Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
Pengaruh Akupresur HT 7 Terhadap Insomia pada Wanita Perimenopause di Br. Bhineka Nusa Kauh Dalung Permai
Latar Belakang: Insomnia adalah salah satuh tanda gejala yang muncul pada wanita perimenopause. Redahnya hormone serotonin akan menyebabkan gangguan tidur atau insomnia pada wanita perimenopause. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh akupresur HT-7 terhadap insomnia pada wanita perimenopause. Metedologi: Desain yang digunakan adalah pra ekspermental dengan pendekatan one grup pretest posttes design. Sampel diambil dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi di BR Bhineka Nusa Kauh Dalung Permai pada bulan November sampai Desember 2022 sebanyak 35 responden dengan purposive sampling, diberikan kusioner KSPBJ Insomnia Rating Scale. Hasil: Hasil bivariat dengan uji Wilcoxon sign rank test deng α = 0,005 menunjukkan p 0,001 sehingga p<0,05. Artinya ada pengaruh akupresur HT-7 terhadap insomnia pada wanita perimenopause. Kesimpulan: Akupresur HT-7 adalah salah satu alternatif nonfarmakologi untuk mengatasi keluhan insomnia pada wanita perimenopause, sehingga disarankan agar Bidan memberikan edukasi dan mengajarkan akupresur HT-7 pada wanita perimenopause untuk meringankan gejala insomnia
Pengaruh Yoga Prenatal Terhadap Tingkat Stres Ibu Hamil Trimester Ketiga dalam Menghadapi Persalinan
Latar Belakang: Wanita pada masa kehamilan akan mengalami perubahan fisiologis dan perubahan psikologis didalam dirinya yang merupakan peristiwa penting bagi setiap wanita. Perubahan psikologis yang paling banyak dialami adalah stres dalam masa kehamilan. Stres yang dialami oleh ibu hamil akan bertambah dua kali lipat pada trimester II dan III. Salah satu upaya untuk mengatasi stres pada ibu hamil adalah yoga prenatal. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh yoga prenatal terhadap tingkat stres ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di PMB Ni Nyoman Suarti, A.Md.Keb. Metedologi: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasy eksperimental dengan desain yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 ibu hamil trimester III, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan analisa uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney, nilai p value = 0,567 dengan nilai Z hitung 0,468 yang artinya nilai p≤0,05, Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: ada pengaruh yang signifikan yoga prenatal terhadap tingkat stres ibu hamil trimester III
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga Wilayah Kerja Puskesmas Kampili
PHBS (perilaku Hidup Bersi dan Sehat) di Tatanan Rumah Tangga adalah semua perilaku kebersihan dan kesehatan yang dilakukan atas kesadaran masing masing sehingga setiap anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan ikut berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang PHBS Rumah tangga kepada masyarakat di wilayak kerja Puskesmas Kampili kabupaten Gowa dan dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan menggunakan in-focus, note book dan beberapa alat peraga.Penyuluhan PHBS Rumah tangga berjalan lancer
 
Promosi Kesehatan dengan Pemberian Brosur Skrining Prakonsepsi Terhadap WUS di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas I Kuta Selatan
Skrining prakonsepsi bertujuan untuk memastikan bahwa wanita dan pasangannya berada dalam status kesehatan fisik dan emosional yang optimal dan tidak mengalami masalah kesehatan saat dimulainya kehamilan, namun kenyataannya program-program terkait pelayanan kesehatan prakonsepsi belum dimanfaatkan secara maksimal disebabkan WUS belum memiliki cukup informasi dan akses terhadap kesehatan prakonsepsi yang mereka butuhkan. Peningkatan kasus kematian ibu pada tahun 2020 sebesar 56 kasus, yang sangat tinggi terjadi di Kabupaten Badung yaitu 12 kasus, Karangasem 8 kasus dan Kota Denpasar 8 kasus. Penyebab utama kematian ibu adalah hipertensi dalam kehamilan, gangguan sistem peredaran darah, perdarahan dan lainnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah sebagai promosi kepada WUS terhadap kesehatan prakonsepsi yang dapat dilakukan dengan melakukan skrining di pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan yaitu pemberian edukasi terhadap WUS. Hasil dan Diskusi pengabdian ini diikuti oleh 20 peserta dengan kegiatan pre test dan post test kepada WUS usia 20-30 tahun mengenai skrining prakonsepsi. WUS yang memiliki pengetahuan kurang sebesar 5 orang (5.1%), pengetahuan baik 10 orang (10.5%), Sikap sebelum promosi kesehatan setuju sebanyak 4 orang (4.5%) setelah diberikan brosur sikap setuju menjadi 10 orang (10.5%). Pada perilaku sebelum diberikan promosi kesehatan baik berjumlah 10 orang (11%) dan sesudah diberikan promosi perilaku WUS menjadi baik sebanyak 15 orang (16.1%)
Edukasi Perkembangan Balita Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
Lebih dari 200 juta anak yang berusia kurang dari 5 tahun menunjukkan keterlambatan perkembangan setiap tahunnya. Terdapat juga 86% kasus keterlambatan perkembangan terjadi di Negara berkembang. Dikawatirkan sekitar 43 % anak di Negara berkembang akan mengalami gangguan perkembangan. Permasalahan dalam perkembangan pada anak usia pra sekolah dapat dideteksi dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Pemantauan perkembangan balita dilaksanakan secara serentak di Lingkungan Kelurahan Panjer. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara serentak di Kelurahan Panjer dilakukan pada tangga l 3 dan 27 Agustus 2022 melalui dua tahapan. Tahapan pertama dilakukan pada 60 peserta dengan kegiatan edukasi tentang pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, evaluasi pre test dan post test, pengukuran antropometri balita, pemantauan perkembangan balita menggunakan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Tahap kedua dilakukan kegiatan pemeriksaan ulangan perkembangan kepada balita yang perkembangan pada tahap pertama tidak sesuai sejumlah 8 balita. Terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dilakukan edukasi pertumbuhan dan perkembangan balita dengan sesudah dilakukan edukasi. Balita yang memiliki antropomotri berdasarkan berat badan dengan usia didapatkan sebagian besar balita memiliki pertumbuhan yang normal sebesar 54 balita (90%) dengan hasil perkembangan sesuai lebih besar daripada balita dengan perkembangan yang tidak sesuai sebesar 52 balita (86,7%). Terdapat peningkatan pengetahuan orang tua dari sebelum dan sesudah dilakukannya edukasi pertumbuhan dan perkembangan balita usia 1-3 tahun. Orang tua diharapkan untuk terus menstimulasi perkembangan balita dan rutin memantau tumbuh kembang balita setiap bulannya di posyandu serta diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat terkait pemantauan tumbuh kembang balita bisa terus dilakukan oleh ITEKES Bal
Hubungan Pengetahuan Tentang Covid-19 dengan Perilaku Penggunaan Masker Pengunjung Poli Rumah Sakit x Nusa Dua
Latar Belakang: Pandemi covid-19 sangat meresahkan dan menimbulkan ketakutan, yang mana perilaku penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan terhadap penyebaran COVID-19. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku yaitu tingkat pengetahuan tentang covid-19. Pengetahuan memiliki kaitan yang erat dengan perilakunya. Tujuan Penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang COVID-19 dengan perilaku penggunaan masker pengunjung Poli Rumah Sakit X Nusa Dua. Metedologi: Rancangan penelitian korelasional, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 81 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen pengumpulan data mengunakan kuesioner pengetahuan tentang Covid-19 dan lembar observasi penggunaan masker. Data dianalisis menggunakan uji korelasi gamma. Hasil: Pengetahuan tentang COVID-19 pada pengunjung sebesar 64 responden (79%) dengan kategori baik. Perilaku penggunaan masker pengunjung sebesar 62 responden (76,6%) dengan kategori baik. Kesimpulan: Hasil analisis didapatkan p=0,001, yang berarti ada hubungan pengetahuan tentang COVID-19 dengan perilaku penggunaan masker pengunjung Poli Rumah Sakit X Nusa Dua. Disarankan kepada tempat pelayanan agar meningkatkan perilaku penggunaan masker pada pengunjung guna mencegah penyebaran Covid-19
T Pengaruh Video Animasi Tepid Water Sponge Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Menangani Demam pada Balita di Boyolali Jawa Tengah
Latar Belakang: Demam merupakan kondisi peningkatan suhu tubuh hingga ≥ 37,5⁰C. Angka kematian balita di Boyolali tahun 2021 mencapai 13 anak dengan 2 kasus demam. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh video animasi tepid water sponge terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam menangani demam balita di Boyolali. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest Posttes Design. Sampel dalam adalah ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun dengan jumlah sampel 54 responden. Tingkat pengetahuan ibu ini diukur menggunakan kuesioner manajemen demam dengan tepid water sponge. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Ditemukan tingkat pengetahuan ibu sebelum diberikan video animasi tepid water sponge dalam kategori kurang sebesar (75,9%) dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan video animasi tepid water sponge dalam kategori baik sebanyak 87%. Hasil uji statistik Wilcoxon didapatkan nilai p-value 0.000. Kesimpulan: penelitian ini menyimpulkan adanya pengaruh video animasi tepid water sponge terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam menangani demam pada balita di Boyolali
Perbedaan Skor COPD Asessment Test Pada Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik Dengan Riwayat Merokok dan Tidak Merokok
Latar Belakang: : Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) menjadi penyebab obstruksi aliran udara di saluran pernapasan atau saluran udara paru-paru. PPOK menjadi faktor penting dari morbiditas dan mortalitas di dunia maupun di Indonesia. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor COPD asessment test pada penderita penyakit paru obstruktif kronik dengan riwayat merokok dan tidak merokok. Metedologi: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini 32 responden yang merupakan pasien PPOK. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner COPD Assessment Test (CAT) untuk mengukur keluhan dan gejala pada penderita PPOK. Hasil: Hasil pengukuran COPD Asessment Tests (CAT) pada pasien PPOK menunjukkan bahwa pada kelompok pasien PPOK dengan riwayat merokok terdapat 91,7% mengalami gejala sedang, sementara pada pada kelompok pasien PPOK dengan riwayat tidak merokok terdapat 75% yang mengalami gejala sedang. Hasil pengukuran CAT pada pasien PPOK didapatkan rerata skor 13,7 dimana masuk kategori sedang. Kesimpulan: Pada dasarnya kejadian PPOK berkaitan dengan kebiasaan merokok aktif dan pasif. Proporsi penderita PPOK tampaknya lebih tinggi pada perokok berat dibandingkan dengan perokok ringan
Pengaruh Senam Terhadap Kadar Gula Darah dan Tekanan Darah pada Penderita PTM
Latar Belakang : Penyakit tidak menular juga merupakan masalah kesehatan utama yang mempengaruhi serta mempengaruhi kualitas hidup dan produktifitas seseorang. Salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah penderita tertinggi adalah Diabetes melitus. Senam merupakan aktifitas fisik atau latihan jasmani yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan aliran darah, pembuluh kapiler lebih banyak terbuka sehingga lebih banyak tersedia reseptor insulin dan reseptor menjadi akan lebih aktif yang akan berdampak terhadap penurunan glukosa darah pada pasien Diabetes.Tujuan penelitian : Mengetahui pengaruh senam terhadap kadar gula darah dan tekanan darah pada penderita Diabetes mellitus tipe 2. Metedologi: desain penelitian yang digunakan adalah Quasy-Experimental Design dimana teknik ini melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok control. Analisa bivariate dengan menggunakan uji Paired Sample T–Test. Hasil: Ada pengaruh senam Diabetes melitus terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita PTM khususnya penderita DM Tipe 2 dengan p-value sebesar 0,003. Kesimpulan : Ada pengaruh senam Diabetes melitus terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita PTM dan Ada pengaruh intervensi terhadap penurunan kadar gula darah kelompok kontrol pada penderita PTM
Penyuluhan Tentang Stunting Pada Ibu Yang Memiliki Balita Usia 12-59 Bulan
Prevalensi balita pendek mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5%, tahun 2017 yaitu 29,6% dan menjadi 30,8% pada tahun 2018. Data tersebut menunjukkan peningkatan kurang lebih 1,6% pertahun. Pengetahuan merupakan aspek domain yang penting untuk membentuk tindakan seseorang. Semakin luas seseorang memiliki pengetahuan maka semakin positif pula perilaku yang dilakukannya. Oleh sebab itu, upaya perbaikan stunting bisa dicoba dengan kenaikan pengetahuan sehingga bisa memperbaiki sikap pemberian makan pada anak. Metode: Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Bale Banjar Wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Selatan dilakukan pada tanggal 26 September 2022. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan. Penyuluhan diberikan kepada ibu-ibu yang memiliki balita 12-59 bulan. Sebelum memulai penyuluhan, peserta di berikan kuesioner dengan 5 item pertanyaan untuk mengukur pengetahuan peserta tentang stunting pada balita. Dalam proses penyuluhan tersebut, sebagian ibu tidak mengetahui apa itu stunting dan tidak mengetahui pemeriksaan apa saja dalam stunting tersebut. Sehingga penyelesaian masalah yang diberikan adalah mengajak ibu balita untuk mengikuti dan mendengarkan penjelasan tentang apa itu stunting. Hasil : efektivitas pemberian penyuluhan kepada ibu yang memiliki balita 12-59 bulan memberikan pengaruh yang positif. Sehingga hal ini dapat menjadi keberlanjutan untuk menyampaikan informasi-informasi kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita dalam melakukan pencegahan stunting. Kegiatan penyuluhan mengenai stunting ini hendaknya dilanjutkan kedepannya dengan sasaran seluruh ibu yang memiliki balita atau ibu hamil yang ada di Indonesia atau khususnya di Bali sehingga informasi tentang stunting atau pemantauan tubuh kembang anaknya dapat dipantau secara berkala untuk pencegahan stuntin