Jurnal Ilmiah Online STIE Muhammadiyah Bandung
Not a member yet
2602 research outputs found
Sort by
PENGARUH AUDIT INTERNAL DAN WISHTLEBLOWING SYSTEM TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD
Tingginya kasus kecurangan di PT Pos Indonesia (Persero) yang telah mengakibatkan kerugian negara yang besar menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Contoh kecurangan jenis ini antara lain penyalahgunaan aset, korupsi, dan manipulasi laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak audit internal dan mekanisme whistleblowing terhadap pencegahan kecurangan di Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero) Bandung. Populasi penelitian ini adalah 18 auditor internal, 13 pegawai Subdirektorat Manajemen Risiko, dan 11 pegawai Divisi Akuntansi. Total responden penelitian ini adalah 42 orang. Pendekatan sampling jenuh (sensus) yang digunakan dalam penelitian ini berarti jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Staf internal diberikan kuesioner untuk diisi, yang merupakan data awal penelitian. Pendekatan analisis regresi linier berganda digunakan dalam analisis multivariat penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa upaya PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Pusat Bandung untuk mencegah kecurangan dipengaruhi oleh audit internal dan sistem whistleblowing
PERENCANAAN BISNIS UMKM IFAZHA HOMEDECOR BANDUNG BARAT
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar perekonomian Indonesia dengan kontribusi 60,5% terhadap PDB nasional dan menyerap 96,9% tenaga kerja. Transformasi digital dan tuntutan keberlanjutan global yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) menuntut UMKM untuk mengintegrasikan praktik kewirausahaan dengan strategi bisnis ramah lingkungan. Sub-sektor homedecor menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif, di mana kontribusi subsektor kriya pada 2024 mencapai US$676 juta terhadap PDB nasional. Di Kabupaten Bandung Barat, UMKM homedecor tumbuh signifikan dari 315 unit (2020) menjadi 6.234 unit (2023), menunjukkan tren konsumen urban terhadap produk estetik, fungsional, dan berkelanjutan. Metode penelitian yang dilakukan, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara mendalam terhadap pelaku usaha dan konsumen homedecor, serta data sekunder dari literatur ilmiah, laporan riset terdahulu, dokumen pemerintah, hingga data BPS. Analisis dengan pendekatan design thinking dan lean canvas menunjukkan bahwa konsumen homedecor di Kabupaten Bandung Barat mengutamakan produk yang estetik, ramah lingkungan, dan fungsional. Business Plan Ifazha homedecor dirancang menyeluruh mulai dari pemetaan masalah, segmen konsumen, hingga strategi distribusi dengan fokus pada peluang pasar, optimalisasi sumber daya, dan sinergi tim untuk menciptakan inovasi berkelanjutan. Rencana Bisnis Plan ini menekankan pemasaran digital berbasis marketplace, efisiensi operasional lewat digitalisasi, pengembangan SDM bersama pengrajin lokal, serta inovasi material eco-friendly dengan desain kustomisasi. Risiko finansial, operasional, dan pemasaran juga diantisipasi melalui strategi mitigasi terukur. Dari sisi keuangan, usaha ini terbukti layak dengan indikator kuat: NPV positif, IRR melebihi tingkat diskonto, Payback Period singkat, dan Profitability Index yang menguntungkan. Sementara itu, penerapan Model Timmons menegaskan kelayakan bisnis ini dengan dukungan peluang pasar yang besar, ketersediaan sumber daya, serta tim yang kompeten dalam inovasi dan pemasaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ifazha Homedecor memiliki prospek strategis melalui diferensiasi produk ramah lingkungan, optimalisasi digital marketing, dan kolaborasi dengan influencer. Analisis finansial menghasilkan NPV Rp 1,506 miliar (positif), IRR 88,11%, Payback Period 3,06 tahun, serta proyeksi pendapatan naik dari Rp 720 juta (2026) menjadi Rp 1,31 miliar (2030), menandakan kelayakan usaha sangat tinggi
PENGARUH LEVERAGE, LIKUIDITAS, PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP PROFITABILITAS DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR FOOD & BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2024
Riset ini bertujuan guna mempelajari bagaimana likuiditas, leverage, serta pertumbuhan penjualan memengaruhi profitabilitas. Lebih dari itu, riset ini juga menyelidiki ukuran bisnis sebagai variabel moderasi pada perusahaan di industri subsektor Food & Beverage atau F&B (makanan-minuman) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2024. Ditetapkan 62 bisnis di subsubsektor F&B sebagai sampel pada riset ini yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Sumber informasi yang dianalisis pada riset ini berasal dari data sekunder, yakni laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah dipublikasikan melalui laman resmi BEI. Pengujian hubungan antarvariabel dilaksanakan dengan pendekatan Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan perangkat lunak SPSS, guna menelaah sejauh mana variabel bebas memengaruhi tingkat profitabilitas serta bagaimana ukuran perusahaan berperan menjadi variabel moderasi pada hubungan tersebut. Temuan dari riset ini diharapkan mampu memperluas pemahaman akademis terkait determinan profitabilitas lewat penempatan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi, yang hingga kini masih terbatas dibahas dalam kajian empiris sebelumnya
PERSPEKTIF ANALISIS FUNDAMENTAL DALAM MEMPREDIKSI BID-ASK SPREAD SAHAM
The capital market plays an important role in supporting economic growth through the efficient allocation of financial resources. One of the key indicators in assessing market efficiency is the bid-ask spread, which reflects the level of liquidity and information asymmetry among market participants. The context of a company’s fundamental information, such as financial ratios, can serve as a signal that influences investor decisions and risk perceptions toward a stock. This study aims to analyze the effect of fundamental financial ratios consisting of Return on Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), and Tobin’s Q on the bid-ask spread in the capital market. The method used is a quantitative approach with multiple linear regression analysis on secondary data from manufacturing companies in the food and beverage subsector listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020–2024 period. The results indicate that DER does not have a significant effect on the bid-ask spread, while ROA and Tobin’s Q have a significant effect. Simultaneously, the three variables have a significant effect on the bid-ask spread. These findings indicate that fundamental financial ratios can provide important signals for investors in assessing risk and stock trading efficiency in the capital market.Pasar modal memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui alokasi sumber daya keuangan yang efisien. Salah satu indikator penting dalam menilai efisiensi pasar adalah bid-ask spread, yang mencerminkan tingkat likuiditas dan asimetri informasi antar pelaku pasar. Konteks informasi fundamental perusahaan, seperti rasio keuangan, dapat menjadi sinyal yang memengaruhi keputusan investor serta persepsi risiko terhadap suatu saham. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio keuangan fundamental yang terdiri dari Return on Assets (ROA), Debt to equity ratio (DER), dan Tobin’s Q terhadap Bid-ask spread di pasar modal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda pada data sekunder perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DER tidak berpengaruh secara signifikan terhadap bid-ask spread, sedangkan ROA dan Tobin’s Q berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap bid-ask spread. Temuan ini mengindikasikan bahwa rasio keuangan fundamental dapat memberikan sinyal penting bagi investor dalam menilai risiko dan efisiensi perdagangan saham di pasar modal
MAPPING OF YOGYAKARTA CITY'S MSME READINESS FOR GOVERNMENT PROGRAMS, PROMOTIONS AND EXHIBITIONS : LEGALITY, MANAGEMENT, AND MARKET ORIENTATION
This study aims to map the level of readiness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Yogyakarta City in the context of promotion and exhibition facilitation through indicators of market readiness, governance readiness, and administrative readiness. The study used a descriptive quantitative approach with a cross-sectional survey design. Data sourced from a structured questionnaire completed by 452 MSMEs were analyzed using descriptive statistics in the form of frequency tabulations, percentages, summary measures of central tendency, and cross-tabulations. The results showed that the composition of respondents was dominated by the culinary sector (51.1%), and most MSMEs started their businesses in the 2016–2019 period. A total of 70.6% of MSMEs have a digital marketing platform, but its use is still concentrated on one main channel, primarily Instagram. Target market orientation is still dominated by the local market (58.2%), while orientation covering the international market is relatively small. From a governance aspect, the majority of MSMEs do not have a vision (66.2%) and have not set annual targets (59.1%), potentially weakening the focus and measurement of the success of promotional programs. In terms of administrative readiness and promotional experience, 56.9% of MSMEs have a Business Identification Number (NIB). However, the majority have never participated in an exhibition/expo (71.7%). Descriptively, MSMEs with a vision and annual targets tend to be better prepared in other aspects, such as legality, digital platform adoption, expo experience, and median turnover. The study recommends a phased facilitation model that includes accelerating legality, core promotional training, strengthening integrated digital marketing channels, and pre- and post-exhibition curation and mentoring to ensure promotions have a sustainable impact
BAGAIMANA DAMPAK KEBERAGAMAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI INDUSTRI PERHOTELAN
Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk memahami dampak keberagaman dalam sumber daya manusia serta mengetahui perannya dalam efektivitas organisasi dan mendorong kinerja karyawan dalam lingkungan kerja, khususnya dalam industri perhotelan. Keberagaman pelanggan dan interaksi antarbudaya yang intensif, mulai menyadari pentingnya keanekaragaman, kesetaraan, dan inklusi dalam tenaga kerjanya untuk meningkatkan kinerja dan kepuasan pelanggan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah karyawan di industri perhotelan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan mengumpulkan data menggunakan data sekunder. Hasil dari penelitian adalah dampak keberagaman dapat memberikan layanan yang lebih komprehensif terhadap pelanggan dan menumbuhkan kreativitas dan inovasi, untuk menciptakan penawaran baru
OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN BRANDING UMKM EYO SEBAGAI STRATEGI DIGITAL MARKETING
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis optimalisasi media sosial dalam memperkuat branding UMKM EYO sebagai bagian dari strategi pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis konten dari akun Instagram @eyo.craft. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan yang rendah dan fluktuatif menjadi tantangan utama dalam strategi branding EYO. Analisis terhadap konten yang dipublikasikan menunjukkan bahwa variasi jenis konten, seperti format carousel, memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat interaksi pengguna. Selain itu, penjadwalan posting yang tepat dan relevansi konten dengan momen spesial juga terbukti meningkatkan keterlibatan audiens. Dengan menerapkan strategi konten yang berkualitas dan relevan, UMKM EYO dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan, meningkatkan loyalitas, dan mendorong keputusan pembelian. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi UMKM lain dalam memaksimalkan penggunaan media sosial untuk branding yang lebih efektif di era digital saat ini
English
The COVID-19 pandemic has significantly transformed consumer behavior, shifting towards online shopping. This transformation has limited consumers’ ability to physically try on products. This study aims to determine the extent to which Instagram filters, specifically augmented reality (AR) try-on filters, influence consumer purchase intention and the level of engagement they generate among users for fashion products. Employing a quantitative approach, this research collected data from 307 active Instagram users who frequently utilize filters, using a Likert scale questionnaire (1-5). The variables examined include Instagram filters, customer engagement, and purchase intention. Data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through WarpPLS Version 8.0. The findings reveal a significant positive influence of Instagram filters on customer engagement, mediated by purchase intention
APAKAH KOMITE AUDIT, FAKTOR PERUSAHAAN DAN FAKTOR PASAR MERUPAKAN DETERMINAN LAPORAN KEBERLANJUTAN?
Keberlanjutan dalam aktivitas bisnis perusahaan, menjadi salah satu faktor yang penting. Stakeholders menuntut perusahaan melakukan keterbukaan terhadap setiap informasi, salah satunya laporan keberlanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah komite audit, faktor perusahaan yang terdiri atas keberagaman direksi dan ukuran perusahaan, serta faktor pasar merupakan determinan laporan keberlanjutan. Penelitian dilakukan pada perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 sampai 2020. Dengan kriteria sampling, diperoleh sampel penelitian 13 perusahaan atau 65 data. Analisis data menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan komite audit merupakan faktor determinan positif dan ukuran perusahaan sebagai faktor diterminan negatif laporan keberlanjutan. Hasil ini merupakan temuan penelitian ini pada perusahaan publik yang menerbitkan laporan keberlanjutan. Keterbatasan penelitian ini ditunjukkan dengan nilai adjusted R2 15,79%, disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk menambahkan green accounting dan komite manajemen risiko sebagai faktor independen
PENGARUH KEPEMIMPINAN INKLUSIF TERHADAP EMPLOYEE ENGAGEMENT DENGAN PSICHOLOGICAL SAFETY CLIMATE SEBAGAI PEMEDIASI
Pengaruh positif terhadap organisasi menjadi sangat penting melihat dampaknya pada persepsi, sikap dan perilaku pegawai. Pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keterlibatan karyawan di Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, sebuah institusi publik yang membutuhkan kinerja optimal dari setiap anggotanya. Dalam lingkungan yang cenderung formal dan hierarkis, penerapan kepemimpinan inklusif dapat meningkatkan rasa keterlibatan karyawan melalui pembentukan iklim keselamatan psikologis, di mana karyawan merasa aman untuk berkontribusi dan mengemukakan ide tanpa takut akan dampak negatif. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai bagaimana kepemimpinan inklusif dan psychological safety climate dapat berperan penting dalam meningkatkan employee engagement, yang pada akhirnya akan mendukung efektivitas dan efisiensi kerja di sektor publik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor Kejaksaan Kabupaten Bandung yang berjumlah 81 pegawai. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini, peneliti menggunakan total sampling. Berdasarkan hasil penelitian, maka pengaruh langsung lebih besar dibandingkan pengaruh tidak langsung yaitu sebesar 42% > 33%. Sedangkan pengaruh total kepemimpinan Inklusif (X) terhadap Employee Engagement (Y) melalui Psichological Safety Climate diperoleh sebesar 75%