Trijurnal E-Journal Universitas Trisakti
Not a member yet
11312 research outputs found
Sort by
ANTECEDENT BRAND AWARENESS RESTORAN KOREA DI JABODETABEK
Penelitian ini menganalisis pengaruh food quality, service quality, dan pricing strategy terhadap customer loyalty serta dampaknya terhadap brand awareness pada restoran Korea di Jabodetabek. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik Structural Equation Modeling (SEM) berbasis AMOS SPSS 23, data diperoleh dari 170 responden yang pernah bersantap di restoran Korea dalam tiga bulan terakhir. Hasil menunjukkan bahwa food quality dan pricing strategy berpengaruh positif signifikan terhadap customer loyalty, sementara service quality tidak. Customer loyalty terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap brand awareness. Temuan ini memberikan wawasan bagi pelaku usaha restoran Korea dalam memperkuat loyalitas dan kesadaran merek melalui kualitas makanan dan strategi harga yang tepat
ANALISIS PENGARUH FAKTOR EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI BANTEN PERIODE 2010-2023
Angka pengangguran yang tinggi merupakan isu penting di ASEAN, terutama di Indonesia, yang memerlihatkan angka pengangguran tertinggi di antara enam negara ASEAN, dengan Provinsi Banten terus menduduki peringkat pertama di Pulau Jawa. Penulisan ini mengkaji dampak gaji minimal, PDRB, total penduduk, dan IPM pada angka pengangguran Terbuka di Kab dan kota di Provinsi Banten dari tahun 2010 hingga 2023, menggunakan analisis data panel dengan model efek tetap. Temuan penulisan memerlihatkan jika gaji minimal mempunyai pengaruh positif meskipun kecil, PDRB memerlihatkan pengaruh negatif namun kecil, dan baik total penduduk maupun IPM mempunyai pengaruh negatif dan substansial pada tingkat pengangguran Terbuka
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TURNOVER INTENTION PADA PERUSAHAAN ANIMASI
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh management & staff cooperation dan salary & incentive satisfaction terhadap turnover intention dengan organizational commitment sebagai variabel mediasi pada perusahaan animasi. Variabel independen meliputi management & staff cooperation dan salary & incentive satisfaction, variabel dependen adalah turnover intention, dan organizational commitment berperan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 200 karyawan dari Duality Studio Jakarta dan Infinite Studio Batam, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan software AMOS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa management & staff cooperation dan salary & incentive satisfaction berpengaruh terhadap turnover intention dan organizational commitment. Namun, organizational commitment tidak berpengaruh terhadap turnover intention, sehingga peran mediasi organizational commitment tidak ditemukan dalam hubungan antara variabel management & staff cooperation dan salary & incentive satisfaction dengan turnover intention
PERAN ORGANIZATIONAL COMMITMENT PADA KARYAWAN UP3 (UNIT PELAKSANAAN PELAYANAN PELANGGAN)
Kinerja pegawai merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas organisasi sektor publik, khususnya di tengah tuntutan transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pondok Gede sebagai organisasi pelayanan publik dituntut tambahmemiliki sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kondisi psikologis kerja yang mendukung kinerja optimal. Faktor-faktor psikologis seperti kepuasan kerja, dukungan atasan, dan komitmen organisasional menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan oleh manajemen organisasi. Kepuasan kerja mencerminkan tingkat kenyamanan dan perasaan positif pegawai terhadap pekerjaannya, sementara perceived supervisor support menggambarkan sejauh mana pegawai merasa dihargai dan didukung oleh atasan dalam menjalankan tugasnya. Kedua faktor tersebut diyakini berperan dalam membentuk komitmen organisasional yang kuat, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job satisfaction dan perceived supervisor support terhadap job performance dengan organizational commitment sebagai variabel mediasi pada pegawai UP3 Pondok Gede
PENGARUH SIKLUS OPERASI TERHADAP PERSISTENSI LABA
Persistensi laba merupakan indikator penting kualitas laba karena mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kinerja keuangan secara berkelanjutan. Efisiensi operasional yang tercermin melalui siklus operasi diduga mempengaruhi tingkat persistensi laba perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh siklus operasi terhadap persistensi laba dengan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Penelitian menggunakan data panel perusahaan sektor consumer cyclicals dan perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2023–2024. Sampel penelitian diperoleh melalui metode purposive sampling dengan total 133 perusahaan. Analisis data dilakukan dengan metode regresi data panel menggunakan model Random Effects Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus operasi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap persistensi laba, artinya semakin panjang siklus operasinya, semakin rendah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan laba. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi operasional sangat penting dalam menjaga keberlanjutan laba perusahaan
FAKTOR DETERMINAN MANAJEMEN LABA RIIL PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI
Isu terkait dengan praktik manajemen laba dapat menjadi gambaran lemahnya tata kelola perusahan di Indonesia. Studi ini dilakukan untuk menganalisis faktor determinan praktik manajemen laba riil, yang terdiri dari independensi dewan komisaris, remunerasi dewan, komite audit, dan ukuran perusahaan yang dapat mempengaruhi manajemen laba riil. Populasi dan sampel yang diteliti adalah seluruh perusahaan sektor energi yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI) yang berjumlah 51 perusahaan dengan periode pengambilan data pada tahun 2019 – 2024. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel. Berdasarkan analisis menggunakan model random effect yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa independensi dewan komisaris, remunerasi dewan dan komite audit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba riil sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba riil. Manajemen perlu mengkaji ulang kebijakan terkait dengan komposisi dewan komisaris independen, tingkat remunerasi dewan yang disesuaikan dengan tingkat kompetensi dan tingkat pendidikannya, dan jumlah rapat minimum komite audit dalam setahun
PENGARUH CORPORATE CULTURE TERHADAP SUSTAINABILITY REPORTING QUALITY
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya perusahaan terhadap sustainability reporting quality pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Meskipun kewajiban pelaporan keberlanjutan telah diatur melalui regulasi, kualitas laporan keberlanjutan antar perusahaan masih menunjukkan variasi, yang mengindikasikan adanya peran faktor internal perusahaan, khususnya budaya organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausalitas. Sampel penelitian terdiri dari 156 observasi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya klan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap sustainability reporting quality, sedangkan budaya pasar berpengaruh positif dan signifikan. Sementara itu, budaya adhokrasi dan budaya hierarki tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keberlanjutan, sehingga hipotesis yang diajukan untuk kedua variabel tersebut ditolak. Temuan ini menegaskan bahwa pengaruh budaya perusahaan terhadap kualitas pelaporan keberlanjutan bersifat bervariasi sesuai dengan orientasi nilai yang dianut perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa perusahaan perlu mengelola budaya organisasi secara strategis, khususnya dengan memperkuat orientasi eksternal, guna meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan.
Kepatuhan Pemberian Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Oleh Mahasiswa Profesi Setelah Tindakan Perawatan Pada Pasien (Kajian Pada Pasien RSGM FKG Universitas Trisakti)
Background: Dental health education is crucial for enhancing patient\u27s knowledge and skills in maintaining oral health after treatment. Instructions from the operator aim to prevent complications and support healing. Patient compliance is influenced by their understanding and the effective delivery of information. Dental profession students are prepared to become professional dentist who are able to treat and educate patients well. Objective: To evaluate dental profession student’s compliance in giving post-treatment education at RSGM FKG Usakti. Methods: A descriptive observational study with a cross-sectional design was conducted through interviews in several clinics at RSGM FKG Usakti to assess dental profession student’s compliance in providing post-treatment dental health education. Results: Observations of 50 dental profession students and patients revealed high operator compliance: KII/KIH clinic 95.5%, KIG and KID 100%, and KIB 78.6%. Complete education was provided by 63.6% of operators at the KII/KIH Clinic, 85.7% at KIG and KID, and 57.1% at KIB. The use of easy-to-understand language was positively rated by most dental profession students. Conclusion: Dental health education is essential for improving post-treatment patient knowledge, with patient compliance influenced by clear understanding and effective information delivery
Resveratrol Sebagai Adjunctive Therapy Pasien Periodontitis dengan Diabetes Melitus
Background: Periodontitis is one of the most common chronic inflammatory diseases in the world, affecting oral health. Chronic periodontitis is considered a common complication of Diabetes Mellitus (DM), establishing a bidirectional relationship between periodontitis and DM. Resveratrol is a polyphenolic stilbene found in red wine, grape skins, mulberries, and peanuts. Resveratrol exhibits a variety of beneficial properties such as anti-carcinogenic, anti-platelet aggregation, anti-allergic, antioxidant, and anti-inflammatory agents. Objectives: The aim of this study is to investigate the effect of resveratrol as an adjunct therapy for periodontitis in patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Methods: This literature review utilizes an electronic database search method, specifically Google Scholar. The keywords used are “Resveratrol in periodontitis” and “Resveratrol for type 2 Diabetes Mellitus.” The inclusion criteria consist of journals published between 2016 and 2024 with research designs being randomized clinical trials or clinical trials on humans. Results: The results obtained from this literature review indicate that resveratrol is effective as an adjunct therapy for periodontitis in patients with Type 2 Diabetes Mellitus as it can reduce plaque index, bleeding index, gingival index, clinical attachment loss, probing depth, IL-1B, IL-6, and insulin resistance. Conclusion: The implementation of resveratrol as an adjunct therapy can improve periodontal and metabolic health in patients with Type 2 Diabetes Mellitus.
Koreksi kasus bimaxillary dental protrusion Disertai gigi anterior berjejal berat Dengan penjangkaran tambahan
Background: Treatment of bimaxillary dental protrusion accompanied crowding case generally involves the extraction of four first premolar to obtain the space required to correct crowding and retraction of the anterior teeth. Additional anchorage is essential to prevent the posterior teeth from shifting during the correction process, ensuring that the space obtained from premolar extractions is fully utilized for anterior tooth retraction. Objective: This case report explain the treatment of a bimaxillary dental protrusion accompanied by severe dental crowding using additional anchorage. Case: The patient has a convex soft tissue profile, bimaxillary dental protrusion accompanied by severe crowding. The treatment included extracting all first premolars to create adequate space, followed by orthodontic repositioning of the anterior crowding in both arches. Supplementary anchorage was applied during the anterior retraction phase. After 20 months of treatment, the patient showed significant improvements in occlusion and aesthetics. Conclusion: To achieve appropriate space closure after extraction in accordance with the treatment plan, a correct strategy for controlling anchorage is required