Jurnal Ilmiah Online STIE Muhammadiyah Bandung
Not a member yet
2602 research outputs found
Sort by
DETERMINAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN SEKTOR BARANG KONSUMSI DI BEI
Ekspansi keuntungan merujuk pada akumulasi pendapatan yang tercapai oleh entitas bisnis. Dinamisasi pertumbuhan laba mencerminkan evolusi peningkatan laba bersih yang dicapai perusahaan dari satu waktu ke waktu, khususnya dalam hal kemampuan entitas untuk memperbesar surplus finansial dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tujuan dari kajian ini untuk memahami bagaimana total asset turnover, return on equity, dan debt to asset ratio memengaruhi pertumbuhan laba pada perusahaan sektor barang konsumsi di BEI. Populasi dalam kajian ini yaitu 25 perusahaan sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Kajian ini menerapkan 23 perusahaan sebagai sampel, yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu melalui metode purposive sampling. Metode yang diterapkan ialah regresi linier berganda. Temuan dari kajian ini mengindikasikan bahwasanya TATO, ROE dan DAR Secara bersama-sama, aspek tersebut memengaruhi pertumbuhan laba pada perusahaan di sektor barang konsumsi yang ada di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023. Secara individual, Total Asset Turnover (TATO) dan Debt to Asset Ratio (DAR) mempunyai dampak positif namun tidak kuat terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan di sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023. Sementara itu, Return on Equity (ROE) menampilkan dampak positif yang kuat terhadap pertumbuhan laba pada periode yang sama. Kajian ini mempunyai keterbatasan, di mana variabel-variabel TATO, ROE, dan DAR hanya mampu menjelaskan 23,4% dari variasi pertumbuhan laba. Temuan ini dapat membantu investor dalam mengidentifikasi perusahaan dengan potensi pertumbuhan laba yang tinggi serta memberikan kontribusi pada pengembangan literatur terkait pertumbuhan laba perusahaan
PENGARUH KEGUNAAN YANG DIRASAKAN, PENGARUH SOSIAL DAN KEAMANAN YANG DIRASAKAN TERHADAP NIAT UNTUK MENGADOPSI BRImo
Perkembangan teknologi dan informasi saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai sektor, termasuk sektor keuangan, khususnya perbankan. Salah satu bentuk perkembangan teknologi di sektor keuangan adalah munculnya teknologi finansial (fintech). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegunaan yang dirasakan, pengaruh sosial dan keamanan yang dirasakan terhadap niat nasabah untuk mengadopsi BRImo dengan menggunakan teori Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan Google Form kepada 100 responden yang merupakan pengguna aplikasi BRImo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh sosial dan pengaruh keamanan yang dirasakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat untuk mengadopsi BRImo, sedangkan kegunaan yang dirasakan tidak berpengaruh signifikan terhadap niat adopsi BRImo. Dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi, pihak perbankan dan perusahaan fintech diharapkan dapat terus berinovasi agar mampu menciptakan layanan yang lebih aman, mudah digunakan, dan diterima oleh masyarakat luas, sehingga dapat meningkatkan adopsi BRImo baik bagi pengguna baru maupun pengguna yang sudah ada.The development of technology and information is currently experiencing very rapid progress in various sectors, including the financial sector, especially banking. One form of technological development in the financial sector is the emergence of financial technology (fintech). This study aims to analyze the influence of perceived usefulness, social influence and perceived security on customer intentions to adopt BRImo using the Technology Acceptance Model (TAM) theory. The research method used is a quantitative survey with the Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) approach. Data were collected by distributing questionnaires using Google Form to 100 respondents who are users of the BRImo application. The results of this study indicate that social influence and perceived security influence have a significant influence on the intention to adopt BRImo, while perceived usefulness does not have a significant effect on the intention to adopt BRImo. By knowing the factors that influence adoption, banking and fintech companies are expected to continue to innovate in order to be able to create services that are safer, easier to use, and accepted by the wider community, so that they can increase the adoption of BRImo for both new and existing users
STRATEGI PEMASARAN BISNIS PROPERTI PADA TOP PUTRA RESIDENCE
Dalam industri properti yang terus berkembang, persaingan bisnis semakin ketat, menuntut perusahaan untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif dan terukur. PT Top Putra Propertindo selaku pengembang proyek perumahan Top Putra Residence juga menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan kinerja pemasaran di tengah perubahan preferensi konsumen dan dinamika pasar properti sehingga memerlukan strategi pemasaran yang efektif. Maka upaya untuk memahami bagaimana strategi pemasaran trersebut, studi ini berupaya menggunakan Balanced Scorecard (BSC) untuk menghadapi tantangan preferensi konsumen dan dinamika pasar properti. Dengan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, studi dokumentasi, dan observasi, penelitian ini mengevaluasi kinerja pemasaran dari empat perspektif BSC yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran serta pertumbuhan. Hasil temuan menunjukkan promosi seperti diskon dan cashback efektif meningkatkan penjualan, meskipun biaya operasional tinggi. Pelanggan juga mengapresiasi layanan personal dan fleksibilitas pembayaran, tetapi infrastruktur masih perlu ditingkatkan. Digitalisasi pemasaran mempercepat penjualan, namun koordinasi antar-divisi dan pelatihan teknologi seperti CRM masih perlu diperbaiki
PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTATION & LOGISTIC
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, dan Ukuran Perusahaan terhadap Financial Distress, baik secara parsial maupun simultan, pada perusahaan sektor Transportation & Logistic yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023. Financial distress mengacu pada kondisi penurunan kinerja keuangan yang dapat berujung pada kebangkrutan, sehingga penting untuk dilakukan deteksi dan pencegahan dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 38 perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, menghasilkan 14 perusahaan sebagai sampel penelitian. Dengan periode pengamatan selama lima tahun, diperoleh total 70 data sampel. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, Kepemilikan Institusional dan Kepemilikan Manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Distress, sedangkan Ukuran Perusahaan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap Financial Distress. Temuan ini mengindikasikan bahwa struktur kepemilikan, khususnya Kepemilikan Institusional dan Kepemilikan Manajerial, berperan penting dalam memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan, sementara Ukuran Perusahaan secara individual tidak menjadi determinan utama risiko Financial Distress. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi Financial Distress di sektor Transportation & Logistic. Selain itu, hasil penelitian ini juga menawarkan wawasan strategis bagi para pemangku kepentingan dalam mengelola dan memitigasi risiko ketidakstabilan keuangan perusahaan
PENGARUH KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK DAN LABELISASI HALAL TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN RESTORAN SOLARIA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penilaian konsumen terhadap kualitas produk, citra merek, labelisasi halal, dan pengaruhnya terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen. Metodologi yang digunakan adalah metode survey. Lokasi penelitian dilakukan secara sengaja di Bencoolen Mall. Pengambilan sampel secara tidak sengaja, sebanyak 96 orang konsumen. Data dikumpulkan dengan Google form. Metode SEM PLS digunakan dalam analisis data. Dari hasil penelitian diketahui kualitas produk, citra merek, dan labelisasi halal berturut-turut juga berada dalam kategori berkualitas, baik, dan transparan. Pengaruh langsung yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kualitas produk dan labelisasi halal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas konsumen tetapi citra merek berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas konsumen. Kualitas produk tidak berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen, sedangkan citra merek dan labelisasi halal berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen
PENGARUH KOMPENSASI, STRES KERJA, FLEKSIBILITAS WAKTU DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA DRIVER OJEK ONLINE GOJEK
Kelahiran aplikasi transportasi online di Indonesia telah menjadi pendorong utama dalam perkembangan digitalisasi, terlihat dari tingginya jumlah pengguna aplikasi ini. Pada akhir tahun 2023, Gojek tercatat telah diunduh oleh 1,3 juta pengguna, mendominasi pasar transportasi online dengan persentase 82% dibandingkan aplikasi lainnya. Meningkatnya jumlah penyedia layanan transportasi online mengharuskan perusahaan untuk berinovasi dalam mempertahankan daya saing, termasuk menjaga kinerja karyawan dan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompensasi, pengalaman kerja, fleksibilitas, dan stres kerja terhadap kinerja driver Gojek. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan teknik analisis data berupa uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menujukkan secara parsial variabel kompensasi ,stres kerja,dan fleksibilitas tempat kerja berpengaruh positif terhadap kinerja driver Gojek. Sedangkan variabel pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja driver Gojek. Secara simultan variabel kompensasi, stres kerja, fleksibilitas tempat kerja, dan pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja driver Gojek
ANALISIS FAKTOR KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN KE DESA WISATA SINDANGKASIH KABUPATEN GARUT
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai indikator-indikator yang memengaruhi keputusan wisatawan dalam berkunjung ke Desa Wisata Sindangkasih serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang berperan dalam keputusan tersebut. Metode yang digunakan meliputi pendekatan deskriptif dan analisis faktor. Data dikumpulkan melalui observasi dan penyebaran kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan analisis faktor eksploratori dengan bantuan IBM SPSS versi 26. Penelitian ini melibatkan 100 wisatawan yang telah mengunjungi Desa Wisata Sindangkasih, dengan sampel dipilih menggunakan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator-indikator yang memengaruhi keputusan wisatawan secara umum berada dalam kategori baik. Analisis faktor menghasilkan enam faktor utama, yaitu daya tarik wisata, interaksi sosial, aksesibilitas dan fasilitas, budaya dan kuliner, reputasi destinasi, serta keberagaman aktivitas wisata. Dari faktor-faktor tersebut, daya tarik wisata menjadi faktor paling dominan, yang mencakup keunikan atraksi, keindahan alam, dan harga yang terjangkau sebagai pertimbangan utama wisatawan dalam memilih destinasi ini
DINAMIKA INTERNAL DAN PERSEPSI EKSEKUTIF TERHADAP ESG : PENDEKATAN KUALITATIF DI SEKTOR ENERGI BERKELANJUTAN
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana eksekutif perusahaan di sektor energi terbarukan di Indonesia memaknai dan merespons prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta bagaimana dinamika internal organisasi memengaruhi integrasi ESG ke dalam strategi bisnis. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis-interpretatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan teknik purposive sampling dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi eksekutif terhadap ESG terbagi antara idealisme etis dan pragmatisme strategis, dengan dinamika internal seperti konflik nilai antar divisi, fragmentasi budaya organisasi, dan kegagalan integrasi sistem ESG sebagai hambatan utama. Namun, keberadaan kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi yang kolaboratif terbukti menjadi katalis dalam mengurangi resistensi internal, menyelaraskan narasi ESG dengan strategi operasional, serta meningkatkan legitimasi eksternal perusahaan. Penelitian ini menegaskan bahwa ESG bukan sekadar respons administratif, melainkan proses sosial yang membutuhkan konstruksi makna kolektif, dukungan lintas fungsi, dan reorientasi budaya menuju keberlanjutan sebagai nilai strategis. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teori kepemimpinan strategis, sensemaking organisasi, serta penguatan implementasi ESG yang autentik dan kontekstual di negara berkembang
PENGARUH STRATEGI PEMASARAN 3P (PRODUCT, PRICE AND PLACE) TERHADAP MINAT BELI ULANG PRODUK TREND FASHION (TAS) DAUN MENDONG SEBAGAI KERAJINAN TRADISIONAL
Kabupaten Tasikmalaya, terutama Kecamatan Rajapolah, terkenal sebagai pusat kerajinan tradisional, salah satunya adalah tas yang terbuat dari daun mendong. Namun, dalam pemasarannya, produk ini masih mengalami berbagai kendala, seperti persaingan di pasar, harga yang tidak stabil, dan strategi pemasaran yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh strategi pemasaran 3P (Produk, Harga, dan Tempat) terhadap minat konsumen untuk membeli kembali tas mendong. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 50 konsumen yang pernah membeli tas mendong di Herlina Craft, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Analisis data dilakukan menggunakan software SPSS untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan harga berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang, sedangkan lokasi pemasaran tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumen lebih memperhatikan kualitas dan harga ketika memutuskan untuk membeli kembali. Oleh karena itu, disarankan agar pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan menetapkan harga yang kompetitif untuk memperkuat daya saing dan membangun loyalitas pelanggan terhadap tas mendong
MENGEKSPLORASI MENTAL ACCOUNTING PADA PEMENUHAN KEBUTUHAN DAN SELF-REWARD MAHASISWA GENERASI Z
Mental accounting adalah suatu konsep perilaku keuangan yang menjelaskan cara seseorang dalam memisahkan dan mengelola keuangannya berdasarkan pos atau kategori tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan mental accounting dalam mengelola keuangan untuk kebutuhan utama dan keinginan self-reward oleh mahasiswa Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi dengan narasumber yang berasal dari dua perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Generasi Z telah menerapkan perilaku mental accounting dalam mengelola keuangan untuk kebutuhan dan keinginan self-reward, walaupun tidak seluruhnya memahami makna teoritis dari mental accounting itu sendiri. Terdapat pula perbedaan dalam perlakuan terhadap sumber dana, sebagian mahasiswa lebih konsumtif ketika menggunakan uang dari orang tua atau beasiswa, sedangkan uang dari pekerjaan digunakan lebih hati-hati. Terdapat beberapa cara mahasiswa dalam mencatat pengeluarannya, misalnya: mencatat secara sederhana, melalui ingatan, atau dari riwayat pengeluaran uang di aplikasi perbankan. Dalam konteks pemenuhan kebutuhan, mayoritas mahasiswa telah mengalokasikan dana secara terstruktur dan terencana. Namun, dalam konteks self-reward, ada beberapa mahasiswa yang melakukan penganggaran, namun ada juga yang memotong langsung dari gaji atau kebutuhannya. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan perilaku mental accounting cukup bervariasi di kalangan mahasiswa Generasi Z dan dipengaruhi oleh pengalaman, pemahaman, dan kebiasaan mereka. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan program literasi keuangan yang dapat meningkatkan kesadaran mereka dalam mengelola keuangan pribadi