Jurnal Ilmiah Online STIE Muhammadiyah Bandung
Not a member yet
2602 research outputs found
Sort by
KONSERVATISME AKUNTANSI DAN RISIKO JATUHNYA HARGA SAHAM : SAHAM SYARIAH SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Penelitian ini menguji dampak konservatisme akuntansi terhadap risiko jatuhnya harga saham dengan saham syariah yang diinterpretasikan oleh Jakarta Islamic Index (JII) sebagai variabel moderasi, dengan fokus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023. Penelitian ini menganalisis data dari 100 perusahaan, dengan 500 observasi menggunakan data panel. Model Common Effect Model (CEM) dipilih berdasarkan uji pemilihan model. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 1) konservatisme akuntansi berpengaruh signifikan negatif terhadap risiko jatuhnya harga saham, 2) saham syariah tidak berpengaruh signifikan memoderasi hubungan konservatisme akuntansi terhadap risiko jatuhnya harga saham
PERAN REMOTE WORK TERHADAP EFEKTIVITAS KINERJA PERUSAHAAN DI PT XYZ
Sejak Pandemi Covid-19 melanda, PT. XYZ menerapkan sistem kerja jarak jauh yaitu remote work yang berlaku pada 70% karyawan di PT. XYZ. Hal ini merupakan Langkah dari PT. XYZ sebagai perusahaan retail material bangunan untuk menangkap strategi bertahan dalam bisnis di saat Covid-19 dengan cara mengurangi biaya operasional karyawan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh sistem remote work terhadap efektivitas kinerja perusahaan di PT. XYZ pasca pandemi covid-19. Penelitian dilakukan pada 40 karaywan PT XYZ yang masih menggunakan sistem kerja remote work. Penelitian non parametrik ini menggunakan analisis uji spearmen dengan hasil bahwa remote work berpengaruh terhadap efektivitas kinerja di PT. XYZ pandemi pasca Covid-19
PENGARUH SANKSI DAN KESADARAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ONLINE DI MALANG DENGAN MODERASI PENGETAHUAN PAJAK
Tujuan penelitian ini untuk menilai sejauh mana sanksi pajak dan tingkat kesadaran wajib pajak memengaruhi kepatuhan pajak di kalangan pelaku bisnis daring. Selain itu, studi ini juga menelusuri peran pengetahuan perpajakan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara kedua komponen ini dengan kepatuhan pajak wajib. Mekanisme yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku usaha berbasis online sebagai responden. Perangkat lunak SmartPLS digunakan untuk melakukan analisis data dengan metode Partial Least Square (PLS). Studi ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak dipengaruhi secara signifikan oleh kesadaran pajak dan sanksi pajak. Di sisi lain, pengetahuan perpajakan terbukti memperkuat hubungan antara sanksi pajak dan kepatuhan, menunjukkan peran moderasi yang positif. Namun demikian, pengetahuan perpajakan tidak menunjukkan peran moderasi dalam kaitannya antara kesadaran pajak dan kepatuhan pelaku bisnis online. Hasil ini menekankan pentingnya peningkatan literasi perpajakan di kalangan pelaku bisnis daring untuk mendorong kepatuhan sukarela terhadap kewajiban perpajakan mereka
PRAKTIK ILEGAL PAJAK BURUNG WALET ANTARA REGULASI DAN FAKTA DI LAPANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara regulasi perpajakan burung walet dan praktik ilegal di lapangan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap maraknya penghindaran pajak dalam industri sarang burung walet. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan pendekatan analisis wacana, analisis konten, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleksitas regulasi, lemahnya pengawasan, dan kolusi antara pelaku usaha dengan oknum aparat pajak menjadi penyebab utama praktik ilegal seperti underreporting produksi dan pungutan liar. Dampaknya, potensi penerimaan pajak daerah mengalami kebocoran signifikan. Penelitian ini merekomendasikan penyederhanaan regulasi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kolaborasi multistakeholder untuk meningkatkan efektivitas sistem perpajakan
PERJALANAN MENUJU GREEN LIVING : SEBUAH STUDI KUALITATIF TENTANG MOTIVATION, BARRIERS, AND LIFESTYLE CHANGE
Perubahan gaya hidup menuju green living merupakan salah satu respons terhadap perubahan iklim yang semakin mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivation, barriers, dan lifestyle changes individu dalam mengadopsi pola hidup berkelanjutan di Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap 15 informan yang mewakili berbagai segmen masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama individu untuk beralih ke gaya hidup hijau adalah kesadaran akan dampak negatif perubahan iklim, peningkatan kualitas hidup, serta keinginan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Namun, terdapat beberapa hambatan, seperti harga produk ramah lingkungan yang lebih tinggi, keterbatasan akses terhadap produk hijau, serta kebiasaan konsumsi yang sulit diubah. Di sisi lain, dukungan sosial dan kebijakan pemerintah, seperti insentif untuk produk ramah lingkungan, terbukti mempercepat adopsi gaya hidup ini. Penelitian ini menyarankan perlunya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mengurangi hambatan dan mempercepat transisi menuju green living di Kalimantan Timur. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk mendorong perilaku konsumen yang lebih ramah lingkungan. 
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, CORPORATE GOVERNANCE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP TAX AVOIDANCE PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2021-2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, leverage, corporate governance dan ukuran perusahaan terhadap tax avoidance pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021-2023. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling seta data dianalisis dengan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas, leverage dan komite audit berpengaruh terhadap tax avoidance. Namun, komisaris independen dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap tax avoidance.
Kata kunci : profitabilitas, leverage, corporate governance, ukuran perusahaan, tax avoidanceThis research aims to determine the effect of profitability, leverage, corporate governance and company size on tax avoidance in property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) during the 2021-2023 period. The population in this study are property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). The sample selection in this study used purposive sampling and the data was analyzed using the multiple linear regression method. The research results show that profitability, leverage and audit committees influence tax avoidance. However, independent commissioners and company size have no effect on tax avoidance.
Keywords: profitability, leverage, corporate governance, company size, tax avoidanc
THE EFFECT OF PROFITABILITY, FINANCIAL LEVERAGE, COMPANY SIZE ON EARNINGS MANAGEMENT IN THE AUTOMOTIVE SUBSECTOR
Listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) over the years 2021–2023, this study aims to analyze the impact of profitability, financial leverage, and company size on profits management in the automotive subsector. In this quantitative research, PT Astra International Tbk, PT Astra Otoparts Tbk, and PT Gajah Tunggal Tbk are among the ten automotive firms that were selected using a purposive sampling process. The data used for this study came from yearly financial reports and was analyzed using SPSS software for multiple linear regression. Based on the data, it seems that firms with greater levels of debt are less likely to manipulate their profits. This might be because creditors are more vigilant in their surveillance of companies with high levels of debt. Contrarily, earnings management is unaffected by business size or profitability, which may indicate that enterprises are focusing on recovering from the epidemic rather than manipulating their financial statements. These results provide important insights for regulators and investors in comprehending the elements impacting the reliability of financial reporting, in addition to making theoretical contributions to the field of accounting. Financial reporting should be more open and honest, according to the study, and future research should look at other aspects including audit quality
PERAN STRATEGIS PERKEBUNAN SAWIT TERHADAP PDRB INDONESIA : PERSPEKTIF PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
Crude Palm Oil (CPO) dan produktivitas lahan kelapa sawit merupakan dua komponen vital dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di Indonesia. Meski kontribusinya diakui secara luas, hubungan keduanya dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di sektor pertanian masih membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang terus berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana jumlah produksi CPO dan produktivitas lahan sawit memengaruhi PDRB sektor pertanian selama periode 2009 hingga 2023. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder, analisis dilakukan melalui model regresiilinear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS. Temuan diperoleh bahwa jumlah produksi CPO berpengaruh signifikan terhadap PDRB sektor pertanian. Sebaliknya, produktivitas lahan sawit tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara parsial terhadap PDRB. Hasil ini memberikan wawasan penting bagi perumusan kebijakan ekonomi daerah berbasis potensi komoditas unggulan
THE INFLUENCE OF SELF ASSESSMENT SYSTEM, TAX AUDIT, TAX COLLECTION ON REVENUE (PPN) AT KPP PRATAMA BANYUWANGI
This study aims to examine how tax audits, tax collection, and self-assessment techniques impact Value Added Tax (VAT) revenue at the Banyuwangi Pratama Tax Office (KPP). The State Budget (APBN) is heavily influenced by VAT, which constitutes a significant portion of state revenue. However, optimizing VAT revenue still faces several challenges. These include suboptimal taxpayer compliance, inefficient audits, and suboptimal collection processes. In this context, the self-assessment system, which allows individuals to choose, pay, and record their own tax obligations, plays a strategic role but also requires oversight and legal enforcement support. This study employs a quantitative methodology using secondary data collected from the Banyuwangi Pratama Tax Office between 2021 and 2024. The sampling technique was carried out utilizing the method of purposive sampling, while Panel data regression was used for data analysis with the help of E-Views 12 software. The independent variables in this study include the number of VAT Periodic Tax Returns (as an indicator of the self-assessment system), the number of Tax Assessment Letters (tax audit indicator), and the amount of arrears that were successfully collected (tax collection indicator). The dependent variable is monthly VAT revenue that has been designed in the form of a time series data deflation index. This indicates that the implementation of a tax collection system based on taxpayer awareness must be balanced with strict supervision and consistent law enforcement so that tax revenue can be optimized. The practical implications of these results suggest that the Banyuwangi Pratama Tax Office and the Directorate General of Taxes need to improve the effectiveness of the implementation of self-assessment, audit, and collection in order to secure VAT revenue
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI DI INDONESIA PADA PERIODE 2019–2022
Di antara tahun 2019 dan 2022, penelitian ini menyelidiki bagaimana pajak daerah, retribusi daerah, dan lain-lain PAD yang sah berdampak pada efektivitas PAD di tingkat provinsi di Indonesia. Metode kuantitatif digunakan untuk melakukan analisis regresi linear berganda dengan data sekunder dari laporan realisasi anggaran provinsi di seluruh Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak daerah memiliki dampak positif dan signifikan terhadap efektivitas PAD. Sebaliknya, retribusi daerah dan lain-lain PAD yang sah memiliki dampak negatif dan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan penerimaan pajak dapat meningkatkan efektivitas PAD, tetapi bergantung pada sumber pendapatan yang tidak produktif dapat mengganggu kinerja keuangan daerah. Nilai adjusted R2 yang disesuaikan sebesar 85,8% menunjukkan bahwa variabel yang diteliti dapat sepenuhnya menjelaskan variasi efektivitas PAD. Menurut penelitian ini, pemerintah daerah harus mengoptimalkan kebijakan pajak, meningkatkan efektivitas retribusi, dan mengevaluasi pendapatan non-pajak untuk membuat kerangka fiskal yang lebih stabil dan efisien