Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Not a member yet
    4139 research outputs found

    Konsep Walls’ Music : Perancangan Balai Pertunjukan dengan Pendekatan Desain Sensorik

    Get PDF
    Penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai kegiatan termasuk dalam bidang kesenian dan kebudayaan, salah satunya konser musik. Namun, fasilitas konser musik masih sedikit yang mengakomodasi penampil dan penonton penyandang disabilitas untuk dapat menikmati kegiatan secara optimal dan mandiri. Disamping itu, musik memiliki pesan dan cita rasa untuk disampaikan pada penikmatnya, maka sudah sepatutnya hal ini dapat disampaikan dengan berbagai cara komunikasi yang dapat dimengeri berbagai kalangan. Lewat konser musik, pesan tersebut bisa dikomunikasikan tidak hanya dengan media audio, namun juga dengan media visual dan aural. Beriringan dengan hal tersebut, arsitektur juga memiliki kemampuan untuk menjadi media komunikasi untuk menyampaikan makna lebih dari apa yang ditampilkan, terutama dapat dipahami dan dialami melalui pengalaman sensorik. Pendekatan desain sensorik diterapkan untuk memberikan pengalaman eksplorasi ruang yang lebih lengkap dan setara bagi pengunjung disabilitas dan pengunjung pada umumnya. Optimalisasi objek rancang terhadap desain sensorik berfokus pada unsur-unsur dari DeafSpace. Konsep Walls’ Music ditentukan sebagai konsep besar dan diaplikasian pada desain formal arsitektur dan teknis pada objek rancang. Metode musical analogies diterapkan untuk mentranslasi kriteria rancang menjadi bentuk dan konfigurasi. Hasil rancangan berupa susunan massa yang masif dan dinamis sesuai dengan analogi dari musik. Juga, interior auditorium yang memaksimalkan sensorik visual, seperti intervensi pada material dinding yang dapat menerima proyeksi cahaya, dan aural, seperti nuansa kosong dengan memperbanyak void di ruangan

    Studi Literatur Mengenai Evaluasi Mutu Sekolah Menengah Kejuruan dengan Baldrige Excellence Framework

    Get PDF
    Menciptakan penyediaan layanan pendidikan membutuhkan berbagai peningkatan mutu. Dalam meningkatkan mutu sekolah terhadap konsumen mereka yaitu peserta didik, terdapat berbagai indikator yang mempengaruhi mutu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu sendiri. Malcolm Baldrige for Performance Excellence (MBfPE) yang menjadi bagian dari salah satu penilaian Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA) dan literasi mengenai dokumen yang memuat penilaian sekolah antara lain akreditasi, PMP (Penjamin Mutu Pendidikan) dan PKKS (Penilaian Kinerja Kepala Sekolah) yang sudah dilakukan oleh sekolah sebagai data awal yang dihubungkan dengan penilaian MBfPE. MBfPE dilakukan karena kerangka penilaian ini teruji memiliki indikator penilaian yang spesifik untuk kriteria mutu sekolah yang terukur, fleksibel dan komperhensif. Studi literatur memuat mengenai berbagai keterikatan antara penilaian mutu sekolah yang dilakukan saat ini dengan metode Malcolm Baldrige for Performance Excellence for education yang memuat berbagai kriteria dan sub-kriteria penilaian yang dapat digunakan sebagai tolok ukur penilaian yang dilakukan oleh sekolah di Indonesia selama ini

    Memori dan Ruang Publik pada Pusat Perbelanjaan Mal Bale Kota

    Get PDF
    Mal Bale Kota, sebuah pusat perbelanjaan di Kota Tangerang, Banten, yang menawarkan berbagai kebutuhan gaya hidup, memiliki situasi yang cukup memprihatinkan. Kendati terletak di pusat Kota Tangerang yang ramai, suasana Mal Bale Kota justru sepi. Tidak banyak pengunjung yang berlalu-lalang dan banyak retail yang gulung tikar. Perancangan ini bertujuan untuk melakukan redesain terhadap Mal Bale Kota, melalui pendekatan kontekstual, dengan mempertimbangkan dan menganalisis aspek-aspek keadaan, sosial serta budaya, dan kebutuhan dari situasi eksisting Mal Bale Kota. Hasil objek rancangan merupakan redesain Mal Bale Kota dengan menggunakan konsep pusat perbelanjaann pada masa awal pusat perbelanjaan itu didefinisikan, yaitu sebuah area pergerakan linier pada suatu area pusat bisnis kota, yang lebih diorientasikan bagi pejalan kaki, dengan konsep berupa jalur pejalan kaki dengan kombinasi plaza dan ruang-ruang interaksional. Selain itu, objek rancangan juga menegaskan nilai memorable pada Mal Bale Kota

    Sistem Kendali Mesin Boiler dengan Metode Networked Control Systems Menggunakan Aplikasi Haiwell Cloud

    Get PDF
    Mesin Boiler merupakan mesin untuk memproduksi uap. Uap tersebut dibutuhkan untuk menunjang produktifitas di PT. Indolakto Purwosari. Namun adanya over capacity atau low capacity pada mesin Boiler dapat membuat kurang atau lebihnyanya supply steam yang dibutuhkan untuk produktivitas pabrik. Networked Control Systems dirancang guna membantu mesin dapat dikendalikan dan dipantau dari ruang yang berbeda. Sensor suhu, tekanan, dan aliran akan ditampilkan pada Haiwell Cloud. Dalam penggunaannya faktor jaringan internet yang sangat mempengaruhi keberlangsungan Networked Control Systems dalam keadaan bagus atau tidak. Dari hasil kerja mesin Boiler didapati besaran tekanan hingga 15psi, sedangkan besaran tercatat suhu hingga mencapai 119o C. Untuk meningkatkan produktivitas uap dibutuhkan elemen pemanas dari bawah dan atas, tujuannya mempercepat titik didih air. Pembentukan uap mulai terbentuk pada suhu 90o C. Pengiriman data melalui Networked Control Systems mengalami penundaan waktu kirim (delay time) selama 1-3 detik. Selama proses pengujian didapatkan persen error dalam pengukuran sensor yang sangat minim yakni dibawah 1% dan selama proses pengujian tidak ditemukannya Packet Dropout atau paket data hilang ditengah jalan

    Analisis Pengaruh Interval Jarak Profil Melintang untuk Perhitungan Volume dengan Metode Penampang Rata-rata

    Get PDF
    Pembangunan jalan raya selalu berhubungan erat dengan kegiatan survei topografi, pengerasan jalan raya, serta perhitungan volume untuk galian, dan timbunan material. Bentuk volume tanah galian dan timbunan digambarkan dalam sebuah profil sesuai dengan rencana perkerasan jalan. Profil melintang jalan ditentukan dengan interval jarak tertentu yang diberi tanda dengan notasi STA (Station). Terdapat perbedaan interval jarak antar STA di setiap instansi pelaksana proyek dan belum ada standardisasi mengenai hal tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval jarak antar STA untuk perhitungan volume material pada jalan raya menggunakan metode penampang rata-rata. Hasil perhitungan volume pada setiap interval akan dibandingkan dengan data yang dianggap benar. Data perhitungan volume yang dianggap benar adalah hasil perhitungan manual volume data profil interval STA 25 meter menggunakan perangkat lunak pengolah angka. Analisis perhitungan volume menggunakan metode paired sample T- test untuk menguji kelayakan penggunaan perubahan interval jarak antar STA dalam perhitungan volume, serta uji toleransi ASTM untuk menguji akurasi perhitungan volume masing-masing interval STA data topografi profil dengan batas toleransi sebesar 2,78%. Berdasarkan hasil paired sample T-test dengan tingkat kepercayaan 95%, diperoleh hasil bahwa data topografi profil dengan interval STA 25 meter, 50 meter, dan 100 meter layak digunakan untuk perhitungan volume. Namun pada uji ASTM hanya terdapat tiga jenis data yang memenuhi batas toleransi 2,78% yaitu data topografi profil interval STA 25 meter, perhitungan volume interval section 25 meter memiliki selisih volume cut sebesar 0,021% dan selisih volume fill sebesar 0,051%. Data topografi profil interval STA 25 meter, perhitungan volume interval section 50 meter memiliki selisih volume cut 1,187% dan selisih volume fill sebesar 0,847%. Serta pada data topografi profil interval STA 50 meter, perhitungan volume interval section 50 meter memiliki selisih volume cut sebesar 0,850% dan selisih volume fill sebesar 1,784%

    Studi Pengaruh Ukuran Bracket Pondasi Mesin terhadap Tegangan dengan Menggunakan Finite Element Method

    Get PDF
    Bracket berfungsi sebagai kekuatan tambahan atau penopang dua elemen konstruksi untuk meminimalisir terjadinya crack atau deformasi. Salah satu penggunaan bracket terletak pada kontruksi pondasi mesin kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa ukuran bracket yang optimal dalam sebuah konstruksi pondasi mesin. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan dengan variasi ukuran kaki-kaki bracket untuk melihat pengaruh ukuran bracket terhadap tegangan yang terjadi pada bracket. Ukuran kaki bracket yang digunakan adalah ukuran existing dari data kapal, ukuran dari hasil perhitungan menurut standar Biro Klasifikasi Indonesia, 468 mm, 398 mm, 328 mm, dan 257 mm. Penelitian ini menggunakan Finite Element Software untuk mempermudah proses perhitungan. Selain ukuran bracket, dilakukan juga perhitungan dengan mempertimbangkan sudut kemiringan dari pondasi mesin akibat gerak rolling kapal yaitu sebesar 00, 50, 100, 150, 200, dan 300. Untuk mengetahui bahwa tegangan pada setiap bracket diijinkan atau tidak, maka tegangan dibandingkan dengan tegangan ijin yang sudah ditentukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah semua variasi ukuran bracket masih memenuhi tegangan ijin bahan pada setiap kemiringan yang diuji. Akan tetapi, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai umur dari konstruksi bracket untuk setiap variasi akibat perubahan tegangan normal yang terjadi karena gerak rolling kapal

    Desain Kontrol pada Model Gerak Lateral-Direksional Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Menggunakan Output Feedback Control

    Get PDF
    Pengembangan teknologi di berbagai bidang dari tahun ke tahun semakin pesat, begitu pula pengembangan teknologi di bidang kedirgantaraan. Salah satu pengembangannya adalah pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Dalam penelitian ini, dilakukan analisis sistem dan desain kontrol pada model gerak lateral-direksional UAV menggunakan Output Feedback Control. Sistem bersifat tidak stabil, terkontrol, dan teramati. Agar UAV menjadi stabil, maka dilakukan penerapan Pole Placement pada desain kontrol dengan 5 skenario feedback gain (K_1,K_2,K_3,K_4,K_5,) untuk memindahkan nilai eigen yang menyebabkan sistem UAV tidak stabil. Skenario pada sudut selip (β) paling baik adalah desain kontrol dengan K_4 yang waktu stabilnya paling cepat yaitu 322 s, begitu pula pada sudut roll (ϕ) skenario terbaik adalah desain kontrol dengan K_4 dimana pada waktu 172 s sudah stabil

    Antena Mikrostrip Rectangular dengan Slot X Untuk Komunikasi Pada UAV

    Get PDF
    Unmaned Aerial Vehicle (UAV) sering kali digunakan untuk melakukan misi pengintaian maupun pemantauan pada daerah yang sulit dijangkau oleh manusia sehingga dibutuhkan suatu antena dengan bentuk yang sederhana dan bobot yang ringan seperti antena mikrostrip, banyak penelitian sebelumnya merancang antena mikrostrip untuk UAV tetapi memiliki pola radiasi omnidirectional yang membuat sinyal dikirimkan ke segala arah yang mengakibatkan ground station tidak menerima sinyal seutuhnya. Paper ini menjelaskan mengenai antena mikrostrip yang di aplikasikan pada komunikasi UAV menggunakan  frekuensi 2,4 GHz dengan dimensi 47,96 mm x 40 mm. Antena ini dirancang menggunakan aplikasi CST Studio Suite 2021. Antena mikrostrip yang dirancang menggunakan patch rectangular dengan penambahan suatu slot yang berbentuk X pada bagian tengah patch yang ditujukan untuk memperbaiki nilai bandwidth dan pola radiasi pada antena. Hasil pada proses simulasi dengan frekuensi kerja 2,4 GHz didapatkan nilai return loss sebesar -21,937 dB, nilai VSWR yang didapatkan sebesar 1,1739, nilai gain yang didapatkan sebesar 2,36 dBi dan pola radiasi berbentuk unidirectional sedangkan hasil fabrikasi didapatkan nilai return loss sebesar -16,00 dB, dan nilai VSWR yang dihasilkan sebesar 1,369. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan nilai bandwidth dengan menggunakan antena array

    Arahan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo

    Get PDF
    Desa Jatimulyo merupakan salah satu desa wisata di perbukitan menoreh yang memiliki banyak potensi daya tarik wisata khususnya pada wisata air dan juga kuliner serta tarian khas setempat. Namun dibalik potensi yang dimiliki oleh desa tersebut, masih terdapat permasalahan tentang kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pariwisata dalam rangka peningkatan ekonomi lokal. Tujuan Penelitian ini untuk memberikan arahan terkait pengembangan dari Desa Wisata Jatimulyo yang berbasis masyarakat guna meningkatkan ekonomi desa dan juga membangun desa wisata yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan analisis delphi dengan menggunakan input dari stakeholder untuk menentukan faktor penentu pengembangan berbasis partisipasi masyarakat desa wisata, analisis deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik dan potensi masalah desa wisata, dan terakhir menggunakan analisis triangulasi untuk menentukan arahan pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat. Hasil dari penelitian ini didapatkan enam indikator yang mempengaruhi pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat yaitu aksesibilitas, promosi, sarana prasarana, sumber daya manusia, atraksi, dan partisipasi masyarakat. Kemudian dalam identifikasi karakteristik desa wisata didapatkan potensi, masalah, serta bentuk-bentuk partisipasi masyarakat pada setiap indikator. Penelitia ini menghasilkan arahan pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprog

    Arahan Pengembangan Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan Kota Malang sebagai Heritage Tourism

    Get PDF
    Kawasan Kayutangan Kota Malang dulunya merupakan pusat kota pada tahun 1914. Hal ini dapat dibuktikan dengan dapat ditemukannya peninggalan-peninggalan bersejarah serta tampilan visual bangunan-bangunan yang ada di Kawasan ini. Koridor Jalan Basuki Rahmat atau dulunya Kayutangan merupakan salah satu koridor jalan bersejarah yang membentuk karakter khas Kota Malang, yang secara visual dibentuk oleh deretan fasad bangunan di sepanjang Jalan Basuki Rahmat atau yang dulu disebut Jalan Kayutangan. Namun, Kawasan Kayutangan telah mengalami perubahan baik secara fisik maupun non-fisik seiring berjalannya waktu dan berkembangnya perkotaan yang menyebabkan berkurangnya nilai sejarah dan ciri khas yang dimilikinya. Penelitian ini memiliki dua tahap analisis. Tahap pertama yaitu analisis faktor – faktor yang mempengaruhi pengembangan Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan Kota Malang sebagai heritage tourism menggunakan analisis Delphi. Kemudian tahap kedua atau tahap terakhir yaitu analisis arahan pengembangan yang sesuai pada Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan sebagai heritage tourism yang menggunakan beberapa acuan seperti tinjauan teori, kondisi eksisting kawasan, best practice, dan tinjauan kebijakan. Hasil dari penelitian ini didapatkan 11 faktor yang mempengaruhi Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan sebagai heritage tourism melalui Analisis Delphi. Setelah ditemukan ke-11 faktor tersebut maka ditemukan arahan pengembangan Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan Kota Malang sebagai heritage tourism. Arahan tersebut berfokus pada penyelarasan fasade bangunan cagar budaya, peningkatan dan perlindungan fisik cagar budaya, peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan aksesibilitas dan pemasaran, serta meningkatkan kebijakan dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan Kota Malang

    3,823

    full texts

    4,139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇