Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Pra–Desain Pabrik Bioetanol dari Ampas Tebu (Bagasse) dengan Teknologi Simultaneous Saccharification & Co-Fermentation untuk Kapasitas 30.000 KL/tahun
Salah satu komoditas perkebunan utama di Indonesia adalah tebu yang digunakan untuk produksi gula. Dari setiap pengolahan akan menghasilkan limbah yang salah satunya adalah ampas tebu yang menyusun sebesar 35% dari bagian tebu. Dari hasil riset yang dilakukan, limbah ampas tebu di Indonesia masih kurang optimal pemanfaatannya disamping banyaknya potensi untuk pemanfaatan. Ampas tebu tersusun atas lignoselulosa yang berpotensi untuk diolah lebih lanjut menjadi bioetanol. Pabrik bioetanol dari ampas tebu ini terdiri atas tiga proses utama: pre-treatment, fermentasi, serta purifikasi. Dari proses tersebut dibutuhkan 112.840 ton/tahun untuk dapat menghasilkan bioetanol fuelgrade sebesar 30.000 kL/tahun yang diproyeksikan dapat memenuhi 27% kebutuhan etanol di Indonesia pada tahun 2027. Dengan kebutuhan tersebut, lokasi yang optimal dalam pembangunan pabrik ini adalah daerah Jawa Timur, lebih tepatnya pada Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Pabrik ini dirancang dengan basis pembangunan pada tahun 2025 serta beroperasi pada tahun 2027 dengan satu tahun operasi adalah 330 hari. Dari hasil analisa ekonomi yang dilakukan pada pendirian pabrik ini diketahui nilai CAPEX (Capital Expenditure) sebesar Rp383.260.056.805, nilai OPEX (Operational Expenditure) sebesar Rp261.993.319.888, IRR (Internal Rate of Return) sebesar 24,11%/tahun , serta POT (Pay Out Time) pada tahun ke 5 pabrik beroperasi
Analisis Kebutuhan, Lay-out, dan Peralatan Container Yard Terminal Berlian, Surabaya
Terminal Berlian merupakan terminal peti kemas domestik tersibuk di Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Meningkatnya arus peti kemas dari tahun ke tahun membutuhkan peranan suatu Pelabuhan Peti kemas dengan kinerja yang lebih baik sehingga mampu menjamin kelancaran transportasi peti kemas. Analisis kebutuhan, layout, dan peralatan di container yard akan berdampak pada upaya peningkatan kapasitas saat ini dan masa mendatang. Dengan menganalisis arus peti kemas, fasilitas kinerja alat luasan lapangan penumpukan dan sistem penanganan peti kemas di layout lapangan penumpukan di Terminal Berlian. Maka dapat dipergunakan untuk menghitung luasan lapangan penumpukan yang dibutuhkan, sistem penanganan peti kemas di layout container yard dan kebutuhan peralatan di container yard saat ini dan 10 tahun kemudian. Studi ini menghasilkan jumlah arus peti kemas rencana yang masuk ke lapangan penumpukan Terminal Berlian adalah 493.368 TEU’s dan 10 tahun berikutnya 615.923 TEU’s, kebutuhan container yard di Terminal Berlian di tahun 2022 sebesar 48.727,65 m2 dan 10 tahun berikutnya sebesar 60.831,85 m2. Dari hasil simulasi layout didapatkan waktu maksimum penanganan peti kemas untuk proses muat sebesar 858 menit atau 14,3 jam dengan arus total 414 peti kemas dan waktu minimum sebesar 454,8 menit atau 7,58 jam dengan total 219 peti kemas. Sedangkan, untuk proses bongkar didapatkan waktu maksimum untuk penanganan peti kemas sebesar 390,7 menit atau 6,51 jam dan arus bongkar total 177 peti kemas dan waktu minimum dengan total waktu 161,95 menit atau 2,7 jam dengan arus total bongkar sebesar 78 peti kemas. Serta kinerja utilization alat yang digunakan di Terminal Berlian untuk Harbour Mobile Crane sebesar 48,9%, Rubber Tyred Gantry sebesar 69,8% dan Head Truck sebesar 82,5%
Desain Stretcher Isolasi untuk Pemindahan Pasien Covid-19 dengan Sistem Negative Pressure Isolation
Wabah Covid-19 yang melanda bumi sejak tahun 2019 telah menyebabkan perubahan besar di seluruh dunia. Pada April 2021, terdapat 3.500.000 kasus baru per hari dan 6.500 kasus baru di Indonesia .Masalah lain yang diciptakan oleh Covid-19 adalah tingkat kematiannya yang tinggi. Angka kematian akibat Covid-19 per April 2021 adalah 4000 kematian setiap hari dan 200 kematian harian di Indonesia Angka ini menunjukkan tingkat kematian yang tinggi. Tingginya angka kematian dan tingkat penyebaran yang tinggi menunjukkan bahwa Covid-19 masih jauh dari kata selesai dan memiliki risiko besar bagi manusia. Risiko tersebut lebih besar lagi bagi tenaga medis yang memiliki risiko 3 kali lebih besar tertular Covid-19 Oleh karena itu perlu dibutuhkan lingkungan kerja yang lebih baik dan aman bagi tenaga medis. Selanjutnya dilakukan wawancara dan penelusuran literatur untuk mengetahui kebutuhan tenaga medis. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa selain lingkungan yang lebih aman dari Covid-19, juga dibutuhkan brankar yang lebih mudah untuk dimuat ke ambulans oleh tenaga medis. Dari Pengolahan hasil penelitian, dirumuskan sebuah brankar yang lebih aman dari Covid-19, mudah dimuat dan cepat disiapkan, serta mudah diakses dan memiliki visibilitas tinggi
Eksplorasi Material Kepompong Sutera Samia ricini sebagai Bahan Aksesoris Wanita
Meskipun menghadapi persaingan ketat dari serat buatan, sutra telah mempertahankan supremasinya dalam produksi pakaian mewah dan barang-barang berkualitas tinggi lainnya. Namun, pandemi COVID-19 terjadi pada awal tahun 2020 yang mempengaruhi jalannya industri produk sutera di dunia internasional. International Silk Union Secretariat melakukan survey pada 40 pengusaha dan 30 ahli sutra dengan hasil 59.18% responden menjawab bahwa kesulitan yang ada saat ini adalah turunnya permintaan pasar sutra. Selain itu untuk menghasilkan sebuah kain sutera dibutuhkan proses yang panjang dan waktu yang cukup lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan produksi kepompong sutra dengan proses yang lebih singkat untuk dijadikan sebuah alternatif produk berupa aksesoris wanita. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data primer dengan survey lapangan UMKM terkait, metode eksperimen material, in depth interview. Kemudian data primer yang telah didapat akan dianalisis untuk menentukan target pengguna yang dituju serta menentukan perlakuan material yang paling sesuai. Selanjutnya, moodboard digunakan sebagai panduan konsep desain dan tema dari produk aksesoris
Peramalan Konsumsi Energi Listrik untuk Sektor Industri di PT PLN (Persero) Area Gresik Menggunakan Metode Time Series Regression dan ARIMA
Penjualan energi listrik pada sektor industri mempunyai kontribusi sebesar 53% di PT PLN (Persero) Area Gresik dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pendistribusian tenaga listrik harus dilakukan secara optimal antara jumlah konsumsi energi listrik oleh konsumen dengan jumlah pasokan listrik yang diproduksi oleh PLN, agar tidak terjadi permasalahan seperti gangguan distribusi hingga pemadaman listrik. Di sisi lain, konsumsi energi listrik pada sektor industri fluktuatif dari waktu ke waktu karena dipengaruhi oleh kondisi tertentu. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model terbaik dalam meramalkan konsumsi energi listrik berdasarkan pemakaian KWh untuk sektor industri yang terdiri dari 2 golongan tarif, yaitu I3/TM (Tegangan Menengah) dan I4/TT (Tegangan Tinggi) di PT PLN (Persero) Area Gresik dengan membandingkan antara metode Time Series Regression dan ARIMA. Hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa metode peramalan terbaik untuk meramalkan konsumsi energi listrik bagi golongan I3 adalah model Time Series Regression yang mengikutsertakan variabel independen berupa efek tren, efek intervensi waktu terjadi pandemi COVID-19, dan efek variasi kalender waktu terjadinya Hari Raya Idul Fitri dengan nilai RMSE sebesar 3.995.548. Sedangkan metode peramalan terbaik untuk meramalkan konsumsi energi listrik bagi golongan I4 adalah metode ARIMA dengan model ARIMA (1,1,0) di mana nilai RMSE yang dihasilkan sebesar 1.775.819
Pra Desain Pabrik Produksi Semi-Refined Carrageenan dari Rumput Laut Euchemaa Cottonii
Negara Indonesia merupakan negara yang berpotensi besar dalam pembudidayaan rumput laut karena daerah perairannya yang luas. Rumput laut jenis Eucheuma cottonii merupakan rumput laut yang mempunyai peluang pasar cukup potensial di Indonesia. Eucheuma cottonii dikelompokkan dalam Alga merah (Rhodophyceae) sebagai rumput laut penghasil karaginan karena memiliki kadar karaginan yang demikian tinggi, sekitar 62-68% berat keringnya. Karaginan merupakan polisakarida yang linier dan molekul galaktan dengan unit-unit utamanya adalah galaktosa. Karaginan merupakan hasil ekstraksi rumput laut dengan air atau larutan alkali dari spesies tertentu kelas Rhodophyceae. Karaginan merupakan senyawa hidrokoloid yang terdiri dari ester kalium, natrium, magnesium dan kalsium sulfat. Terdapat dua metode yang berbeda untuk menghasilkan dua jenis karaginan. Metode tersebut adalah Refined Carrageenan dan Semi-Refined Carrageenan. Refined Carrageenan adalah jenis karaginan yang sudah murni tanpa ada selulosa. Sedangkan Semi-Refined Carrageenan adalah jenis karaginan masih belum murni (terdapat selulosa ) tetapi sudah dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam pabrik ini adalah Semi-Refined Carrageenan karena proses pembuatannya cepat dan tidak membutuhkan biaya yang banyak. Dilakukan proses yang berurutan yang terbagi menjadi tiga unit proses, yaitu Unit Pre-treatment, Unit Perebusan dalam Alkali, dan Unit Pengolahan Lanjut. Unit Perebusan dalam Alkali bertujuan untuk mendapatkan karaginan yang terkandung pada rumput laut. Selanjutnya adalah proses pencucian dan memisahkan antara fitrat dan cake. Filtrat ditekan menggunakan Hidrolik Press, kemudian dikeringkan dengan Tray Dryer. Hasil menuju Ball Mill untuk menjadikannya tepung dengan ukuran 80 mesh. Dengan asumsi telah dilakukan perjanjian dengan vendor dan kontraktor bahwa peralatan dibeli pada tahun 2023 dengan menggunakan kurs mata uang saat kontrak ditandatangani. Instalasi peralatan dilakukan pada pertengahan tahun 2024 dan pabrik mulai beroperasi pada awal tahun 2026. Hasil penjualan per tahun sebesar Rp 187.500.060.000, Internal rate of return sebesar 18,31%, pay out time selama 7,48 tahun, Break Event Point sebesar 38,21%, dan didapatkan hasil NPV sejumlah Rp. 330.605.060.776
Pemodelan Distribusi Kerugian Siber dengan Pendekatan Copula dan Perhitungan Premi Asuransi Siber
Percepatan perkembangan teknologi dan informasi serta kemudahan akses internet mendorong proses digitalisasi semakin luas. Hampir seluruh alat komunikasi baik alat komunikasi pribadi maupun perusahaan menggunakan jaringan internet untuk menerima, mengirimkan serta menyimpan data. Digitalisasi tidak hanya memberikan dampak positif bagi pengguna namun juga terdapat risiko-risiko siber didalamnya. Perkembangan digitalisasi dan meluasnya penggunaan internet membuat risiko atas kerugian yang diakibatkan serangan siber kerap terjadi dan beragam. Beberapa jenis serangan siber yang umumnya terjadi dan dapat terlindungi asuransi diantaranya serangan ransomware, business email compromise (BEC), phishing, dan kelalaian sumber daya manusia (SDM). Salah satu cara untuk mengurangi kerugian atas dampak yang ditimbulkan dari risiko siber yaitu dengan menggunakan jasa asuransi umum berupa produk asuransi siber. Asuransi siber merupakan produk dari asuransi umum yang melindungi pemegang polis dari kejadian tidak menentu terkait kejadian yang berhubungan dengan pengadaan sistem informasi. Perhitungan harga produk asuransi siber berbeda dengan perhitungan premi asuransi tradisional. Asuransi siber tidak memiliki sistem penilaian standar atau tabel aktuaria untuk menentukan harga premi, premi asuransi siber menggunakan variabel ranking yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Maka dari itu, pada penelitian ini dilakukan perhitungan premi murni asuransi siber dengan metode black scholes dari simulasi Monte Carlo berbasis copula terpilih berdasarkan data historis variabel banyak komputer terpilih (xk) dan besar kerugian dalam dolar (yk) sebagai fungsi distribusi kerugian dan waktu tunggu kejadian serangan siber (T) dengan simulasi proses poisson dan menghasilkan distribusi marginal x ~ Geometri (0,053974) dan y ~ Lognormal (11,04501; 2,13956), copula Frank dengan parameter θ ̂_F=11,42 dan didapatkan premi murni asuransi siber sebesar 165.870 untuk tiap perusahaan
Perancangan Animasi Responsif Gender Putri Putra dan Pengaruhnya terhadap Pandangan Gender Anak
Pada saat dunia berlomba mencapai kesetaraan gender, indeks ketimpangan gender Indonesia justru mengalami peningkatan dan menjadi yang terburuk di ASEAN. Pendidikan responsif gender yang diupayakan sejak anak usia dini oleh pemerintah masih menemui hambatan. Animasi sebagai media favorit anak dinilai dapat dimanfaatkan menjadi agen pendukung pendidikan responsif gender untuk anak. Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan perancangan animasi reponsif gender berjudul Putri Putra dan mengetahui pengaruhnya terhadap pandangan gender anak usia 6-7 tahun. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data kajian pustaka, wawancara, kuesioner, dan Focus Group Discussion (FGD). Data dianalisis dengan teknik analisis konten kualitatif. Hasil temuan penelitan menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari animasi responsif gender Putri Putra episode ‘Yang Jago Mancing Ikan!’ terhadap pandangan gender anak dalam kegiatan memancing. Pandangan gender anak yang bersifat stereotip berubah menjadi responsif gender. anak yang tadinya meyakini bahwa memancing ikan adalah kegiatan maskulin yang hanya dapat dilakukan oleh laki-laki merubah pandangannya menjadi percaya bahwa memancing bukan hanya dapat dilakukan oleh laki-laki, melainkan juga perempuan
Analisis Skala Ruang Dalam Perencanaan Arsitektur Exhibition Plants
Kota Utopia adalah konsep kota ideal yang didambakan oleh banyak orang di perkotaan. Namun perencanaan sebuah Kota Utopia seringkali gagal, hal ini disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak mendukung kehidupan yang layak dan bebas di perkotaan. Salah satu faktor kegagalan konsep Kota Utopia adalah karena tidak menerapkan human scale planning. Human scale planning sendiri merupakan sebuah konsep dalam arsitektur dalam mewujudkan bangunan yang ramah dan dapat diterima oleh manusia. Skala manusia adalah sebuah teori yang berkaitan dengan indera manusia secara visual dan jarak pandang manusia terhadap suatu obyek. Berkaitan dengan jarak pandang manusia, hal ini dapat diintegrasikan dalam bidang arsitektur dan dikaitkan dengan skala ruang. Skala manusia dapat menjadi tolak ukur rancangan arsitektur dalam menghadirkan sebuah ruang dan suasana. Dalam proses perancangana arsitktur pada ranah kota, harus dilakukan analisis dengan metode comparative study-case untuk melihat strength, weakness, opportunity, threat dari konteks yang diangkat. Dengan melihat SWOT dapat menentukan respon yang harus dilakukan. Dari analisis yang telah dilakukan pada konteks, respon yang harus dilakukan adalah melakukan perancangan arsitektur ranah kota dengan menggunakan konsep skala ruang dalam menciptakan perspektif ruang, dan membangkitkan suasana yang dapat dirasakan pengguna. Pendekatan dilakukan dengan cara menganalisis titik-titik tertentu pada kawasan Tunjungan dengan indikator skala manusia terhadap tipologi sebuah Pasar Tanaman Hias. Kriteria rancang dan konsep desain juga akan berjalan beriringan dengan tujuan yang sama yaitu penerpan skala manusia dalam desain arsitektural
Model Evaluasi Fasilitas Pengelolaan Limbah di Pelabuhan: Studi Kasus Pelabuhan Tanjung Priok
Pemanfaatan port reception facilities (PRF) di Pelabuhan Tanjung Priok dapat dikatakan belum optimal. Diketahui dari data 5 (lima) tahun ke belakang, jumlah kapal yang menggunakan fasilitas tersebut semakin menurun. Kapal yang membuang limbahnya di Pelabuhan Tanjung Priok kurang dari 0,27% pada tahun 2020. Hal tersebut terjadi karena mahalnya tarif yang dikenakan sehingga operator kapal memilih mengelola limbahnya sendiri. Dari permasalahan tersebut, dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi eksisting port reception facilities (PRF) di Pelabuhan Tanjung Priok, mengetahui potensi port reception facilities (PRF) di Pelabuhan Tanjung Priok, serta mengevaluasi port reception facilities (PRF) di Pelabuhan Tanjung Priok agar dapat meningkatkan jumlah penggunanya. Dalam penelitian ini, diberikan alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengguna port reception facilities (PRF) dengan beberapa skenario yaitu skenario pemberian subsidi dan skenario pemberian dana refund. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pada saat kondisi eksisting tarif layanan PRF sebesar Rp 250.000 per ton mampu memproduksi jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah minyak dan air sebanyak 52 unit dan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah sampah sebanyak 7.486 unit pada tahun 2023. Kemudian, skenario pemberian subsidi dapat menurunkan tarif layanan PRF sebesar Rp 175.000 per ton sehingga didapatkan besaran subsidi sebesar Rp 75.000 per ton. Skenario pemberian subsidi dapat meningkatkan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah minyak dan air sebanyak 75 unit dan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah sampah sebanyak 10.695 unit pada tahun 2023. Sedangkan, skenario pemberian dana refund dapat meningkatkan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah minyak dan air sebanyak 59 unit dan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah sampah sebanyak 8.777 unit pada tahun 2023. Sehingga dapat dinyatakan bahwa skenario pemberian subsidi memberikan peningkatan jumlah kapal pengguna PRF lebih besar