Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
    9349 research outputs found

    HYDROPONIC ON THE RISE: A STUDY OF CONSUMER BEHAVIOR AND PURCHASE INTENTIONS

    No full text
    This study aims about points to analyze buyer behavior in selecting hydroponic vegetable items. The test comprised of 100 respondents who had acquired hydroponic vegetables. The investigation was conducted utilizing Basic Condition Modeling (SEM) based on fluctuation, particularly the Fractional Slightest Squares (PLS) approach. The result about show that cost emphatically impacts acquiring choices, item quality emphatically influences buyer characteristics, and customer taste incorporates a positive affect on acquiring choices for hydroponic vegetables. On the other hand, the connections between cost and customer characteristics, item quality and obtaining choices, customer characteristics and acquiring choices, customer taste and buyer characteristics, patterns and obtaining choices, and patterns and shopper characteristics were found to be negative or not measurably noteworthy, showing no significant impact on the choice to buy hydroponic vegetable

    Borich Needs Assessment to Design Sustainable Agriculture Adoption Interventions in The Context of Climate Change Mitigation

    Full text link
    This study aims to assess extension needs to accelerate the adoption of sustainable agricultural practices as a climate change mitigation strategy in Nort Bulango District, Gorontalo Province, Indonesia. Using a mixed methods approach, the research integrates quantitative and qualitative data collected from 248 corn farmers across eight villages. The Borinch Needs Assessment (BNA) model is applied, incorporating innovation attributes and decision making stages from the Diffusion of Innovations Theory as the analytical framework. The assessment focuses on nine key components of sustainable agriculture, including reduced chemical fertilizer use, adoption of organic fertilizers, soil cultivitation use, chemical herbicide use, and waste management. Results indicate that soil tillage, particularly plowing, ranks as the top extention priority in five villages, revealing as significant gap between its perceived importance and farmers actual knowledge. The continued use of intensive plowing contributes to long term soil degradation and icreases erosion, yet farmer awareness of these impacts remains low. In addition, the widespread use of chemical herbicides and the limited application of organic fertilizers emerged as critical areas requiring targeted intervention. The findings underscore the need for responsive, context specific agricultural extension programs to promote sustainable farmis techiniques. Strengthening farmer knowledge and awareness through tailored extension service is essential for advancing environmentally sound agriculture and enhancing local adaptive capacity to climate change. This study contributes to the literature by demonstrating how the Borinch Needs Assessment (BNA) model can be strategically applied within a climate change dengan mitigation framework to identity and prioritize extension needs in developing country contexts

    Karakterisasi Sistem Akuifer Berdasarkan Metode Geolistrik VES di Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat

    Full text link
    Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, merupakan wilayah pertanian dan perkebunan yang terus berkembang, namun menghadapi tantangan ketersediaan air tanah akibat peningkatan kebutuhan domestik dan irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona potensial akuifer menggunakan metode geolistrik tahanan jenis (Vertical Electrical Sounding/VES) konfigurasi Schlumberger yang dikombinasikan dengan pemodelan 2D berbasis Python. Lokasi pengukuran tersebar pada enam titik strategis, dengan penetrasi kedalaman hingga ±120 meter. Data resistivitas dianalisis secara vertikal (1D) menggunakan software Progress, kemudian disusun menjadi model penampang 2D menggunakan interpolasi cubic spline. Daerah penelitian tersusun oleh Formasi Breksi Gunung Api (Qhv) dan Lava Andesit-Basalt (Qv), yang secara hidrogeologi termasuk dalam Cekungan Air Tanah (CAT) Muaradua–Curup. Hasil interpretasi menunjukkan keberadaan akuifer bebas pada kedalaman dangkal dan akuifer tertekan di bawah lapisan impermeabel, dengan zona potensial tertinggi berada pada titik T4 dan T6. Penelitian ini memberikan gambaran spasial sistem akuifer bawah permukaan dan menjadi dasar ilmiah untuk perencanaan sumur bor, pengelolaan airtanah, serta konservasi sumber daya air secara berkelanjutan

    Perbandingan Kekuatan Antibakteri Minyak Atsiri dari Tiga Varietas Jahe (Zingiber officinale Rosc) Terhadap Baccillus subtilis dan Pseudomonas aeruginosa

    Full text link
    Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman rempah yang banyak tumbuh di Indonesia dan diketahui memiliki potensi sebagai agen antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri minyak atsiri dari tiga varietas jahe yaitu jahe gajah (Z. officinale var. Roscoe), jahe merah (Z. officinale var Rubrum), dan jahe emprit (Z. officinale var Amarum)  terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Pseudomonas aeruginosa. Ekstraksi minyak atsiri menggunakan teknik sohkletasi dengan pelarut etanol. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Rendemen minyak atsiri tertinggi Z. officinale var Rubrum 23,45 ± 3,32 %, diikuti Z. officinale var Amarum 19,90 ± 2,17 % dan terendah Z. officinale var. Roscoe 15,70 ± 2,42 %. Pada semua konsentrasi uji, kemampuan minyak atsiri jahe dalam menghambat pertumbuhan Baccillus subtilis lebih kecil secara signifikan dibandingkan tetrasiklin dalam tetapi lebih besar pada P. aeruginosa. Hasil uji antibakteri minyak atsiri semua tiga varietas jahe pada konsentrasi 62,6 – 1000 µg/mL terbukti menghambat pertumbuhan kedua bakteru uji dalam kategori kuat yaitu diamter daya hambat > 20 mm. Kekuatan aktivitas antibakteri minyak atsiti terhadap B. Subtilis lebih rendah dari antibiotika standar tetrasiklin, sedangkan terhadap P. aeruginosa lebih kuat. Minyak atsiri ketiga variets berpotensi untuk dijadikan sebagai agen antibakteri terhadap strain gram negatif dan gram positif.  Ginger (Zingiber officinale) is a spice plant that grows widely in Indonesia and is known to have potential as an antibacterial agent. This study aims to compare the antibacterial activity of essential oils from three varieties of ginger, namely elephant ginger (Z. officinale var. Roscoe), red ginger (Z. officinale var Rubrum), and emprit ginger (Z. officinale var Amarum) against Bacillus subtilis and Pseudomonas aeruginosa bacteria. Essential oil extraction was performed using the Soxhlet extraction technique with ethanol as the solvent. Antibacterial activity was tested using the disk diffusion method. The highest essential oil yield was obtained from Z. officinale var. Rubrum at 23.45 ± 3.32%, followed by Z. officinale var. Amarum at 19.90 ± 2.17% and the lowest from Z. officinale var. Roscoe at 15.70 ± 2.42%. At all test concentrations, the ability of ginger essential oil to inhibit the growth of Bacillus subtilis was significantly lower than that of tetracycline, but higher than that of P. aeruginosa. The antibacterial test results of essential oils from all three ginger varieties at concentrations of 62.6–1000 µg/mL proved to inhibit the growth of both test bacteria in the strong category, namely with an inhibition diameter > 20 mm. The strength of the antibacterial activity of essential oils against B. subtilis was lower than the standard antibiotic tetracycline, while against P. aeruginosa it was stronger. The essential oils of the three varieties have the potential to be used as antibacterial agents against gram-negative and gram-positive strains

    Analisis Potensi Pemanfaatan Aliran Sungai Wira Garden Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)

    Full text link
    Pemanfaatan energi terbarukan, khususnya energi hidro, menjadi alternatif penting dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat, terutama di daerah-daerah terpencil. Salah satu solusi potensial adalah dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi aliran sungai Wira Garden sebagai sumber energi mikrohidro dengan memperhatikan faktor-faktor teknis seperti debit air, tinggi jatuh air (head), dan efisiensi sistem pembangkit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data sekunder berupa kecepatan aliran, luas penampang sungai, dan debit udara dari beberapa titik pengukuran. Hasil analisis menunjukkan bahwa sungai Wira Garden memiliki debit air rata-rata sebesar 4,2 m³/s dengan variasi yang cukup stabil, serta tinggi jatuh air efektif 2 meter. Berdasarkan data ini, potensi daya listrik yang dapat dihasilkan oleh PLTMH adalah sebesar 74,2 kW. Untuk mencapai efisiensi optimal, turbin propeller dipilih sebagai turbin yang sesuai karena kemampuannya untuk bekerja pada kondisi debit besar dan head rendah, dengan efisiensi mencapai 80-90%. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa pembangunan PLTMH di kawasan Wira Garden dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menyediakan energi listrik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat setempat. Dengan biaya operasional yang rendah, PLTMH diharapkan menjadi solusi efektif dalam memenuhi kebutuhan energi lokal dan mendukung program energi terbarukan

    Evaluasi Daya Dukung Tanah Formasi Kasai untuk Zonasi Ketahanan Geoheritage Danau Rayo, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan

    No full text
    Danau Rayo di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, merupakan situs geoheritage dengan karakteristik geologi yang kompleks dan diduga terbentuk akibat proses tumbukan meteorit purba. Keterbatasan informasi mengenai kondisi geoteknik dan tingkat daya dukung tanah di kawasan ini menjadi kendala dalam penyusunan zonasi konservasi dan pengelolaan kawasan berbasis ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik geoteknik Formasi Kasai sebagai dasar penentuan zonasi ketahanan geoheritage Danau Rayo. Analisis dilakukan melalui pengujian sifat fisik dan mekanik tanah untuk memperoleh nilai daya dukung tanah (qa) sebagai indikator kestabilan geologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Danau Rayo terbagi ke dalam dua zona utama, yaitu zona basin dengan nilai qa 100 kN/m² yang menunjukkan tingkat ketahanan tinggi karena tersusun atas material yang lebih kompak dan stabil. Berdasarkan hasil tersebut, zona basin direkomendasikan sebagai zona konservasi inti, sedangkan zona rim dinilai lebih sesuai untuk pengembangan geowisata berbasis konservasi. Studi ini menegaskan bahwa parameter daya dukung tanah dapat dimanfaatkan sebagai dasar ilmiah dalam penentuan zonasi konservasi dan pengelolaan geoheritage berbasis kestabilan tanah melalui pendekatan geoteknik dan spasial

    Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Sebagai Energi dengan Menggunakan Teknologi Gasifikasi Downdraft Three-Stage Gasifier

    Full text link
    Indonesia memerlukan energi yang besar seiring pertumbuhan penduduk dan industri saat ini. Energi fosil yang digunakan secara besar-besaran mengakibatkan terjadinya emisi di lingkungan dan pemanasan global, sehingga diperlukan sumber energi yang baru dari energi alternatif yang ramah lingkungan untuk mengurangi tingginya emisi yang terjadi. Limbah kulit kopi di Indonesia juga mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan meningkatnya produksi setiap tahunnya menjadi produsen kopi terbesar ke-4 dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) mengatasi permasalahan energi dan (ii) mengatasi limbah kulit kopi dengan menjadikan limbah kulit kopi menjadi energi menggunakan teknologi gasifikasi downdraft menggunakan tiga tingkat laluan udara. Kulit kopi mula-mula yang sudah dikeringkan dengan ukuran 3-5 mm dimasukkan ke dalam gasifier, kemudian gasifier mulai dinyalakan sampai tercapai temperatur yang diinginkan dan keluar syngas-nya. Variasi yang dipakai adalah variasi air fuel ratio (AFR) 1,63;1,65; 1,67; 1,7. Hasil penelitian didapatkan bahwa LHV syngas tertinggi pada sampel AFR 1,65 dengan nilai 130,565 KJ/kg. Hasil ini bisa dipakai sebagai pangkalan data untuk pengembangan pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi energi alternatif yang akan datang. Kata kunci: energi, kulit kopi, gasifikasi, downdraft, tiga tingkat lalua

    HUBUNGAN ASUPAN LEMAK TRANS DAN KARBOHIDRAT SEDERHANA DENGAN JUMLAH VESSEL DISEASE ARTERI KORONARIA PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER

    Full text link
    Latar Belakang: Diet yang tidak sehat merupakan salah satu faktor risiko PJK yang dapat dimodifikasi. Asupan lemak trans dan karbohidrat sederhana pada beberapa penelitian telah menunjukkan keterkaitannya dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Saat ini terdapat kelangkaan literatur mengenai hubungan komponen nutrisi tersebut dengan tingkat keparahan PJK Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan antara asupan lemak trans dan karbohidrat sederhana dengan jumlah vessel disease (VD) arteri koronaria pada pasien PJKMetode: Penelitian cross sectional dilakukan pada 45 pasien PJK. Asupan lemak trans dan karbohidrat sederhana dinilai menggunakan semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ) dan jumlah vessel disease berdasarkan hasil angiografi koroner. Uji normalitas menggunakan Uji Shapiro-Wilk. Data yang terdistribusi normal dilakukan uji One Way Anova dan data yang tidak normal dilakukan uji Kruskal Wallis. Batas kemaknaan adalah apabila p<0,05 dengan interval kepercayaan 95%Hasil: Rerata asupan lemak trans pada kelompok one-vessel disease (VD1), two-vessel disease (VD2), and three-vessel disease (VD3 masing-masing adalah 3.3±0.78, 4.4±1.28 dan 5.3±2.18. Rerata asupan karbohidrat sederhana pada VD1, VD2 dan VD3 masing-masing adalah 39.6(29.60,46.00), 52.1(40.87,65.97) dan 70.3(58.15,82.30). Berdasarkan analisis didapatkan perbedaan bermakna rerata asupan lemak trans (p=0.002) dan karbohidrat sederhana (p=0,002) antar kelompok VD pada pasien PJK.Simpulan: Terdapat hubungan antara asupan lemak trans dan karbohidrat sederhana dengan jumlah vessel disease arteri koroner pada pasien PJKKata kunci : penyakit jantung koroner, asupan, lemak trans, karbohidrat sederhana

    Spatial Risk Model for Mapping Tuberculosis (TB) Hotspot Areas in West Lombok Regency

    Full text link
    Background: Tuberculosis (TB) is a global public health problem. Conventional approaches often overlook the spatial components that influence transmission dynamics, highlighting the need for more accurate area-based surveillance. This study aims to identify spatial risk patterns using a geo-targeting approach and map vulnerable areas to support sustainable precision control strategies.Methods: This study applied a quantitative design integrating spatial ecological analysis with a case–control approach. A total of 1,658 registered TB cases were geocoded and analyzed to detect spatial clustering patterns. Based on hotspot and non-hotspot classifications, a case–control survey involving 226 respondents (113 cases and 113 controls) assessed environmental, socioeconomic, and behavioral determinants. Data were collected through structured interviews, household environmental observations, and secondary health records. Analysis used spatial statistical techniques and multivariable logistic regression.Result: Significant spatial clustering of TB was identified, with hotspots located in Gerung, Lembar, Kuripan, and Sekotong, West Lombok. Increased TB risk was associated with high household humidity (OR 5.40), low income (OR 5.42), low education level (OR 4.26), and elevated indoor temperature (OR 2.87). Inverse associations were observed for smoking, infrequent health-facility visits, and male sex, likely reflecting information bias rather than protective effects.Conclusion: Integrating spatial hotspot mapping with epidemiological assessment improves identification of TB transmission risk. In West Lombok, hotspot areas were linked to adverse environmental and socioeconomic conditions, supporting geo-targeted TB interventions focusing on housing improvement, socioeconomic support, and education-based risk communication

    EDUKASI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SINGKONG FERMENTASI SEBAGAI PAKAN TERNAK DI DESA TIRTOMARTO, CAWAS, KLATEN

    Full text link
    Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak merupakan inovasi strategis dalam mendukung keberlanjutan sektor peternakan. Desa Tirtomarto memiliki potensi besar dalam pengolahan limbah kulit singkong yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Program sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai manfaat dan teknik pembuatan pakan fermentasi dari kulit singkong. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif door to door, penyuluhan langsung, pemberian contoh produk fermentasi, serta distribusi leaflet edukatif kepada 15 peternak sapi, kambing, dan domba. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peternak terhadap proses fermentasi, nilai nutrisi pakan alternatif, dan pentingnya pemberdayaan limbah lokal. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan rendahnya tingkat literasi peserta, program ini berhasil membangun kesadaran dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang disesuaikan dengan kondisi lokal dapat mendukung ketahanan pakan ternak yang berkelanjutan. Kata kunci : pakan fermentasi, limbah kulit singkong, peternakan, penyuluha

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇