Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
9349 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN UMKM SANGGUL DI DESA GENENG MELALUI PEMBUATAN WEBSITE SEBAGAI MEDIA PROMOSI DIGITAL
Perkembangan teknologi digital membawa dampak besar pada berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, banyak UMKM di desa masih mengalami keterbatasan dalam mengakses teknologi informasi sehingga membutuhkan pendampingan dan inovasi untuk meningkatkan daya saing. Desa Geneng, Kabupaten Klaten, memiliki potensi produk unggulan berupa sanggul tradisional yang dikelola oleh para pengrajin lokal. Selama ini, pemasaran produk sanggul masih terbatas secara konvensional dan bergantung pada jaringan dari mulut ke mulut, sehingga kurang optimal menjangkau pasar yang lebih luas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung digitalisasi UMKM melalui pembuatan dan pendampingan website berbasis komunitas yang mudah digunakan oleh pengrajin sanggul. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, meliputi pelatihan dasar penggunaan website, pembuatan konten produk, hingga strategi pemasaran digital sederhana. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM tentang pentingnya media digital serta kemampuan dasar dalam memanfaatkan website sebagai sarana promosi. Walaupun masih terdapat kendala berupa keterbatasan literasi digital dan ketersediaan perangkat, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM sanggul di Desa Geneng dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan nilai jual produk, serta membangun identitas digital yang berkelanjutan untuk mendukung kemandirian ekonomi desa. Kata Kunci: UMKM, website, pemberdayaan, promosi digital, Desa Geneng
IMPLEMENTATION MODEL OF BANDUNG STUNTING RESPONSE PROGRAM WITH SAFE AND HEALTHY FOOD (BANDUNG TANGINAS) IN KARANG PAMULANG VILLAGE, BANDUNG CITY
This study was conducted to analyze the implementation of the Bandung Tanginas program in the Karang Pamulang Village area using the Van Meter and Van Horn implementation model theory which has 6 (six) variables in it consisting of: Policy Standards and Objectives, Resources, Communication, Characteristics of Implementing Agents, Economic, Social, and Political Environment, and Implementing Attitudes. by using the method of approach qualitative research through interviews and documentation studies. The findings in the research on the implementation of the Bandung Tanginas program in Karang Pamulang Village have not shown good enough performance because in its implementation there are still several obstacles ranging from the selection of beneficiaries that are not in accordance with the targets and standards, consistency in the implementation time of the program, to community involvement in its implementationto achieve the objectives of the Bandung Tanginas program, namely providing additional food ingredients to pregnant women, breastfeeding mothers, and children under two years old who fall into the underprivileged category so as to prevent and overcome stunting problems in the city of Bandung, especially Karang Pamulang Village. Therefore, based on research that has been conducted using Van Meter and Van Horn implementation model theory, researchers provide recommendations for implementation models that can be used to improve the performance of the Bandung Tanginas program in Karang Pamulang Village. The proposed recommendations for the Bandung Tanginas program provide efforts that can be made by the village to implement the Bandung Tanginas program.
Unit Pengolahan Sampah Modern di Muara Sungai Banjir Kanal Timur, Semarang
Kota Semarang, khususnya di wilayah Muara Sungai Banjir Kanal Timur, menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan sampah dan dampak banjir rob yang merusak lingkungan serta mengganggu kehidupan warga. Untuk mengatasi hal ini, diusulkan pembangunan Unit Pengolahan Sampah Modern yang mengintegrasikan teknologi terkini dengan konsep arsitektur terapung dan partisipatif, memanfaatkan potensi lokal seperti arus sungai untuk operasional. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan wisata yang mendorong keterlibatan masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan. Proyek ini bertujuan menjadi solusi nyata yang berkelanjutan bagi pengelolaan sampah di kawasan pesisir, sekaligus memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi jangka panjang
The Association of Food Insecurity and Chronic Diarrhea on the Prevalence of Stunting in Children under 2-5 Years of Age
Stunting is associated with food insecurity and diarrheal infections. Age under five years is a golden age, which is very important for optimizing growth and development in the future. This study aimed to investigate the association between food insecurity and diarrhea and the prevalence of stunting in toddlers aged 2-5 years. Analytical observations using cross-sectional design. The study sample comprised 140 children aged 2-5 years. The sample was selected by simple random sampling. Data analysis was performed using univariate, chi-squared, Kruskal-Wallis, and multivariate tests. A total of 18.6% of the toddlers were stunted, 66 families were food insecure, and 31 toddlers had diarrhea. There was a relationship between chronic diarrhea and short nutritional status (p<0.001), and there was a significant relationship between food insecurity and the incidence of stunting (p=0.001). Results of the multivariate analysis using logistic regression. The final modal formula was log p (stunting) = -2.549 + 1.808 (parental income < minimum wage) + 6.098 (history of diarrhea) + 1.396 (food insecurity). Diarrhea is the dominant factor that most influences the incidence of stunting
Exploring Students' Perception on Sustainable University: Empirical Findings in IPB University, Indonesia
Universities play a key role in driving positive change by equipping students to address environmental and social challenges. This study examines how students at IPB University perceive various sustainability initiatives implemented on campus. Based on a survey of 1,545 undergraduate students, the research explores their knowledge, awareness, and interest in these efforts. The results show that while most students are familiar with the general concept (87.6%), fewer have knowledge of specific programs, institutional rankings, or the university’s Campus Sustainability Office. Nevertheless, nearly all respondents consider these efforts important (98.7%) and support active student involvement (97.2%). Many also express a desire to see these topics integrated into academic courses (84.9%).These findings highlight the need for improved internal communication and curriculum development to enhance student participation. The study offers both practical and academic insights for improving sustainability strategies in higher education institutions. Future research should include multiple universities and consider mixed-method approaches to better understand the factors influencing student engagemen
Dolanan Yuk! Bermain dan Lestarikan Permainan Tradisional bersama Komunitas Kampoeng Hompimpa Semarang
Permainan tradisional sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan merupakan bagian penting dari budaya Indonesia yang mencerminkan nilai dan ciri khas bangsa. Maka demikian, upaya untuk melestarikan permainan tradisional menjadi kajian penting yang mendesak. Namun kenyataannya, permainan tradisional kini hampir tidak lagi dikenal di kalangan generasi muda. Peran dan usaha tersebut kemudian berusaha diwujudkan oleh Komunitas Kampoeng Hompimpa Semarang sebagai salah satu komunitas yang berorientasi untuk melestarikan permainan tradisional. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Komunitas Kampoeng Hompimpa Semarang berupaya melestarikan permainan tradisional. Penelitian ini menitikfokuskan kajian pada Komunitas Kampoeng Hompimpa Semarang dengan menggunakan metode kualitatif etnografi. Informan dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik purpossive sampling dengan menyasar pihak-pihak penting dan pendukung yang mampu memberikan jawaban atas rumusan masalah yang telah dirumuskan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Komunitas Kampoeng Hompimpa Semarang mampu menunjukan peran-peran yang berdampak terhadap pemajuan kebudayaan sebagai bentuk upaya mereka dalam melestarikan permainan tradisional. Penelitian ini juga menunjukan bahwa eksistensi Komunitas Kampoeng Hompimpa Semarang memiliki peran penting dalam proses pelestarian budaya di tengah perkembangan globalisasi. Secara khusus, penelitian ini mencoba untuk memperlihatkan bagaimana budaya bukanlah suatu hal yang lahir begitu saja dan butuh peran banyak pihak untuk mampu menjadikannya tetap hidup dalam masyarakat serta bermakna mendalam bagi bangsa. Kata Kunci: pelestarian permainan tradisional, pemajuan kebudayaan, komunitas.
Membangun Identitas Kedaerahan di Perantauan: Peran Iwakmas Sebagai Komunitas Sosial dan Budaya
Penelitian ini mengkaji peran Ikatan Mahasiswa Kabupaten Banyumas (IWAKMAS) dalam membentuk dan mempertahankan identitas kedaerahan mahasiswa perantau di Universitas Diponegoro. Dalam situasi sosial yang penuh tantangan, IWAKMAS hadir sebagai ‘rumah kedua’ yang menyediakan ruang aman bagi anggotanya untuk beradaptasi, menjalin solidaritas, serta mempertahankan keterikatan emosional dengan kampung halaman. Melalui pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi, penelitian ini menemukan bahwa IWAKMAS bukan sekadar organisasi formal, tetapi ruang sosial di mana identitas Kabupaten Banyumas dikonstruksi melalui simbol, bahasa, serta interaksi antar anggota. Konsep imagined communities dari Benedict Anderson digunakan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa yang sebelumnya tidak saling mengenal dapat membentuk rasa kebersamaan berbasis latar belakang kedaerahan. Meskipun awalnya ditujukan untuk menjelaskan nasionalisme, konsep imagined communities terbukti relevan dalam konteks komunitas mikro seperti IWAKMAS. Komunitas ini menjadi contoh nyata bagaimana identitas kolektif dapat dibentuk secara simbolik di lingkungan multikultural, seperti kampus. Penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi daerah memainkan peran penting dalam menjaga identitas budaya mahasiswa perantau
Community-Based Institutional Strengthening and Education for a Self-Sufficient Integrated Waste Management Facility in Tersono Village, Batang Regency
The issue of waste management remains a serious challenge in rural areas, including Tersono Village, Batang Regency. The low level of community awareness in sorting household waste, the limited availability of infrastructure, and the absence of a local legal framework have hindered the optimization of the waste management system. This study aims to enhance public awareness and active participation in sustainable waste management in Tersono Village, Batang Regency, through socialization, education, and the formulation of a legal basis and practical Standard Operating Procedures (SOPs) for waste segregation. This initiative is motivated by the environmental condition in Tersono Village, where indiscriminate waste disposal practices without prior sorting are still common, thereby causing sanitation problems and pollution. The program was implemented from July 2 to August 9, 2025, across five hamlets (16 neighborhood units) using a participatory educational approach through socialization and simulation. The participants included students of KKNT-IDBU Team 7 from Diponegoro University, village officials, community leaders, and local residents. The outcomes of the program include increased public awareness, institutional strengthening of the Integrated and Comprehensive Waste Management Facility (TPS-TT), improved operational efficiency, the potential for financial self-reliance, as well as reduced waste disposal at landfills and decreased environmental pollution. This program holds the potential to serve as a sustainable village-based waste management model
PENGENDALIAN TRANSFORMASI BENTUK RUMAH DI PERUMAHAN KORPRI PRAJAMUKTI, KOTA SALATIGA
Transformasi bentuk rumah merupakan fenomena umum pada perumahan subsidi, termasuk di Perumahan KORPRI Prajamukti, Kota Salatiga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian transformasi rumah agar tetap sesuai regulasi dan standar yang berlaku. Metode yang digunakan adalah mixed method, dengan pendekatan kuantitatif untuk mengklasifikasikan transformasi melalui analisis spasial dan pembobotan, serta pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan 85,75% unit rumah mengalami transformasi, terdiri dari 6,75% transformasi ringan, 66,5% transformasi sedang, dan 12,5% transformasi total. Pengendalian dilakukan secara bertingkat dan kontekstual: pedoman teknis sederhana untuk transformasi ringan, pengaturan intensitas bangunan dan mekanisme perizinan terpantau untuk transformasi sedang, serta pengendalian ketat dan selektif yang mencakup evaluasi fungsi hunian, KDB, alokasi ruang terbuka, fasad, elemen visual, serta kualitas ventilasi dan pencahayaan alami untuk transformasi total. Pendekatan berbasis kelembagaan lokal dan partisipasi masyarakat terbukti penting untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas adaptasi hunian dan kepentingan kolektif kawasan. Temuan ini menegaskan bahwa pengendalian transformasi rumah bukan untuk membatasi hak penghuni, tetapi untuk memastikan transformasi mendukung peningkatan kualitas hidup tanpa mengorbankan keteraturan, kualitas lingkungan, dan keberlanjutan perumahan subsidi
Kontribusi Kebakaran Hutan terhadap Distribusi Spasial Gas CO2 Akibat Fenomena El Nino di Provinsi Jambi
Fenomena El Nino memberikan dampak terhadap perubahan iklim di Indonesia khususnya di Provinsi Jambi. Fenomena ini akan menimbulkan kekeringan yang berkepanjangan dan memicu terjadinya bencana kebakaran hutan dan meningkatkan jumlah gas rumah kaca di udara termasuk CO2. Artikel ini bertujuan untuk memetakan distribusi gas CO2 secara spasial akibat kebakaran hutan di Provinsi Jambi dan melihat kesesuaian pola penyebaran angin dengan penyebaran kebakaran hutan. Artikel ini menggunakan data parameter gas CO2 yang diambil dalam bentuk grid pada tahun 2015 dan tahun 2019 yang merupakan tahun El Nino kuat dan El Nino lemah. Data hotspot dan pola angin ketinggian 1000 milibar untuk mendukung distribusi CO2 tersebut. Data grid diolah menggunakan software Grid Analysis Display Sistem (GrADS). Pemetaan pola distribusi gas CO2, kejadian kebakaran hutan dianalisis menggunakan software ArcGIS 10.8. Distribusi spasial CO2 dari 11 kabupaten di Provinsi Jambi menunjukkan pola penyebaran CO2 mengikuti pola penyebaran titik hotspot dan dipengaruhi oleh pola distribusi angin permukaan pada tahun 2015 dan tahun 2019. Tingkat emisi CO2 pada saat kebakaran hutan di tahun 2015 lebih tinggi dibandingkan emisi CO2 pada saat kebakaran hutan di tahun 2019. Hasil ini mengimplikasikan bahwa El Nino sangat mempengaruhi tingginya emisi gas CO2 di Provinsi Jambi yang dihasilkan oleh kebakaran hutan baik saat El Nino kuat maupun El Nino lemah. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk lebih mewaspadai bencana yang ditimbulkan oleh fenomena El Nino dan mewaspadai aktivitas manusia yang menjadi pemicu kebakaran hutan