Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Not a member yet
    4139 research outputs found

    Perencanaan Kebutuhan Pedestrian pada Ruas Jalan Panca Usaha Mataram

    Get PDF
    Jalur pejalan kaki atau trotoar menurut Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 45 ayat (1) menyebutkan bahwa “pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain”. Pada ruas Jl. Panca Usaha, Cakranegara, daerah tersebut merupakan pusat perkotaan sekaligus banyak terdapat pertokoan, jalan menuju perhotelan dan akses menuju mataram mall. Bersumber pada kondisi eksisting, Saat ini pada ruas jalan tersebut masih belum memiliki trotoar sebagai penunjang kebutuhan pejalan kaki atau pedestrian. Hal tersebut mengakibatkan pejalan kaki harus berjalan pada jalur yang tidak semestinya. Untuk menciptakan rasa nyaman dan aman bagi pejalan kaki pada daerah tersebut maka harus dipenuhinya pelayanan pedestrian. Untuk memperoleh data-data primer yang diperlukan maka harus dilakukan survey terhadap data volume pejalan kaki, volume penyeberangan jalan, volume lalu lintas, fasilitas pelengkap pejalan kaki dan lebar efektif dari perencanaan trotoar sedangkan data- data sekunder dapat dilihat dari peta land use yang ada dan peta lokasi. Dari hasil analisa dan perhitungan yang telah dilakukan, perhitungan volume maksimum dengan menggunakan analisa regresi liniear model greenshield pada setiap titik pengamatan pada weekdays dan weekend. Volume maksimum yang paling besar ada pada STA 1+350 yaitu 47 ped/mnt/m. Volume rata – rata per menit pada interval puncak V= 5 org/mnt/m. Sedangkan untuk tingkat pelayanan trotoar yang di dapat dengan menggunakan metode HCM, terdapat 2 tipe Level of service yaitu A dan B, pada perencanaan trotoar didapatkan lebar efektif terbesar pada STA 1+100 terdapat pada ruas kanan 3 m, memiliki Vp atau volume per menit sebesar 20 ped/menit/meter, dengan kualitas Level of service B. Dan Pada perencanaan fasilitas penyeberangan didapatkan 1 variasi tipe jenis fasilitas penyeberangan pada segmen yang telah direncanakan, variasi tersebut merupakan pelican

    Sistem Kontrol dan Monitoring Pemupukan NPK Tanaman dengan Mikrokontroler ESP32

    Get PDF
    Maksimalnya hasil produksi dari agrikultur utamanya bergantung pada nutrisi makronutrien, berupa Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Pemberian pupuk NPK yang berlebihan atau kurang menyebabkan produksi menjadi berkurang yang berdampak hasil produk agrikultur dengan kualitas yang relatif rendah. Dampak-dampak ini bisa diantisipasi dengan pemberian pupuk yang cukup dalam jumlah yang sesuai dan tepat sasaran pada tanaman yang dimaksud. Untuk itu dalam penelitian ini telah dikembangkan sebuah sistem yang dapat melakukan pemupukan secara otomatis pada tanaman. Sistem ini terdiri dari mikrokontroler ESP32, sensor NPK JXCT, dan aktuator berupa pompa peristaltik. Mikrokontroler digunakan untuk mengontrol, membaca dan mengirimkan data kadar NPK menuju Blynk. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan sensor untuk membaca kadar pupuk dalam tanah dan pompa peristaltik untuk memberikan pupuk NPK cair pada tanah. Metode kontrol PID digunakan agar dapat memberikan kadar pupuk seakurat mungkin. Monitoring dilakukan melalui smartphone menggunakan aplikasi Blynk. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sistem kontrol ini mampu menjaga kadar pupuk sesuai setpoint dalam rentang eror pupuk N ±2 mg/kg; pupuk P ±2 mg/kg; dan pupuk K ±3 mg/kg. Sistem monitoring dapat memberikan informasi kadar pupuk NPK yang ditampilkan pada aplikasi Blynk dan memberi notifikasi kepada pengguna apabila kadar pupuk kurang atau melebihi setpoint

    Analisis Risiko Berdasarkan Proses ISO 31000:2018 dengan Metode Healthcare Failure Mode and Effect Analysis (HFMEA) pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit X

    Get PDF
    Terdapat peraturan mengenai pengelolaan risiko rumah sakit di Indonesia yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.66 Tahun 2016 yang mengharuskan rumah sakit memiliki pengelolaan risiko untuk menjamin keselamatan pasien, pegawai, dan lingkungan rumah sakit termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). IGD adalah suatu bagian penting di Rumah Sakit X karena perannya sebagai pintu masuk pasien darurat sering dijadikan kunci pelayanan dari rumah sakit. Hal tersebut menjadikan IGD Rumah Sakit X membutuhkan pengelolaan risiko komprehensif yang belum dimiliki saat ini untuk mengurangi terjadinya risiko di masa mendatang dan terus meningkatkan mutu pelayanannya. Pada penelitian ini akan dilakukan pengelolaan risiko hingga pembuatan dashboard profil risiko, dimulai dari pengidentifikasian risiko berdasarkan aktivitas proses bisnis IGD dan menggunakan model Software Hardware Environment Liveware (SHELL), evaluasi risiko dengan metode Healthcare Failure Mode and Effect Analysis (HFMEA) untuk penilaian, pemetaan, penentuan prioritas, dan rekomendasi tindakan mitigasi risiko. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan 66 risiko yang berasal dari 7 proses dan 28 sub proses. Berdasarkan 66 risiko, akan dilakukan penilaian dengan Healthcare Failure Mode and Analysis dan didapatkan 11 risiko prioritas yang perlu ditangani terlebih dahulu. Terdapat 23 rencana mitigasi yang terdiri dari 15 tipe mitigasi control, 7 tipe mitigasi menghindari, dan 1 tipe mitigasi menerima. Pada penelitian ini, terdapat perancangan dashboard profil risiko dengan Power BI untuk memudahkan pemantauan risiko oleh manajemen rumah sakit di masa yang akan datang

    Penentuan Lokasi Flood Shelter Menggunakan Analisis Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) (Studi Kasus : Kota Batu, Provinsi Jawa Timur)

    Get PDF
    Kota Batu memiliki potensi terjadinya bencana yang cukup besar. Pada bulan November 2021 terjadi banjir bandang di Kota Batu dan memakan 7 korban jiwa . Banjir bandang di Kota Batu diketahui telah berdampak di 5 desa di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Salah satu upaya mitigasi bencana yang dapat dilakukan adalah membangun flood shelter. Flood shelter merupakan bangunan tempat tinggal sementara bagi korban banjir ketika bencana banjir tiba. Diperlukan analisis spasial untuk menentukan kesesuaian lokasi flood shelter di Kota Batu. Dalam Penelitian ini digunakan Metode Spatial Multi Critera Evaluation (SMCE) dalam menentukan kesesuaian lokasi flood shelter di Kota Batu. SMCE merupakan jenis metode pendukung yang menggabungkan SIG dan AHP untuk mengidentifikasi dan memberi peringkat berbagai parameter yang mengindikasikan wilayah pemilihan lokasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh bobot parameter jarak sungai yaitu 0,296, parameter jarak jalan yaitu 0,187, parameter kemiringan lereng yaitu 0,174, parameter curah hujan yaitu 0,151, parameter jarak yaitu permukiman 0,107 dan parameter guna lahan yaitu 0,085. Berdasarkan hasil analisis spatial multi criteria evaluation dan setelah dilakukan perhitungan luas pada setiap kelas kesesuaian, Kota Batu memiliki area dengan kesesuaian sangat tinggi seluas 1505.58 ha, area dengan kesesuaian menengah seluas 8433.5 ha, dan area dengan kesesuaian rendah seluas 432.4 ha. Kota Batu lebih di dominasi oleh wilayah dengan kesesuaian tinggi yaitu seluas 9545.18 ha. Berdasarkan hasil analisis location allocation yang dilakukan dalam menentukan kesesuaian lokasi flood shelter di Kota Batu, didapatkan 5 rencana flood shelter yang terpilih yaitu antara lain rencana shelter Sumberbrantas 1, rencana shelter Punten 1, rencana shelter Sisir 3, rencana shelter Junrejo 1, dan rencana shelter Pendem 1. Rencana flood shelter Punten 1 merupakan lokasi yang paling strategis dan dapat diakses dari 17 titik rawan banjir yang ada di Kota Batu

    Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan pada Proyek Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian Manggarai s.d. Jatinegara (Paket A) Tahap II "Main Line 1"

    Get PDF
    Industri konstruksi memiliki peranan penting pada perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pada kenyataannya, pelaksanaan pembangunan yang terus berlangsung tentu diliputi dengan berbagai permasalahan. Salah satunya keterlambatan. Keterlambatan pada proyek akan menyebabkan efek domino pada perekonomian seperti biaya yang dikeluarkan akan semakin besar. Keterlambatan pada suatu proyek dapat diatasi dengan melakukan upaya penanganan dalam menghadapi dampak yang dihasilkan oleh faktor penyebabnya. Analisis faktor penyebab keterlambatan bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan keterlambatan pada suatu proyek. Analisis faktor penyebab keterlambatan dalam penelitian ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian Manggarai s.d. Jatinegara (Paket A) Tahap II “Main Line 1”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu diagram fishbone. Identifikasi faktor keterlambatan pada proyek konstruksi dilakukan berdasarkan penelitian sebelumnya dan divalidasi menggunakan wawancara semiterstruktur kepada responden penelitian. Setelah itu dilanjutkan dengan menentukan upaya penanganan dalam mengatasi dampak keterlambatan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai November 2021 dengan hasil akhir penelitian menunjukan terdapat empat jenis pekerjaan yang mengalami persentase keterlambatan terbesar yaitu demolition building, temporary station building facility and maintenance, public utility relocation and protection, serta georadar building work. Faktor yang mendominasi keterlambatan dari jenis pekerjaan tersebut antara lain ketidaksesuaian desain, ketersediaan lahan, dan penundaan memulai pekerjaan

    Identifikasi Faktor Prioritas dan Karakteristik Wisata Pantai Boom Marina Banyuwangi di Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Wisata Pantai Boom Marina adalah salah satu ODTW pantai di Kabupaten Banyuwangi yang dulunya merupakan bekas Pelabuhan. Wisata Pantai Boom Marina berlokasi di Kelurahan Kampungmandar, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Selama masa pandemi Covid-19, Wisata Pantai Boom Marina mengalami penurunan kunjungan hingga 62% meskipun telah terdapat upaya pembenahan. Saat ini Wisata Pantai Boom Marina menjadi fokus pengembangan pemerintah pusat sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata. Wisata Pantai Boom Marina direncanakan akan dijadikan destinasi wisata internasional oleh pemerintah pusat. Hal tersebut dikarenakan Wisata Pantai Boom Marina memiliki potensi daya tarik wisata dan memiliki letak yang strategis yaitu di pusat kota. Dengan adanya penurunan kunjungan wisatawan dan dijadikannya Wisata Pantai Boom Marina sebagai fokus pengembangan untuk dijadikan destinasi internasional, maka Wisata Pantai Boom Marina memerlukan suatu pengembangan wisata lebih lanjut. Namun sebelum melakukan pengembangan pada Wisata Pantai Boom Marina, perlu mengidentifikasi faktor yang menjadi prioritas pengembangan dan mengidentifikasi karakteristik komponen wisata eksisting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor prioritas pengembangan dan karakteristik Wisata Pantai Boom Marina di masa pandemi. Penelitian ini terbagi menjadi 2 tahapan, yaitu menentukan faktor pengembangan prioritas Wisata Pantai Boom Marina menggunakan analisis AHP. Kemudian mengidentifikasi karakteristik wisata di Wisata Pantai Boom Marina melalui skala likert dengan menggunakan analisis skoring. Hasil akhir dari penelitian ini adalah hirarki faktor prioritas pengembangan dan karakteristik Wisata Pantai Boom Marina. Hirarki faktor prioritas pengembangan Wisata Pantai Boom Marina yang didapatkan pada penelitian ini yaitu amenitas, atraksi, pelayanan tambahan dan aksesibilitas. Sementara untuk komponen wisata di Wisata Pantai Boom Marina memiliki karakteristik sangat baik hingga cukup baik menurut wisatawan

    Perancangan Sistem Manajemen Media Sosial untuk Integrated Marketing Communication Fakultas CREABIZ ITS

    Get PDF
    Fakultas CREABIZ ITS menjadi Fakultas yang “unik” di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Hal ini dikarenakan Fakultas ini berperan sebagai “penghubung” berbagai Fakultas lain di ITS dalam memainkan perannya mulai dari merancang, membangun, dan mengelola. Akan tetapi keunikan tersebut tidak akan terkomunikasikan dengan baik ketika Fakultas ini tidak dapat memaksimalkan penggunaan media sosial yang dimiliki. Tidak adanya integrasi manajemen media sosial di Fakultas ini menyebabkan ketidakjelasan arah strategis branding Fakultas hingga penyuguhan content marketing yang tidak fokus. Akibatnya, target pasar media sosial Fakultas CREABIZ ITS tidak dapat menangkap value dari Fakultas tersebut. Dari semua permasalahan yang ada, maka penelitian ini akan memberikan luaran berupa buku panduan manajemen media sosial Fakultas CREABIZ ITS. Proses perancangan yang melibatkan berbagai perspektif, mulai dari pemangku kepentingan Fakultas tersebut, potential users media sosial Fakultas, hingga tim media sosial Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini akan menghasilkan empat luaran dengan menggunakan metode design thinking dan job analysis. Luaran pertama yaitu brand blueprint yang memuat foundation strategy, brand persona, creative strategy, serta communicative strategy. Luaran kedua yaitu brand guidelines yang memuat kaidah penggunaan logo dan warna primer maupun sekunder pada media sosial Fakultas. Luaran ketiga yaitu content guidelines yang memuat content approach, potential market, serta content marketing. Dan luaran terakhir yaitu rekomendasi tim media sosial Fakultas CREABIZ ITS yang akan memuat struktur organisasi dan detail job description hingga job specification masing-masing fungsional jabatan

    Rancang Bangun Aplikasi Dashboard Penjualan, Logistik dan Tenaga Kerja di Pt. XYZ

    Get PDF
    Business intelligence merupakan alat bantu yang dapat digunakan untuk memvisualisasi performansi di perusahaan. Adanya visualisasi tersebut akan memudahkan perusahaan dalam proses pengambilan keputusan yang stategis bagi kemajuan perusahaan. Pada tugas akhir ini dirancang dashboard pada PT. XYZ yang merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang perkayuan. Produk yang dihasilkan dari perusahaan ini adalah jenis kayu blockboard, barecore, dan plywood. Hasil yang diperoleh pada tugas akhir ini adalah dashboard PT. XYZ yang meliputi dashboard karyawan, dashboard logistic, dan dashboard penjualan. Dashboard penjualan dilengkapi dengan metode peramalan menggunakan metode peramalan Weighted Moving Average dan Autoregresif. Peramalan dengan metode autoregresif memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan weighted moving average , dimana ditunjukkan dengan niali MAPE yang diperoleh sebesar 27.91% untuk hasil produk blockboard dan 27.02% untuk hasil produk barecore

    Rancang Bangun Bio 3D Printer Menggunakan Material Biocompatibel Peek

    Get PDF
    Tingkat kecelakaan secara global berada di peringkat ke-8, diantaranya terjadi pada pengguna kendaran roda dua dan menyebabkan fraktur tengkorak. Fraktur tengkorak ini menjadi prioritas utama dalam penanganan medis karena sering menyebabkan kecacatan seumur hidup dengan bentuk defek yang berbeda tiap kasusnya. Dalam penanganan fraktur tengkorak, sudah banyak digunakan cetak langsung custom implant dengan printer 3D berbahan titanium atau polimer, dan untuk “low cost” bagi negara berkembang, sudah terdapat metode molding implant yang dicetak dengan printer 3D.. Saat ini printer 3D paling popular di dunia termasuk di Indonesia adalah teknologi ekstrusi polimer atau sering disebut FDM, karena teknologinya sudah open source. Pengembangan ini disertai juga dengan pengembangan material polimer biokompatibel, seperti PEEK medical grade, sehingga membuka peluang pengembangan printer 3D low cost yang mampu cetak langsung custom implant tengkorak dan kasus medis yang lain. Teknologi FDM memiliki ketelitian rata-rata 0,2 mm. Penggunaan mekanisme corexy pada teknologi FDM dapat membantu ketelitian dimensi cetak. Hal ini disebabkan dari mekanisme belt serta pergerakkan motor x dan y sangat stabil. Penggunaan mekanisme corexy sangat membutuhkan stuktur rangka hypercube agar dapat beroperasi secara optimal. Artikel ini membahas perencanaan kebutuhan motor pada masing sumbu. Perencanaan dilakukan dengan perhitungan manual elemen mesin serta dilakukan pengujian pada bidang xy dengan menggunakan pulpen dengan bidang persegi panjang sehingga memperoleh nilai dibawah 0,2 mm

    Karakteristik Permukiman Kumuh di Kampung Nelayan Kejawan Lor berbasis Eco-Settlements

    No full text
    Surabaya dikenal dengan kota yang berwawasan lingkungan masih terdapat kurang lebih 145,89 Ha yang termasuk pada kawasan permukiman kumuh yang persebarannya hampir di seluruh kelurahan. Kampung Nelayan Kejawan Lor termasuk diantaranya dimana pertumbuhan serta perkembangan Kampung Nelayan Kejawan Lor di Kelurahan Kenjeran masih belum didukung dengan pemenuhan prasarana dasar permukiman yang baik sehingga makin mengarahkan pada lingkungan yang identik dengan kekumuhan. Pendekatan Eco-Settlements dipilih karena menggunakan indikator sosial, ekonomi serta ekologi yang tentunya membantu dalam penanganan permukiman kumuh disertai pula peran institusi yang kapabel. Oleh karena itu penentuan karakteristik permukiman kumuh di Kampung Nelayan Kejawan Lor dilakukan menggunakan pendekatan Eco-Settlements dan menjadi tujuan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap masyarakat di area penelitian. Metode analisa yang digunakan adalan analisa deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dilihat dari indikator ekonomi masyarakat masih dibawah UMK Kota Surabaya, indikator sosial terlihat jumlah pendatang yang bertambah tiap tahunnya disertai dengan pendidikan rata-rata adalah SMP, indikator ekologi terlihat bahwa sampah yang ada berpengaruh terhadap kondisi drainase serta kepadatan bangunan yang tergolong tinggi, dan indikator kelembagaan terlihat sudah adanya peran institusi namun diperlukan konsistensi dalam implementasinya dan adanya kebijakan yang berlaku

    3,823

    full texts

    4,139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇