Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
9349 research outputs found
Sort by
Analisis Tarif Jalan Tol Berdasarkan Pendekatan Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) (Studi Kasus: Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar)
Bakauheni-Terbanggi Besar Toll Road is the main transportation route connecting to South Lampung, Bandar Lampung, Pesawaran, and Central Lampung. Although the location of the Bakauheni-Terbanggi Besar Toll Road is quite strategic, based on the business plan document and the recapitulation of the Bakauheni-Terbanggi Besar Toll Road LHR has a 2021 LHR plan of 20,295 vehicles / day, while the realization LHR is only 11,674 vehicles / day. The traffic situation on the toll road that is not as planned is suspected to be caused by a mismatch of tariffs with the ability and willingness to pay the community, and the current tariff is ±850 / km (category 1 vehicles). Therefore, it is necessary to analyze the adjustment of toll rates with the financial condition of toll road users. In this study, the method used is the calculation of Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP). The data collection was carried out by distributing questionnaires to 150 respondents. Based on the results of the analysis, the ATP rate of Rp 628 / Km and the WTP rate of Rp 600 / Km. Based on the ATP and WTP relationship graph, the ideal rate for group one vehicles is Rp 626,28 / Km with the percentage of respondents who can afford and are willing to pay at 85,1%
SIMULASI LEAN CONSTRUCTION PADA PROYEK KONSTRUKSI BENDUNGAN JRAGUNG
Pengabdian masyarakat ini berfokus pada penerapan Lean Construction (LC) dengan menggunakan Last Planner System (LPS) pada proyek Bendungan Jragung di Jawa Tengah. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi proyek melalui penerapan LPS, yang dikenal dapat mengurangi pemborosan dan meningkatkan aliran kerja. Metode yang digunakan adalah simulasi dengan model VILLEGO, yang melibatkan mahasiswa dan praktisi proyek. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan LPS secara signifikan meningkatkan koordinasi tim, mengurangi waktu siklus proyek, dan meminimalkan sumber daya yang terbuang. Simulasi ini juga menyoroti pentingnya sosialisasi dan pelatihan dalam memahami dan menerapkan prinsip LPS secara efektif. Dengan mengintegrasikan simulasi dan pendekatan lean, penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi praktisi konstruksi mengenai manfaat potensial dari sistem LPS dalam manajemen proyek. Temuan ini memperkuat pentingnya kolaborasi dan perencanaan yang terstruktur dalam mencapai tujuan proyek secara efektif
Perancangan Rumah Sakit Khusus Kanker Kelas A Sebagai Healthcare Center Di Kota Semarang Melalui Pendekatan Healing Architecture
Pada tahun 2020 menurut data yang dirilis oleh WHO, terdapat 369.914 kasus kanker baru di Indonesia dengan angka kematian yang disebabkan oleh kanker yaitu sebanyak 234.511 (Global Cancer Statistics, 2020). Kota Semarang, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah mengalami peningkatan kasus kanker yang signifikan. Angka penderita kanker di Kota Semarang pada tahun 2016 mencapai 1.360, pada tahun 2017 naik menjadi 3.344 penderita hingga di tahun 2018 mencapai 4.286 (Widoyono, 2019). Dinas Kesehatan JATENG (2023), menyatakan angka penderita kanker pada tahun 2021 sebanyak 8.287 dan meningkat pada tahun 2022 sebanyak 10.530 orang. Penderita kanker rahim pada tahun 2021 sebanyak 1545 dan meningkat pada tahun 2022 sebanyak 2444. Adanya peningkatan penderita kanker pada tiap tahunnya maka menuntut adanya fasilitas khusus yang mampu memberikan pelayanan medis kanker secara optimal dan terintegrasi. Pengobatan kanker saat ini hanya dapat dilakukan di Rumah Sakit Umum yang ada di Kota Semarang, sehingga keberadaan fasilitas Kesehatan yang dapat menangani pengobatan dan pemeriksaan penyakit kanker dengan fasilitas yang lengkap sangat diperlukan di Kota Semarang (Jessica, 2022
Kompleks Hunian Rusunawa Rendah Biaya Dengan Pendekatan Green Architecture Di Dki Jakarta
DKI Jakarta merupakan salah satu provinisi di Indonesia dengan tingkat urbanisasi tertinggi kedua di Indonesia, namun tingkat kepadatan di DKI Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia dengan angka 15.938 jiwa per km2. Kepadatan tersebut ditambah dengan keterbatasan lahan menciptakan fenomenan harga tanah dan biaya sewa hunian yang tinggi, permasalahan tersebut menciptakan urgensi atas kebutuhan hunian yang seadanya dan cepat, sehingga tercipta suatu permukiman yang kumuh dan tanpa izin di berbagai sudut Ibukota untuk menaungi berbagai keluarga dari berbagai latar belakang. Permukiman kumuh tersebut menciptakan berbagai permasalahan baru yang mempengaruhi berbagai sektor secara negatif, seperti menurunkan standar kelayakan hidup suatu kota, memperburuk citra visual kota, serta menurunkan kondisi lingkungan yang sehat untuk warga maupun anak-anak, dan juga lingkungan yang kumuh dapat menghambat seseorang untuk memfokuskan diri memperbaiki permasalahan yang ada dalam hidupnya. Mayoritas kelurahan di Jakarta masuk dalam kategori kelurahan yang memiliki titik kumuh dengan angka kemiskinan dan penggangguran yang fluktuatif, permasalahan keterbatasan lahan dan kemiskinan ini tidak dapat didiamkan lebih lama. Untuk menunjang dan mengakomodasi kebutuhan hunian yang sesuai standar dan meningkatkan taraf kehidupan warganya, solusi yang optimal dan sudah diberlakukan oleh pemerintah di berbagai daerah adalah dengan membuat Rusunawa atau Rumah Susun Sederhana Sewa dengan tujuan memberikan hunian yang layak untuk Masyarakat berpenghasilan rendah seperti yang saat ini sedang bermukim di permukiman kumuh. Beberapa pendekatan dan konsep yang dapat mendukung kinerja Rusunawa tersebut diantaranya diintegrasikan dengan pendekatan green building dan konstruksi modular untuk memberikan dampak yang lebih positif dan efisie
Perancangan Resort Bintang 5 Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis Di Kawasan Hutan Pinus Gunung Pancar Sentul, Bogor
Penelitian ini bertujuan merancang resort bintang 5 di Kawasan Hutan Pinus Gunung Pancar, Sentul, Bogor, dengan menerapkan pendekatan arsitektur ekologis yang mengutamakan efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, dan integrasi desain dengan alam sekitar. Lokasi strategis di Gunung Pancar dimanfaatkan secara optimal untuk memaksimalkan keindahan alam melalui desain yang harmonis dengan lanskap sekitarnya. Resort ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dengan menyediakan berbagai fasilitas, seperti kamar, cottage, restoran, spa, kolam renang, dan fasilitas lainnya. Dengan pendekatan ini, resort tidak hanya menawarkan kenyamanan terbaik bagi pengunjung tetapi juga mendukung pelestarian ekosistem dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan akomodasi yang ramah lingkungan, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal kawasan sekitar
Effect of Moringa Oleifera on Tumor Necrosis Factor-Alpha and Extracellular Matrix Trabecular Meshwork of Glaucoma Model Wistar Rats
Background: Elevated intraocular pressure (IOP) induces inflammation in the trabecular meshwork (TM) through increases in tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) expressions by activating nuclear factor kappa B (NF-κB). Mechanical injury to the TM, such as increased IOP, can cause extracellular matrix (ECM) remodeling, impacting the permanent outflow of aqueous humor. Moringa oleifera (MO) leaf extract is an anti- inflammatory agent that inhibits NF-κB activation and has been studied to have antioxidant effects.Objective: to analyze the effects of MO leaf extract on TNF- α expression and the thickness of the trabecular meshwork ECM in a Wistar rat glaucoma model. Methods: Fourteen male Wistar rats were divided into two groups (n=7): the glaucoma group received oral MO leaf extract at 300 mg/kg body weight for four weeks, and the control group. TNF-α expressions were measured by immunohistochemical stain, and the thickness of the ECM was examined with hematoxylin eosin staining. P-values of less than 0.05 were considered to represent statistical significance.Results: The mean of TNF-α expressions in the treatment group was 4.29 ± 0.76, and the control group was 5.29 ± 0.49. There was a significant difference in TNF-α expressions between the two groups (p=0.015). The mean thickness of the ECM TM experimental group and control group were 155.65 ± 28.72μm and 218.63 ± 40.85μm respectively. The extracellular matrix TM experimental group was statistically significantly thinner than the control group (p=0.006).Conclusion: MO could protect TM from damage caused by high IOP by suppressed TNF- α expression and ECM thickness in the TM Wistar glaucoma model.
VEGF mRNA Expression in Epithelial Ovarian Cancer: Correlation with rs699947 Gene Variant
Background: Angiogenesis is the formation of new blood vessels, is crucial for cancer growth and metastasis, including in epithelial ovarian cancer (EOC). Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) regulates angiogenesis, and its elevated mRNA expression is linked to poor prognosis in cancer. Genetic variations, such as the rs699947 polymorphism in the VEGF gene, can affect VEGF expression and contribute to cancer progression.Objective: The primary aim of this study is to examine the distribution of the VEGF rs699947 polymorphism and its correlation with VEGF mRNA expression levels in patients with low-grade and high-grade EOC at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital, Indonesia.Methods: This research is a cross-sectional analysis involving 65 normal female whole blood samples and a total of 80 ovarian cancer biopsy samples, including 15 ovarian cysts as expression calibrators, along with 36 low-grade and 29 high-grade EOC samples. The distribution of genotypes and alleles of the VEGF rs699947 polymorphism was assessed through ARMS PCR analysis, while VEGF mRNA expression was quantified using real-time qPCR.Results: Significant differences were observed in both genotype (p<0,01) and allele (p=0,000) distributions between the normal and cases group. The relative mRNA expression of VEGF was significantly elevated in both low-grade and high-grade EOC. Individuals with the homozygous VEGF rs699947 AA genotype exhibited the highest mRNA expression compared to other genotypes. In contrast, individuals carrying the CC genotype showed the lowest correlation with VEGF mRNA expression in both low-grade and high-grade EOC.Conclusion: This study shows that the A allele of VEGF rs699947 is correlated with increased VEGF mRNA expression in EOC patients, particularly in those with the AA genotype. Conversely, the C allele may offer a protective effect against EOC, as the CC genotype is linked to lower VEGF mRNA expression. Genetic screening for VEGF rs699947 could facilitate early detection and inform targeted therapeutic strategies
Antecedents of export marketing performance: The moderating role of environmental knowledge and government intervention
This research aims to investigate effect green market orientation (GMO) and green intellectual capital (GIC) on green innovation (GI) and its impact on export marketing performance (EMP) and testing moderating role effect GI on EMP. Research Methods: samples 116 Micro, Small, and Medium Enterprises (msmes) Central Java Indonesia, Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) used to data analyzing. Findings: GMO and GIC Impact on GI: Both green market orientation and green intellectual capital have a significant positive effect on green innovation. Impact on EMP: Green market orientation and green innovation significantly influence export marketing performance. Green intellectual capital does not have a significant direct effect on export marketing performance. Moderating Role of Environmental Knowledge and Government Intervention: Environmental knowledge and government intervention positively moderate the relationship between green innovation and export marketing performance, strengthening the impact of green innovation on EMP. Values: Insight for msmes: The study provides valuable insights for MSME coffee exporters in Central Java, emphasizing the importance of focusing on enhancing environmental knowledge and leveraging government intervention to achieve better marketing success in the global market
Obstacles and Challenges in Implementing Hospital Management Information System (A Study of Public and Private Hospitals in Padang City)
.Introduction: Digital transformation in the health sector requires hospitals to implement the Hospital Management Information System (HMIS); however, problems remain in its implementation. This study aimed to analyze the obstacles and challenges in implementing an HMIS in Padang City. Methods: This descriptive qualitative study was conducted between March and July, 2024. The study was conducted in two hospitals in Padang City: one public hospital and one private hospital. The research participants were 16 people who were identified through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and review of documents. Data processing consisted of data collection, reduction, and presentation, with content analysis. Source and method triangulation were used to ensure data validity.Results: Public hospitals have conducted internal training and have an adequate IT team, while private hospitals do not have formal training and lack IT personnel. From an organizational perspective, public hospitals show strong managerial support in the form of budget allocation and cross-unit coordination, whereas private hospitals face limitations in the integration of Electronic Medical Records (EMR) and SATUSEHAT. In terms of technology, both hospitals face obstacles due to slow Internet networks, but public hospitals are better prepared in terms of hardware infrastructure.Conclusion: The success of an HMIS implementation depends heavily on the alignment of human, organizational, and technological aspects. Private hospitals require stronger support in terms of training, infrastructure, and policies to compete with public hospitals in the digital transformation of health care services
Anggaran Pendidikan Untuk Pemerataan Sosial: Strategi Pemerintah Kabupaten Kebumen Atasi Kemiskinan Struktural
Kemiskinan struktural masih menjadi persoalan pembangunan utama di Kabupaten Kebumen, di mana keterbatasan akses pendidikan yang berkualitas turut memperkuat siklus ketimpangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam memanfaatkan anggaran pendidikan sebagai instrumen pemerataan sosial untuk mengatasi kemiskinan terstruktur. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana arah kebijakan, program, dan pelaksanaan anggaran pendidikan mampu menyentuh kelompok masyarakat rentan secara efektif dan adil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen (RPJMD, APBD, laporan program pendidikan), wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan (Dinas Pendidikan, Bappeda), serta observasi pada pelaksanaan program afirmatif di wilayah tertinggal. Teknik analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi naratif, serta diuji validitasnya melalui triangulasi sumber dan metode.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi anggaran pendidikan daerah masih menghadapi lima tantangan utama, yaitu: (1) keterbatasan kapasitas fiskal yang menyebabkan ketergantungan tinggi pada dana pusat, (2) ketimpangan geografis dan distribusi guru di daerah pinggiran, (3) sinkronisasi dan validasi data sosial pendidikan yang belum optimal, (4) evaluasi program yang masih berorientasi pada output administratif, dan (5) rendahnya partisipasi komunitas dalam proses perencanaan anggaran pendidikan. Program afirmatif seperti Kartu Kebumen Pintar berpotensi besar dalam mengurangi angka putus sekolah, tetapi belum didukung oleh sistem evaluasi berbasis outcome yang komprehensif. Kesimpulannya, anggaran pendidikan di Kabupaten Kebumen memiliki potensi sebagai instrumen pemerataan sosial apabila didukung oleh penguatan kapasitas fiskal lokal, integrasi data sosial lintas sektor, evaluasi berbasis dampak, serta partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan kebijakan