Jurnal STKIP PGRI Jombang
Not a member yet
975 research outputs found
Sort by
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN TELEKOMUNIKASI TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT
Perkembangan teknologi informasi yang diawali dengan perkembangan komputer dan telekomunikasi telah merubah cara hidup masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.Teknologi Informasi telah masuk kedalam kehidupan kita sehari-hari dan perkembangannya memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas.Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia dari 30 juta orang pada tahun 2009 menjadi 171 juta orang pada tahun 2018 perlu disikapi dengan bijak khususnya bagi perusahaan yang ingin memenangkan persaingan bisnis. Perubahan perilaku masyarakat pengguna internet harus diteliti terus menerus agar diperoleh informasi yang tepat mengenai keinginan dan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan perilaku masyarakat sebagai akibat perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Penelitian dilakukan dengan wawancara yang dilakukan menggunakan kuisioner yang dilakukan secara daring agar bisa menjangkau responden yang lebih banyak, lebih beragam, lebih luas sebarannya dan dalam waktu yang lebih cepat. Hasil penelitian menunjukkan perubahan cara berkomunikasi, perubahan perilaku jual beli, perubahan cara mendapatkan informasi dan adanya ketergantungan terhadap internet
PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN TERHADAP PERFORMA SAPI POTONG DI SEKOLAH PETERNAKAN RAKYAT (SPR) KABUPATEN KEDIRI
Ketersediaan pakan ternak merupakan hal yang vital bagi keberlanjutan suatu usaha peternakan karena biaya pakan adalah komponen tertinggi (60−70%) dari seluruh biaya produksi ternak. Oleh karena itu ketersediaan bahan pakan secara kontinyu sangat penting dalam menentukan keberhasilan proses produksi sapi potong. Salah satu caranya melalui penggunaan limbah pertanian dan limbah industri pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Pengembangan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri selama 3 bulan dimulai pada bulan Mei sampai Juli 2019. Tujuan dari penelitian ialah mengetahui pengaruh pemanfaatan Limbah Pertanian Terhadap Performa Produksi Sapi Potong di Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Kabupaten Kediri. Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa 4 jenis dengan sapi jantan berjumlah 28 ekor bobot badan awal sapi kirasan 300 - 400 kg. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah pemberian pakan berbasis bahan pakan lokal pada 28 sapi jantan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan 7 ulangan. Variabel yang diamati meliputi: (1) konsumsi pakan; (2) pertambahan bobot badan harian (PBBH); (3) konversi pakan dan (4). Hasil penelitian bahwa pengaruh pemanfaatan Limbah Pertanian Terhadap Performa Produksi Sapi Potong di Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Kabupaten Kediri menunjukkan pengaruh yang nyata (P0,05) terhadap PBBH, konversi pakan dan efisiensi pakan. Konsumsi pakan tertinggi sampai yang terendah berturut – turut ialah perlakuan P3 (10,20±0,43 g/ekor/hari), P2 (9,16±0,86 g/ekor/hari), P1 (9,10±3,62 g/ekor/hari), dan P4 (8,55±3,50 g/ekor/hari). Disimpulkan bahwa perlakuan P3 terbaik untuk meningkatkan konsumsi pakan sapi potong. Namun berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan bobot badan harian, konversi pakan dan efisiensi pakan. Berdasarkan data di atas dapat disarankan perlu diadakan penelitian lebih lanjut tentang pemanfaatan limbah pertanian terhadap performa ternak lain
PENANGANAN TINDAK PIDANA RINGAN DI POLSEK PETERONGAN
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara berlandaskan hukum. Hukum adalah ketentuan-ketentuan yang timbul dari pergaulan hidup manusia. Kepolisian adalah bagian dari masyarakat yang tidak terpisahkan yang menjadi tanggung jawab sesuai dengan tugas pokok kepolisian. Tindak pidana yaitu suatu perbuatan yang pada suatu saat tertentu telah ditolak di dalam suatu pergaulan hidup tertentu dan dianggap sebagai perilaku yang harus ditiadakan oleh hukum pidana dengan menggunakan sarana-sarana yang bersifat memaksa yang terdapat di dalamnya. Warga negara Indonesia harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku, termasuk mengenai tindak pidana ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran kepolisian dalam penanganan tindak pidana ringan di Polsek Peterongan, dan untuk mendeskripsikan penanganan pada tindak pidana ringan di Polsek Peterongan, jenis-jenis tindak pidana ringan yang terjadi di wilayah Peterongan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan sistem penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan dengan jelas dan lengkap hasil penelitian yang ditemukan di lapangan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kepolisian Polsek Peterongan dalam menangani kasus tindak pidana ringan yang terjadi di wilayah Peterongan, menjalin koordinasi dan bersinergi dengan masyarakat luas di wilayah Peterongan serta melakukan kerja sama dengan tiga pilar yang ada di masyarakat. Simpulan dan saran peneliti terhadap penelitian ini adalah bahwa kepolisian sudah melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga kasus-kasus dapat diselesaikan dengan baik dan benar. Saran peneliti adalah kepada para pejabat kepolisian harus menjalankan tugas menangani kasus melanggar hukum dengan lebih baik
PENGARUH PENERAPAN TEACHING FACTORY DAN KETERLIBATAN DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP KESIAPAN BEKERJA LULUSAN SMK
Efektifitas pendidikan kejuruan juga dapat dinilai dari seberapa besar lulusannya dapat terserap di dunia kerja. Harapan kepada SMK untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian sesuai dengan dunia kerja masih menghadapi tantangan yang besar. Hal ini terlihat dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK yang dalam beberapa tahun terakhir selalu menempati posisi tertinggi. Untuk mengatasi masalah ini, melalui Inpres 9 Tahun 2016 pemerintah memutuskan untuk merevitalisasi SMK, yang antara lain dilakukan untuk memperkuat kegiatan pembelajaran berbasis teaching factory (TF) yang diharapkan mampu menumbuhkan kesiapan bekerja para lulusan. Penelitian ini mengkaji penerapan berbagai model pembelajaran berbasis TF dan pengaruhnya terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan penguatan kesiapan bekerja. Unit analisis dalam penelitian ini adalah para lulusan SMK tahun 2019 yang telah mengikuti pembelajaran berbasis TF. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa model pembelajaran berbasis TF yang dipersepsikan paling kuat dalam membangun keterlibatan dalam pembelajaran, secara berurutan, sebagai berikut: (1)penempatan kerja pada dunia usaha dan industri, (2) pembelajaran berbasis layanan masyarakat, (3) praktek kerja pada unit usaha sekolah, (4) pembelajaran berbasis produksi, dan (5) magang atau prakerin. Model pembelajaran yang dipersepsikan berpengaruh paling kuat terhadap pembentukan kesiapan bekerja, secara berurutan sebagai berikut: (1) penempatan kerja pada dunia usaha dan industri, (2) pembelajaran berbasis layanan masyarakat, (3) pembelajaran berbasis produksi, (4) pembelajaran berbasis praktek kerja pada unit usaha di sekolah, dan (5) kegiatan magang atau prakerin. Perlu kajian lebih lanjut mengapa kegiatan magang belum berperan optimal dalam membangun keterlibatan dalam pembelajaran dan dalam membentuk kesiapan bekerja
PELATIHAN DAN PEMANFAATAN e-commerce UNTUK PEMASARAN PRODUK UMKM DESA TALES KECAMATAN NGADILUWIH, KABUPETEN KEDIRI
Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan satu Mitra yaitu Kelompok UMKM “KIRANA”. Mitra ini bertempat di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Kelompok ini memiliki aneka usaha, antara lain aneka kuliner dan kerajinan. Permasalahan yang diangkat adalah peningkatan pelayanan penjualan, pemasaran, pemesanan produk dari konsumen dan peningkatan manajemen (organizer) pemesanan produk dengan implementasi teknologi informasi. Solusi yang ditawarkan adalah pembuatan aplikasi e-commerce dibuat berbasis teknologi web. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menerapkan e-commerce terhadap penjualan anekaproduk UMKM yang ada di Desa Tales dengan maksud mengenalkan dan meningkatkan omset penjualannya, sedangkan metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode parsitipatif, penyuluhan, pendampingan dan pelatihan. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan adanya bantuan pelatihan dan aplikasi e-commerce dapat meningkatkan motivasi bagi mitra untuk melaksanakan pemasaran terhadap produknya supaya omsetnya meningkat
PERBEDAAN MOTIVASI INTRINSIK AKADEMIK SISWA YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
Perbedaan tingkat kesulitan tugas, tantangan dan hambatan yang dilalui membuat tingkat motivasi intrinsik akademik siswa bekerja dan tidak bekerja berbeda. Rumusan masalah dari penelitian ini: (1) Bagaimana tingkat motivasi intrinsik akademik siswa yang bekerja di SMA PGRI Ngoro?, (2) Bagaimana tingkat motivasi intrinsik akademik siswa yang tidak bekerja di SMA PGRI Ngoro?(3) Bagaimana perbedaan motivasi intrinsik akademik siswa yang bekerja dan tidak bekerja SMA PGRI Ngoro?Penelitian dilaksanakan dengan mengunakan rancangan deskriptif komparatif pada 10 siswa bekerja dan 20 siswa tidak bekerja. Pengumpulan data mengunakan angket dan inventori yang diadopsi dari Regina M. Shia. Data selanjutnya dianalisis mengunakan teknik independent t-test.Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa bekerja maupun tidak bekerja memiliki motivasi intrinsik akademik yang berada dalam kategori sedang. Namun, berdasarkan mean dari nilai keduanya, siswa tidak bekerja memiliki motivasi intrinsik akademik yang lebih tinggi dari pada siswa yang bekerja. Jadi, ada perbedaan motivasi intrinsik akademik dari siswa bekerja dan tidak bekerja di SMAN PGRI Ngoro.Berdasarkan hasil penelitian, maka di sarankan (1) konselor dapat memberikan layanan yang efektif mengingat kedua kelas perlu mendapatkan perhatian yang lebih khusus dan (2) untuk peneliti selanjutnya hendaknya menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor di lapangan yang mempengaruhi perbedaan motivasi intrinsik akademik siswa bekerja dan tidak bekerja
POWER AND SOLIDARITY REFLECTED IN THE USE OF PRONOUNS PORTRAYED IN HYBRID POLITICAL DISCOURSE
This research examined power and solidarity reflected in the use of pronouns in President Barrack Obama’s presidential speech at the University of Indonesia by applying critical discourse analysis. The speech can be called as a hybrid political discourse individual because he was a hybrid, an ex-Indonesian. Power and solidarity in hybrid political discourse can be explored by analysing language usage in speech and wordings in speech texts. Furthermore, the analysis of language usage to examine power and solidarity has a close relation to ideology. Power and solidarity are like two sides of a coin. There will be an ambiguity of determing power or solidarity used by one participant to another in delivering utterances. Power and solidarity were linguistically expressed by President Obama in his speech at University of Indonesia in the use of pronouns. He used power to show America’s hegemony toward Indonesia and solidarity to to minimize the gab between America and Indonesia. President Obama used power and solidarity in order that Indonesian people will accept him (America) as friend, to show that there is no fight between America (western people/christian) and Indonsia (moslem world). Moreover, Obama applied these expressions are to secure the America’s politics against for terrorism, America wanted that Indonesia will be its friend to fight terrorism and moslem radicals, and Indonesia will be a big new markets for the American’s goods. Thus, the phenomenon of solidarity, in this sense, cannot be meant only that President Barrack Obama was familiar and close with Indonesia people, but he has another agenda in order that the US interests in Indonesia will be accepted by The Indonesian People. Furthermore, Obama has any concessions that he should do this in order to ‘demonstrate’ that America would like to teach their moral, their ideas, their values and political leadership in the general public, particulary their central claim to political legitimacy
Stylistics Features in Personal Essay of English Department’s Student
This research focus oh how students apply pragmatylistics in personal essay whereas their background are organization activist who also have good academic achievement. This research apply some theories in analyzing data, namely: stylistics, personal essay and communication. This research used descriptive qualitative method. Beside that this research use two data collection techniques: observation and interview. So that this research describe phenomenon which relate to research problem. Based on the findings, students apply some of stylistics expression which categorize into two: (1) lexical features: pararelism, and rhetorical question, and comparison and (2) figurative language: accumulation, ephipora, hyphopora, personification, accumulation, simile, symbol, metaphor, and antithesi
PENERAPAN SYSTEMATIC APPROACH TO PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V MI SABILURROSYAD JOLOTUNDO TAHUN AJARAN 2018/2019
Penelitian ini dimulai dari observasi awal peneliti terhadap aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas V MI Sabilurrosyad Jolotundo. Peneliti menemukan beberapa masalah dalam pengamatan tersebut diantaranya beberapa siswa masih mengalami kesulitan pada materi menghitung volume bangun ruang dan siswa tidak dapat menyelesaikan soal apabila diberikan soal yang sedikit berbeda dari yang dipelajari. Peneliti mencoba melakukan pembelajaran dengan penerapan Systematic Approach to Problem Solving untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Systematic Approach to Problem Solving dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika materi bangun ruang tahun ajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian tindakan kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, siklus pertama terdiri dari 2 pertemuan dan siklus kedua terdiri dari 2 pertemuan. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara observasi, dan tes. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V MI Sabilurrosyad Jolotundo tahun ajaran 2018/2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Systematic Approach to Problem Solving dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang pada siswa kelas V MI Sabilurrosyad Jolotundo dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Aktivitas guru dari setiap siklus mengalami peningkatan yaitu pada siklus 1 ketercapaian persentase sebesar 75% dengan kriteria cukup menjadi 91,65% pada siklus 2 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas siswa pada siklus 1 mencapai 67,72% dengan kriteria cukup menjadi81,17% pada siklus 2 dengan kriteria baik. Hasil belajar siswa pada siklus 1 mencapai ketuntasan klasikal sebesar 66,67% menjadi 80,56% pada siklus 2. Kata kunci: Systematic Approach to Problem Solving, Aktivitas Guru, Aktivitas Siswa, Hasil Belajar Matematika
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR KELAS VI SDN 1 TEGALSARI KAB. BANYUWANGI TAHUN PELAJARAN 2018- 2019
Rendahnya hasil belajar siswa tidak bisa dilimpahkan semata-mata pada siswa itu sendiri, hal ini terjadi karena beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri siswa berupa kesehatan, intelegensi, dan bakat, minat dan motivasi serta cara belajar dari siswa itu sendiri, sedangkan faktor eksternal datang dari luar diri siswa, yaitu dari lingkungan belajar yang dijalani oleh siswa sehari-hari termasuk dari cara guru menyampaikan materi dalam hal ini termasuk langkah-langkah dalam proses pembelajaran dan teknik yang digunakan. Salah satu cara yang digunakan dalam proses mengajar adalah mengadakan hubungan dengan siswa sehubungan dengan kegiatan mengajar guru. Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini adalah untuk mengetahui penerapan teknik Siklus belajar atau metode drill pada pelajaran matematika. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 57,5 % pada Siklus l, dapat meningkat padasiklus 2 menjadi 70,5 % dan siklus 3 mencapai 85 %, dan secara klasikal telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa penerapan teknik drill dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI dengan ketuntasan mencapai 100%, dengan demikian penerapan teknik Siklus Belajar efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pelajaran matematika di SDN 1 Tegalsari Kab. Banyuwangi.Kata Kunci : Hasil Belajar Siswa, Pelajaran Matematika di SD,Model Pembelajaran Siklus Belaja