EJurnal UNCEN (Universitas Cenderawasih)
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
Analisis Faktor Pendukung Dan Penghambat Pembelajaran Kimia Pada Materi Struktur Atom Kelas XI(C): Analisis Faktor Pendukung Dan Penghambat Pembelajaran Kimia Pada Materi Struktur Atom Kelas XI(C)
This research aims to analyze factors that support and hinder chemistry learning on atomic
structure material in class XI(C). research method used is a qualitative descriptive method by describing
the data obtained from test results and correlating them with IQ, aptitude, and interest tests. techniques
used for data collection are observation, interviews, test questions, and documentation.Test instrument
consists 42 items form multiple-choice questions that are arranged based on content validity and have
been validated by experts.results obtained show that students with high IQ will also achieve high
learning outcomes, namely, those with an IQ 126 achieve a learning result 95, and about 5.4% students
with an IQ 117 achieve a learning result 85. Conversely, those with low intelligence will have low learning
outcomes, as evidenced by 8.2% students having an IQ 62. having an IQ 62. Obtaining learning outcomes
scores ranging from 54 to 58, despite some deviations, indicates that an increase in students\u27 intelligence
levels will always be accompanied by increase in learning outcomes.Talent affecting students\u27 learning
outcomes, namely scholastic talent, shows average score 17.5 learning outcomes 83, abstract thinking
has average score 45 and achieves learning outcomes 83, and clerical speed accuracy has average score
42.5 with learning outcomes 83, while talents that hinder learning scholastic talent, abstract
thinking,clerical speed and accuracy, as these will result in low ability scores low learning outcomes if
their talent levels are low. Interest needed for learning chemistry on the topic atomic structure includes a
science interest and a personal social interest.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mendukung dan menghambat pemebelajaran kimia pada materi struktur atom di kelas XI(C) di. adalah Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan datayang di peroleh dari hasil soal tes dan hubungkan dengan tes IQ,bakat dan minat. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ini yaitu observasi, wawancara, soal tes,dokumentasi. Instrumen soal tes digunakan sebanyak 42 butir soal dalam bentuk soal pilihan ganda yang di susun berdasarkan validitas isi dan telah di validasi ahli. Hasil yang di peroleh bahwa kecerdasan peserta didik yang memiliki IQ tinggi akan mendapatkan hasil belajar juga tinggi yaitu 126 mendapatkan dan mendapat hasil belajar 95 dan sebanayak 5,4% peserta
didik yang memiliki IQ 117 dan mendapatkan hasil belajar 85, begitupun sebaliknya kecerdasan yang
rendah akan mendapatkan hasil belajar yang rendah yaitu 8,2% peserta didik mendapat IQ 62 dan
mendapatkan nilai hasil belajar 54 hingga 58 walaupun ada beberapa penyimpangan, hal menujukan
bahwa kenaikan tingkat kecerdasan peserta didik akan selalu di ikuti kenaikan hasil belajar. Bakat yang
mempengarui hasil belajar peserta didik yakni bakat skolastik menunjukan rata-rata nilai 17,5 mendapat
nilai hasil belajar 83, abstrak memiliki nilai rata-rata 45 dan mendapatkan hasil belajar 83, ketelitain
kecepata klarikal memiliki nilai rata-rata 42,5 dan memiliki nilai hasil belajar 83 sedangkan bakat yang
menghambat pembelajaran adalah bakat skolastik, abstrak dan ketelitian kecepatan klarikal itu sendir
apabila nilai bakatnya rendah dan hasil belajar juga rendah. Minat yan
PENGARUH PENGELOLAAN KEUANGAN, AKUNTABILITAS, DAN TRANSPARANSI SERTA BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI TERHADAP KINERJA KEUANGAN PROVINSI PAPUA
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengelolaan keuangan terhadap kinerja keuangan yang dimoderasi oleh budaya organisasi, pengaruh akuntabilitas terhadap kinerja keuangan yang dimoderasi oleh budaya organisasi, dan menganalisis pengaruh transparansi terhadap kinerja keuangan yang dimoderasi oleh budaya organisasi. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang merupakan sebuah metode penelitian yang di dalamnya menggunakan banyak angka. Penelitian ini dilaksanakan pada selama empat bulan dan akan dimulai dari bulan Maret sampai bulan Juni 2023. Lokasi penelitian di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Propinsi Papua. Pengelolaan keuangan, akuntabilitas keuangan, dan transparansi dengan moderasi budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja keuangan daerah sebesar 96,4%, sisanya 3,6% dipengaruhi atau ditentukan oleh faktor-faktor lain. Koefisien korelasi (R) = 0,982 yang menunjukkan bahwa derajat hubungan antara variabel dependen dan variabel independen sebesar 98,2%, artinya pengelolaan keuangan, akuntabilitas keuangan, dan transparansi dengan moderasi budaya organisasi mempunyai hubungan dengan kinerja keuangan. Adapun kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu pengelolaan keuangan dengan moderasi budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, akuntabilitas keuangan dengan moderasi budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, dan transparansi keuangan dengan moderasi budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Propinsi Papua
TINJAUAN SISTEMATIS TENTANG PERAN SISTEM WHISTLEBLOWING DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM PENCEGAHAN KECURANGAN
This research aims to systematically examine the contribution of whistleblowing systems and internal controls in preventing fraud in the public and private sectors in Indonesia. The method applied is a Systematic Literature Review (SLR), with a search for relevant literature through the SINTA database from 2019 to 2024. The article selection process was conducted in two stages: exploration of the number of articles and filtering based on relevance, resulting in 15 articles that met the criteria. The results show that whistleblowing systems and internal controls support each other in fraud prevention. Of the 15 articles analyzed, 47% discussed whistleblowing systems, 33% focused on internal controls, and 20% related to fraud prevention. The implementation of solid internal controls and an effective whistleblowing system can significantly reduce the risk of fraud. This research provides valuable perspectives for organizations in developing and strengthening whistleblowing systems and internal controls, thereby creating a more transparent and accountable environment and reducing the potential for fraud. This research presents a comprehensive review of the existing literature, filling gaps in the understanding of the relationship between whistleblowing systems and internal controls, and offering practical recommendations for more effective implementation in Indonesia.
Keywords; whistleblowing, internal control, condition preventio
LITERATUR SISTEMATIS TENTANG AKUNTANSI FORENSIK DALAM ERA CRYPTOCURRENCY: TANTANGAN DAN PELUANG
Penelitian ini membahas tantangan dan peluang yang dihadapi oleh akuntansi forensik dalam konteks cryptocurrency. Dengan pertumbuhan pesat cryptocurrency sejak kemunculan Bitcoin pada tahun 2008, muncul berbagai masalah baru, terutama terkait dengan sifat desentralisasi dan anonimitas yang menyulitkan pelacakan transaksi. Sifat volatilitas harga yang tinggi juga menambah kompleksitas dalam penilaian aset. Namun, teknologi blockchain menawarkan kesempatan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam analisis keuangan. Melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis, penelitian ini mengidentifikasi dua tema utama: tantangan dalam akuntansi forensik dan peluang yang muncul dari penggunaan teknologi blockchain. Tantangan termasuk ketidakpastian regulasi dan kebutuhan akan keterampilan teknis yang lebih baik di kalangan profesional akuntansi. Sementara itu, peluang terkait dengan penerapan teknik analitis yang dapat membantu dalam mendeteksi penipuan dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi. Penelitian ini menekankan pentingnya adaptasi akuntansi forensik terhadap perubahan yang dihadirkan oleh cryptocurrency. Dengan pelatihan yang tepat dan kolaborasi dengan profesional teknologi informasi, akuntan forensik dapat lebih efektif dalam menghadapi tantangan yang ada. Temuan ini diharapkan memberikan wawasan bagi praktisi, peneliti, dan pembuat kebijakan mengenai peran akuntansi forensik di era digital
Quantitative Analysis of Flavonoid Content, Total Phenolic and Toxicity Test of Extract Smilax rotundifolia Leaves From Papua
This study investigates Bungkus leaf (Smilax rotundifolia), a well-known plant in Papua commonly referred to as the three-finger leaf. Indigenous Papuans traditionally use this plant to enlarge genitals, buttocks, and breasts, as well as to treat syphilis. The plant is known to contain flavonoid and phenolic compounds with pharmacological activity. This study aimed to determine the total flavonoid and total phenolic content of the 70% ethanol extract of Bungkus leaf. The research began with simplicia preparation, followed by extraction using 70% ethanol. Qualitative tests, including phytochemical screening and thin-layer chromatography (TLC), were conducted, followed by quantitative analysis using UV-Vis spectrophotometry. The results showed total flavonoid content of 54.696 mg QE/g ± 0.565 and total phenolic content of 32.908 mg GAE/g ± 0.263. The study concluded that the total flavonoid content was higher than the total phenolic content. Toxicity testing categorized the extract as toxic, with an LC50 value of 442.92 ppm.
TEACHER DIFFICULTIES IN APPLYING SCIENCE LEARNING ENVIRONMENTAL MATERIALS BASED ON LOCAL WISDOM IN PRIMARY SCHOOLS
Abstract: The aim of this research is to describe teachers\u27 difficulties in implementing environmentalscience learning based on local wisdom at MI Nurul Huda Ketambul Palang Tuban, East Java.. The researchmethod used is a qualitative descriptive research design. Data collection techniques are interviews,observation and documentation. The subjects of this research were 1 teachers and 21 students. Based on theresearch results, it shows that teachers still experience difficulties in the planning, implementation andevaluation processes. The difficulties experienced by teachers are a lack of training in making teachingmodules based on local wisdom which results in teachers not understanding how to relate the material tothe surrounding environment, a lack of learning time if all lessons are carried out using learning based onlocal wisdom because the school has to achieve learning material targets, students are too active whenstudying outside the classroom, and the students\u27 sentences are less structured so it is difficult for the teacherto evaluate. So the solution to overcome this problem is to take part in training to improve the teacher\u27sability to carry out learning.Keywords: teacher difficulty, science learning, local wisdom, elementary school
Jens-Jenis Mangrove di Kawasan Wisata Alam Teluk Youtefa Kota Jayapura, Papua
Hutan mangrove di Teluk Youtefa merupakan salah potensi sumber daya perairan di pesisir Kota Jayapura yang memiliki peranan sangat penting bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Data dan informasi tentang vegetasi mangrove di lokasi ini sangat penting untuk diketahui sebagai dasar pengelolaan yang berkelanjutan, Penelitian ini bertujuan untuk menetahui kompoisis jenis dan struktur vegetasi mangrove di sekitar kawasan wisata alam Teluk Youtefa Kota, Jayapura. Metode penelitian yang digunakan metode purposive sampling, pengambilan data dilakukan menggunakan petak ber sarang. Analisis data yang digunakan untuk mencari kerapatan, kerapatan relative, frekuensi, frekuensi relative, dominansi, dominansi relative dan indeks nilai penting. Hasil penelitian ditemukan ada 8 spesies mangrove pada kedua stasiun penelitian, kerapatan tertinggi terdapat pada spesies Bruguera haynessi, Rhizophora apiculata dan Rhizophora stylosa, terendah terdapat pada Lumnitzera racmosa, Xylocarpus granatum dan Xylocarpus moluccensis. Frekuensi tertinggi terdapat pada spesies Rhizophora apiculata dan terendah terdapat pad spesies Lumnitzera racmosa dan Xylocarpus granatum. Dominansi tertinggi terdapat pada spesies Bruguera haynessi, Lumnitzera racmosa, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata dan terendah terdapat pada spesies Rhizophora stylosa dan Xylocarpus granatum. INP tertinggi terdapat pada spesies Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa dan Rhizophora mucronata
IMPLEMENTATION OF THE INDEPENDENT CURRICULUM BASED ON HIGH SCHOOL TEACHER’S PERCEPTION IN PHYSICS SUBJECT IN BANDAR LAMPUNG CITY
The global education sector faced a significant crisis due to the COVID-19 pandemic, characterized by widespread learning loss and educational disparities. To address this critical situation and facilitate recovery, the Independent Curriculum was introduced as a key initiative. This research sought to investigate how high school Physics teachers in Bandar Lampung City perceive the implementation of this new curriculum. Conducted in Bandar Lampung City from March to June 2023, the study involved 30 high school Physics teachers, a portion of whom had already adopted the Independent Curriculum. A quantitative research design utilizing a survey method was employed. Data collection relied on a closed questionnaire distributed to the participating teachers. Prior to its use, the questionnaire underwent content validity testing. The collected data was then analyzed using descriptive statistics.The study\u27s findings indicate that all state high schools in Bandar Lampung City have implemented the Independent Curriculum. This implementation was examined across its planning and instructional execution aspects. Overall, Physics teachers hold a fairly positive view of the Independent Curriculum\u27s rollout. These educators in Bandar Lampung City have not only planned and delivered lessons in alignment with assessments provided by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology but have also tailored their approaches to suit the specific circumstances and requirements of their students
English
South-South Cooperation (SSC) is one of the outcomes of the Ten Bandung Principles agreement which became the basis for the Non-Aligned Movement. As one of the initiators of the Non-Aligned Movement, Indonesia views SSC as being in line with the spirit of the Ten Bandung Principles and helping developing countries. This article aims to provide an understanding of how SSC can be used to achieve Indonesia\u27s national interests as well as what challenges should be considered in its implementation. It argues that the Indonesian government utilises South-South Cooperation as a strategy for achieving its national interests. By using a qualitative research method and Donald E. Nuechterlein’s concept of national interests, this study found that SSC is indeed used to advance Indonesia’s national interests. These interests align with the Indonesian Dream 2015–2085 vision of becoming an independent country, the most influential nation in the Asia-Pacific region, and the center of the world\u27s economic barometer. The SSC can also be used as a tool for Indonesia to contribute to the world order.
KEYWORDS
Indonesian Dream; Indonesian Foreign Policy; National Interest; South-South Cooperatio
Diplomasi Maritim Indonesia dan Keamanan Kawasan Indo Pasifik
The Indo-Pacific is a strategic area and a stage for competition among major powers. The region’s vast potential, connecting two oceans and continents, serves as a highly strategic maritime trade route. This article aims to analyse the extent to which Indonesia’s maritime diplomacy contributes to maintaining security in the Indo-Pacific region. The research adopted a qualitative method with an analytical-descriptive approach. Data collection techniques involved literature studies, while data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The theoretical framework employed consisted of maritime diplomacy and middle power concepts. The research argues that Indonesia, as a middle power, has utilized the Global Maritime Fulcrum vision as a persuasive diplomatic tool to enhance its influence and contribute to maintaining security in the region. However, the Global Maritime Fulcrum as a model of persuasive maritime diplomacy has been gradually abandoned, shifting towards cooperative maritime diplomacy. Indonesia adopted a more cooperative approach in responding to issues and security dynamics in the region.
KEYWORDSGlobal Maritime Fulcrum; Indo-Pacific; Maritime Diplomacy; Middle Power; SecurityPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana diplomasi maritim Indonesia berperan dalam menjaga keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Indo-Pasific adalah kawasan strategis dan menjadai ajang kontestasi negara-negara besar. Potensi besar kawasan yang menghubungkan dua samudera dan benua, menjadi jalur perdagangan laut yang sangat strategis. Hal ini mendorong munculnya beragam tantangan dan ancaman keamanan. Indonesia sebagai negara yang tepat berada di kawasan memiliki kepentingan untuk terlibat secara aktif dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo Pasifik. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat analitis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Kerangka teori yang digunakan ialah diplomasi maritim dan middle power. Hasil penelitian menujukkan bahwa Indonesia sebagai middle power menggunakan Visi Poros Maritim Dunia sebagai alat diplomasi persuasif untuk meningkatkan pengaruh dan kewibaan Indonesia di kawasan. Namun Poros Maritim Dunia sebagai model diplomasi maritim persuasif ini perlahan ditinggalkan dan bergeser menuju diplomasi maritim kooperatif. Sikap Indonesia menjadi lebih kooperatif dan dinamis dalam merespon dinamika keamanan di kawasan serta lebih mampu menyesuaikan kepentingannya dengan negara-negara besar yang memiliki inisiatif tertentu untuk dapat lebih terkoneksi dengan kawasan Indo-Pasifik