Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN PESERTA DIDIK
Kurangnya penerapan model pembelajaran yang tepat dan inovatif dapat menyebabkan hasil belajar peserta didik kurang optimal. Hasil belajar peserta didik yang kurang optimal dapat diketahui dari beberapa peserta didik yang memperoleh hasil belajar dibawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran PPKn. Oleh karena itu penerapan model pembelajaran Think Pair Sharediharapkan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pentingnya pembahasan topik penerapan model pembelajaran Think Pair Share, supaya guru meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran yang inovatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Think Pair Share dan dampak penerapan model pembelajaran Think Pair Share terkait dengan hasil belajar peserta didik kelas X IPA 3 SMA Negeri Ngoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share dilakukan melalui tiga tahap yaitu think (berpikir), pair (berbagi) dan share (berbagi). Dampak penerapan model pembelajaran terkait dengan hasil belajar adalah model pembelajaran Think Pair Sharedapat memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berfikir, menjawab, saling membantu satu sama lain, pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan, serta mampu meningkatkan hasil belajar peserta didi
PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBASIS OUTDOOR LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MTSN 1 JOMBANG
Pembelajaran matematika memiliki hubungan yang erat dan peran penting dalam kehidupan sehari–hari, sehingga mengharuskan guru untuk menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Model CTL berbasis outdoor learning merupakan model pembelajaran yang mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari–hari dengan memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran, sehingga pengalaman belajar siswa lebih bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model CTL berbasis outdoor learning terhadap hasil belajar matematika siswa MTsN 1 Jombang tahun pelajaran 2018/2019 pada pokok bahasan aritmatika sosial.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain quasi experimental design bentuk two group posttest – only control design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-A dan VII-B MTsN 1 Jombang. Instrumen penelitian berupa lembar tes hasil belajar dan lembar angket respon siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t dua sampel bebas.Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model CTL berbasis outdoor learning dibandingkan dengan model pembelajaran yang diterapkan di MTsN 1 Jombang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model CTL berbasis outdoor learning terhadap hasil belajar siswa MTsN 1 Jombang. Sedangkan respon siswa terhadap model CTL berbasis outdoor learning menunjukkan respon positif dengan persentase sebesar 86,02 %
GAMBARAN KELEKATAN ABH (ANAK BERHADAPAN HUKUM) DENGAN IBU
Anak yang berhadapan dengan hukum adalah anak yang termasuk pada kategori anak nakal, pelaku tindak pidana, yang beradasarkan hasil penyelidikan atau pemeriksaan aparat penegak hukum membutuhkan pembinaan di panti sosial. Anak seharusnya berada di rumah dan dalam pengawasan orangtua, namun faktanya beberapa anak mengalami permasalahan hukum dimana mereka harus menjalani kehidupan di Lembaga pemasyarakatan ataupun panti sosial. Kelekatan pada ibu merupakan suatu bentuk ikatan psikologis antara anak dengan ibu yang mampu menyediakan dan menyajikan rasa aman dan nyaman. Kelekatan anak dengan Ibu menjadi faktor penting bagi masa perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran bagaimana kelekatan ABH dengan ibu. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi. Subjek penelitian ini sebanyak 3 ABH yang berada pada UPT Rehsos Marsudi putra Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa attachment (kelekatan) pada ibu termasuk kurang aman, artinya kualitas hubungan afeksi antara anak pada ibu kurang mendalam
PENGARUH PEMBELAJARANPROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MEDIA MACROMEDIA AUTHORWARE 7.01 TERHADAP KEYAKINAN (BELIEF) SISWA
Pendekatan pembelajaran berbasis masalah (Problem-based Learning, atau PBL), adalah pembelajaran yang menjadikan masalah sebagai dasar atau basis bagi siswa untuk belajar. Keyakinan siswa terhadap matematika merupakan keyakinan siswa terhadap matematika yang mempengaruhi respon siswa dalam menanggapi masalah matematika. Dengan demikian, belief siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.Berdasarkan pengamatan keadaan yang demikian juga terjadi di MAN 8 Jombang. Dalam mengatasi keyakinan matematika siswa di sekolah MAN 8 Jombang, peneliti menerapkan pembelajaran berbasis game. Game berbasis teknologi sebagai salah satu media yang efektif digunakan bagi siswa, terutama pada mata pelajaran yang sulit, seperti matematika. Authorware merupakan salah satu program yang cukup andal untuk membuat berbagai macam aplikasi tutorial. Penggunaan ikon dan flowline yang menjadi dasar pengoperasian Authorware memberikan kemudahan dalam membuat aplikasi tutorial yang menarik dan interaktif. Macromedia Authorware 7.01 sangat tepat untuk guru dalam menjelaskan materi kepada siswa hampir pada semua pokok bahasan terutama pada pokok bahasan limit sebab Macromedia Authorware 7.01 adalah program yang dapat memvisualisasikan penjelasan-penjelasan guru menjadi suatu tampilan yang menarik yang lebih diminati siswa. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media Macromedia Authorware 7.01 berpengaruh terhadap keyakinan (belief) siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XIterdiri dari 150 siswa, sedangkan sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 yang terdiri dari 21 siswa. Instrumen dalam penelitian ini ada 2 yaitu angket dan tes.Berdasarkan perhitungan dengan analisis kovarian (ANCOVA)dengan bantuan program komputer SPSS 16 diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media Macromedia Authorware 7.01. berpengaruh positif terhadap keyakinan (belief) siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIKA SISWA SEKUENSIAL ABSTRAK DAN ACAK ABSTRAK DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA
Representasi merupakan salah satu dari lima standar proses pembelajaran matematika menurut NCTM. Representasi juga termuat secara implisit dalam tujuan pembelajaran matematika di Indonesia. Pada umumnya, setiap siswa memiliki cara dan proses berpikir yang berbeda dalam merepresentasikan suatu masalah. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi siswa dalam merepresentasikan sebuah soal ataupun masalah adalah gaya berpikir siswa. Jadi representasi matematika dan gaya berpikir siswa saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematika siswa yang memiliki gaya berpikir Sekuensial Abstrak, dan Acak Abstrak. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa subjek dengan gaya berpikir sekuensial abstrak memiliki kemampuan representasi verbal dan representasi simbol. Sedangkan subjek dengan gaya berpikir acak abstrak memiliki kemampuan representasi dengan perpaduan antara ketiga jenis representasi yaitu representasi verbal, representasi visual dan representasi simbol
MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran bermain. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV-VI Sekolah Dasar, sedangkan sampel penelitian adalah siswa kelas V Sekolah Dasar yang diambil dengan cara diundi, menggunakan metode cluster random sampling. Penelitian menggunakan dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survey, instrumen yang digunakan yaitu angket motivasi. Analisis data menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh thitung sebesar -2,569 dengan probability 0,012 (p<0,05), yang berarti ada perbedaan yang signifikan motivasi belajar antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Peningkatan motivasi belajar kelompok eksperimen sebesar 6,72 atau 5,21%, sehingga disimpulkah model pembelajaran bermain dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifika
PENGARUH LATIHAN CORE STABILITY PLANK DAN CORE STABILITY SUPERMAN TERHADAP KEKUATAN OTOT PERUT DAN KESEIMBANGAN
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode yang tepat untuk meningkatkan kekuatan otot perut dan keseimbangan pada siswa laki-laki SMA Negeri 1 Probolinggo yang mengikuti ekstrakurikuler futsal. Tiga puluh siswa sehat dipilih sesuai dengan kriteria, pre tes serta peringkat sehingga dapat dikelompokkan kedalam kelompok core stability plank, kelompok core stability superman dan kelompok kontrol. Sit up 30 detik dan Balance Beam digunakan untuk mengukur kekutan otot perut dan keseimbangan. Tiga kelompok diberikan perlakuan 3 kali pertemuan dalam 1 minggu dan dilaksanakan dalam waktu selama 6 minggu. Pada minggu ketujuh dilakukan pos tes pada semua kelompok. Hasil uji paired t-test setelah pos tes pada tiga kelompok (core stability plank dan core stability superman) menunjukkan hasil yang signifikan terhadap variabel keseimbangan. Dan meningkat namun tidak signifikan terhadap variabel kekuatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan core stability plank dan core stability superman efisien untuk meningkatkan keseimbangan dan kekuatan otot perut
ANALISIS KESALAHAN SISWA SD KELAS V DALAM MEMECAHKAN MASALAH LUAS GABUNGAN BANGUN DATAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR
Kegiatan pemecahan masalah di sekolah umumnya belum dijadikan sebagai kegiatan utama, sehingga siswa menghadapi kesulitan bagaimana memecahkan masalah yang diberikan guru. Siswa banyak melakukan kesalahan saat memecahkan masalah matematika dan setiap individu memiliki cara sendiri untuk memecahkan masalah matematika. Hal ini dapat ditunjukkan dengan dan atau melalui gaya belajar yang dimiliki setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan letak kesalahan siswa kelas V dalam memecahkan masalah luas gabungan bangun datar berdasarkan gaya belajar visual, audio, dan kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 siswa berdasarkan hasil tes gaya belajar siswa kelas V SDIT Al-Ummah Jombang yaitu subjek visual, audio, dan kinestetik. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah tes dan wawancara.Peneliti menggunakan triangulasi waktu untuk keabsahan data. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis letak kesalahannya berdasarkan indikator yang merupakan irisan prosedur Polya dengan modalitas belajar 3 kategori gaya belajar, terdiri dari memahami masalah, membuat rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak kesalahan yang dilakukan oleh subjek bergaya belajar visual yaitu menuliskan dengan rinci hal yang diketahui dan ditanyakan; menuliskan dengan rinci langkah penyelesaian, jawaban, dan simpulan; menceritakan kembali dengan urut prosedur penyelesaian; menceritakan kembali dengan urut langkah dan jawaban penyelesaian. Letak kesalahan yang dilakukan oleh subjek bergaya belajar audio yaitu menuliskan garis besar hal yang diketahui dan ditanyakan; menceritakan dengan rinci beserta alasan hal yang diketahui dan ditanyakan; menjelaskan dengan rinci beserta alasan rumus dan operasi matematika yang digunakan; menuliskan garis besar langkah penyelesaian, jawaban, dan simpulan; menjelaskan dengan rinci beserta alasan prosedur penyelesaian; menjelaskan dengan rinci beserta alasan langkah dan jawaban penyelesaian. Letak kesalahan yang dilakukan oleh subjek bergaya belajar kinestetik menuliskan garis besar disertai simbol tertentu hal yang diketahui dan ditanyakan; mengungkapkan hal yang diketahui dan ditanyakan disertai gerakan fisik; mengungkapkan rumus dan operasi matematika yang digunakan disertai gerakan fisik; menuliskan garis besar disertai simbol tertentu langkah penyelesaian, jawaban, dan simpulan; mengungkapkan prosedur penyelesaian disertai gerakan fisik; mengungkapkan langkah dan jawaban penyelesaian disertai gerakan fisik
PENGARUH METODE PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JATIREJO TAHUN AJARAN 2018/2019
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode penemuan terbimbing (guided discovery) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Jatirejo tahun pelajaran 2018/2019. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan uji regresi linear sederhana sebagai uji hipotesisnya.Populasi penelitian ini adalah kelas VIII di SMP Negeri 1 Jatirejo yang terbagi menjadi 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dan terpilih kelas VIII G sebagai sampel. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan angket, dengan instrumennya adalah soal tes dan lembar angket.Berdasarkan analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana diperoleh bahwa nilai signifikan pada tabel output ANOVA sebesar 0,000, dengan mengambil taraf signifikan ( = 0,05) diperoleh 0,000 < 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa Hn ditolak atau ada pengaruh metode penemuan terbimbing (guided discovery) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Jatirejo sebesar 63,5%
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE ARIAS ( ASSURANCE-RELEVANCE- INTEREST-ASSESMENT-AND SATISFACTION ) KELAS V SDN 6 Dasri KEC.TEGALSARI KAB. BANYUWANGI TAHUN PELAJARAN 2016-2017
Belajar merupakan suatu kegiatan kreatif. Belajar bukan berarti hanya menyerap tetapi juga merekonstruksi kembali apabila suatu saat dibutuhkan pengetahuan tersebut. Belajar Matematika akan maksimal jika siswa terlibat langsung secara aktif mengamati, membuat, mencari sebab akibat dan menyelesaikan masalah tersebut. bukan hanya strategi penyelesaian, tetapi juga proses terjadinya hal tersebut .yang membutuhkan strategi tersebut contohnya jarak tempuh.waktu tempuh, kecepatan, bahan bakar,harga bahan bakar.Pembelajaran melalui metode AR IAS ( Assurance, Relevance, Interest, Assesment And Satisfaction ) dapat melatih siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau soal- soal yang berkaitan dengan materi yang dipelajari.menunjukan panjang kali lebar kali tinggi ketemua volume suatu benda , Pelajaran dengan metode ini siswa ikut aktif mengukur menghitung dengan metode ARIAS ( Assurance, Relevance, Interest, Assesment And Satisfaction ) siswa diminta menyelesaikan soal yang disediakan.secara kelompok maupun individu Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini adalah untuk mengetahui berapa prosentasi peningkatan prestasi belajar Matematika melalui metode ARIAS ( Assurance, Relevance, Interest, Assesment And Satisfaction ) kelas V SDN 6 Dasri Tegalsari. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar dengan mencapai standar ideal. Dari 59,09 % pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 70 % dan siklus 3 mencapai 85%, dan secara klasikal telah tercapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa Pembelajaran melalaui metode ARIAS ( Assurance, Relevance, Interest, Assesment And Satisfaction ) dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika kelas V SDN 6 Dasri Tegalsari Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016- 2017 dengan ketuntasan mencapai100 %.Kata Kunci: Prestasi Belajar Siswa, Metode ARIAS, PelajaranMatematika di S