Jurnal Ilmiah Online STIE Muhammadiyah Bandung
Not a member yet
2602 research outputs found
Sort by
ANALISIS KINERJA KARYAWAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA DI USAHA JASA SERVICE AC (BERSAUDARA)
Usaha jasa Service AC (Bersaudara) beroperasi dalam industri yang kompetitif, di mana kinerja karyawan memiliki peranan penting dalam menentukan produktivitas dan kepuasan pelanggan. Bertujuan untuk mengevaluasi kinerja karyawan serta faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dan hubungannya dengan produktivitas kerja. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja karyawan di usaha jasa Service AC (Bersaudara) saat ini masih memerlukan peningkatan, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pelatihan, motivasi, dan lingkungan kerja yang kondusif. Selain itu, analisis juga mengungkapkan bahwa terdapat hubungan positif antara kinerja karyawan dan produktivitas, di mana peningkatan kinerja berkontribusi pada peningkatan produktivitas kerj
MENJAGA KESEIMBANGAN, MENINGKATKAN KINERJA : MELALUI KEPUASAN KERJA DALAM HUBUNGAN WORK-LIFE BALANCE DAN WORK ENGAGEMENT TERHADAP KINERJA PEGAWAI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki fenomena kepuasan kerja di sektor publik, khususnya melalui lensa keseimbangan kehidupan kerja (WLB) dan keterlibatan kerja (WE) dalam kaitannya dengan kinerja karyawan. Pemahaman komprehensif tentang WLB dan WE, bersama dengan efek konsekuensinya pada kinerja karyawan, sangat penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kemanjuran entitas administrasi regional. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif melalui pelaksanaan survei yang menargetkan karyawan di Biro Publik Provinsi Kalimantan Utara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dirancang untuk menilai empat variabel utama: keseimbangan kehidupan kerja, keterlibatan kerja, kinerja karyawan, dan kepuasan kerja sebagai faktor mediasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk mengevaluasi hipotesis yang diajukan dalam penelitian. Temuan menunjukkan korelasi positif yang signifikan secara statistik antara WLB dan kepuasan kerja; Namun, hubungan ini tidak meluas ke kinerja karyawan. Sebaliknya, WE menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan kerja, namun tidak menunjukkan dampak yang patut diperhatikan pada kinerja karyawan. Selanjutnya, baik WLB dan WE ditemukan memberikan efek positif yang signifikan pada kinerja karyawan, dimediasi oleh kepuasan kerja. Implikasi dari hasil ini diantisipasi untuk memberikan wawasan empiris mengenai peran mediasi kepuasan kerja dalam interaksi antara WLB dan WE dalam kaitannya dengan kinerja karyawan, di samping menawarkan pertimbangan praktis bagi pembuat kebijakan sumber daya manusia di sektor publik. Dalam model penelitian tunggal, integrasi variabel WLB dan WE dalam konteks sektor publik, di samping karakteristik geografis, sosial, dan budaya Kalimantan Utara, tidak diragukan lagi mempengaruhi dinamika pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan, sehingga memberikan pemahaman yang bernuansa tentang hubungan rumit di antara variabel
SINGLE INDEX MODEL SEBAGAI DASAR PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saham-saham yang memenuhi kriteria kelayakan untuk dimasukkan ke dalam pembentukan portofolio optimal dengan menggunakan pendekatan Single Index Model. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan data sekunder yang diperoleh dari sumber-sumber terkait. Populasi penelitian mencakup seluruh saham yang tergabung dalam Indeks IDX High Dividend-20 tahun 2024. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 19 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yang menghasilkan 19 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Data dianalisis dengan menerapkan metode Single Index Model untuk menentukan portofolio optimal. Dalam pendekatan ini, saham dianggap layak dimasukkan ke dalam portofolio optimal jika nilai excess return to beta lebih tinggi dari tingkat batas yang ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam (6) perusahaan yang memenuhi kriteria untuk menjadi kandidat dalam pembentukan portofolio optimal yaitu PT Alam Sutera Realty Tbk. (ADRO) dengan proporsi pada portofolio sebesar 1,5%, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dengan proporsi pada portofolio sebesar 2,4%, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dengan proporsi pada portofolio sebesar 39,2%, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dengan proporsi pada portofolio sebesar 11%, PT Chandra Asia Pacific Tbk. (TPIA) dengan proporsi pada portofolio sebesar 22,8% dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) dengan proporsi pada portofolio sebesar 23,1%. Pembentukan portofolio optimal dengan enam saham tersebut dapat memberikan tingkat pengembalian sebesar 2,14% dan tingkat risiko portofolio sebesar 1,05%
MELIHAT PERAN HARMONIOUS PASSION DALAM MENINGKATKAN EMPLOYEE ENGAGEMENT KARYAWAN GEN-Z PADA COFFEE SHOP DI KOTA PONTIANAK
Angkatan kerja yang kini didominasi karyawan Gen-Z memiliki orientasi kerja yang unik dalam memandang pekerjaan, menjadikan employee engagement sebagai tantangan penting bagi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh role ambiguity terhadap employee engagement pada karyawan Gen-Z di sektor coffee shop Kota Pontianak, serta menguji peran harmoious passion sebagai moderator. Pengumpulan data penelitian ini melalui penyebaran kuesioner secara online menggunakan G-Form, diteruskan melalui aplikasi Whatsapp. Teknik pengumpulan sampel menggunakan snowball sampling yang melibatkan 201 responden dan dianalisis dengan teknik Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS-SEM) menggunakan WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang menarik, bahwa role ambiguity memiliki dampak positif pada employee engagement (koefisien jalur = 0,387, p < 0,001), bertentangan dengan Hipotesis H1. Harmonious passion membuktikan hasil yang signifikan sebagai pemoderasi hubungan role ambiguity dan employee engagement (koefisien jalur = 0,432, p < 0,01)
DETERMINASI CASH HOLDING : PERAN NET WORKING CAPITAL, ARUS KAS, LEVERAGE DAN UKURAN PERUSAHAAN PADA EMITEN INDEKS LQ45
Dengan menggunakan sampel 30 perusahaan, studi ini mencoba menguji pengaruh modal kerja bersih, arus kas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap kepemilikan kas pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dan metodologi kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan kas dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh modal kerja bersih dan leverage. Di sisi lain, kepemilikan kas dipengaruhi secara signifikan dan negatif oleh arus kas dan ukuran perusahaan. Hasil ini menawarkan tambahan empiris terhadap variabel-variabel yang memengaruhi kebijakan kas di perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.
onesia
PERAN MEDIASI MOTIVASI KERJA DALAM HUBUNGAN ANTARA PELATIHAN, BUDAYA ORGANISASI DAN KINERJA KARYAWAN PT .KGX
Pelatihan kerja dan budaya organisasi memiliki peran penting dalam membentuk kinerja pegawai, meskipun dampaknya kerap dipengaruhi oleh tingkat motivasi kerja individu. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara pelatihan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan di PT. Sirkulasi Kompas Gramedia (KGX) dengan motivasi kerja sebagai variabel perantara. Melalui analisis menggunakan metode SEM-PLS terhadap 51 responden, diperoleh hasil bahwa pelatihan kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi maupun kinerja. Sebaliknya, budaya organisasi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja, sementara motivasi terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja sekaligus berperan sebagai mediator antara budaya organisasi dan kinerja. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi serta peningkatan motivasi kerja menjadi aspek utama dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan
PENGARUH LEVERAGE DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Nilai perusahaan menunjukkan pandangan pasar terhadap kinerja serta prospek perusahaan. Penurunan harga saham di sektor perindustrian menggambarkan tidak stabilnya nilai perusahaan yang dipengaruhi oleh kondisi keuangan internal. Studi ini bertujuan menguji dampak leverage dan kepemilikan manajerial pada nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variable moderasi pada emiten sektor perindustrian yang ada di BEI periode 2021–2024. Jenis studi ini ialah studi kuantitatif dengan populasi banyaknya 65 emiten dan sample banyaknya 21 emiten dengan jumlah amatan banyaknya 84. Analisa data memakai analisa statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta regresi data panel dengan pendekatan Model CEM, FEM, serta REM yang dipilih melalui uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier. Selanjutnya dilakukan uji F, uji R², uji t, serta analisa MRA. Pengujian dilaksanakan memakai E-Views 13. Temuan studi memperlihatkan bahwa leverage dan kepemilikan manajerial tidak ada pengaruh pada nilai perusahaan serta ukuran perusahaan tidak bisa memoderasi hubungan keduanya. Temuan ini memberi implikasinya untuk manajemen serta stakeholders saat mengambil keputusan pendanaan dan investasi
PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN CONSUMER NON-CYCLICALS DI BEI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perusahaan sektor konsumen non-siklus yang terdaftar di BEI dari tahun 2021 hingga 2024 dan melihat bagaimana kesulitan keuangan dipengaruhi oleh Good Corporate Governance (GCG), likuiditas, dan profitabilitas. Dengan memanfaatkan data sekunder yang dikumpulkan dari laporan keuangan tahunan situs web resmi BEI, penelitian ini mengambil pendekatan kuantitatif. Untuk menjamin bahwa data tersebut relevan dan konsisten, 65 perusahaan dipilih secara purposive selection. Model Altman Z-Score digunakan untuk mengukur kesulitan keuangan sebagai variabel dependen. Variabel independen mencakup komponen gcg seperti kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dewan direksi, dan dewan komisaris. Metrik lain untuk likuiditas adalah rasio lancar, dan Return On Assets (ROA) digunakan untuk mengukur profitabilitas. Regresi logistik dalam SPSS versi 27 digunakan untuk analisis data. Kesulitan keuangan berkorelasi negatif dan signifikan dengan profitabilitas dan likuiditas, menunjukkan bahwa bisnis yang kurang mengalami kesulitan keuangan adalah bisnis dengan tingkat keduanya yang lebih tinggi. Di sisi lain, tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kesulitan keuangan dan karakteristik Tata Kelola Perusahaan yang Baik jika dikaji secara terpisah. Sekitar 69,6% variasi kesulitan keuangan dapat dijelaskan oleh model, berdasarkan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,696. Sisanya, 30,4%, dipengaruhi oleh karakteristik yang tidak dipertimbangkan dalam studi ini. Untuk menjaga stabilitas keuangan dan mengurangi risiko kesulitan keuangan, perusahaan-perusahaan di sektor konsumen non-siklus Indonesia sangat bergantung pada metrik kinerja keuangan, terutama likuiditas dan profitabilitas. 
PENGARUH GREEN ACCOUNTING DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA LINGKUNGAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Riset ini bertujuan mengkaji pengaruh penerapan green accounting dan ukuran perusahaan terhadap kinerja lingkungan, dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2021–2024. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain kausal. Sampel terdiri atas 18 perusahaan manufaktur yang dipilih melalui metode purposive sampling, menghasilkan 72 observasi selama empat tahun. Data diperoleh dari laporan tahunan perusahaan serta situs resmi KLHK, kemudian dianalisis menggunakan regresi data panel dengan bantuan EViews 12. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa green accounting dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja lingkungan; profitabilitas memperkuat pengaruh green accounting, namun tidak memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan dan kinerja lingkungan. Hasil ini menegaskan pentingnya penerapan green accounting sebagai strategi keberlanjutan untuk memperbaiki kinerja lingkungan, sementara profitabilitas belum sepenuhnya menjadi faktor pendorong komitmen lingkungan bagi perusahaan berskala besar
PENGARUH ESG DISCLOSURE, KEBIJAKAN DIVIDEN DAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA NILAI PERUSAHAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI SEKTOR PERBANKAN TAHUN 2022-2024
Persaingan perusahaan setelah dampak dari pandemi berupakan sinyal bangkitnya perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya terutama sektor perbankan yang memiliki peran besar mendorong perekonomian Indonesia. Masalah yang terjadi adalah pemulihan kepercayaan masyarakat dan perusahaan untuk berinvestasi kembali dan meningkatkan roda perekonomian di Indonesia. Aspek keuangan dan non keuangan saat ini menjadi perhatian publik tidak hanya profitabilitas melainkan keberlanjutan dan tata kelola yang terus sosialisasikan oleh pemerintah dan dalam kurun waktu 2022-2024 setelah pandemi menjadi periode acuan melihat pertumbuhan perusahaan.Dengan demikian perlu adanya pengujian lebih lanjut apakah pengungkapan ESG, kebijakan dividen dan tingkat kesehatan bank dapat mempengaruhi nilai perusahaan pada lingkup sektor perbankan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data menggabungkan antara data time series dan cross section yang disebut data panel dan menggunakan data sekunder bersumber dari OJK. Analisis yang yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak Eviews 13. Pengujian asumsi klasik dilakukan yakni uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas sebelum melakukan uji t, uji f, dan uji R2. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG berpengaruhi negatif terhadap nilai perusahaan termasuk profitabilitas sebagai moderasinya. Kebijakan dividen dan tingkat kesehatan bank berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan diperkuat profitabilitas yang memoderasi.Secara simultan variabel tersebut memiliki nilai yang signifikan dalam pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Maka dengan ini peneliti berhadap kepada peneliti selanjutnya dan pihak terkait agar penelitian ini dapat dikembangkan lebih luas lagi dan sebagai informasi tambahan serta wawasan dalam menganalisa faktor apa saja yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan