E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
Not a member yet
5310 research outputs found
Sort by
EFFECTIVENESS OF THE DEEP LEARNING APPROACH IN ENHANCING STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS ON MATRIX MATERIAL
This study investigates the effectiveness of the Deep Learning approach in enhancing students' critical thinking skills in matrix material. The approach emphasizes deep understanding, enabling students to analyze, interpret, and connect concepts comprehensively. A quasi-experimental design with a nonequivalent control group was employed, involving tenth-grade students at Muhammadiyah Kalasan Senior High School. The research sample consisted of two classes: the experimental class (X-A), which applied the Deep Learning approach, and the control class (X-B), which used conventional teaching methods, with 28 students in each group. To evaluate learning improvement, both groups took a pretest before treatment and a posttest afterward. Data analysis utilized an independent sample t-test to test the hypothesis and an n-Gain test to assess critical thinking skill improvement. Results indicated a significant increase in students' critical thinking abilities, with the experimental group outperforming the control group (sig. 0.000 < 0.05). The highest improvement was in the Situation aspect (56.43), while the Overview aspect showed the least growth (6.43). The average score increased from 55.71 to 86.18, with an N-Gain of 0.68 (moderate category). Further research could explore this approach in different subjects to enhance educational qualit
PEMANFAATAN ARANG SEBAGAI DEHUMIDIFIER ALAMI UNTUK MENCEGAH PNEUMONIA PADA ANAK
Pneumonia merupakan peradangan paru-paru akibat infeksi akut pada saluran pernapasan, yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Pada balita, gejala yang paling dominan atau sering muncul adalah batuk, kesulitan bernapas, dan tanda pneumonia berat seperti tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam saat bernapas. Gejala pneumonia mirip dengan flu biasa, tetapi dapat memburuk jika disertai demam tinggi, batuk berat, nyeri dada, dan sesak napas. Kelembapan udara yang tinggi dapat memperburuk kondisi pneumonia karena akan mempermudah penyebaran mikroorganisme penyebab infeksi. Sebagian besar daerah di wilayah kerja Puskesmas Pulung merupakan daerah dengan curah hujan tinggi dan kelembapan yang tinggi. Angka kejadian pnemonia pada anak di Puskesmas Pulung tercatat masih tinggi. Pengurangan kadar air di udara dapat dilakukan dengan proses dehumidifikasi. Cara kerja dehumidifier adalah saat udara dibawah suhu rendah, uap air akan terkondensasi pada permukaan dingin. Dengan kata lain penyerapan uap air dilakukan dengan proses pendinginan dan terjadi kondensasi. Sehingga pengabdi menggagas membuat dehumidifier alami ini untuk pencegahan terjandinya pnemonia pada anak, dimana dehumidifier alami ini berfungsi untuk mengurangi terjadinya kelembapan udara di lingkungan rumah sehingga bisa mengurangi terjadinya peradangan paru-paru
PENURUNAN MUTU FISIK DAN KIMIA SUP LABU KUNING INSTAN YANG DIKEMAS MENGGUNAKAN ALUMINIUM FOIL
Instant pumpkin soup is an innovative food product that is practical and has high nutritional value. However, during storage, this product is prone to physical and chemical quality changes due to the influence of temperature and storage duration. This research aims to study the kinetics of the rate of physical and chemical deterioration of instant pumpkin soup packaged using aluminum foil during storage. Pumpkin was processed into soup, then packaged using aluminum foil, and stored at 27, 37, and 47°C for 0, 7, 14, 21, and 28 days. The research method was carried out with an experimental design using a 2-factor Completely Randomized Design (CRD), namely temperature and storage duration. Parameters observed included hygroscopicity, water activity (), β-carotene content, and vitamin C content. The results showed that temperature and length of storage had a significant effect on changes in the physical and chemical quality of instant pumpkin soup. The temperature of 27°C is the best temperature in maintaining the quality of hygroscopicity, water activity (), β-carotene, and vitamin C in the product
Pengaruh Pemberian Teh Daun Kersen (Muntingia Calabura Linn) dan Madu Hitam (Black Honey) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Pagesangan
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dimana terjadinya kenaikan kadar gula darah (hiperglikemia) yang disebabkan karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan. Daun kersen dan madu hitam memiliki senyawa saponin dan flavonoid yang dapat menghambat penyerapan gula darah dari usus. Tujuan penelitian untuk mengatahui pengaruh pemberian teh daun kersen dan madu hitam terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas pagesangan. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode Experiment dengan desain Pretest Postest With Control Group Design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas pagesangan sebanyak 36 orang. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol (masing-masing 18 orang). Penelitian dilakukan selama 7 hari dan diberikan perlakuan 1x/sehari sebelum makan. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan nilai = 0,005. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian teh daun kersen dan madu hitam terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p value (0,002 <0,05). Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian teh daun kersen dan madu hitam terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Pagesangan Kota Matara
Lexical and Structural Challenges in Indonesian EFL Learners' Narrative Writing
This study examines the lexical and structural challenges faced by EFL (English as a Foreign Language) students in writing narrative texts in English. The study was conducted at SMA Negeri 1 Poco Ranaka, a high school located in the rural area of East Nusa Tenggara. The method used is qualitative descriptive with analytical techniques based on Jacobs' writing assessment rubric, which covers five aspects: content, organization, vocabulary, grammar, and mechanics. The results showed that errors in the use of vocabulary (44%) and grammar (50%) were the most dominant problems, followed by weaknesses in the organizational aspects and mechanics of writing. These errors reflect the limited lexical and grammatical mastery of students, as well as the negative influence of the mother tongue and the lack of exposure to authentic English use. This research confirms that writing skills should be understood as a complex process of negotiating meaning, not just a technical skill that can be acquired through mere repetition. These findings also emphasize the importance of contextual, adaptive, and needs-based approaches to writing learning, especially in areas with limited access to educatio
Penerapan Terapi Bermain Origami Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Anak Leukemia Limfoblastik Akut Di Ruang Anak Lantai 1 RSUP Dr. Kariadi Semarang
Timbulnya berbagai tanda-tanda kecemasan sering ditemui anak selama menjalani perawatan di rumah sakit. Salah satu cara atau terapi yang digunakan untuk mengatasi kecemasan dengan terapi bermain yaitu origami. Origami merupakan aktivitas yang melibatkan lipatan kertas untuk menciptakan bentuk atau gambar tertentu, yang memerlukan koordinasi antara tangan dan pikiran. Studi ini bertujuan mengetahui penerapan terapi bermain origami dalam menurunkan kecemasan anak LLA. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif dengan proses asuhan keperawatan anak. Pelaksanaan studi kasus ini berlangsung pada bulan Mei 2023, di Ruang Anak Lantai 1 RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan dua subyek penelitian. Kriteria inklusi subyek studi adalah pasien LLA usia prasekolah yang memiliki tingkat kecemasan kategori sedang hingga ringan (berdasarkan alat pengukuran kecemasan), bersikap kooperatif, dan bersedia untuk menjalani terapi melalui aktivitas origami. Alat yang digunakan dalam studi kasus ini adalah lembar observasi CEMS, yang bertujuan untuk mengukur tingkat kecemasan sebelum dan setelah diberikan terapi bermain origami. Pemberian terapi bermain origami selama 3 hari berturut-turut menurunkan kecemasan ditandai dengan adanya penurunan kecemasan rata-rata skor CEMS 7. Terbukti bahwa intervensi keperawatan yang melibatkan terapi bermain origami efektif dalam menurunkan kecemasan pada pasien LLA
Edukasi “PERISAI” Pendidikan Perlindungan Anak dari Ancaman Kekerasan dan Predator Seksual
Perilaku menyimpang yang menargetkan anak-anak sebagai objek pelecehan dan kekerasan seksual disebut pedofilia. Fenomena pedofilia memerlukan perhatian segenap elemen masyarakat untuk memutus rantai kasus karena kerap ditemukan pelaku pedofilia merupakan korban tindakan pelecehan seksual di masa lalu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah tentang pencegahan dari korban pedofilia dan pendeteksian pelaku pedofilia. Pengabdian ini dilakukan karena banyak munculnya kasus korban pedofilia pada anak sekolah yang masih membutuhkan edukasi terkait pencegahan perilaku menyimpang seksual pedofilia. Proses kegiatan pengabdian masyarakat diawali pengkajian, ceramah mengenai materi pentingnya menjaga system reproduksi anak dan upaya pencegahan dari pedofilia, serta berlatih cara mendeteksi pelaku pedofilia yang dihadiri oleh 25 anak di wilayah desa Pilangsari Demak. Hasil pengabddian masyarakat menyebutkan bahwa tingkat pengetahuan anak setelah diberikan edukasi meningkat dari kurang menjadi baik (92%). Rekomendari dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan pemberian Edukasi “PERISAI” dapat dilakukan berkelanjutan sehingga baik anak ataupun orangtua memahami konsep pedofilia dan berani untuk melaporkan apabila menemui kasus terkait perilaku penyimpangan seksual
Sosialisasi Kesehatan Reproduksi pada Anak melalui Program ‘Kenali dan Sayangi Tubuhmu’ untuk Siswa Sekolah Dasar"
Pendidikan Kesehatan Reproduksi telah lama dikenal sebagai komponen penting dari kurikulum sekolah dan memiliki peran penting dalam mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan seksual. Pendidik sekolah dasar berada di garis depan dalam memperkenalkan konsep-konsep kesehatan reproduksi kepada pelajar muda. Oleh karena itu, Guru Sekolah Dasar harus mengembangkan kompetensi yang memadai untuk menjalankan peran yang sensitif tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningktakan pengetahuan siswa/siswi terkait kesehatan reproduksi. Pengabdian ini dilakukan dengan proses awal sosialiasasi, pemberikan Pendidikan kesehatan yang dikemas sangat variatif. Evaluasi program dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dihadiri 376 siswa. Adanya peningkatan pengetahuan diperlihatkan siswi putri dengan ditunjukkan dalam keaktifan menjawab semua pertanyaan yang diberikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat
Tingkat Partisipasi Petani pada Program Corporate Farming di Desa Panjangsari, Kecamatan Gombong
Corporate farming sebagai bentuk kerjasama ekonomi melalui pemberdayaan petani diharapkan dapat menciptakan kemandirian usahatani, berdaya saing, dan berkelanjutan. Penentu berjalannya suatu inovasi dalam hal ini corporate farming adalah adanya partisipasi petani. Pelaksanaan corporate farming di Desa Panjangsari mengutamakan lingkungan sosial petani, namun petani kesulitan mencari pekerja lahan corporate farming. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani, tingkat partisipasi petani, dan hubungan antara karakteristik dengan tingkat partisipasi petani pada program corporate farming di Desa Panjangsari, Kecamatan Gombong. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan teknik survei. Analisis data uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani adalah umur, tingkat pendidikan, pengalaman usahatani, luas lahan, dan pendapatan. Tingkat partisipasi petani pada tahap pengambilan keputusan berada pada kategori tinggi, partisipasi petani pada tahap pelaksanaan berada pada kategori rendah, dan partisipasi pada tahap pemanfaatan hasil dan evaluasi berada pada kategori sedang. Pengujian pada taraf 90% menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik luas lahan dengan partisipasi petani. Karakteristik petani berupa umur, pendidikan, pengalaman usahatani, dan pendapatan petani tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan partisipasi petani.
Application of Empirical Best Linear Unbiased Prediction (EBLUP) in Estimating Labor Force Participation Rate at the Regency/City Level in Kalimantan Island, 2016
The Labor Force Participation Rate (LFPR) serves as a vital indicator for labor market planning, particularly in Kalimantan, a region experiencing sustained economic growth. In 2016, however, regency- and city-level LFPR data were unavailable due to a reduced sample size in the National Labor Force Survey. This study employs Small Area Estimation (SAE) using the Empirical Best Linear Unbiased Prediction (EBLUP) method to estimate LFPR at the sub-provincial level. Auxiliary variables include the number of vocational high schools (SMK), the proportion of villages receiving foreign aid, the share of trade-related enterprises, and the number of villages with migrant workers. Findings indicate that SAE-EBLUP produces estimates with lower relative standard errors (RSE) than direct estimation, offering improved precision for small-area LFPR estimates