E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
Not a member yet
5310 research outputs found
Sort by
Perbandingan Antara Terapi Finger Hold Dengan Terapi Kombinasi Finger Hold Dan Musik Klasik Terhadap Penurunan Nyeri Post-Operasi Laparatomi Appendisitis
Nyeri pasca operasi merupakan keluhan umum yang dialami pasien setelah menjalani tindakan laparatomi. Penatalaksanaan nyeri pasca operasi penting dilakukan secara tepat guna meningkatkan kenyamanan pasien, salah satunya melalui pendekatan terapi nonfarmakologis seperti finger hold maupun kombinasi finger hold dengan musik klasik. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas antara kedua terapi: terapi finger hold dan terapi finger hold dengan musik klasik dalam menurunkan nyeri pada pasien pasca operasi laparatomi appendisitis. Desain yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses perdarahan yang melibatkan responden sebanyak empat pasien laki-laki pasca operasi laparatomi. Dua pasien diberikan terapi finger hold, dan dua lainnya diberikan kombinasi finger hold dan musik klasik. Intervensi dilakukan selama dua hari berturut-turut selama 15 menit per sesi, dengan frekuensi satu kali per hari. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan bahwa terapi kombinasi lebih efektif dalam menurunkan skala nyeri dan memberikan efek relaksasi dibandingkan terapi finger hold tunggal. Terapi kombinasi juga membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan emosional pasien. Temuan ini mendukung penggunaan terapi kombinasi sebagai intervensi nonfarmakologis yang lebih komprehensif dalam manajemen nyeri pasca operasi
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kartasura
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan tersering pada lanjut usia, sementara kecemasan sering muncul sebagai komorbiditas yang dapat memperburuk kontrol tekanan darah dan meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke dan penyakit kardiovaskular. Studi ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Kartasura yang memiliki angka kasus hipertensi cukup tinggi. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 85 responden lansia hipertensi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Geriatric Anxiety Inventory (GAI) yang terdiri atas 20 item pernyataan berskala ordinal. Mayoritas responden berusia 60-70 tahun (96,5%) dan berjenis kelamin perempuan (70,6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia dengan hipertensi mengalami kecemasan kategori ringan. Kecemasan ringan paling banyak ditemukan pada responden perempuan dan kelompok usia 60–70 tahun. Secara umum, tingkat kecemasan lansia hipertensi di Puskesmas Kartasura berada pada kategori ringan. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi pelayanan keperawatan gerontik dengan penekanan pada intervensi psikososial untuk menjaga stabilitas mental dan mencegah peningkatan kecemasan pada lansia dengan hipertensi
Penerapan Tindakan Penghisapan Lendir Berkala dalam Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Pasien yang Terpasang Ventilator Di Ruang ICU
Ventilator-associated events (VAE) dan Ventilator-associated pneumonia (VAP) tetap menjadi sumber morbiditas dan mortalitas tinggi pada pasien yang menerima ventilasi mekanik. Akumulasi sekret jalan napas mengganggu pertukaran gas dan meningkatkan kebutuhan FiO₂/PEEP sehingga mendorong terjadinya VAE. Tindakan suction yang tepat dan kebersihan oral yang sistematis merupakan intervensi yang potensial untuk memperbaiki oksigenasi serta menurunkan risiko komplikasi. Studi ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan oropharyngeal suction berkala dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi pasien yang terpasang ventilator di ruang ICU. Desain studi laporan kasus (case report / evidence based nursing) dilaksanakan pada enam pasien dewasa yang memenuhi kriteria inklusi (>18 tahun, ventilator >72 jam) di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tiga pasien menerima oropharyngeal suction berkala + oral care 4 jam (Intervensi I) dan tiga pasien menerima suction seperlunya + oral care 8 jam (Intervensi II). Parameter yang dicatat meliputi tidal volume (VT), SpO₂, dan FiO₂ sebelum dan setelah intervensi pada jadwal yang telah ditetapkan. Prosedur mengikuti SOP suction dan praktik pre-oksigenasi. Pada kedua kelompok tidak ditemukan penurunan SpO₂ paska suction; umumnya terjadi peningkatan atau stabilitas SpO₂. Kelompok Intervensi I menunjukkan kecenderungan penurunan kebutuhan FiO₂ rata-rata dan peningkatan VT jangka menengah dibanding Intervensi II. Tidak dilaporkan efek samping serius terkait prosedur. Oropharyngeal suction terjadwal dikombinasikan dengan oral care efektif mempertahankan atau memperbaiki oksigenasi pada pasien ventilator dan dapat berkontribusi menurunkan faktor risiko VAE/VAP. Disarankan penerapan protokol suction terjadwal dalam SOP ICU dengan perhatian pada teknik aseptik dan pre-oksigenasi
PKM PENINGKATAN KAPASITAS BAGI KADER HIV/AIDS DI DUSUN NGARAN KELURAHAN BALECATUR MELALUI DIGITAL MANAJEMEN
Dusun Ngaran telah memiliki kader HIV/AIDS yang bertugas mensosialisasikan, edukasi, dan identifikasi kasus HIV/AIDS di wilayah Ngaran Tujuan kader HIV/AIDS juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit menular. Menurut data dari Puskesmas Gamping 1 Desa Balecatur merupakan salah satu desa yang memiliki risiko terhadap perilaku berisiko, sejak tahun 2012 bermunculan praktik-praktik kerja seksual tidak langsung berupa panti pijat dan salon plus, terlebih kondisi saat ini muncul kios-kios penjual obat penguat stamina bagi laki-laki atau pun perempuan. Untuk itu perlu upaya pencegahan dengan mengedukasi masyarakat sekitar terkait pencegahan HIV/AIDS salah satunya optimalisasi pemanfaatan website yang masih kurang. Solusi yang ditawarkan adalah dengan melakukan updating website yang sudah disusun yatu HIV Talks dengan penambahan fitur, dan melakukan pelatihan bagi kader PKK untuk dapat mengedukasi masyarakat dengan media website tersebut. Kegiatan ini memiliki luaran publikasi artiel ilmiah pada jurnal pengabdian dan luaran lainnya yang dapat bemanfaat untuk masyarakat dan keilmuan. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa pengelolaan website mudah diakses oleh para kader, hal ini dilihat dari hasil pengisian kuesioner bahwa kader dengan pendidikan SMP/SMA dan diusia 41 keatas memiliki pengetahuan yang luas untuk mengakses website HIV Talks dibanding kader dengan pendidikan rendah atau akademik tinggi karena tidak banyak yang memiliki pendidikan tinggi diwilayah tersebut
POST-EXTRACTION HEMORRHAGE: ASSESSING HYPERTENSION AS A RISK FACTOR IN DENTAL EXTRACTIONS
Background: Tooth extraction, a frequently performed dental procedure, typically culminates in hemostasis within several hours post-operatively. Hypertensive individuals exhibit a propensity for protracted bleeding following surgical interventions. This investigation seeks to assess prolonged bleeding after dental extraction in hypertensive patients. The study aims to determine whether elevated blood pressure is the sole etiological factor in prolonged bleeding or if other confounding variables are implicated. Methods: This prospective cohort study was conducted at Wates Public Hospital, Yogyakarta, Indonesia, from October 2024 to February 2025. Consecutive sampling was used in this study. All research subjects were patients at the Oral and Maxillofacial Surgery Clinic of the RSUD Wates who underwent closed-method extraction using local anesthesia. Patients were separated into two groups, normal and hypertension. Seventy-four patients have been involved in this research, based on inclusive and exclusive criteria. Confounding factors which could influenced blood pressure were controlled statistically.Outcome: Findings indicate that increased mean arterial pressure may extend bleeding time after extraction (p < .001). Conclusion: Elevated mean arterial pressure may prolong bleeding following tooth extraction. Furthermore, several confounding factors, including patients’ pharmacotherapy, localized inflammation resulting from periodontal disease in hypertensive individuals, and adverse patient behaviors after extraction, should be taken into consideration
SURGICAL GINGIVECTOMY AND SUPERNUMERARY TOOTH EXTRACTION ON PATIENT WITH FIXED ORTHODONTIC APPLIANCE: A CASE REPORT
Background: Gingival enlargement is the most common characteristic of various conditions, such as inflammation, medication effects, systemic conditions like pregnancy, leukemia, and can also be caused by orthodontic treatment. There is a positive correlation between the duration of orthodontic appliance use and the incidence of gingival enlargement since it facilitates biofilm accumulation and bacterial colonization, which triggers the inflammation.Case: A 24-year-old female patient came to RSGM UNIMUS with complaints of swollen gums in the posterior maxilla and anterior mandible, causing her teeth to appear shorter. She has experienced this issue for the past five years since using fixed orthodontic appliances. Intraoral examination revealed significant swelling in almost the entire gingival region of both the upper and lower jaws, along with a conical supernumerary tooth in the anterior region of the lower jaw. Physiological pigmentation was noted in the anterior gingiva of the mandible, which is showing a brownish color. Radiographs showedhorizontal bone loss at the alveolar crest in the lower jaw. Gingivectomy with scaling and root planning, extraction of the supernumerary tooth, and depigmentation were planned for this case.Outcome: Following a one-month post-operative evaluation, the treatment outcomes for the patient were promising with minimal pain reported. She noted that her confidence in her appearance has significantly improved.Conclusion: The use of fixed orthodontic appliances is correlated with gingival enlargement due to several factors. These appliances can lead to increased plaque accumulation and biofilm formation around the brackets and wires, which triggers inflammation. The mechanical irritation from the appliances can also exacerbate the condition, making it harder for patients to maintain her oral hygiene
Optimasi Rute Perjalanan di Jawa Timur Menggunakan Algoritma Ant Colony Optimization
Dalam penelitian ini, algoritma Ant Colony Optimization (ACO) digunakan untuk mengoptimalkan rute perjalanan antara kota dan kabupaten di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan cara terpendek untuk menghubungkan seluruh 38 kota di Jawa Timur dengan menggunakan data jarak dan waktu perjalanan. ACO diimplementasikan menggunakan Python dengan bantuan library NumPy, Pandas, dan ACO-Py. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ACO mampu menemukan solusi optimal dengan efisien dan memberikan rute terpendek sepanjang 1,247 km yang menghubungkan seluruh kota. Ini dibandingkan dengan algoritma Nearest Neighbor sebanyak 15%. Studi ini membantu mengoptimalkan rute perjalanan di Jawa Timur, yang akan menguntungkan industri logistik dan transportasi
Think, Speak, Challenge: Debate as a Catalyst for Critical Thinking in EFL Classroom
This study investigates the impact of debate-based learning on the development of critical thinking, argumentative skills, student engagement, and metacognitive growth among university students in an English as a Foreign Language (EFL) context. Motivated by the increasing demand for higher-order thinking skills in global education, this research addresses the gap in empirical studies integrating structured debate into English language instruction in class of Debate class in Universitas Muhammadiyah Semarang. Employing a descriptive qualitative method, the study involved 35 intermediate-level EFL students enrolled in a debate class at a Universitas Muhammadiyah Semarang. Participants were selected through purposive sampling, ensuring they had prior experience with basic argumentation tasks and were willing to engage in structured debate activities. Data were collected using a structured questionnaire covering aspects of argumentation, engagement, reflective thinking, and learning autonomy. Descriptive statistical analysis was used to interpret the results. The findings indicate that debate activities significantly enhanced students’ argumentative abilities, with 78% showing improvement in logical argument structure and 73% in evidence-based reasoning. Engagement levels were also high, with 82% reporting active behavioral participation and 75% expressing emotional motivation. In terms of metacognitive growth, 74% of students reported improved self-evaluation, while 71% became more aware of their own thinking processes. Additionally, debate encouraged reflective revision of ideas and transfer of critical thinking strategies across learning contexts. These results suggest that debate is a powerful pedagogical tool to foster active learning, critical reflection, and learner autonomy in EFL classrooms. The study contributes to the current literature by providing empirical support for integrating debate as a method to enhance both linguistic and cognitive dimensions of language education. Further research is recommended to explore longitudinal effects and implementation across disciplines.Keywords: Keyword; keyword; keyword; keyword; keyword
Exploring the Challenges of Teaching Writing in EFL Classrooms: Perspectives from Prospective Teachers
Teaching writing in English as a Foreign Language (EFL) classrooms presents significant challenges, particularly for prospective teachers who must navigate the complexities of linguistic demands, pedagogical strategies, and institutional constraints. This qualitative study explores these challenges from the perspectives of pre-service EFL teachers, focusing on their anticipated struggles and proposed solutions. Data were collected through open-ended online questionnaires administered to prospective teachers enrolled in education programs, with purposive sampling ensuring participants had relevant teaching practicum experience. The findings highlight key obstacles, including students' limited vocabulary and motivation, difficulties in providing effective feedback, and the tension between form-focused and process-oriented writing instruction. Additionally, the study reveals gaps in teacher training programs, emphasizing the need for enhanced practical training and curriculum reforms. By synthesizing these insights, this research aims to contribute to improving EFL writing pedagogy and better preparing future teachers to address these challenges
PENGEMBANGAN CREPES DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BERAS MERAH (O. GLABERRIMA) DAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (H. POLYRHIZUS) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL
Makanan bergizi dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan berguna saat masa pandemic Covid-19. Pangan fungsional merupakan bentuk makanan bergizi. Crepes dengan beras merah dan ditambah kulit buah naga merupakan alternatif makanan bergizi bagi masyarakat. Crepes merupakan makanan yang disukai masyarakat, beras merah memiliki kandungan yang lebih sehat dibanding beras putih, dan kulit buah naga memiliki kandungan serat dan antioksidan yang baik untuk tubuh. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan empat formula: Membandingkan tepung beras merah:tepung beras putih. C1 dengan perbandingan 0%:100%; C2 dengan perbandingan 50%:50%; C3 dengan perbandingan 75%:25%; C4 dengan perbandingan 100%:0%; dan semua formula ditambah ekstrak kulit buah naga sebanyak ±13%. Crepes dibuat dengan mencampurkan semua bahan kemudian dimasak di wajan anti lengket dan diratakan setipis mungkin. Setelah kecoklatan crepes siap diangkat dan disajikan. Uji yang dilakukan pada setiap formula adalah uji hedonik, uji proksimat, uji antioksidan, dan uji kedaluwarsa. Hasil uji hedonik terbaik diperoleh oleh C1; C3; C4; C2. Hasil uji proksimat terbaik diperoleh C1 karena memiliki kandungan lemak, serat, protein, dan karbohidrat tertinggi. Hasil uji antioksidan terbaik diperoleh C4 dengan kandungan antioksidan yang paling besar. Hasil uji kedaluwarsa menunjukkan crepes bisa langsung dikonsumsi maksimal enam jam setelah pembuatan dan bisa dikonsumsi maksimal 1 hari setelah pembuatan yang disimpan di tempat tertutup rapat. Disarankan agar crepes dibuat dengan cara dan alat yang tepat dan disajikan alam keadaaan segar serta meningkatkan ketelitian saat melakukan penelitian sehingga mengurangi kesalahan pada penelitan kedepannya. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaaan beras merah dan kulit buah nag