperoleh kepuasan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana minat dan motivasi belajar peserta didik kelas IV MI Miftahul Ulum Peterongan Jombang pada mata pelajaran matematika. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Lembar observasi dan pedoman wawancara di rancang berdasarkan model ARCS. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik yang berjumlah 8 di kelas IV MI Miftahul Ulum Peterongan Jombang.Berdasarkan penelitian selama 3 kali pertemuan maka diperoleh hasil, yaitu persentase minat dan motivasi belajar peserta didik dilihat dari data hasil observasi dan wawancara menggunakan model ARCS. Pada pertemuan pertama, pertemuan kedua dan pertemuan ketiga sebagian besar termasuk dalam kriteria tinggi, namun sebagian ada yang memiliki kriteria sangat tinggi dan cukup. Di akhir penelitian disimpulkan bahwa terdapat 2 peserta didik yang memiliki minat dan motivasi belajar sangat tinggi, 3 peserta didik memiliki minat dan motivasi belajar yang tinggi, 2 peserta didik memiliki minat dan motivasi belajar yang cukup dan hanya seorang peserta didik memiliki minat belajar yang rendah namun memiliki motivasi belajar yang cukup. Jadi, peneliti menyimpulkan bahwa minat dan motivasi belajar peserta didik kelas IV MI Miftahul Ulum Peterongan Jombang terhadap mata pelajaran matematika berbeda-beda mulai dari cukup, tinggi dan sangat tinggi.
PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X PADA PELAJARAN MATEMATIKA
Untuk mengajar di kelas yang jumlah peserta didiknya 34 anak laki-laki, cukup berat dilakukan jika hanya dengan menggunakan metode ceramah apalagi terdapat tipe peserta didik yang proaktif di kelas tersebut. Tidak tertuju hanya dengan mengubah kebiasaan guru dalam mengajar, tetapi model pembelajaran secara utuh juga harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kooperatif peserta didik kelas X-TPm selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas X-TPm SMK Negeri Kudu yang berjumlah 34 anak laki-laki. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara untuk mewawancarai guru terhadap masalah yang dihadapi di kelas, lembar observasi aktivitas belajar untuk mengamati aktivitas belajar peserta didik yang dilakukan dengan cara memberikan tanda ceklist (Ö) pada kolom skala penilaian jika deskriptor yang dimaksud teramati dan lembar soal untuk mengetahui hasil belajar kooperatif peserta didik.Berdasarkan hasil penelitian selama dua siklus dimana setiap siklus terdapat 2 kali pertemuan maka diperoleh hasil penelitian yaitu: persentase aktivitas belajar peserta didik terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share pada akhir siklus I yang termasuk kriteria aktif sebesar 17,65%, cukup aktif sebesar 64,71% dan kurang aktif sebesar 17,65%. Sedangkan di akhir siklus II sudah mengalami banyak peningkatan, yang termasuk kriteria aktif sebesar 58,82% dan kriteria sangat aktif sebesar 41,18%. Untuk rata-rata hasil belajar peserta didik pada akhir siklus I sebesar 76,76 dengan persentase klasikal 64,71% dan rata-rata di akhir siklus II sebesar 86,47 dengan persentase klasikal 88,24%. Sehingga aktivitas dan hasil belajar peserta didik dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan ter
TINDAK TUTUR ANTARA SALES INDIHOME DENGAN CALON PELANGGAN INDIHOME DI WILAYAH JOMBANG
Tindak tutur merupakan suatu interaksi yang terjadi antara dua pihak yaitu penutur dan lawan tutur dengan satu pokok tuturan dan terjadi di dalam waktu, tempat dan situasi tertentu. Sama halnya seperti tuturan yang terjadi antara sales indihome dengan calon pelangga indihome yang terjadi dalam waktu, tempat, dan situasi tertentu dengan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Tuturan yang terjadi antara sales indihome dengan caon pelangan indihome menggunakan bahasa yang santai karena di sini sales berusaha membuat calon pelangan lebih memahami apa yang disampaikan oleh sales mengenai produk-produk terbaru dari Telkom yaitu indihome. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana bentuk tindak tutur antara sales indihome dengan calon pelanggan indihome di wilayah jombang, (2) Bagaimana fungsi tindak tutur antara sales indihome dengan calon pelanggan indihome di wilayah jombangMetode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif, artinya data yang dianalisinya berbentuk deskripsi fenomena. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik yakni, observasi, wawancara, rekam, dan transkripsi. Sedangkan untuk menganalisis data penelitian ini menggunakan teknik pembacaan data, pemberian kode data, pengklasifikasian data, dan penyimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pragmatik (tindak tutur) antara sales indihome dengan calon pelanggan indihome, ditemukan beberapa data. Diantaranya adalah bentuk tindak tutur yang berupa lokusi, ilokusi dan perlokusi. Serta fungsi tindak tutur antara sales indihome dengan calon pelanggan indihome ditemukan beberapa data. Diantaranya fungsi ekspresif, direktif dan representatif
Pengembangan Blended Learning untuk Materi Pelajaran Agama Islam di SMP Muhammadiyah I Jombang
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran blended learning untuk materi Pendidikan Agama Islam, pokok bahasan Akidah-Akhlak pada siswa SMP Muhammadiyah I Jombang. Fokus dalam kegiatan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan model pembelajaran blended learning untuk materi pelajaran aqidah- ahklak pada siswa kelas VII di SMP Muhammadiyah I Jombang dan bagaimana hasil belajar pembelajaran dengan menggunakan blended learning. Penelitian pengembangan ini menggunakan model prosedural Assure, yang terdiri dari enam langkah, yaitu: (1) analyze learner, (2) statee standart and objective, (3) sellect metode, media and material, (4) utilize metode and material, (5) require learner participation, (6) eveluate anf revise).Hasil Penelitian menunjukkan siswa mampu menggabungkan antara lingkungan pembelajaran jarak jauh(distance learning) yang berbasis online (online learning) dengan pembelajaran tatap muka (face-to-face learning). Kegitan pembelajaran yang tidak terbatas (ruang dan waktu) dan menekankan pada optimalisasi kemampuan dan keterampilan dasar pebelajar (self-paced learning), sehingga pebelajar dapat melakukan pembelajaran secara mandiri. Kegiatan pembelajaran yang memungkinkan untuk ditempuh dari berbagi arah (collaborative learning). Dengan demikian, pebelajar dapat menciptakan sumber belajarnya sendiri melalui interaksi dengan lingkungannya (social constructivist). Tersedianya bahan atau materi pembelajaran yang kompleks (rich material) melalui berbagai pemanfaatan pencarian sumber (search-engine material)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Kesekretarisan dengan menggunakan model pembelajaran inquiry. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi, subyek penelitian sebanyak 46 mahasiswa ekonomi angkatan 2014B hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran inquiry dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Kesekretarisan dimana nilai pre tes sebesar 70,76 sedangkan nilai pos test sebesar 85,2
The Use of Movie Trailers in Teaching Narrative Texts
Penelitian ini menggunakan cuplikan film sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah Writing 1 mahasiswa angkatan 2016-A STKIP PGRI Jombang. Cuplikan film memiliki fitur-fitur spesial yaitu peran, pengisi suara, musik, dan daftar pemeran.Dengan fitur-fitur tersebut, cuplikan film diharapkan mampu membantu mahasiwa untuk memperoleh gambaran detail tentang tema, karakter, latar, alur, konflik, serta solusi dalam mengembangkan sebuah teks naratif. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dibagi ke dalam dua siklus, dimana pada masing-masing siklus memiliki empat tahapan menulis yaitupertamapramenulis, kedua draft, ketiga menyunting, dan keempat revisi. Waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap adalah satu kali pertemuan yakni 2 x 50 menit. Jadi kedua siklus diselesaikan dalam delapan kali pertemuan. Studi pendahuluan dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan.Berdasarkan data yang diperoleh, penelitian ini dikategorikan berhasil. Nilai rata-rata yang diperoleh saat studi pendahuluan adalah 74,67. Nilai tersebut naik menjadi 78,31 pada siklus 1. Pada siklus 2, nilai rata-rata yang diperoleh naik lagi menjadi 80.24. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan cuplikan film sangat dianjurkan dalam kelas bahasa Inggris untuk meningkatkan kemahiran bahasa, terutama dalam menulis teks naratif.Kata kunci: Cuplikan film, penelitian tindakan kelas, teks narati
Upaya Peningkatan Senam Irama Seribu melalui Metode Kooperatif Tipe Jigsaw pada Siswa Kelas V SDN Jogoloyo Sumobito Kabupaten Jombang Tahun Ajaran 2016-2017
Hasil Identifikasi masalah yang dialakukan dilapangan menunjukkan hasi belajar siswa dalam melakukan gerakan Senam Irama Sribu belum memenuhi target dan perlu segera dicarikan solusi atau dilakukan perbaiakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningatan hasil belajar nilai psikomotor Senam Irama menggunaan metode Kooperatif tipe jigsaw pada Siswa SDN Jogoloyo Sumobito Jombang tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam bentuk kemampuan gerakan Senam lrama di setiap siklusya, dimana reapitulasi data yang diperoleh sebagai berikut : pada tahap awal kemampuan siswa pada gerakan pemanasan 62%, Inti 61%, 66%, sedangkan ketuntasan belajar siswa hanya 44%. Pada silus I terjadi peningkatan kemampuan belajar siswa dalam gerakan pemanasan 78%, inti 67%, pendinginan 75%, sedangkan ketuntasan belajar siswa menjadi 70%. Pada siklus II, kemampuan siswa pada gerakan pemanasan 79%, Inti76%, pendinginan 79%,ketuntasan siswa mencapai 88%. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa metode kooperatif tipe Jigsaw terbukti dapat meningkatkan nilai psikomotor siswa.Kata Kunci: Senam Irama Seribu, Metode Kooperatif Tipe jigsa
PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING YANG MENUMBUHKAN SIKAP KEWIRAUSAHAAN
Business education is one post of enirepreneurship components. That is why capital and business education system should support entrepreneurship program in school. Learning processes in business should also be directed towards the utility of knowledge and ability to survive in society. In this case, learning by doing becomes important that the students can do.Whereas, the educational institution should pay attention on the balancing Use it when taice factors environmental factors (internal and external factors). That is why teachers play important roles as facilitators, innovators, motivator for students. Cooperative learning model has effective role in understanding about entrepreneurship. Cooperative learning model also creates active and interactive learning atmosphere and environment. This situation can be reflected in the teaching - learning process in groups if there is a partnership between teachers and students. By having partnership will create open cémmunication in academic atmosphere (dimension). No that it can develop open and good relationship atmosphere duringteaching — learning process.In other side, evolution should be stressed on the intellectual behaviour and skills of students. Evolution should at be based on the theoretical knowledge but should develop entrepreneurship behaviour. Keywords : Entrepreneurship, Behaviour, Cooperative Learning, Business Education, Learnin
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN TEKNIK DASAR BALL FEELING SEPAKBOLA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL PADA SISWA USIA 11 TAHUN SEKOLAH SEPAKBOLA SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SSB SKB) GUDO KABUPATEN JOMBANG
Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar latihan teknik dasar ball feeling sepakbola menggunakan media pembelajaran audio visual untuk siswa usia 11 tahun di Sekolah Sepakbola Sanggar Kegiatan Belajar (SSB SKB) Gudo Kabupaten Jombang sehingga siswa dapat belajar keterampilan sepakbola berdasarkan keterampilannya. Prosedur pengembangan model latihan teknik dasar ball feeling sepakbola ini melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) pengumpulan data informasi, kajian pustaka dan analisis kebutuhan, (2) mengembangkan bentuk produk awal, (3) evaluasi ahli yang terdiridari 3 orang ahli sepakbola, (4) revisi produk awal, (5) uji kelompok kecil dengan menggunakan 10 subyek, (5) revisi produk utama, (6) uji lapangan (uji kelompok besar) dengan menggunakan 24 subyek, (7) revisi produk akhir berdasarkan hasil uji lapangan (uji kelompok besar), (8) Hasil akhir produk pengembangan dari hasil revisi produk akhir. Kesimpulan dari penelitian pengembangan dan prosedur yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil pengembangan model latihan teknik dasar ball feeling sepakbola menggunakan media pembelajaran Audio Visual VCD pada siswa usia 11 tahun di SSB SKB Gudo Jombang