EJurnal UNCEN (Universitas Cenderawasih)
Not a member yet
    2607 research outputs found

    PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN SIMULASI VBA EXCEL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK

    Full text link
    Pada observasi awal  yang telah dilakukan  beberapa sekolah SMA di kota Jayapura dan kabupaten Jayapura ditemui kurangnya motivasi peserta didik terhadap Pelajaran fisika hal  berakibat pada hasil belajar fisika yang masih rendah.  Dari pengamatan ditemui bahwa Sebagian besar guru lebih memilih metode ceramah , hal ini hal ini dikarenakan lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan metode pembelajaran yang melibatkan peserta untuk lebih aktif. Kemudian ditemukan  dalam proses pembelajaran guru hanya mengajar teori tanpa memberikan praktik atau contoh kasus yang ada disekitar siswa. Sehingga banyak siswa beraggapan bahwa  pembelajaran fisika  hanya berkutat pada  teori-teori yang tidak bermanfaat  pada kehidupannya nyata. Salah satu cara untuk mengatasi adanya praktikum di sekolah dengan keterbatasan alat yaitu mengunakan virtual laboratory.  Salah satu virtual laboratory yang telah tim kami kembangkan berbasis VBA excel. Di mana hampir semua perangkat baik kompoter maupun labtop yang ada sekolah baik yang dimiliki  guru secara pribadi maupun fasilitas komputer yang disediakan sekolah. Salah satu pendekatan pengajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa adalah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Peserta didik didorong untuk melatih pemikiran kritis melalui metode ini.. Penelitian ini dilakukan di SMA Pembangunan V Yapis Kota Jayapura untuk mengamati dampak PBL yang diintegrasikan dengan media VBA Excel terhadap motivasi belajar siswa. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan secara komprehensif, mencakup data kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis kuantitatif sederhana menunjukkan bahwa 80% siswa memiliki motivasi belajar tinggi. Temuan ini didukung oleh hasil regresi yang menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05, mengindikasikan pengaruh signifikan model pembelajaran PBL terhadap motivasi belajar siswa

    The Melanesian Way: Interpretation in the Context of Leadership and Consensus as the Approach to Solving Conflict

    Full text link
    This study examines the interpretation of the Melanesian Way in leadership and its role in conflict resolution within Melanesian communities. It aims to analyse how traditional leadership values, particularly the “Big Man” leadership model, contribute to social cohesion and dispute settlement. A literature review and narrative analysis were used to interpret the socio-political significance of Melanesian leadership structures. It argues that although the Melanesian Way refers to a complex system reflecting values and norms developed over thousands of years, it remains relevant today. The findings indicate that Melanesian leadership is deeply influenced by Christian values, shaping conflict resolution strategies that emphasize consensus, charisma, and social harmony. This research contributes to the broader understanding of indigenous governance by demonstrating how traditional leadership systems remain relevant in contemporary conflict management. By highlighting the effectiveness of culturally embedded governance mechanisms, this study offers insights into alternative models of conflict resolution beyond state-centric approaches. KEYWORDS Big Man; Consensus; Conflict Resolution; Melanesian Wa

    Evaluation of Soil Fertility Status in Shifting Cultivation of Upland Rice in Tanah Merah Village, Warmare District, Manokwari Regency, West Papua

    Full text link
    This study was conducted on the agricultural land of Indigenous Papuan communities in Tanah Merah Village, Warmare District, Manokwari, where shifting cultivation is practiced in conjunction with a subsistence and semi-commercial farming system for upland rice (Oryza sativa). The research employed a descriptive method with a survey technique to determine the locations for composite soil sample collection in shifting cultivation fields planted with upland rice. The results showed that the soil in the study area has a clay texture with a yellowish-red to reddish-yellow color. The soil reaction (pH) is classified as acidic, slightly acidic, and neutral. Organic carbon content ranges from high to low. Total nitrogen content is classified as moderate in the upper soil layer and low in the lower soil layer across all land sections. Total phosphorus and available phosphorus contents are categorized as low to very low. Total potassium content is classified as moderate to low. Cation exchange capacity (CEC) and base saturation (BS) show varied values, leading to a low soil fertility status in the upper and middle land sections. In contrast, the lower land section has a moderate fertility status. The shifting cultivation system contributes to maintaining soil organic matter content. However, to improve land productivity, phosphorus (P) and potassium (K) fertilizers should be applied, along with soil conservation techniques such as terracing or ridging to reduce erosion risk and surface runoff.

    Pemanfaatan Minyak Pandemor Oleh Suku Byak di Meosbefondi Kabupaten Supiori

    No full text
    Pengobatan tradisional telah lama menjadi bagian penting dari praktik kesehatan masyarakat Indonesia, terutama pada komunitas yang memiliki kedekatan dengan kekayaan hayati lokal. Suku Byak di Meosbefondi merupakan salah satu kelompok etnis yang mempertahankan pengetahuan pengobatan turun-temurun melalui penggunaan minyak pandemor, yaitu minyak herbal yang diproses secara tradisional dan dipercaya bermanfaat untuk berbagai keluhan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teknik pengolahan minyak pandemor serta bentuk pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Penelitian dilakukan pada Desember 2023–Januari 2024 menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan praktik etnobotani yang masih dipertahankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua metode utama dalam pembuatan minyak pandemor, yaitu (1) daun pandemor dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari sebelum dicampur dengan minyak kelapa, dan (2) daun pandemor langsung dicampur dengan minyak kelapa tanpa proses pengeringan. Minyak yang dihasilkan digunakan sebagai obat tradisional untuk patah tulang, keseleo, pegal-pegal, luka bakar ringan, gigitan serangga, bisul, cacar air, serta sebagai penyubur rambut. Temuan ini menegaskan bahwa minyak pandemor memiliki nilai penting dalam praktik kesehatan tradisional suku Byak, sekaligus menunjukkan bahwa pengetahuan lokal tersebut masih dilestarikan dan dimanfaatkan hingga saat ini. Kata Kunci : Minyak pandemor, Pengobatan tradisional, Suku Byak, Etnobotani, Papu

    Modifikasi Permainan Tradisional Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Negeri Inpres Perumnas IV, Hedam, Kota Jayapura

    Full text link
    This community service activity aims to introduce through the use of traditional games modified to suit the characteristics of elementary school children, where play is essentially a child’s world while the development of technological innovation encourages children to play individually or interact less with others and their enviroment. In addition, this community service activity also aims to increase love and pride in traditional games that have cultural content and local wisdom and also have the potential to improve children’s critical thinking skills, because traditional games have been played for generations and always create a sense of unity and beautiful memories until someone is an adult. This community service activities were carried out at SD Negeri Inpres Perumnas IV, located in a residential complex in Heram District, Jayapura city, with 275 students (150 boys and 125 girls) and 12 study groups, located in a land area of 1,551 M2 flanked by residential areas, the GKI Kanaan church, a mosque, and a community health center, making the play space quite narrow for the students. The activity began with an explanation of the origins of the traditional Papuan game oro kino-kino combined with the Simon Says game, followed by an explanation of how to play, cultural values, demonstrations of game modifications, and play sessions.  The results obtained showed that students were motivated to learn and master English, proud to have fun traditional games and can learn while playing and critically determine several English statements to do and not to do, teacherswere motivated to develop more fun and meaningful learning such as using traditional games in their teaching and learning classess of English.

    Analisis Kualitas Air Umbul Brintik, Kabupaten Klaten, Berdasarkan Parameter Fisika, Kimia dan Biologi dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

    Full text link
    Kualitas air merupakan faktor utama dalam mendukung keberlanjutan destinasi wisata berbasis sumber daya perairan. Kualitas air menentukan kenyamanan, keamanan, dan kesehatan wisatawan sekaligus menjaga fungsi ekologis destinasi. Umbul Brintik yang berada di Kabupaten Klaten, merupakan salah satu mata air alami yang dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi dan terapi air, sehingga perubahan kualitas air dapat berdampak pada daya tarik dan keberlanjutan fungsi wisatanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Umbul Brintik berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, serta menilai kesesuaiannya dengan baku mutu air untuk keperluan higiene dan sanitasi menurut Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Pengambilan sampel dilakukan pada 21 dan 22 Juni 2025 di titik outflow kolam utama pada tiga periode waktu (05.00, 09.00, dan 17.00) menggunakan metode grab sampling untuk mempresentasikan variasi aktivitas wisata. Berdasarkan hasil pengujian secara langsung dan laboratorium nilai parameter fisika seperti suhu, TDS, kekeruhan, dan warna serta parameter kimia seperti pH, nitrat, nitrat dan logam berat (Cr6+ , Fe, dan Mn) tidak mengalami perubahan yang signifikan dan menunjukkan bahwa seluruh parameter masih berada jauh di bawah ambang batas baku mutu. Selain itu berdasarkan parameter biologi, tidak ditemukannya E.coli dan Coliform. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Umbul Brintik memiliki kualitas air yang sangat baik, stabil, dan bebas kontaminasi, didukung oleh debit air yang konstan serta sirkulasi alami yang efektif. Temuan ini menjadi pembatuan penting karena menunjukan hubungan langsung antara aktivitas wisata dan ketahanan kualitas air pada mata air alami yang dikelola berbasis masyarakat. Dengan demikian, Umbul Brintik layak dikategorikan sebagai mata air alami yang aman untuk aktivitas rekreasi dan terapi air, serta memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai pariwisata berkelanjutan

    Dinamika Keuntungan Usaha Sero: Tinjauan Dari Sisi Biaya dan Harga Pasar di Desa Tapulaga, Konawe

    Full text link
    Sero merupakan alat tangkap pasif yang bersifat menetap, vital sebagai sumber mata pencaharian nelayan tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur biaya, selisih harga, serta profitabilitas usaha perikanan tangkap sero oleh nelayan skala kecil di Desa Tapulaga, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. enelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan metode sensus (total sampling) terhadap seluruh unit usaha sero yang beroperasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha sero memiliki efisiensi biaya yang luar biasa dengan rata-rata Harga Pokok Penjualan (HPP) yang sangat rendah, yaitu Rp5.902,14/kg. Total biaya produksi bervariasi antar lokasi, dengan sero di habitat Mangrove mencatat pengeluaran tertinggi (Rp1.234.139/bulan) dan Padang Lamun terendah (Rp1.056.236/bulan). Meskipun demikian, profitabilitas dijamin oleh margin bruto yang sangat lebar, terutama untuk ikan komoditas bernilai tinggi seperti Baronang dan Kuwe, yang selisih harganya mencapai hingga Rp44.496,97/kg di zona Terumbu Karang. Secara finansial, Padang Lamun memberikan keuntungan bulanan per unit sero tertinggi (Rp5.885.430,56), diikuti oleh Mangrove (Rp5.645.861,11). Total keuntungan bersih bulanan mencapai Rp16.265.263,89, menegaskan bahwa usaha sero merupakan solusi ekonomi yang ideal dan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan nelayan tradisional

    Status Keberlanjutan Pengelolaan Perikanan Tangkap Tradisional Berbasis Penilaian RAPFISH-Blue Economy: Studi Kasus pada Nelayan di Teluk Urfu, Kabupaten Biak Numfor

    Full text link
    Perikanan merupakan sektor penting bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada perikanan tangkap tradisional sebagai sumber mata pencaharian utama. Ketergantungan ini sangat kuat terutama bagi nelayan lokal di Teluk Urfu, Kabupaten Biak Numfor, sehingga mendorong perlunya kajian ilmiah mengenai keberlanjutan pemanfaatan sumber daya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan pengelolaan perikanan tangkap tradisional menggunakan pendekatan RAPFISH, mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi keberlanjutan pengelolaan, serta mengidentifikasi praktik ekonomi biru yang telah diterapkan oleh nelayan setempat. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan (April–September 2025) pada dua stasiun pengamatan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan pendekatan wawancara (kuesioner dan FGD), purposive sampling menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT), serta pengukuran in situ parameter fisik-kimia perairan. Analisis data ekologi menggunakan perangkat lunak PAST, sedangkan penilaian status keberlanjutan dilakukan dengan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS) RAPFISH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekologi (56,04) dan ekonomi (53,55) termasuk dalam kategori Cukup Berkelanjutan. Sementara itu, dimensi sosial (48,41), teknologi (29,47), dan kelembagaan (46,79) berada pada kategori Kurang Berkelanjutan. Secara keseluruhan, indeks keberlanjutan pengelolaan mencapai 46,85 yang juga termasuk kategori Kurang Berkelanjutan. Atribut-atribut yang paling berpengaruh (sensitif) terhadap keberlanjutan pengelolaan antara lain: volume tangkapan ikan (7,96%), lama waktu operasi penangkapan (6,54%), dampak aktivitas bongkar-muat BBM di Teluk Urfu (6,24%), perikanan sebagai sumber mata pencaharian utama (5,04%), kepemilikan perahu penangkapan (4,74%), keberadaan usaha lain di luar sektor perikanan (4,66%), penyuluhan perikanan (8,84%), keberadaan kelompok nelayan (8,16%), teknologi pascapanen (4,99%), pemanfaatan alat navigasi (4,90%), serta penegakan hukum terhadap praktik penangkapan ikan ilegal (4,12%). Praktik ekonomi biru yang telah diterapkan oleh nelayan lokal meliputi pemanfaatan sumber daya alam secara ramah lingkungan melalui teknik penangkapan tradisional yang terbatas, diversifikasi ekonomi rumah tangga nelayan, serta keberadaan dan penguatan kelompok nelayan sebagai wadah pemberdayaan dan pengelolaan sumber daya secara kolektif

    DESAIN REAL LABORATORY BERBASIS ARDUINO MENGGUNAKAN SENSOR Hc Sr04 PADA MATERI HUKUM NEWTON

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media real laboratory berbasis Arduino Uno menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 pada materi Hukum Newton. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat mampu mengukur perubahan posisi benda secara real-time dengan tingkat kesalahan rata-rata kurang dari 2%. Implementasi media ini dalam pembelajaran fisika dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa terhadap perpindahan, Kecepatan, dan Perpindahan . Media yang dikembangkan dinyatakan layak sebagai alternatif praktikum sederhana di sekolah

    Ethnic Kurdish Revolutionary Movement for the Formation of Democratic Confederalism in the Region of Rojava

    Full text link
    The ethnic Kurds play a critical role in the formation of the Democratic Confederalism government in the autonomous region of Rojava. For decades, they have faced oppression and disenfranchisement in Turkey, Syria, Iran, and Iraq. However, the present article focuses on the Kurds of Syria, given that the formation of the current autonomous government of Rojava is in an area that used to be territorially under the authority of Syria. This article aims to explain the revolutionary movement of the Kurds and the conflicts they experienced until encountering the concept of democratic confederalism. Using a qualitative method, this article argues that the Kurdish ethnic revolutionary movement is an ideological movement that utilizes the concept of democratic confederalism as a response to systemic oppression by the state. The concept is derived from Abdullah Ocalan’s anarchist ideology, inspired by Murray Bookchin. It promotes inclusivity and diversity in governance and adopted as a model of governance in Rojava which allows the active participation of various religious, ethnic, and minority groups in political, economic, democratic, and governmental processes.  KEYWORDS  Ethnic Kurds;  Democratic  Confederalism;  Revolutionary Movement; Rojav

    2,440

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EJurnal UNCEN (Universitas Cenderawasih)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇