Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Not a member yet
    4139 research outputs found

    Pra Desain Pabrik DME (Dimetil Eter) dari Gas Alam

    Get PDF
    Keresahan masyarakat terhadap harga minyak tanah dan tingginya kebutuhan energi dalam negeri menjadi latar belakang berdirinya pabrik DME ini. Kebutuhan LPG yang tidak diimbangi dengan produksi LPG yang sesuai, mendorong adanya pengembangan energi alternatif, yaitu DME. Keberadaan DME sebagai bahan bakar alternatif ini, diharapkan dapat menekan angka impor kebutuhan LPG di Indonesia yang mencapai hampir 50% dari total kebutuhan produksi. Ketersediaan bahan baku gas alam yang cukup melimpah di Indonesia sekiranya cukup untuk memproduksi DME sebagai bahan bakar alternatif. Bahan baku utama yang digunakan dalam proses pembuatan DME ini adalah gas alam yang sudah diolah dan bebas kandungan sulfur. Bahan baku lain berupa oksigen, steam dan recycle CO2 digunakan dalam pabrik ini. Kapasitas produksi DME pada pabrik ii sebesar 950.000 ton/tahun. Kapasitas ini didasarkan pada kebutuhan energi total di Indonesia dengan harapan DME blending dengan LPG pada rasio 20:80. Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik beroperasi secara kontinyu selama 24 jam/330 hari. Bahan baku gas alam yang dibutuhkan untuk memenuhi kapasitas pabrik tahunan tersebut adalah 44.488 ton/tahun. Pabrik DME ini dibuat menggunakan metode direct synthesis process. Proses pabrik ini secara keseluruhan meliputi unit reforming, unit sintesa DME dan unit purifikasi. Dengan desain umur pabrik selama 10 tahun, didapatkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 14,02% yangmana nilainya lebih besar dari bunga pinjaman bank sebesar 7,95% sehingga mengindikasikan pabrik layak untuk didirikan. Didapatkan juga Pay Out Time selama 5 tahun 5 bulan dengan BEP 38%

    Pra Desain Pabrik Urea dengan Proses ACES-21 untuk Ketahanan Pangan di Indonesia Timur

    Get PDF
    Pertumbuhan penduduk akan mengakibatkan kebutuhan terhadap pangan meningkat dan juga saat ini pemerintah sedang mengupayakan program swasembada pangan. Peningkatan kebutuhan akan pangan berarti peningkatan akan kebutuhan pupuk yang harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi pada pabrik pupuk. Para petani di Provinsi Papua Barat masih kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi. Salah satu solusi atas permasalahan tersebut adalah dengan pembangunan pabrik pupuk di Provinsi Papua Barat, pabrik direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2026, dengan mengacu pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Lokasi pabrik yang direncanakan adalah di Kawasan Industri Teluk Bintuni dengan kapasitas 1.150.000 Ton/Tahun. Bahan baku utama dalam proses pembuatan pupuk urea adalah ammonia cair yang memiliki komposisi sebesar 99,8% NH3 dan 0.2% H2O serta gas CO2 sebesar 99%. Hal ini tentunya sudah mempertimbangkan kebutuhan bahan baku gas alam yang sudah tersedia dikawasan tersebut dan aksesibilitas untuk menjangkau Kawasan Industri Teluk Bintuni. Proses produksi pupuk urea dari ammonia dan CO2 pada pabrik yang akan didirikan menggunakan proses ACES 21, karena merupakan teknologi yang paling mutakhir dengan efisiensi yang cukup baik. Adapun untuk proses yang tersedia terdiri dari 5 seksi utama yaitu Persiapan Bahan Baku, Seksi Sintesa, Seksi Purifikasi, Seksi Konsentrasi, dan Seksi Prilling, serta 3 seksi penunjang yaitu Seksi Recovery, Seksi Condensate Treatment, dan Unit Distribusi Urea. Pabrik direncanakan akan dibangun diatas lahan seluas 15 ha yang nantinya akan terintegrasi dengan Ammonia Plant dan mulai berproduksi pada tahum 2026 dengan umur pabrik 15 tahun. Setelah dilakukan studi kelayakan, CAPEX yang diperkirakan sebesar RP 9.338.838.173.381 atau USD 592.942.106 dan OPEX sebesar 8.639.328.826.333 atau USD 548.528.814 dengan hasil perhitungan Analisa ekonomi untuk Internal Rate of Return sebesar 20,24%, Net Present Value sebesar Rp 11.446.531.189.895 atau USD 726.763.885, Pay Out Time selama 4,2 tahun, dan Break Even Point (BEP) sebesar 22,01%. Sehingga, dapat dikatakan bahwa pabrik urea layak didirikan

    Modifikasi Perencanaan Struktur Apartemen Kingland Avenue Tower Venetian Menggunakan Struktur Baja Beton Komposit dengan Sistem Buckling-Restrained Braced Frame

    Get PDF
    Pembangunan apartemen merupakan solusi dari me-ningkatnya kebutuhan tempat tinggal di Kota Tangerang Se-latan. Namun, pembangunan apartemen di Indonesia berisiko terjadi gempa karena terletak pada pertemuan tiga lempeng. Oleh karena itu, digunakan struktur baja beton komposit ka-rena memiliki kekuatan nominal yang besar, dimensi pen-ampang yang efisien, serta lebih ringan daripada beton kon-vensional. Sedangkan Buckling Restrained Braced Frame meru-pakan bresing penahan gempa yang didesain untuk tahan ter-hadap tekuk serta tariknya. Apartemen Kingland Avenue Tower Venetian direncanakan ulang menggunakan struktur baja beton komposit dengan sistem Buckling Restrained Braced Frame. Apartemen tersebut direncanakan memiliki 32 lantai dan 1 basement. Konfigurasi bresing yang digunakan adalah inverted-V. Studi literatur yang digunakan mengacu pada SNI 1727:2020, SNI 1726:2019, SNI 1729:2020, AISC 341-16. Dari perhitungan analisis didapatkan hasil, yaitu: tebal pelat lantai atap dan non atap sebesar 9 cm, balok induk menggunakan WF 400x200x8x13 dan WF 350175711, dimensi kolom terbesar CFT 80080035, bresing menggunakan CoreBrace BRB de-ngan luas inti 20 inch2. Perencanaan struktur bawah meng-gunaan tiang pancang diameter 80 cm dengan kedalaman 34 m. Dimensi pilecap terbesar 10,6x3,4 m, dimensi kolom pedestal 11 m, dan sloof 400600 mm

    Pra Desain Pabrik Magnesium Hidroksida (Mg(OH)2) dari Bittern

    Get PDF
    29ºBe. Bittern memiliki beberapa kandungan ion mineral diantaranya Na+, Mg2+ dan Cl-. Lokasi terpilih dalam pendirian pabrik ini direncanakan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur pada tahun 2027 dengan kapasitas produksi sebesar 1.850 ton/tahun. Proses yang digunakan dalam pembuatan Mg(OH)2 dari bittern yaitu presipitasi magnesium menggunakan NaOH dengan pertimbangan yield yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan penggunaan senyawa basa lainnya. Secara umum, proses ini dibagi menjadi tiga unit proses, yaitu proses pre-treatment bahan baku, proses presipitasi magnesium, proses drying dan milling. Tahap pre-treatment bittern dilakukan secara dua tahap, yaitu filtrasi charcoal dan pengurangan ion Ca2+. Filtrasi charcoal bertujuan untuk menghilangkan zat chroma dan zat pengotor yang terikut dalam bittern, serta pengikatan kadar kalsium dalam bittern menggunakan H2SO4. Tahap presipitasi magnesium bertujuan untuk mengikat ion-ion Mg2+ dalam bittern dan bereaksi dengan ion (OH-) dari NaOH sehingga menghasilkan Mg(OH)2. Dimana Mg(OH)2 memiliki nilai kelarutan senyawa yang paling rendah diantara senyawa lain yang terbentuk, sehingga terjadi adanya pengendapan dan dapat dengan mudah dilakukan pemisahan dan pencucian pada proses selanjutnya. Tahap drying dan milling, terjadi proses pengeringan cake Mg(OH)2 untuk menghilangkan kadar air yang tersisa dengan bantuan panas secara berlawanan serta terjadi proses size reduction untuk menghasilkan ukuran yang seragam (100 mesh). Untuk mendirikan pabrik Mg(OH)2 dengan kapasitas 1.850 ton/tahun dibutuhkan modal investasi sebesar Rp. 214.287.272.351 yang diperoleh dari modal sendiri sebesar 30% dan pinjaman jangka pendek dengan bunga 8% per tahun sebesar 70%. Dari analisa ekonomi, didapatkan penaksiran modal (CAPEX) sebesar Rp. 186.813.411.607 dan biaya operasional (OPEX) sebesar Rp. 54.947.721.488. Hasil penjualan produk per tahun sebesar Rp. 92.500.000.000 dengan IRR 15,94%, POT selama 6,05 tahun, NPV sebesar Rp. 135.472.885.944 dan WACC sebesar 7,24%. Berdasarkan analisa kelayakan di atas dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan karena nilai WACC < IRR

    Manajemen Risiko Supply Chain Koperasi Kopi Wonosalam Jombang dengan Metode House Of Risk (HOR)

    Get PDF
    Konsumsi kopi di Indonesia dan dunia selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan kenaikan yang signifikan. Hal itu membuat persaingan bisnis di pelaku industri kopi semakin ketat. Asosiasi Kopi Wonosalam Jombang melalui koperasi kopinya menjadi salah satu pelaku industtabelri kopi perkebunan rakyat yang menjalankan proses bisnis khususnya pada aktivitas supply chain mulai dari perkebunan, pengolahan pasca panen, sangrai, hingga distribusi kopi ke konsumen akhir. Bagi Koperasi Kopi Wonosalam memerlukan suatu upaya manajemen risiko untuk bersaing dengan pelaku industri kopi lainnya. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya penerapan manajemen risiko dengan identifikasi, analisis, serta penanganan risiko aktivitas supply chain pada Koperasi Kopi Wonosalam. Identifikasi proses bisnis Koperasi Kopi Wonosalam menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) yang meliputi proses plan, source, make, deliver dan didapatkan 23 aktivitas proses bisnis supply chain meliputi 3 aktivitas pada proses plan dan source, 16 aktivitas pada proses make, serta 4 aktivitas pada proses deliver. Analisis manajemen risiko penelitian ini menggunakan metode House of Risk (HOR) yang terdiri dari 2 fase. Pada model HOR fase 1, didapatkan kejadian risiko (risk event) sebanyak 53 kejadian risiko, dimana 12 kejadian risiko di proses perkebunan dan panen, 13 kejadian risiko di proses pengolahan pasca panen, 3 kejadian risiko di proses penyortiran, 10 kejadian risiko di proses pemanggangan (roasting), 6 kejadian risiko di proses penggilingan, serta 9 kejadian risiko di proses pemasaran dan penjualan serta didapatkan agen risiko (risk agent) sebanyak 29 agen risiko. Hasil dari diagram pareto 80:20 dan permintaan dari pihak koperasi didapatkan total 10 penyebab risiko prioritas yang ditindaklanjuti untuk diberikan tindakan pencegahan risiko. Pada model HOR fase 2, diberikan 21 tindakan pencegahan risiko untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyebab risiko. Beberapa rancangan rekomendasi lebih lanjut dari penelitian ini adalah mengenai SOP Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3) serta penyusunan rancangan mekanisme alat sortir ceri kopi berdasarkan warnanya

    Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan di Swalayan X

    Get PDF
    Ditengah persaingan usaha yang terjadi akhir-akhir ini, terutama pada sektor perdagangan retail misalnya saja swalayan, banyak pelaku usaha merancang strategi untuk menggait konsumennya. Salah satunya dengan memberikan kepuasan pelayanan terhadap konsumen, Sehingga kepuasan konsumen adalah permasalahan yang perlu diperhatikan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya dan mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Maka dari itu, hal ini mendasari penelitian untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan di swalayan X kelurahan Keputih, kecamatan Sukolilo, kota Surabaya menggunakan analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA), dengan tujuan untuk memberikan evaluasi terhadap pelayanan di Swalayan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat kepuasan konsumen di swalayan X terhadap kenyataan dari atribut-atribut kualitas pelayanan sebesar 0,7 dimana nilai tersebut menurut tabel kriteria CSI  berada di rentang 0,66 – 0,80  yang berarti bahwa konsumen Swalayan X  merasa puas terhadap pelayanan yang diterima, kemudian mayoritas yang berbelanja yaitu perempuan dan mayoritas usia diatas 45 tahu

    Desain Serial Perhiasan Imitasi Berbahan Kuningan dan Tembaga dengan Konsep Glamour Fancy

    Get PDF
    Perhiasan berbahan dasar logam mulia merupakan salah satu komoditas yang bernilai, baik untuk acara pernikahan, investasi, praktik ritual keagamaan, kebudayaan, hingga mendukung penampilan. Namun, harga logam mulia seperti emas yang selalu naik dari tahun ke tahun menjadi alasan untuk mencari alternatif dan inovasi lain dalam menyokong kebutuhan atas perhiasan. Salah satu upaya dalam mencari alternatif atas perhiasan yang bernilai secara estetis tanpa perlu merogoh kocek yang terlalu tinggi yaitu dengan mengadopsi material di luar dari logam mulia seperti emas dan perak. Dalam upaya mengatasi persoalan tersebut, penulis menawarkan perancangan desain perhiasan berbahan dasar kuningan dan tembaga sebagai alternatif terhadap perhiasan emas dan perak yang dominan di pasaran. Perancangan desain perhiasan berbahan dasar kuningan dan tembaga dilakukan dengan pengambilan survei dengan ruang sampel perempuan dengan usia di bawah 40 tahun yang dipilah berdasarkan tiga klasifikasi umur untuk meninjau karakter dari pelanggan dengan parameter acuan berupa selera dan gaya hidup. Berdasarkan analisis yang telah diajukan, penulis memperkenalkan tiga seri desain perhiasan bernama spectacoaster, spraklegam, dan charmine berbahan dasar kuningan dan tembaga yang mengusung konsep glamour fancy yang merepresentasikan ketertarikan dan gaya hidup konsumen yang masing-masing dikategorikan ke dalam tiga segmen usia, 13-16 tahun, 17-25 tahun, dan 26-35 tahun

    Implementasi Imaginative Space dan Optimal Learning Space dalam Sekolah Dasar

    Get PDF
    Pada awalnya, setelah dilahirkan manusia bertumbuh dan berkembang di Rumah. Sebagai sudut dunia pertama ternyata rumah memiliki peranan dalam membentuk kemampuan kognitif, karena pemikiran manusia terbentuk berdasarkan persepsi akan elemen elemen yang hadir di lingkungan. Elemen elemen tersebut dapat memicu sisi imajnatif anak yang seharusnya bisa dieksplorasi lebih lanjut. Oleh karena itu elemen imajinatif seharusnya menjadi focus dalam membangun sebuah arsitektur. Selain rumah, sekolah merupakan tempat kedua yang menghabiskan waktu banyak, sehingga fokus akan mengembangkan kemampuan kognitif juga bisa terjadi disana. Elemen elemen imaginative space bersifat esensial dan implementasinya membutuhkan kriteria desain yang dapat bersifat menstimulasi pemikiran imajinatif otak anak. Selain imaginative space, dalam merancang sekolah juga diperlukan eksplorasi elemen elemen formal dan spasial berdasarkan syarat merancang bangunan sekolah yang optimal. Teori Optimal Learning Space menjadi kriteria yang juga diimplementasikan dalam desain, sehingga rancangan sekolah dasar dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak tanpa mengurangi kebutuhan dasar terbangunnya sekolah

    Perancangan Buku Ilustrasi Tutorial Aktivitas Parenting untuk Orangtua yang Memiliki Anak Usia 2-6 Tahun

    No full text
    Montessori merupakan salah satu metode parenting untuk anak usia dini dengan rentang 0-6 tahun. Dalam metode ini anak berusia 0-3 tahun merupakan usia dibawah sadar sedangkan usia 4-6 tahun anak akan mengaamai peningkatan usia sadar. Metode ini mengajarkan bagaiamana anak-anak dapat belajar dengan baik dalam lingkungan yang tepat. Maksudnya, lingkungan yang sesuai ukuran, untuk merangsang, dan mempermudah anak untuk mencerna pengetahuan kognitif. Seiring dengan perkembangan metode montessori, metode ini banyak diminati para orangtua. Meskipun begitu, banyak orangtua masih belum paham bagaimana memulai untuk menerapkan metode montessori. Oleh karena itu, diperlukan sebuah media yang dapat dijadikan salah satu preferensi para orangtua untuk memudahkan mereka dalam memulai aktivitas montessori di rumah. Perancangan ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan instrumen penelitian seperti studi literatur untuk menggali informasi mengenai konten montessori yang didapat dari beberapa buku serta jurnal yang berkaitan dengan topik penelitian , depth interview kepada ahli montesori untuk menggali info lebih detail mengenai montessori, studi komparator, dan eksplorasi visual, dan juga user testing yang menggunakan instrumen focus group discussion bersama target audien. Seluruh konsep perancangan ini akan dirangkum dalam sebuah buku yang berisi materi mengenai tutorial aktivitas montessori yang disajikan dengan menggunakan elemen-elemen visual berupa ilustrasi tutorial aktivitas montessori pada outputnya. Buku ilustrasi tutorial aktivitas montessori ini nantinya akan digunakan sebagai media alternatif yang dapat memudahkan para orangtua yang memiliki anak usia 2-6 tahun untuk memulai kegiatan montessori di rumah

    Peramalan Harga Cabai Rawit di Kabupaten Tuban Berdasarkan Curah Hujan Menggunakan Fungsi Transfer

    No full text
    Cabai rawit adalah suatu komoditi sayur yang dibutuhkan oleh hampir semua orang dari berbagai lapisan masyarakat. Harga cabai rawit yang terus meningkat membuat kekhawatiran dalam masyarakat, karena cabai rawit merupakan bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Menurut data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Disperindag Jawa Timur, harga cabai rawit di Kabupaten Tuban mengalami kenaikan. Harga cabai rawit yang tidak stabil di Kabupaten Tuban mendapat keluhan dari pedagang cabai rawit dan masyarakat Kabupaten Tuban. Menurut berita harian dari Kompas.com, faktor yang menyebabkan harga cabai rawit tidak stabil yaitu curah hujan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan kegagalan panen sehingga harga cabai rawit menjadi tinggi. Dalam mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu analisis untuk memodelkan dan meramalkan harga cabai rawit yang dipengaruhi oleh curah hujan sehingga fluktuasi harga cabai rawit dapat diantisipasi. Metode peramalan yang dapat digunakan untuk memodelkan harga cabai rawit berdasarkan curah hujan adalah model fungsi transfer. Model fungsi transfer adalah suatu model yang menggambarkan nilai prediksi masa depan dari suatu data time series yang didasarkan pada nilai – nilai masa lalu data tersebut dengan satu atau lebih variabel yang berhubungan dengan output series tersebut. Hasil analisis model fungsi transfer yang terbaik untuk meramalkan harga cabai rawit yaitu model fungsi transfer dengan orde b,r,s (33,1,28) dengan deret noise ARIMA (0,0,[1,3,6,7]) dengan nilai RMSE sebesar 0,017. Hasil ramalan harga cabai rawit menunjukkan harga terendah pada tanggal 3 April 2022 dimana harga cabai rawit di bulan April 2022 stabil pada harga Rp 43.000/kg – Rp 44.000/kg

    3,823

    full texts

    4,139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇