E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
Not a member yet
5310 research outputs found
Sort by
Analisis Kinerja Faktor Daya Terhadap Perubahan Beban Di Gedung B RSUD Brebes
Rumah Sakit Umum Daerah Brebes sebagai salah satu fasilitas kesehatan penting di Kabupaten Brebes beroperasi selama 24 jam dengan peralatan medis modern yang membutuhkan pasokan listrik stabil dan efisien. Penelitian ini menganalisis kinerja faktor daya terhadap perubahan beban listrik di Gedung B RSUD Brebes menggunakan Power Quality Analyzer Hioki PQ3100-94. Pengukuran dilakukan pada arus, tegangan, dan faktor daya pada siang dan malam hari pada hari kerja serta hari libur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan beban berdampak signifikan terhadap tegangan dan arus pada setiap fasa. Pada fasa R, tegangan turun dari 219,86 V menjadi 218,34 V, dengan arus meningkat dari 78,29 A menjadi 91,10 A. Pada fasa S, tegangan turun dari 220,47 V menjadi 219,59 V, dengan arus naik dari 93,48 A menjadi 93,99 A. Pada fasa T, tegangan turun dari 220,78 V menjadi 219,83 V, dengan arus naik dari 80,53 A menjadi 80,55 A. Selain itu, peningkatan beban cenderung meningkatkan faktor daya hingga mendekati nilai optimal (di atas 0,95), terutama pada siang hari. Sebaliknya, saat beban menurun, faktor daya juga menurun, khususnya pada malam hari dan hari libur, sehingga efisiensi sistem menurun. Untuk mengatasi hal ini, pemasangan kapasitor bank direkomendasikan guna menjaga faktor daya optimal dan stabilitas tegangan, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi serta sistem penyaringan listrik di RSUD Brebes
SLA DEVELOPMENT ON CHILD'S PRAGMATICS DEVICES THROUGH MOM THEO’S TIKTOK
This study aims to explore the development of pragmatic language in young children exposed to digital content, particularly through the TikTok platform. The primary focus of this research is on children who are bilingual in Indonesian and English, and how they adjust their language use in different social contexts. This study employs a qualitative approach with a descriptive design, involving the observation of TikTok videos and document analysis of verbal interactions on the platform. The two TikTok channels studied are Omar & Mom Official and Mom Theo, where both children, Omar and Theo, engage in bilingual communication in the context of language learning through social media. The results show that these children begin to understand and adjust their language use depending on the audience and communication situation. Their pragmatic language use demonstrates the development of the ability to adapt to broader social contexts. The exposure to digital content, which is mostly monologic, also limits their social interaction, reducing opportunities to practice pragmatic language in more dynamic contexts. Furthermore, the role of the family environment in language learning is crucial, with parents actively engaged in daily communication and supporting their children's language development. This research provides insights into how social media can influence the development of children's pragmatic language, highlighting the importance of balancing digital interactions with real-life social experiences
THE EFFECT OF CREATING TIKTOK VIDEOS ON STUDENTS’ SPEAKING SKILL
This study examined the effect of creating TikTok videos on the speaking skills of the tenth-grade students of SMA Al Irsyad Tegal. The objective of this research was (1) to determine the effect of creating a TikTok video on speaking skills and (2) to describe students’ perception of Creating TikTok on their motivation for speaking skills. This study used a mixed-method approach to answer the research objective. An instrument used in this research was a speaking test. The instruments have been tested for validity and reliability. The study found that there was a difference between the post-test means of the experimental group and the control group. The results of this research showed that creating a TikTok video was successful in improving students’ speaking skills. Based on the questionnaire, students said they had less confidence in speaking English due to a lack of vocabulary. After creating a TikTok video, they said they became more motivated to enrich their vocabulary because the activity is fun, engaging, and not stressfu
Peran Kiai dalam Pengobatan Orang dengan Gangguan Jiwa Berbasis Komunikasi Terapeutik
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengidentifikasi peran tokoh Kiai dalam pengobatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berbasis komunikasi terapeutik di Pesantren Bani Amrini, Bangkalan, Madura. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara secara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang terkait dengan objek penelitian. Subjek penelitian adalah 1 kiai dan dibantu 3 kader jiwa yang memiliki peranan penting dalam proses pengobatan pasien gangguan jiwa di Pesantren Bani Amrini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai berfungsi sebagai penyembuh spiritual, konselor, dan sebagai mediator antara pasien dan keluarganya. Terapi yang diterapkan mencakup pendekatan berbasis pada keagamaan seperti shalawatan, berdzikir, shalat berjamaah, dan doa bersama, yang membantu pasien menemukan ketenangan batin dan memperkuat hubungan mereka dengan Tuhan. Selain itu, terapi menggunakan media air dan doa juga ditemukan efektif dalam memberikan dukungan spiritual kepada pasien. Kegiatan terapi kerja yang melibatkan pasien dalam tugas yang bersifat produktif serta kolaborasi dengan tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara terjadwal juga menjadi bagian integral dari proses pengobatan. Melalui integrasi antara komunikasi terapeutik, praktik spiritual, dan intervensi medis, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan holistik dalam pengobatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Pesantren Bani Amrini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan mental, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial yang dapat mendukung pemulihan pasien
Association of Family History, Body Mass Index, and Exercise Regularity with HbA1c Status in Type 2 Diabetes Melitus Patients
Background: Urban life, especially in Surakarta, is easy to access and full of high-carbohydrate food and drink. This has increased unhealthy behavior and diets. The prevalence of diabetes Mellitus (DM) in Surakarta is growing, reaching 24% in 2021. Physical exercise and poor diet are important risk factors for DM, coupled with genetics, causing obesity. HbA1c levels periodically assess DM patients' glycemic management.Objective: This study aims to determine the association between family history, body mass index, and regular exercise with HbA1c status in type 2 DM patients at UNS Surakarta Hospital.Methods: The research was an observational study; 24 patients diagnosed with type 2 DM were recruited from the outpatient clinic of Universitas Sebelas Maret Hospital, Surakarta, Indonesia, in October 2021. Measurements were conducted to determine their HbA1c level by enzymatic methods and body mass index by measuring body weight and height, and they were questioned regarding their physical exercise and family history of diabetes. The data collected were analyzed using multiple logistic regression to ascertain the association between family history, body mass index, and exercise regularity with HbA1c status.Results: The findings indicated no statistically significant association between genetic background, body mass index, and exercise frequency with HbA1c status (p>0.05).Conclusion: This research shows that genetic history, body mass index, and exercise regularity are not associated with HbA1c status in type 2 DM in included subjects
Monitoring Kondisi Bearing Motor Induksi pada Kondisi Strong Noises Interference
Motor induksi tiga fasa memegang peranan penting dalam industri sebagai penggerak utama dalam proses produksi, namun kerentanannya terhadap kerusakan, terutama pada bearing , sehingga memerlukan solusi pemantauan kondisi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring kondisi bearing pada motor induksi menggunakan analisis sinyal suara, dengan penerapan Short Time Fourier Transform (STFT) untuk fitur ekstraksi dan analisis spektrum guna menentukan status monitoring kondisi bearing . Pendekatan ini diharapkan dapat mengatasi kelemahan metode konvensional yang sensitif terhadap kebisingan sekitar, dengan mempertimbangkan nilai Signal to Noise Ratio (SNR) untuk meningkatkan akurasi pengukuran. Penelitian ini mengusulkan penggunaan STFT sebagai solusi yang lebih baik untuk mengatasi masalah tumpang tindih sinyal dan kebisingan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi monitoring kondisi bearing motor induksi, khususnya dalam menghadapi tantangan kebisingan lingkungan yang kuat, sehingga meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional motor induksi sebagai penggerak industri utama
Do Religiosity Moderate Tax Discrimination and Tax Information Technology on Tax Evasion?
This study examines the influence of tax discrimination and information technology on tax evasion, with religiosity as a moderating variable. The increasing number of tax evasion cases in Indonesia highlights the need to explore factors that drive non-compliance among taxpayers. Many individuals remain reluctant to fulfil their tax obligations due to concerns about unfair treatment by tax authorities and mismanagement of tax revenues. This study employs a quantitative research design with primary data collected through a structured questionnaire distributed to 132 MSME taxpayers in the Special Region of Yogyakarta using snowball sampling. The data were analyzed using multiple linear regression and moderated regression analysis (MRA) with SPSS 26. The findings indicate that tax discrimination significantly increases tax evasion, as perceived unfairness in tax policies reduces taxpayers' willingness to comply. Conversely, tax information technology negatively affects tax evasion, as digital innovations enhance transparency, monitoring, and enforcement, making non-compliance more difficult. Religiosity is found to play a moderating role in both relationships. It weakens the positive impact of tax discrimination on tax evasion, suggesting that individuals with strong religious values are less likely to justify evasion, even when they perceive discrimination. Similarly, religiosity mitigates the negative effect of tax information technology on tax evasion, implying that religious taxpayers are more likely to comply when they perceive the tax system as fair and aligned with ethical principles. These findings emphasize the need for policymakers and tax authorities to ensure fair tax administration and strengthen digital tax systems while also considering ethical and religious values to promote voluntary compliance. Integrating technological advancements with moral reinforcement strategies may serve as a more comprehensive approach to reducing tax evasion and enhancing tax compliance in Indonesia
CEGAH HIPERTENSI DENGAN EDUKASI DAN INTERVENSI TERPADU DI POSBINDU PENYAKIT TIDAK MENULAR
Di Sumatera Barat, prevalensi hipertensi meningkat dari 22,6% pada 2013 menjadi 25,2% pada 2018, dengan data Puskesmas Ulakan menunjukkan hipertensi sebagai penyakit tertinggi. Program inovatif seperti BENAHI (Besama Hindari Hiprtensi melalui Edukasi dan Intervensi) diterapkan untuk meningkatkan kesadaran Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memahami strategi pencegahan dan pengendalian hipertensi pada Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) di wilayah kerja Puskesmas Ulakan untuk menurunkan beban penyakit dan risiko komplikasi hipertensi. Metode dalam pengabdian diawali dengan analisis situasi, alternatif pemecahan masalah, persiapan dan perencanaan kegiatan, pelaksanaan BENAHI, dan evaluasi. Hasil kegiatan adalah hipertensi adalah salah satu penyakit terbanyak di Puskesmas Ulakan dengan 3.233 kasus. Hasil prioritas masalah adalah penyuluhan kepada masyarakat mengenai penyakit hipertensi dan pentingnya memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan, perkenalan dan pemberian minuman yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, serta penyediaan media promosi kesehatan tentang hipertensi seperti poster dan leaflet. Kegiatan ini dilaksanakan pada masyarakat sebanyak 82 orang. Hasilnya didapat bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebanyak 40 % setelah dilakukan edukasi mengenai hipertensi. Puskesmas terus meningkatkan edukasi kesehatan secara rutin dan pada sasaran yang lebih luas di wilayah kerja Puskesmas Ulakan dan dapat memberdayakan kader dan masyarakat untuk mengoptimalkan promosi kesehatan mengenai hipertensi
The Nutritional Status And The Role Of Supervisor In Swallowing Drugs In Pulmonary Tuberculosis Patients
Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang banyak ditemukan di masyarakat. Pasien tuberkulosis paru dapat mengalami perburukan kondisi dikarenakan adanya faktor risiko yang dapat mempengaruhi kondisi pasien yaitu status gizi dan peran pengawas menelan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi dan peran pengawas menelan obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 43 pasien tuberkulosis paru dan 43 orang pengawas menelan obat. Hasil penelitian menunjukkan status gizi pasien tuberkulosis paru pada kelompok toddler berada pada kategori seimbang antara gizi baik dan gizi buruk yaitu masing-masing 50%, status gizi tertinggi pada kelompok anak usia sekolah dan remaja berada pada kategori gizi baik dan gizi buruk masing-masing 40%. Status gizi pasien tuberkulosis paru dewasa sebagian besar berada pada kategori gizi normal sebanyak 53,3%. Status gizi pasien tuberkulosis paru pra lansia berada pada kategori tertinggi yaitu 66,7%. Status gizi pasien tuberkulosis paru lansia sebagian besar berada pada kategori normal 66,7%. Pengawas menelan obat sebagian besar memiliki peran baik 53,5%. Peran baik meliputi peran pelaksanaan strategi pengobatan jangka pendek DOTS dan peran pemberian semangat. Peran yang masih kurang meliputi peran menjamin ketersediaan obat sesuai kebutuhan dan peran menjamin ketepatan pemeriksaan dahak
Penerapan teknik relaksasi otot progresif terhadap intensitas nyeri pada remaja putri dengan dismenore primer
Dismenore adalah nyeri diperut, tepatnya di daerah hipogastrik atau daerah genitalia yang menjalar ke panggul atau pelvis. Penanganan dismenore salah satunya menggunakan teknik non farmakologi menggunakan terapi relaksasi otot progresif. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan skala nyeri. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif studi dengan pendekatan proses keperawatan yang menggambarkan pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan pemberian terapi relaksasi otot progresif pada pasien dismenore yang berjumlah 3 orang subyek studi yang diperoleh dari pre-test yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dismenore yang dirasakan diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil studi kasus pada ketiga subyek studi dengan dismenore setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif selama 1 hari dan lama waktu yang digunakan 30 menit terjadi penurunan skala nyeri dari sebelum dilakukan terapi hasil yang ditemukan adalah dismenore sedang dengan nilai rata-rata 4,3 dan setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif nyeri dapat menurun menjadi dismenore ringan dengan nilai rata-rata 2,3. Terapi relaksasi otot progresif ini menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif untuk menurunkan dismenore pada remaja