Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Perencanaan Dermaga Curah Urea di Papua Barat untuk Kapal 15.000 DWT
Indonesia termasuk salah satu negara dengan cadangan gas alam terbesar di dunia. Menurut data Statistik Minyak dan Gas Bumi 2020 dari Kementerian ESDM, jumlah cadangan gas alam di Indonesia mencapai 62,39 TCF. Gas alam berjenis LNG dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri dan pembuatan pupuk urea. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sarana transportasi berupa dermaga yang sesuai dengan standar. Maka, direncanakan dermaga curah kering yang dapat melayani kapal berkapasitas 15.000 DWT berjenis bulk carrier. Perencanaan dermaga yang dilakukan meliputi evaluasi layout perairan, evaluasi layout dermaga, perhitungan struktur atas meliputi perhitungan struktur atas jetty dan trestle, perhitungan struktur bawah, serta perhitungan kebutuhan fender dan bollard. Dari perencanaan dermaga tersebut dilakukan penentuan metode pelaksanaan serta perhitungan rencana anggaran biaya. Hasil dari perencanaan dermaga curah kering bertipe jetty meliputi: rekomendasi layout perairan dengan kedalaman -10,5mLAT. Rekomendasi layout dermaga dengan panjang trestle sebesar 1400m dan lebar 8m, serta struktur jetty dengan panjang 195m dan lebar 24m. Kedua struktur terletak pada elevasi +5.3mLAT. Dari hasil perhitungan, didapatkan kebutuhan pelat setebal 50cm pada jetty dan 30 cm pada trestle. Selain itu, kebutuhan balok pada jetty meliputi balok crane (800 x 1200mm), balok memanjang (500 x 700mm), balok melintang (500 x 700mm), dan balok plank (1300 x 2800mm). Pada Trestle dibutuhkan balok memanjang (500 x 700mm) dan balok melintang (300 x 450mm). Pada Jetty dibutuhkan poer ganda (2400 x 1200 x 1000mm) dan poer single (1200 x 1200 x 1000 mm), sedangkan pada trestle dibutuhkan poer single (1200 x 1200 x 1000mm). Dari hasil perhitungan struktur bawah didapatkan kebutuhan tiang pancang baja D812 dengan tebal 15mm untuk struktur jetty. Sedangkan, pada struktur trestle digunakan tiang pancang beton D800A. Pekerjaan yang dilakukan diantaranya pekerjaan persiapan, pekerjaan struktur trestle, pekerjaan struktur jetty, dan pekerjaan instalasi aksesoris dermaga. Dari pekerjaan tersebut, total biaya yang dibutuhkan adalah Rp171,158,670,000
Perbandingan Kemampuan Poly Aluminum Chloride (PAC) dan Biokoagulan dari Tepung Jagung pada Instalasi Pengolahan Air Bersih di PT. Semen Indonesia
Air merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh makhluk hidup sebagai sumber kehidupan utama. Sehingga perlu dilakukan pengamanan kualitas air bersih yang layak dan aman digunakan, serta memenuhi standar yang berlaku. PT. Semen Indonesia telah melaksanakan kegiatan pengolahan air untuk memenuhi kebutuhan air untuk operasional pabrik dan perkantoran. Pada PT. Semen Indonesia, pengelolaan air yang efektif dan efisien menjadi salah satu pilar sebagai upaya perlindungan terhadap lingkungan. Hal tersebut menjadi strategi, target, dan inisiatif dari perusahaan untuk mencapai tujuan keberlanjutan. Proses koagulasi dan flokulasi merupakan proses penting sebagai kunci dalam pengolahan air. Poly Aluminum Chloride (PAC) telah banyak digunakan sebagai koagulan dalam proses pengolahan air. Sisi lain, tepung jagung telah teruji mampu digunakan sebagai koagulan karena merupakan senyawa polimer polieletrolit bersifat negatif, dengan gugus karboksil, hidroksil, dan amida, yang berperan sebagai koagulan. Biokoagulan dari tepung jagung diperoleh dari ekstraksi tepung jagung dengan NaCl 1 M. Efektifitas dan efisiensi dari koagulan diuji dengan menggunakan metode jar test. Aspek yang diuji yakni pH, kekeruhan, dan warna, dengan variabel berupa jenis koagulan dan dosis koagulan. Penelitian ini membandingkan kemampuan PAC dan biokoagulan tepung jagung sebagai koagulan pada proses pengolahan air di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung jagung mampu bersifat sebagai bahan koagulan. Namun, biokoagulan tersebut tidak lebih efektif ataupun efisien jika dibandingkan dengan PAC
Pengelompokan Kabupaten/Kota Berdasarkan Faktor Penyebab Perceraian di Provinsi Jawa Barat
Berdasarkan data yang diperoleh Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Jawa Barat, angka perceraian meningkat dari tahun ke tahun dan kasus perceraian di Provinsi Jawa Barat termasuk ke dalam 3 provinsi yang memiliki kasus perceraian tertinggi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat berdasarkan faktor-faktor penyebab perceraian menggunakan analisis K-Means Clustering yang diawali dengan mengidentifikasi karakteristik data faktor-faktor penyebab perceraian. Penelitian ini menggunakan 13 faktor penyebab perceraian yang digunakan sebagai dasar gugatan menurut Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 pasal 39 ayat 2. Hasil identifikasi karakteristik faktor penyebab perceraian, faktor ekonomi menyumbang angka perceraian sebesar 50.84% dari total kasus yang terjadi pada tahun 2019. Untuk Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Ciamis dan Kabupaten Cirebon merupakan daerah yang memiliki angka perceraian tertinggi, didukung oleh banyaknya faktor penyebab perceraian pada daerah tersebut yang juga tertinggi dibandingkan daerah lainnya. Analisis K-Means Clustering menghasilkan 2 cluster, yaitu cluster 2 (6 kabupaten/kota) memiliki karakteristik faktor mabuk, madat, judi, meninggalkan satu pihak, poligami, kekerasan dalam rumah tangga, kawin paksa dan murtad yang lebih tinggi dibandingkan dengan cluster 1 (20 kabupaten/kota)
Perancangan Panglong Community Centre berbasis Arsitektur Neo-Vernakular
Pariwisata merupakan sektor penunjang perekonomian Indonesia yang memberikan dampak ekonomi dan sosial kepada berbagai sektor lainnya. Pariwisata memiliki hubungan terhadap arsitektur seperti desa wisata di Kampung Panglong. Perencanaan desa wisata berhubungan langsung dengan konteks wisata budaya. Tujuan perancangan untuk pengembangan wisata budaya yang menyajikan kegiatan pariwisata mengenai sejarah dan kebudayaan suatu daerah setempat. Hal ini agar dapat menyajikan sebuah komunitas terdiri dari para penduduk suatu wilayah tertentu dimana secara langsung mengelola pemberdayaan kegiatan masyarakat untuk upaya peningkatan kesiapan pada potensi pariwisata di Kampung Panglong. Potensi serangkaian teknologi yang digunakan pada rancangan sebagai asset perkembangan sektor pariwisata lokal dengan daya dukung dari kebudayaan Melayu yang melekat pada masyarakat seperti pada kampung nelayan yang dikembangkan menjadi desa wisata adalah kampung Panglong di Pulau Bintan
Perancangan Aplikasi Tur Virtual Wisata Edukasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai Sarana Informasi untuk Siswa SMA
Insititut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merupakan salah satu perguruan tinggi teknologi dan sains terbaik di Indonesia. Sebagai salah satu perguruan tinggi favorit di Indonesia, ITS seringkali mendapat kunjungan dari kalangan pelajar yang ingin tahu tentang departemen dan daya tarik ITS. Permasalahan yang sering dijumpai adalah kurangnya tenaga pendamping, sulitnya kunjungan ke departemen tertentu, serta presentasi yang kurang menarik. Perkembangan teknologi menyebabkan berkembangnya banyak inovasi, salah satunya adalah teknologi aplikasi tur virtual dimana pengunjung dapat melihat suatu lokasi tanpa datang langsung. Perancangan ini terdiri dari berbagai tahap yaitu, pengumpulan data, perancangan user persona, information architecture, perancangan wireframe, dan pembuatan high fidelity prototype, dan usability testing. Dalam tahap pengumpulan data menggunakan kuisioner dan interview untuk data primer . Data sekunder dikumpulkan dengan kajian literasi dan studi desain eksisiting sebagai referensi desain dari aplikasi. Setelah data dikumpulkan, dirancang user persona berupa profil calon pengguna dari aplikasi ini serta information architecture untuk memetakan menu menu serta alur dari aplikasi. Information architecture serta persona kemudian digunakan untuk merancang wireframe yang merupakan sketsa desain aplikasi, dilanjutkan dengan high fidelity prototype. Hasil prototipe desain kemudian diuji coba pada tahap user testing serta depth interview pada ahli UI/UX untuk menilai efektivitas dari aplikasi yang sudah dibuat. Konsep desain yang dibuat berupa aplikasi dengan fitur tur virtual yang menggunakan gambar 360 disertai dengan informasi mengenai lokasi lokasi di ITS. didalam setiap lokasi terdapat berbagai titik yang menceritakan mengenai keunggulan dan keunikan dari lokasi yang diambil. Perancangan ini dapat menunjang kegiatan kunjungan pelajar ke ITS, meningkatkan minat pelajar untuk melanjutkan pendidikan di ITS, dan memberikan pengetahuan yang lebih dalam mengenai lingkungan kampus, meningkatkan citra ITS sebagai salah satu perguruan tinggi teknologi dan sains terbaik di Indonesia, dan membangun sebuah pengalaman teknologi dari kampus ITS
Perilisan Produk Baru dan Pemilihan Strategi e-channel Untuk Produsen Produk Fesyen
Penelitian ini mempelajari koordinasi antara produsen dan retailer produsen fesyen untuk perencanaan strategi penggantian produk (rollover strategy) saat produk baru siap untuk dirilis. Produsen dapat memilih untuk menarik produk lama satat produk baru dirilis (single rollover strategy) atau menjual produk lama dan produk baru secara bersamaan (dual rollover strategy). Seperti pada kondisi saat ini, retailer memiliki dua saluran penjualan yang digunakan secara bersamaan, yaitu saluran penjualan offline dan online. Untuk menghindari konflik antar saluran penjualan, digunakan konsep ekslusifitas untuk masing – masing saluran penjualan, dimana saluran offline digunakan untuk menjual produk yang baru dirilis sementara saluran online digunakan untuk menjual produk yang sudah berada pada fase decline. Penelitian ini menunjukkan bahwa produsen akan selalu lebih memilih dual rollover strategy dibanding single rollover strategy, sementara retailer hanya akan condong ke dual rollover strategy saat tingkat penerimaan konsumen terhadap produk lama cukup tinggi. Penelitian ini juga mendemonstrasikan benefit dari dynamic revenue sharing allocation untuk memitigasi konflik pada rollover strategy saat konsumen sangat sensitif terhadap perubahan trend fesyen
Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan Melalui Pengembangan Ekonomi Lokal di Kabupaten Madiun
Indonesia, sebagai negara agraris, perlu mengadopsi paradigma yang tepat dalam mengembangkan kawasan pertanian. Pertanian merupakan sektor strategis yang menjadi unggulan di beberapa wilayah, seperti di Kabupaten Madiun. Meskipun kawasan pertanian merupakan salah satu sektor unggulan di wilayah ini, sayangnya, belum memberikan kesejahteraan yang optimal bagi para pelaku usaha. Selain itu, ancaman kehilangan minat generasi muda untuk terjun ke kawasan pertanian semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh kualitas komoditas pertanian tanaman di Kabupaten Madiun yang belum bisa bersaing di pasar global, rendahnya nilai jual, serta kurangnya diversifikasi komoditas pertanian, terutama tanaman pangan. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini, diperlukan konsep pengembangan ekonomi lokal yang di Kabupaten Madiun, sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja sektor tersebut dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan kerangka teori Heksagonal PEL. Metode content analysis untuk merumuskan faktor-faktor kunci yang berperan dalam pengembangan kawasan pertanian komoditas tanaman pangan di Kabupaten Madiun. Terdapat 23 faktor-faktor berpengaruh pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan melalui pengembangan ekonomi di Kabupaten Madiun. Beberapa diantaranya adalah faktor Investor Luar, Pelaku Usaha Lokal, Sumber Daya Manusia, Pemberdayaan Masyarakat, Kebijakan Daerah, dan Promosi Daerah
Deteksi Dini Karies Gigi Dengan Metode Fluoresen Optik pada Saliva
Menurut Riset Kesehatan Dasar Nasional, dari populasi penduduk Indonesia tahun 2018 penderita penyakit karies gigi mencapai 80%. Tindakan deteksi dini sebelum karies semakin parah sangatlah penting. Metode deteksi dini karies sekarang ini hanya tersedia di rumah sakit dan hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi. Penelitian ini menawarkan ide dengan menggunakan metode Fluoresen Optik. Prinsipnya adalah dengan memanfaatkan biomarker Matriks Metalloproteinase-8 (MMP-8) pada saliva, yang dapat bereaksi secara inhibit dengan kurkumin yang memiliki sifat fluoresen. Kandungan MMP-8 akan semakin bertambah dengan bertambahnya jumlah karies gigi ataupun tingkat keparahannya. Dengan menggunakan kurkumin yang bersifat fluoresen, reaksi antara kurkumin dan MMP-8 akan dimanfaatkan. Prinsipnya adalah sampel yang berupa campuran saliva dan kurkumin akan dikenai cahaya UV yang kemudian akan menghasilkan emisi cahaya fluoresen yang dapat diakuisisi oleh sensor AS7262 untuk kemudian dikirim ke komputer untuk dianalisis dan dilatih tiga jenis algoritma yakni ANN, KNN dan SVM. Klasifikasi yang digunakan menggunakan standar American Dental Association (ADA) dan klasifikasi biner (positif/negatif). Model dengan akurasi terbaik dihasilkan oleh algoritma dengan klasifikasi biner. Model ANN, KNN dam SVM untuk klasifikasi biner memiliki akurasi validasi yang masing-masing nilainya adalah 90%, 80% dan 60%. Sensitivitas pengklasifikasian pada metode ini cukup baik dibandingkan dengan metode konvensional yang ada
Simulasi CFD Aplikasi Dinding Komposit Berbahan Serat Kapas untuk Prototipe Eco Reefer Container 1/2 Ton
Sistem teknologi refrigerasi pada container biasanya bertujuan untuk mendinginkan suatu muatan agar suhu tetap terjaga dalam berbagai kondisi. Berbagai inovasi untuk wadah berpendingin terutama pada variasi dinding insulasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Eco Reefer Container dengan dinding insulasi komposit berbahan polyurethane dan serat kapas, serta menganalisis distribusi temperature pendinginan udara Eco Reefer Container dengan beberapa variasi insulasi komposit menggunakan Software Ansys. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode numerik dengan simulasi FEM (Finite Element Method) untuk mengetahui sebaran temperature pada dinding dan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) untuk mengetahui sebaran suhu container baik dengan muatan maupun tanpa beban muatan. Simulasi FEM menghitung nilai distribusi suhu pada dinding prototipe Eco Reefer Container ½ ton. Simulasi dilakukan dalam 5 variasi dengan bahan dan komposisi yang berbeda. Simulasi CFD menghitung distribusi suhu di dalam ruang muat prototipe Eco Reefer Container ½ ton. Ruang muat pada Eco Reefer Container ½ ton divariasikan menjadi dua kondisi yaitu tanpa beban dan dengan beban dengan dua material insulasi. Nilai suhu rata-rata terendah berhasil dicapai pada Polyurethane 75% : 25% Serat Kapas. Sedangkan perbandingan data antara hasil simulasi dan hasil eksperimen memiliki nilai suhu yang sedikit berbeda karena metode eksperimen diambil pada kondisi yang berbeda. Pada validasi simulasi dengan eksperimental, dengan dinding insulasi polyurethane 50% : 50% serat kapas hasil yang diperoleh cukup berbeda karena sistem refigerasi pada eksperimen yang perlu peremajaan
Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Keaslian Uang Kertas Rupiah Menggunakan Sinar UV dengan Metode Machine Learning
Sistem pendeteksi keaslian uang kertas rupiah merupakan metode yang dibutuhkan karena uang merupakan materi penting sehingga sering terjadi tindak kriminalitas. Metode yang sering digunakan adalah image processing untuk scaling dan color conversion, segmentasi untuk mendapatkan pola tertentu, atau dengan memperhatikan ciri fisik uang kertas rupiah, seperti tekstur dan pola terawang. Namun, metode-metode tersebut dapat dikatakan kurang efektif apabila terjadi peningkatan pemalsuan uang kertas rupiah dalam bentuk fisik. Sehingga penulis merancang sistem counting yang menggunakan sinar ultraviolet untuk menampilkan hidden pattern sebagai fitur khusus mendeteksi keaslian uang dengan metode machine learning dan menambahkan sistem counting buatan sendiri dengan fitur rotation invariant untuk melakukan pendeteksian lebih dari satu lembar uang kertas rupiah. Perpaduan image processing dan machine learning pada penelitian ini mampu memberikan hasil pengujian prototipe dengan metode k-NN dan CNN memberikan persentase keberhasilan prediksi sebesar lebih dari 90% dibandingkan dengan SVM, Random Forest, dan Naive Bayes yang kurang dari 85%. Mekanik prototipe ini mampu melakukan pendeteksian kurang dari 4 detik dengan 10 lembar uang kertas yang dideteksi. Dengan meningkatkan metode detection yang lebih expert, seperti deep learning dengan model yang fleksibel jika ingin digunakan dalam pendeteksi mata uang selain rupiah