E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
Not a member yet
5310 research outputs found
Sort by
Peningkatan Peristaltik Usus pada Pasien Post-Laparotomy dengan Mengunyah Permen Karet Xylitol
Pasien yang akan menjalani proses laparotomy akan menerima anestesi guna meringankan rasa nyeri. Efek anestesi yang diberikan kepada pasien dapat memperlambat motilitas gastrointestinal pasca operasi yang menyebabkan kehilangan peristaltik. Peristaltik yang hilang dalam waktu lama akan menghambat pemulihan kondisi pasien dan proses penyembuhan luka. Mengunyah permen karet pasca operasi dapat merangsang motilitas usus melalui refleks vagal sefalik dan dengan meningkatkan produksi hormon gastrointestinal yang bisa mengatasi difungsi motilitas gastrointestinal pasien post-laparotomy. Tujuan penulisan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapkan intervensi mengunyah permen karet Xylitol® untuk meningkatkan peristaltik usus pada asuhan keperawatan pasien post-laparamoty. Metode penulisan yang digunakan dalam studi kasus ini berupa metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan intervensi utama mengunyah permen karet xylitol. Subyek studi adalah tiga oran pasien post operasi laparotomy dengan general anastesi, telah sadar penuh (2-3 jam setelah operasi), dapat mengunyah permen karet, tidak alergi terhadap permen karet, tidak menggunakan nasogastric tube dan memiliki keluhan mual, belum bisa flatus. Subyek studi diminta mengunyah permen karet Xilytol® sebanyak 4 butir (5,8 mg) selama 10 menit, dilakukan tiap 8 jam dengan cara mengunyah 2 butir selama 5 menit kemudian dibuang dan kemudian dilanjukan 2 butir selanjutnya. Peristaltik usus setiap jam diukur dengan menggunakan stetoskop melalui pemeriksaan auskultasi abdomen. Hasil yang didapatkan peristaltik usus membutuhkan waktu 2 jam untuk kembali setelah mengunyah permen karet dengan rata- rata suara peristaltik usus yang muncul 2 kali permenit. Mengunyah permen karet Xylitol® dapat dijadikan intervensi untuk mengatasi masalah disfungsi motilitas gastrointestinal pada pasien post laparotomy
Penerapan pemberian cokelat hitam terhadap intensitas nyeri dismenore primer pada mahasiswi keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang
Dismenore atau nyeri menstruasi yang bisa disertai kram perut yang terjadi di abdomen bagian bawah, akan tetapi dapat menjalar kesekitarnya. Salah satu pengobatan non-farmakologi untuk mengobati nyeri yaitu konsumsi coklat hitam yang kaya akan magnesium. Studi ini bertujuan untuk menerapkan evidence based nursing praktice pemberian cokelat hitam terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore primer pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Semarang. Studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek terdiri dari dua mahasiswi yang sedang menstruasi dengan kriteria inklusi yaitu mahasiswi yang sakit dismenore primer dan bersedia tidak memakai pengobatan lain baik obat kimia maupun non obat kimia selama penerapan. Studi ini untuk melihat perbedaan pre-test dan posttest setalah diberikan terapi konsumsi coklat hitam masing-masing perlakuan dilaksanakan saat hari pertama dan kedua menstruasi. Instrumen penerapan ini menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Tingkat nyeri menurun pada kedua subjek setelah diberikan intervensi. Hal ini ditandai dengan subjek satu sebelum diberikan coklat hitam mendapatkan nilai skor NRS 5, setelah diberikan coklat hitam mendapatkan skor dua. Subjek dua sebelum diberikan coklat hitam mendapatkan nilai skor NRS 4, setelah diberikan coklat hitam mendapatkan skor dua. Pemberian coklat hitam efektif untuk menurunkan tingkat nyeri pada dua pasien yang mengalami dismenore primer
E-Modul Sebagai Upaya Pemahaman Remaja Tentang Sehat Jiwa Di Wilayah Puskesmas Gambirsari Surakarta
Kesehatan jiwa harus diperhatikan sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Pemahaman sehat jiwa sangat diperlukan bagi siapapun, begitupun dengan remaja yang masih berada dalam kondisi labil. Remaja harus mendapatkan materi tentang sehat jiwa serta memahami dengan baik agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Pencegahan terjadinya masalah kesehatan jiwa pada remaja penting untuk dilakukan dengan baik sehingga terhindar dari gangguan jiwa atau masalah metal yang lebih lanjut. Edukasi tentang sehat jiwa pada remaja sangat diperlukan dan media yang digunakanpun harus sesui supaya informasi dapat ditangkap dengan cepat. E-modul merupakan media yang tepat dengan sasaran remaja karena memodifikasi modul konvensional dengan memadukan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga modul yang ada dapat lebih menarik dan interkatif. Hal ini dapat mennjadi sumber belajar yang menarik, interaktif. Modul digital (e-modul) yang dilengkapi dengan teknologi audio visual diharapkan mampu menarik minat peserta didik, sehingga kegiatan belajar mengajar akan tercipta secara kondusif. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang sehat jiwa. Waktu pelaksanaan kegiatan akan dilakukan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024 selama 50 jam dengan metode Edukasi kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta khususnya di wilayah Kadipiro. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan serta pemahaman tentang sehat jiwa pada remaja berdasarkan hasil evaluasi setelah selesai kegiatan. Pengetahuan remaja meeningkat dari 60 ke 80%
Determinan Kejadian Diare Pada Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjung Raja
Latar belakang: Kejadian diare pada pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjung Raja tahun 2021 tercatat sebanyak 14,4% dan meningkat pada tahun 2022 menjadi 24,4% dari jumlah total seluruh warga binaan yaitu 914 orang. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain cross – sectional dengan jumlah sampel sebanyak 136 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu analisis univariat, analisis bivariat berdasarkan uji chisquare, dan analisis multivariat berdasarkan uji regresi logistic berganda. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian diare pada warga binaan dengan cuci tangan pakai sabun (p=0,006), kebiasaan memotong kuku (p=0,032), kondisi jamban (p=0,030), kebersihan lantai (p=0,016), kepadatan hunian (p=0,043) dan tidak menunjukkan adanya hubungan antara hubungan antara kejadian diare pada warga binaan dengan pembuangan sampah (p=1,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling signifikan terhadap kejadian diare ialah kebiasaan memotong kuku (PR 2,807 , Cl=1,270 – 6,203) setelah di kontrol oleh variabel confounding. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian diare pada warga binaan dengan cuci tangan pakai sabun, kebiasaan memotong kuku, kondisi jamban, kebersihan lantai dan kepadatan hunian, dengan kejadian diare serta variabel kebiasaan memotong kuku menjadi variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjung Raja
KORELASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN PROBOLINGGO
Background: Soil-transmitted worms are still a health problem in Probolinggo Regency, especially related to clean and healthy living behavior. Health and hygiene education is an effort to reduce worm transmission and infection. The purpose of this study was to identify clean and healthy living behaviors related to worms. Method: The study design was observational analytic with a Cross-Sectional Study approach. The population was elementary school students in Probolinggo Regency with a sample size of 607 students taken by cluster sampling with a single-stage method. Identification was carried out on clean and healthy living behaviors and the number of worm eggs in feces and soil. Data analysis used Chi Square with an alpha of 0.05. Results: The data showed that 96.4% of respondents were negative and 3.6% were positive with a distribution of worm eggs of 2.1% Ascaris lumbricoides, 1.3% Hookworm and 0.5% Trichuris trichiura with mild infection intensity. The results of the Chi Square test showed no relationship between washing hands before eating, washing hands after defecating, wearing footwear, and nail conditions with worms in students with p values of 0.748, 0.584, 0.550, 0.777, respectively. Conclusion: These results are due to the history of exposure and the body's immunity in overcoming parasite invasion. Long exposure to children with positive worms will make the parasite colony maintain a clean and healthy lifestyle. Conversely, low exposure and strong immunity keep children free from worm infections
Hubungan antara Kepatuhan Minum Obat dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
Latar belakang: Hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif yang memiliki tingkat kematian tertinggi dan berpengaruh terhadap kehidupan dan produktifitas manusia. Menurut data WHO tahun 2019 menunjukkan sekitar 1,13 juta orang di dunia yang mengidap hipertensi dan paling banyak dialami oleh negara-negara yang berpenghasilan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan minum obat pada pasien dan mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional, berlokasiFasilitas Tingkat Pertama dengan besar sampel 70 orang (purposive sampling). Data yang dikumpulkan berasal dari kuisioner. Hasil: Menunjukkan mayoritas responden dalam kepatuhan minum obat sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari 70 responden, 50% responden dengan jumlah 35 pasien menunjukkan kepatuhan sedang, 22 pasien kategori tinggi dan 13 pasien menunjukkan kapatuhan minum obat dengan kategori rendah. Hasil dari uji korelasi spearman dengan p-value 0,001 < 0,05 yang berarti Ho ditolak, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Nilai korelasi sebesar 0,756 yang artinya tingkat korelasi kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan nilai tekanan darah pada pasien hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Didapatkan hasil dari uji korelasi spearman dengan p-value 0,001 < 0,05 dan nilai korelasi sebesar 0,756 menunjukkan dua variabel kuat
The Effectiveness of Emotion Validation Pop-Up Books on the Emotional Development of Preschool Children as a Control for Children’s Mental Health Emergencies
One of the psychological problems experienced by children is emotional mental problems which can result in unhealthy emotional and mental disorders. The incidence of this disorder is around 3-10%, in the United States it is around 3-7% while in Germany, Canada and New Zealand it is around 5-10%. In Indonesia, there are still no definite figures regarding the incidence, even though this disorder occurs quite often. The Emotion Validation Pop-Up Book Research contributes to Preschool Children increasing their understanding of felt emotions through an attractive display. This research uses a quasi-experimental design. The number of samples used in the treatment group and control group was 30 students at Kindergarten N Pembina Kab. Kendal uses a simple random sampling technique. Statistical analysis uses independent T test and paired T test. The results showed that the research showed an independent T test (0.000<α) and paired T test (0.000<α). This study concluded that there were differences in the emotional development of preschool children between the control and treatment groups and there were differences before and after in the treatment group in the use of the Preschool Children’s Emotion Validation Pop-Up Book
Differences In The Use of Diagnostic Budget and The Use of Interactive Budget: Case Study of SMEs in Palembang City
This study aims for analyzing influence styles, use budget diagnostics and interactive proxies for performance companies all at once. For comparing styles, use budget diagnostics and interactive proxies for SMEs in Palembang City. The type of data used is the primary data result of a spreading interview containing a questionnaire and alternative answers given to the respondent, which is SME managers and workers in Palembang City. Population study: there are 155,467 SMEs in Palembang City. Taking samples uses snowball sampling methods and techniques, which yield a determinant sample that yields the total sample of as many as 100 SMEs. Research data analysis techniques This is using the Software Statistical Program for Social (SPSS) version 27 with descriptive statistics and simple linear regression. Research results this show that style use budget diagnostic and interactive no influential performance company, use budget in a manner diagnostic more lots used compared to with use budget in a manner interactive
Financial Synergy for Sustainable Success: Optimizing Management, Investment, AI, and Risk SMEs in Bali
In the context of globalized and environmentally conscious business landscapes, this study investigates the intricate relationships between investment decisions, risk perception, artificial intelligence (AI), and sustainable success in small and medium enterprises (SMEs) in Bali. Employing a quantitative approach, the research explores the mediating role of investment decisions using theoretical frameworks such as the Triple Bottom Line, Pecking Order Theory, Trade-Off Theory, and Prospect Theory. Results from a sample of 150 SMEs reveal significant direct effects and correlations, with investment decisions mediating between AI, risk perception, and sustainability. Managerial implications emphasize strategic AI integration, robust risk management, and a balanced approach to investment decisions for sustainable success. While limitations include sample size constraints, future research directions suggest longitudinal and qualitative studies, exploration of sectoral variations, and assessing the impact of emerging technologies on sustainability decisions. This study provides actionable insights for companies navigating the complexities of sustainable decision-making and underscores the imperative for businesses to foster a culture of adaptability and innovation. By embracing these insights and cultivating a forward-thinking approach, companies can not only optimize their current sustainability strategies but also position themselves strategically to thrive in an ever-evolving business landscape
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI PADA MATERI OPERASI BILANGAN BULAT
This study aims to develop a valid and practical diagnostic test instrument so as to identify student misconceptions on integer operation material. Diagnostic tests are developed using a four-tier test format. The research method uses a development method by Tessmer, namely Formative Research which consists of the preliminary stage, self-evaluation stage, prototyping stage (expert review, one to one, small group) and field test stage. The results are diagnostic test instruments that are declared valid and practical by the experts and the students. The results of the student diagnostic test showed that there was a misconception in the Learning Objectives (TP) of reading and writing integers by 25.86%, comparing integers by 12.07%, performing arithmetic operations on integers by 21.94% and using arithmetic operations on integers and providing estimates in solving problems by 27.01%