E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
Not a member yet
    5310 research outputs found

    Ekstrak Moringa oleifera sebagai Terapi Adjuvan dalam Menurunkan Kadar IL-6 pada Pasien Reaksi Kusta Tipe 1

    Get PDF
    Latar Belakang: Reaksi Kusta adalah suatu episode hipersensitivitas akut yang dapat terjadi sebelum, saat, atau setelah pengobatan. Beberapa kasus, reaksi kusta yang parah dapat mengancam jiwa pasien. Interleukin-6 (IL-6) adalah sitokin multifungsi terlibat dalam regulasi respon imun, peradangan, reaksi fase akut, dan pertumbuhan hematopoietik. Pada reaksi kusta IL-6 menginduksi respon inflamasi akut saat disintesis di lokasi infeksi oleh sel-sel inflamasi. Moringa oleifera diketahui memiliki senyawa bioaktif yang me-miliki fungsi biologis salah satunya anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek dari ekstrak Moringa oleifera sebagai terapi Adjuvan dalam menurunkan kadar IL-6 pada pasien dengan Reaksi Kusta Tipe 1Metode: Penelitian ini menggunakan studi eksperimental dengan desain pre and post randomized single blinded controlled trial. Sampel pada penelitian ini adalah pasien kusta dengan reaksi tipe 1 yang berkunjung ke Poliklinik Kulit atau dirawat di RSUD dr. Rehatta Provinsi Jawa Tengah pada bulan Desember 2023-April 2024 dengan jumlah 22 subjek yang dibagi kedalam dua kelompok yaitu kontrol dan perlakuan. Subjek pada kelompok perlakuan mendapatkan terapi Prednison dan ekstrak Moringa oleifera 2gr/hari. Sedang-kan pada kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi Prednison yang dilakukan selama 1 bulan. Kadar IL-6 pretest dan postest dilakukan meng-gunakan metode sandwich Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).Hasil: Analisis perbedaan kadar serum IL-6 pretest dan postest dengan uji Wilcoxon pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p=0,155 dan kontrol p=0,110. Sedangkan perbedaan antar kelompok perlakuan dan kontrol dengan uji Mann Whitney menunjukkan nilai p=0,412 pada postest. Sehingga dapat dilihat bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05) antara pretest dan postest serta perbandingan antar kelompok.Kesimpulan: Pemberian terapi adjuvan ekstrak Moringa oleifera 2gr/hr tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar IL-6 pada pasien reaksi kusta tipe 1

    Massage Therapy for Infant Temperaments: An Intervention Study

    Get PDF
    A form of complementary therapy, infant massage, has the potential to ameliorate difficult infant temperaments and transform them into easier ones. This study aimed to ascertain the impact of newborn massage therapy on infants' temperament. A total of 102 participants were divided into two groups for this quasi-experimental study using a pretest and posttest. Over the length of five weeks, twice each week, the experimental groups received ten-time massages in total. A generalized estimating equation (GEE) was applied to the data. This study discovered that infant massage improved the temperament in the experimental group from difficult to easy, a result that was mirrored in the control group. Infants may develop a more positive temperament through the utilization of infant massage therapy. Healthcare professionals are required to provide a thorough understanding of the physiological and psychological growth of infants, placing special attention on strategies that promote a positive temperament

    Terapi relaksasi otot progresif menurunkan kecemasan pada penderita kanker yang menjalani kemoterapi

    Get PDF
    Salah satu penatalaksanaan pasien kanker adalah kemoterapi. Pasien yang menjalani kemoterapi dapat mengalami kecemasan. Terapi Relaksasi Otot Progresif dapat digunakan sebagai terapi alternatif untuk menurunkan kecemasan. Penerapan teknik relaksasi otot progresif ini bertujuan untuk mengetahui penurunan tingkat kecemasan pasien kanker yang menjalani kemoterapi setelah diberikan intervensi. Studi kasus ini adalah deskriptif dengan mengaplikasikan terapi relaksasi otot progresif pada penderita kanker yang menjalani kemoterapi. Intervensi dilakukan selama 15 hari dengan durasi 20 menit setiap sesi. Subjek dalam studi kasus ini berjumlah 3 responden usia dewasa dengan diagnosa kanker yang sedang dirawat inap untuk menjalani kemoterapi. Tingkat kecemasan responden diukur dengan menggunakan instrumen General Anxiety Disorder – 7 ( GAD-7) versi bahasa Indonesia. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan sebelum dan setelah pemberian intervensi. Studi kasus menunjukkan adanya penurunan rerata skor kecemasan responden sebesar 7 dari skor 13.33 (tingkat kecemasan sedang) menjadi skor 6.33 (tingkat kecemasan ringan). Intervensi terapi relaksasi otot progresif efektif menurunkan tingkat kecemasan pasien yang menjalani kemoterapi. Terapi relaksasi otot progresif dapat dijadikan salah satu terapi non farmakologi untuk menurunkan tingkat kecemasan pada penderita kanker yang menjalani kemoterapi

    Menguji Keefektifan Metode Mask R-CNN, dan Metode Keypoint R-CNN dalam Deteksi Objek Citra.

    Get PDF
    Objek Detection merupakan tantangan dalam bidang computer vision yang mendukung aplikasi seperti pengenalan objek, pengenalan pola, dan analisis citra medis. Dalam penelitian ini, kami membandingkan kinerja dua metode utama dalam deteksi objek: Mask R-CNN, dan keypoint R-CNN.Metode R-CNN didasarkan pada pembuatan proposal wilayah menggunakan jaringan proposal wilayah (RPN), yang kemudian diproses oleh jaringan konvolusional untuk klasifikasi dan regresi. Oleh karena itu, Mask R-CNN mengintegrasikan kemampuan segmentasi instan dengan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang objek. Di sisi lain, Keypoint R-CNN menambahkan dimensi pada deteksi objek dengan menentukan titik kunci atau landmark pada objek. Dimana dalam objek detection menggunakan sekitar 5000 gambar untuk implementasi metode Mask R-CNN dan Keypoint R-CNN.Evaluasi didasarkan pada akurasi deteksi, kecepatan eksekusi, dan kebutuhan sumber daya komputasi

    Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Di Kabupaten Klaten

    Get PDF
    The P2L program is an effort to increase the availability, accessibility, and diversity of food, oriented towards increasing household income and welfare. Participation is one indicator of the success of a program. As time goes by, the participation of KWT members decreases. The research aims to analyze the participation level of KWT members, analyze the socio-economic conditions (non-formal education, type of work, income level, yard area and social environment) of KWT members receiving the P2L Program in Klaten Regency, and analyze the influence of KWT members' socio-economic factors on the level of their participation in the P2L Program in Klaten Regency. The basic research method is quantitative with survey techniques. The research location was deliberately determined in Klaten Regency. The sampling method was proportional random sampling technique, with a sample of 66 respondents. Data analysis uses multiple linear regression tests. The research results show that the level of participation at the planning stage and monitoring and evaluation stage is low, while the implementation and results utilization stage is high. Non-formal education is in the high category, social environment is in the very high category, while type of work, income level and yard area are in the low category. Non-formal education, income level and social environment influence the level of participation of KWT members while type of work and size of yard land have no influence

    Kerusakan Tanaman Selada (Lactuca sativa L) oleh OPT pada Budidaya Hidroponik di Kota Semarang

    Get PDF
    Hydroponic plants are plants that grow using nutrient solutions that contain minerals needed for plant growth. This study was conducted to identify various types of pests that attack mustard and lettuce plants grown in a hydroponic system. The research location was in Mijen Sub-district, Semarang City. Data collection methods used included surveys, interviews, and direct observation in the field which were then analysed descriptively. Observations of pests and diseases were conducted routinely every week until harvest time. Observations from the research location showed that the largest pest population came from the order Diptera (Fruit Flies) with 48 individuals, followed by the order Lepidoptera (Moths) with 33 individuals. Meanwhile, the population of pests from the Hemiptera and Hymenoptera orders (Walang sangit and Honey Bee) had the same number, 18 and 6 respectively

    Hubungan Perilaku (PHBS) Anak Dengan Kejadian Kecacingan DI SDN 2 Sukamenanti Kota Bandar Lampung

    No full text
    Background: Personal hygiene is one of the behaviors that must be applied in everyday life. Children are an age group that is very low in implementing personal hygiene. Children who do not adopt clean and healthy living habits are very susceptible to helminthiasis.The occurrence of worms in children can occur because of the possibility of worm eggs in the environment that stick to the hands and then being swallowed.The worm eggs then multiply in the host's body which causes the host to experience several symptoms such as dizziness, weakness, lethargy, loss of appetite, lack of blood and even nausea and vomiting.This study aims to determine whether there is a relationship between personal hygiene in children which includes washing hands before eating, cutting nails once a week, wearing footwear when playing in the environment and washing hands with soap after defecating with helminthiasis. The inspection method uses the direct method with an analytic design using a cross sectional approach. The statistical test uses the chi square test to determine the relationship between clean and healthy living behavior and the incidence of helminthiasis. From the examination results, it was found that 41 (26.11%) students at SDN 2 Sukamenanti in Bandar Lampung City experienced positive helminthiasis and 116 (73.89%) students were negative for helminthiasis and a significant relationship was found between clean and healthy living behavior (PHBS) and helminthiasis (pValue = 0.000) and there were 41 (26.11%) students who had helminthiasis and 13 (8.28%) students had bad clean and healthy living behavio

    Hubungan Gaya Hidup dengan Kualitas Hidup pada Petani

    Get PDF
    Menurut World Health Organization (WHO), 60% faktor yang berhubungan dengan kesehatan individu dan kualitas hidup berkorelasi dengan gaya hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan gaya hidup dengan kualitas hidup pada petani. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2024 di Desa Marga Agung Lampung Selatan. Variabel independen adalah gaya hidup dan variabel dependennya kualitas hidup. Populasi dalam penelitian adalah petani di Desa Marga Agung dengan jumlah sampel berjumlah 246 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan nilai alpha Cronbach 0,77-0,98. Pengolahan data melalui tahapan editing, coding, tabulating, entry dan cleaning. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi  dan uji Chi-Square. Gaya hidup dalam kategori baik sebanyak 150 orang (60,9%) dan tidak baik sebanyak 96 orang (39,1%). Kualitas hidup dalam kategori sangat baik sebanyak 17 orang (6,9%), baik sebanyak 172 orang (69,9%), biasa sebanyak 55 orang (22,4%) dan buruk sebanyak 2 orang (0,8%). Analisis lanjut mendapatkan p=0,001 yang berarti bahwa ada hubungan antara gaya hidup dengan kualitas hidup.

    KERAGAMAN PANGAN DAN STATUS GIZI PADA REMAJA USIA 12-15 TAHUN: STUDI CROSS SECTIONAL

    Get PDF
    Latar Belakang: Remaja sangat rentan mengalami masalah gizi ganda. Kejadian kegemukan pada remaja usia 13-15 tahun di Indonesia mengalami peningkatan, sebanyak 11,2% anak remaja mengalami kegemukan dan 4,8% mengalami obesitas. Salah satu kebiasaan makan yang sering terjadi pada remaja adalah kurang beragamnya pola makan sehari-hari. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara keragaman pangan dengan status gizi pada remaja usia 12-15 tahun. Metode: Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Depok, Sleman menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling dengan total sampel sebanyak 68 orang remaja. Keragaman pangan diukur menggunakan formulir Individual Dietary Diversity Score (IDDS) berdasarkan wawancara recall 24 jam sebanyak dua kali yang mewakili hari kerja dan hari libur. Status gizi diukur menggunakan indikator IMT menurut Usia (IMT/U). Analisis statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil: Sebanyak 25% remaja memiliki keragaman pangan kurang dan 75% memiliki keragaman pangan sedang. Ada 39,7% remaja mengalami gizi lebih dan 60,3% mengalami gizi normal. Hasil uji Chi Square menunjukkan hubungan signifikan antara keragaman pangan dengan status gizi pada remaja (p=0,032; OR=4,01; CI=1,26-12,75). Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara keragaman pangan dengan status gizi remaja usia 12-15 tahun. Hasil mengindikasikan semakin beragam konsumsi pangan remaja maka status gizi remaja semakin banyak yang normal.Kata Kunci : Keragaman Pangan; Individual Dietary Diversity Score (IDDS); Status Gizi;Gizi Lebih; Remaja; Usia 12-15 tahu

    First ways to find out breast cancer by Breast Self-Examination (BSE)

    Get PDF
    Breast self-examination (BSE) or SADARI is one of the first ways to find out breast cancer by seeing and feeling if there are abnormalities. The Indonesian Ministry of Health in 2022 said that the incidence of breast cancer in Indonesia was 26 per 100 thousand population, and 70% were detected at an advanced stage and could result in death. Delays in early detection of breast cancer due to lack of knowledge and information. Health education about BSE is important as an effort to prevent breast cancer. The purpose of this study was to determine the effect of BSE health education on knowledge about early detection of breast cancer in SMA Negeri 01 Jatibarang. This type of research uses a quasi-experimental design with a one-group pre-post test design without control. The sample in this study was female students in grades 10 and 11, who were taken using the simple random sampling technique with as many as 78 respondents. The Wilcoxcon signed rank test statistical test showed a p-value of 0.000 <0.05, which means that there is an effect of health education on knowledge using the demonstration method. Based on this research, it is expected that young women can apply knowledge and implement BSE prevention as an effort to detect early breast cancer.

    4,728

    full texts

    5,310

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇