Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
9349 research outputs found
Sort by
Penguatan Pengarusutamaan Gender bagi Polisi Wanita di Kepolisian Daerah Jawa Tengah
Objective: This study aims to examine how the Central Java Regional Police have implemented Regulation of the Chief of the Indonesian National Police Number 1 of 2020 concerning Gender Mainstreaming within the Indonesian National Police.Methodology/Approach/Design: This research employs a socio-legal approach with a descriptive-analytical research specification. Data were collected through interviews with policewomen in the Central Java Regional Police and police officials responsible for gender mainstreaming.Results and Discussion: The findings indicate that the Central Java Regional Police have not implemented gender mainstreaming in a structural manner; rather, implementation has been carried out through the formulation of incidental policies.Practical Implications: This study is expected to contribute practically to efforts to advance gender mainstreaming within the Central Java Regional Police, ensuring that actions and policies undertaken are able to accommodate gender-based justice
Pengembangan Kawasan Wisata Apung Di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak Dengan Pendekatan Floating Architecture
Banjir rob akibat kenaikan muka air laut dan penurunan tanah telah menyebabkan kerusakan signifikan di kawasan pesisir Kabupaten Demak, khususnya Desa Timbulsloko. Dampaknya mencakup kerusakan infrastruktur, gangguan aktivitas masyarakat, hingga hilangnya lahan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan solusi berupa pengembangan desain kawasan wisata apung dengan pendekatan floating architecture, yang tidak hanya mampu beradaptasi dengan kondisi banjir rob, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan metodologi meliputi analisis deskriptif, dokumentasi kondisi eksisting, dan studi komparatif terhadap model struktur apung di lokasi lain. Konsep yang diusulkan memadukan kebutuhan kawasan wisata apung yang aman dari banjir berbasis kelestarian mangrove dan biota laut setempat. Teknologi struktur apung berupa platform B-Foam menjadi inovasi utama dalam desain untuk menciptakan bangunan yang fleksibel dan tahan lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi struktur apung dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan daya tarik wisata lokal. Model ini diharapkan mampu menciptakan kawasan wisata yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan berkontribusi pada konservasi lingkungan pesisir
Exhibiting Material Localities Through Embodied Sensorial Performance
This study investigates the embodied sensorial performance in material exhibition design as a way to enhance visitors’ experience about local cultures. Exhibitions and installations designed in museum or gallery context often incorporate a sensorial approach to increase engagement and to cater specific needs of society. This study takes particular interest in expanding such discussion, highlighting how a sensorial approach can be used in a more active way to experience localities, particularly in relation with food material.The study explores such sensorial aspects through reflecting towards an exhibition event conducted by the Indonesian Architect Association Central Java titled Rumarasa, an exhibition that explores the sensorial narrative of Indonesian spices. The exhibition consists of three particular stages that activate the overall senses that construct the experience of spices in Indonesia. The first stage consists of the visual stages of the spices, displaying the form and origin of spices in an interactive way. The next stage requires the visitors to touch the spices, inviting the visitors to experience the spice using their tactile, olfactory, and auditory senses. The third stage highlights how the spice can be used as a medium of creative play, transforming the spice as colouring material with different gradients. Through these stages, the sensorial journey constructs the overall local narrative of Indonesian spices, understanding the origin, building the intimacy, and enabling transformation of material. In conclusion, this study contributes to expanding the sensory experience as an approach to design cultural exhibitions, enabling an active and deep experience of locality
PEMANFAATAN TANAH DI ATAS HAK PENGELOLAAN ANTARA REGULASI DAN IMPLEMENTASI
Right of Management (HPL) is part of the state right to control the land and part of the rights delegates to the HPL holders. In order to carry out the construction HPL holders may grant land rights on HPL with a land use agreement (SPT). In practice, however, there are often legal issues related to the granting of land rights over HPL, especially HPL requested on land that already belongs to state owned company (BUMN / BUMD), or also Local Government to be converted into commercial activities. This paper will examine the legal problems arising from land use on HPL. The method used in this paper is a doctrinal / legal approach, where the law is conceived as a legislation. The result of HPL analysis is not the right to land as stipulated in the LoGA, in the application of land above the HPL the extension of their rights to rights holders on HPL may be given priority after obtaining approval from HPL holders. Keywords: Right of Management, Land Use Agreement, Local Government Asse
PELAKSANAAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS TERHADAP KASUS TELUK BUYAT DI INDONESIA
Corporate social responsibility is interpreted as a continuous commitment by the business to act ethically and contribute to the development of the economy and the local community or the wider community. Indonesia is one of the countries that realize the importance of corporate social responsibility, that is, with the regulation of corporate social responsibility in Article 74 Company Act No. 40/2007. In the case of Buyat Bay in Indonesia, there is still a different understanding of corporate social responsibility. This is due to the absence of arrangements in detail to explain the form of corporate social responsibility that must be done by the company. Keywords : Article 74, company, corporate social responsibilit
RUMAH SAKIT KHUSUS PARU TIPE B DI KOTA MAGELANG DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT
Rumah Sakit Khusus Paru Tipe B di Kota Magelang dirancang untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menangani kasus tuberkulosis (TB) yang terus meningkat. Menggunakan pendekatan healing environment, rancangan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan pasien secara holistik melalui optimalisasi elemen desain seperti pencahayaan alami, ruang terbuka hijau, dan kenyamanan psikologis. Lokasi yang strategis dan fasilitas yang memadai, termasuk ruang isolasi, laboratorium modern, dan area edukasi masyarakat, dirancang untuk meminimalkan penyebaran penyakit sekaligus mendukung target nasional pengendalian TB sesuai SDGs 2030. Dengan kapasitas 75 tempat tidur, rumah sakit ini juga memperhatikan efisiensi sirkulasi ruang serta kenyamanan pengguna. Studi banding dan analisis lokasi memperkuat landasan konseptual perancangan ini sebagai solusi inovatif yang mendukung kesehatan masyarakat Kota Magelang secara berkelanjutan.
Pengembangan Kawasan Zero-Waste Terpadu di TPA Jatibarang, Kota Semarang
Pertumbuhan penduduk dan perubahan gaya hidup masyarakat di Kota Semarang berdampak pada peningkatan produksi sampah yang signifikan, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, jumlah penduduk tahun 2023 mencapai 1.694.743 jiwa. TPA Jatibarang, sebagai tempat pembuangan akhir terbesar di Jawa Tengah, menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah yang tidak maksimal, yang berkontribusi pada degradasi lingkungan dan menimbulkan masalah sosial. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kawasan zero-waste terpadu yang mengintegrasikan pengolahan sampah berbasis daur ulang dengan fasilitas hunian pekerja layak huni bagi pemulung yang diberdayakan dan area grazing zone untuk memecahkan permasalah yang ada di TPA Jatibarang. Pendekatan desain modular digunakan untuk menciptakan hunian non-permanen dengan standar layak huni, sementara sistem pengolahan sampah dirancang untuk memproses sampah organik menjadi pupuk dan sampah plastik menjadi biji plastik serta sampah anorganik menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF). Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi antara pemberdayaan pemulung, desain arsitektur berkelanjutan, dan edukasi gaya hidup zero-waste dapat menjadi solusi komprehensif terhadap permasalahan sampah di TPA Jatibarang. Selain itu, upaya ini juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi pemulung melalui pengolahan sampah bernilai ekonomis. Kawasan zero-waste terpadu ini diharapkan menjadi model inovatif dalam pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan di Indonesia
Perancangan Apartemen Berorientasikan Generasi Z Di Kota Semarang
Saat ini Indonesia tengah gencar terakait isu bonus demografi yang akan didapat hingga puncaknya pada tahun 2020 -2035. Kondisi ini ditandai dengan adanya dominasi penduduk pada usia produktif, yang mana hal ini akan didominasi oleh generasi Z dengan karakteristik yangunik dan berbeda serta memiliki potensi untuk berkontribusi pada pembangunan. Perancangan hunian vertikal yang berorientasi pada kebutuhan generasi Z di Kota Semarang diperlukan sebagai respon terhadap tantangan bonus demografi, keterbatasan lahan, serta kekhawatiran akan ketidakmampuan generasi Z dalam membeli rumah tapak. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu arsitektur, khususnya dalam perencanaan hunian vertikal yakni apartemen yang sesuai dengan karakteristik generasi Z. Dengan demikian, proyek ini dapat menjadi usulan solusi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan adanya bonus demografi mendatang dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat produktif di tengah keterbatasan lahan perkotaan serta Kata Kunci : Bonus demgrafi, Generasi Z, Apartemen, Kota Semaran
Pengembangan Terminal Penggaron, Semarang sebagai Terminal Bus Tipe A dengan Pendekatan Konsep Transit-Oriented Development (TOD)
Pengembangan Terminal Penggaron untuk menjadi terminal bus Tipe A dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kendaraan di Kota Semarang, kebutuhan moda transportasi umum yang terintegrasi, dan terdapat relokasi trayek bus dari Terminal Terboyo ke Terminal Penggaron. Dengan fasilitas yang hanya memnuhi 48% standar, Terminal Penggaron dinilai belum memadai untuk memenuhi kegiatan layanan Tipe A. Rancangan pengembangan terminal menggunakan pendekatan transit-oriented development (TOD) dengan fokus menciptakan terminal yang layak, nyaman, dan efisien. Konsep ini mencakup penerapan one-stop experience, jalur pedestrian yang optimal, dan pengaturan sirkulasi untuk mencegah persilangan antara angkutan umum dan manusia Hasil rancangan diharapkan dapat memberikan solusi desian yang mampu meningkatkan daya tarik Terminal Penggaron sebagai pusat mobilitas di Kota Semarang dan berkontribusi pada perancanaan transportasi umum yang berkelanjutan.
Sebaran Konsentrasi Silikat dan Hubungannya Dengan Konsentrasi Klorofil-A pada Pantai Ujung Piring, Kabupaten Jepara
Pantai Utara Jawa merupakan kawasan pesisir yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki aktivitas antropogenik yang intensif. Aktivitas ini berpotensi memengaruhi kondisi trofik perairan, termasuk dinamika silikat sebagai nutrien dan klorofil-a sebagai pigmen utama fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi serta hubungan spasial antara silikat dan klorofil-a di perairan Pantai Ujung Piring, Jepara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis konsentrasi, korelasi, dan visualisasi spasial. Pengambilan sampel air dilakukan di 10 titik pada 15 November 2024, disertai pengukuran parameter lingkungan secara in situ. Konsentrasi silikat ditemukan berada pada kisaran 0,5041–1,0159 μM (rata-rata 0,6835 μM), sedangkan klorofil-a berkisar antara 0,3849–21,8536 mg/m³ (rata-rata 5,7983 mg/m³). Hasil analisis menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara silikat dan klorofil-a (r = 0,922; p < 0,001). Pola spasial mengindikasikan konsentrasi yang lebih tinggi di wilayah pesisir, terutama di sekitar mangrove dan muara, dan cenderung menurun ke arah laut lepas. Hal ini menunjukkan bahwa sumber masukan daratan berperan penting dalam mendukung produktivitas primer di wilayah pesisir