Portal Jurnal Elektronik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
Not a member yet
2881 research outputs found
Sort by
Optimizing Natural Resources: Dye Plant Conservation For the Harungguan Muara Ulos Weaving Industry
Plant dyes are used in the Harungguan Muara ulos weaving industry to optimize local natural resources. Synthetic dyes have become a fast option along with the increasing demand for ulos. However, synthetic dyes adversely affect the quality and sustainability of the environment. This research used observational methods, in-depth interviews, also gaining an understanding of current and applicable conservation practices. The research showed some local plant species are well suited to be used as a source of natural dyes, but their populations are threatened by overexploitation, lack of conservation efforts and emphasized the importance of traditional knowledge with contemporary conservation methods. The proposed recommendations educate ulos weavers on the importance of using natural dyes, and conduct follow-up research to find more efficient cultivation methods.This research make efforts to preserve Batak cultural heritage and support sustainability to strengthen the ulos weaving industry as an environmentally friendly and economically valuable cultural product
Analysis of Twitter Sentiment in Cases Of Domestic Violence Comparison of Lexion-Based and Niave-Bayes
Twitter, a social media platform with millions of users, serves as a valuable source for unique insights. The case of Lestibillar domestic violence has garnered attention, fueling various circulating rumors that encompass positive, negative, and neutral opinions. This, in turn, gives rise to the potential spread of fake news. To counter this, sentiment analysis is employed using machine learning techniques. In this research, two machine learning algorithms within the realm of supervised learning are compared: lexicon-based and Naive Bayes. Sentiment objects are created for each algorithm to facilitate the comparison, aiming to determine which algorithm performs better in terms of accuracy. The results of the calculations indicate that Naive Bayes outperforms, achieving a superior accuracy of 99.96%, while the lexicon-based method lags significantly behind at 10.29%. The dominance of positive tweets is evident, comprising 2709 out of the total tweets on Twitter
Upaya Guru Meningkatkan Regulasi Diri Siswa Untuk Mengurangi Prokrastinasi Akademik Pembelajaran Matematika : Teacher Efforts To Increase Students' Self-Regulation To Reduce Academic Procrastination In Fourth Grade Mathematics Learning
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku siswa kelas IV yang masih melakukan prokrastinasi akademik pada pembelajaran matematika. Perilaku tersebut jika dibiarkan dapat memberikan dampak buruk bagi siswa yang melakukannya. Oleh karena itu, prokrastinasi akademik perlu diminimalisir dengan penerapan regulasi diri dalam belajar. Akan tetapi, penerapan tersebut memerlukan bantuan guru di sekolah. Sehingga diperlukan upaya guru untuk meningkatkan regulasi diri siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menguraikan bentuk prokrastinasi akademik, regulasi diri yang dilakukan, serta upaya guru yang diterapkan kepada siswa dalam meningkatkan regulasi diri agar prokrastinasi akademik pada pembelajaran matematika dapat berkurang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri dari empat orang siswa, yang dikelompokkan menjadi siswa prokrastinator dan non prokrastinator, serta seorang guru wali kelas IV. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman dengan empat tahapan, yaitu mengumpulkan, mereduksi, menyajikan, serta menarik kesimpulan dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini di antaranya: 1) bentuk prokrastinasi siswa prokrastinator termasuk ke dalam decisional procrastination, dengan ciri siswa lupa dengan tugas, tidak memahami pelajaran, dan tidak memiliki inisiatif bertanya; 2) regulasi diri yang dilakukan siswa prokrastinator masih belum maksimal dibandingkan dengan siswa non prokrastinator; dan 3) upaya yang dilakukan guru pada siswa prokrastinator maupun non prokrastinator sama, yaitu upaya pencegahan dengan melakukan asesmen diagnostik terlebih dahulu, kemudian diberikan motivasi, lalu upaya pengembangan dengan pemberian reward pada saat pengerjaan tugas berlangsung, serta upaya penyembuhan masalah selalu konsisten untuk memberikan motivasi kapanpun saat dibutuhkan.The behavior of fourth grade students who continue to carry out academic procrastination during mathematics learning is the motivation for this research. If this behavior is allowed to continue, it will have a bad impact on the students who do it. Therefore, academic procrastination needs to be minimized by implementing student self-regulation in studying and when doing assignments. This research aims to describe and explain the forms of academic procrastination carried out by students, the self-regulation carried out while students are studying and completing mathematics assignments, as well as the efforts teachers apply to students to improve self-regulation. The approach used is qualitative with a case study method. Furthermore, data collection techniques were carried out using three types of techniques, namely observation, interviews and documentation. Where the three types of collection techniques are observation, interviews, documentation. The data analysis technique used is the Miles and Huberman model with four stages. After conducting research, the results obtained from this research include: 1) the form of procrastination of procrastinator students is included in the form of decisional procrastination, with the characteristics of students forgetting assignments, not understanding lessons, and not having the initiative to ask teachers or friends; 2) self-regulation carried out by procrastinator students is still not optimal compared to non-procrastinator students; and 3) the efforts made by teachers for both procrastinator and non-procrastinator students are the same, namely prevention efforts by carrying out a diagnostic assessment first, then providing motivation, then development efforts by giving rewards during the work, as well as consistent efforts to cure problems to provide motivation. whenever needed
Sintesis Hydroxyapatite Nanoparticle dari Limbah Cangkang Bekicot dan Aktivitas Antibakterinya sebagai Kandidat Material Biomedis
Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis n-HAp (Hydroxyapatite nanoparticle) secara alami dari limbah cangkang bekicot dan mengevaluasi aktivitas antibakterinya sebagai kandidat material biomedis. Limbah cangkang bekicot telah diidentifikasi sebagai sumber potensial untuk memperoleh n-HAp, yaitu salah satu material bioaktif yang memiliki aplikasi luas dalam bidang biomedis. Proses sintesis n-HAp dilakukan menggunakan metode sol-gel dan dikarakterisasi dengan menggunakan teknik analisis FTIR, XRD, dan SEM. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa n-HAp yang dihasilkan memiliki kesesuaian yang baik terhadap data model. Lebih lanjut, pembentukan n-HAp dari cangkang bekicot juga dikonfirmasi dengan FTIR. Keberhasilan sintesis ini ditandai dengan adanya vibrasi pita P-O dari tetrahedral PO4 disekitar bilangan gelombang 1062 cm-1. Gugus karbonat CO32− pada spektra IR juga diidentifikasi dengan kuat pada bilangan 1460 cm−1. Selain itu, berdasarkan analisis SEM, ukuran partikel n-HAp berada dikisaran 43,2 nm. Untuk menunjang potensi aplikasinya sebagai material biomedis, uji aktivitas antibakteri juga dilakukan pada bakteri Staphylococcus aureus melalui metode sumuran agar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa n-HAp memiliki zona hambat sebesar 5 mm dan menunjukkan potensi aktivitas antibakteri yang cukup baik. Hal ini dikaitkan dengan keberadaan mineral Ca2+ (kalsium) dan Na+ (natrium) yang terkandung pada n- Hap. Kehadiran ion kalsium dan natrium ini dapat mengganggu keseimbangan ion dalam sel dan mengganggu berbagai proses biologis dalam sel bakteri,sehingga, aktivitas metabolisme dan reproduksi bakteri dapat terganggu dan mengakibatkan penghambatan pertumbuhan bakteri
Penerapan Pembelajaran Agama Buddha Berbasis Kearifan dan Budaya Lokal di Sekolah Minggu Buddha (SMB) Adhicitta Suruh, Tengaran, dan Susukan
This study was the first of the two-cycled action research. This study aimed at building teachers’ understanding of integrating local wisdom and culture content with Buddhism at Adhicitta Buddhist Sunday School, Suruh, Tengaran, and Susukan, as the basis of the implementation of local wisdom and culture-based Buddhist learning. The first cycle of action research consisted of three stages, Look, Think, and Act. The data gathering technique employed interview, observation, and documentation. The data was analyzed through data condensation, data display, and drawing and verification conclusions. The results showed that the teachers at Adhicitta Buddhist Sunday School, Suruh, Tengaran, and Susukan had not completely understood how to integrate local wisdom and culture content with Buddhism. The human resources limitation and the high demand of the Buddhist Sunday School Curriculum contributed as the main factors of the teachers’ poor understanding. Based on the evaluation of the latest step of Act, the next cycle focused on the intensive training towards the teachers at Adhicitta Buddhist Sunday School, Suruh, Tengaran, and Susukan in designing local wisdom and culture-based Buddhist lesson plans.Penelitian ini merupakan penelitian siklus pertama dari dua siklus penelitian tindakan Stringer (2007). Penelitian ini bertujuan untuk membangun pemahaman guru-guru Sekolah Minggu Buddha (SMB) Adhicitta Suruh, Tengaran, dan Susukan tentang integrasi muatan kearifan dan budaya lokal ke dalam pembelajaran agama Buddha, sebagai dasar penerapan pembelajaran Agama Buddha berbasis kearifan dan budaya lokal. Satu siklus penelitian tindakan Stringer (2007) terdiri dari tiga tahap, yaitu Look, Think, dan Act. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan para pengajar di SMB Adhicitta Suruh, Tengaran, dan Susukan belum sepenuhnya memahami bagaimana mengintegrasikan materi kearifan dan budaya lokal ke dalam pembelajaran Agama Buddha. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan tuntutan tinggi Kurikulum SMB (Bimas Buddha, 2017) menjadi penyebab utama pemahaman guru yang masih kurang. Berdasarkan evaluasi langkah akhir di tahap Act, siklus penelitian selanjutnya berfokus pada pelatihan intensif para pengajar di SMB Adhicitta Suruh, Tengaran, dan Susukan dalam merancang rencana pembelajaran agama Buddha berbasis kearifan dan budaya lokal.
Kata kunci: pembelajaran berbasis kearifan dan budaya lokal, Sekolah Minggu Buddha (SMB
STEAM Education Research Trends (2018-2022): Bibliometric Analysis
Studi ini mengkaji tren penelitian STEAM Education selama lima tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Siapa penulis paling produktif; (2) Afiliasi paling produktif; (3) Negara paling produktif; (4) Visualisasi tren penelitian STEAM; dan (5) Topik penelitian masa depan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Bibliometrik. Basis data Scopus digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian diubah menjadi RIS. Peneliti melakukan analisis data dengan perangkat lunak Rstudio, bibliometrix, dan VosViewer. Berdasarkan analisis, jumlah penelitian tentang STEAM mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2018 hingga tahun 2022. Hal ini menunjukkan bahwa STEAM Education berdampak besar pada bidang pendidikan, khususnya pembelajaran. Selain itu, diketahui bahwa penelitian STEAM telah banyak dipelajari di Asia, khususnya di China. Namun, berdasarkan analisis bibliometrix menunjukkan bahwa Korea Selatan menjadi negara yang paling banyak disitasi internasional terkait penelitian pendekatan STEAM. Berdasarkan temuan juga menunjukkan bahwa menghubungkan Pendidikan STEAM dengan budaya lokal memiliki peluang penelitian di masa depan dalam pendidikan STEAM. Oleh karena itu, implikasi pada penelitian ini menharapkan adanya penelitian lebih lanjut terkait implementasi pendekatan STEAM terintegrasi budaya untuk meningkatkan keterampilan siswa.This study examines STEAM Education research trends over the past five years. This study aims to determine: (1) Who are the most prolific authors; (2) The most prolific affiliates; (3) The most prolific country; (4) Visualisation of STEAM research trends; and (5) Future research topics. This research uses bibliometric research methods. The Scopus database was utilised to collect data, which was then converted into RIS. They are performing data analysis with Rstudio, bibliometrix, and VosViewer software. Based on the analysis, the number of studies on STEAM has increased significantly from 2018 to 2022. This shows that STEAM Education has a big impact on the field of education, especially learning. In addition, it is known that STEAM research has been widely studied in Asia, especially in China. However, bibliometrix analysis shows that South Korea is the country with the most international citations regarding STEAM approach research. Based on the findings, it also shows that connecting STEAM education with local culture has future research opportunities in STEAM education. Therefore, the implications of this research hope for further research regarding the implementation of a culturally integrated STEAM approach to improve student skills
Implementation of Teams Games Tournament to Improve Primary School Students' Collaboration Skills
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswakelas V Sekolah Dasar dengan menerapkan model Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan tahapan :1) Perencanaan (planning); 2) Pelaksanaan tindakan dengan model TGT serta pengamatan (acting and observasing); 3) Refleksi pada setiap akhir siklus (reflecting). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi untuk menilai kolaborasi siswaserta dokumentasi. Intrumen yang digunakan berupa lembar observasi keterampilan kolaborasi siswayang disesuaikan dengan indikator keterampilan kolaborasi menurut Greenstein. Teknik analisis data penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif untuk mendeskripsikan data keterampilan kolaborasi peserta didik. Hasil penelitian menunjukan adanya kenaikan jumlah siswadengan kategori keterampilan kolaborasi sangat tinggi dan tinggi yaitu pra siklus sebanyak 24%, siklus 1 meningkat menjadi 68% dan siklus 2 meningkat menjadi 88%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi siswaSekolah Dasar. Oleh sebab itu itu, sebaiknya guru dapat menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan keterampilan berkolaborasi siswa yang dapat sarana peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa.This research aims to improve the collaboration skills of fifth grade elementary school students by implementing the Teams Games Tournament (TGT) model. This study is a Classroom Action Research (CAR) based on Kemmis and McTaggart's design, which is conducted in two cycles with the following stages: 1) Planning; 2) Implementing the action using the TGT model and observation; 3) Reflecting at the end of each cycle. Data collection techniques use observation and documentation techniques to see students' collaborative skills. The instrument used is a collaboration skill observation sheet with a collaborative skill indicator according to Greenstein. Analysis techniques use quantitative descriptive analysis techniques to describe students' collaborative skills. Data is categorized and made percentage achievement of each category to determine the level of student collaboration skills. The research results showed an increase in the number of students with very high and high collaboration skills categories, namely pre-cycle as much as 24%, cycle 1 increased to 68% and cycle 2 increased to 88%. These results indicate that the application of the Teams Games Tournament (TGT) learning model can improve elementary school students' collaboration skills. Therefore, teachers should be able to apply the Teams Games Tournament (TGT) learning model to improve students' collaboration skills which can be a means of increasing learning motivation and student learning outcomes
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENDIRIAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING
Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai peran penting dalam kehidupan. Peran ini mencakup keadaan kesejahteraan yang melibatkan tidak hanya ketiadaan penyakit atau kecacatan, tetapi juga keseimbangan yang baik dalam berbagai aspek kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan Pendirian Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Semarang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan menganalisis data yang terkait fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Semarang dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Sample dalam penelitian ini adalah seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Semarang tahun 2020-2021. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pencarian data literatur. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukan bahwa Sistem Pendukung Keputusan dapat merekomendasikan satu dari sembilan belas wilayah pendirian fasilitas pelayanan kesehatan yaitu Kecamatan Bancak, yang mendapatkan rangking 1 (satu) berdasarkan pengolahan data dengan metode SAW
Penilaian Tingkat Kerentanan Intrinsik Air Tanah terhadap Pencemaran dengan Menggunakan Metode SINTACS di Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang
Air tanah merupakan semua air yang menempati rongga-rongga di dalam batuan dalam kondisi jenuh dengan pergerakan yang lambat dan waktu tinggal yang lama sehingga akan lama untuk pulih jika sudah tercemar. Kerentanan intrinsik air tanah terhadap pencemaran sangat berkaitan dengan kondisi fisik batuan, tanah, dan hidrogeologinya yang secara alami dapat menjadi pelindung bagi air tanah terhadap pencemaran. Sebagian besar penduduk di wilayah Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang masih menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan domestik. Aktivitas domestik maupun pertanian di wilayah setempat berpotensi mencemari air tanah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai tingkat kerentanan intrinsik air tanah terhadap pencemaran, untuk selanjutnya dilakukan penyusunan peta zonasinya. Sejumlah 23 contoh sumur gali milik penduduk diamati, diukur, dan dianalisis dengan mempertimbangkan aspek spasial dan temporal selama 5 bulan mulai bulan Juli 2023 hingga bulan November 2023. Penilaian tingkat kerentanan air tanah dilakukan dengan menggunakan Metode SINTACS berdasarkan tujuh parameter yaitu kedalaman muka air tanah (S), infiltrasi (I), zona aerasi (N), tekstur tanah (T), media akuifer (A), konduktivitas batuan (C), dan kemiringan lereng (S). Berdasarkan hasil penelitian dapat disusun peta zonasi kerentanan intrinsik air tanah terhadap pencemaran, dimana untuk peta bulan Juli 2023 hingga bulan September 2023 lokasi penelitian terbagi menjadi 4 zona kerentanan (sedang, agak tinggi, tinggi, sangat tinggi), sedangkan untuk bulan Oktober 2023 dan November 2023 terbagi menjadi 3 zona kerentanan (sedang, agak tinggi, dan tinggi). Peta zonasi tingkat kerentanan dapat digunakan oleh pemerintah sebagai acuan dalam pembuatan keputusan terkait kebijakan pengelolaan sumber daya air tanah untuk mencegah pencemaran air tanah
PERTANGGUNGJAWABAN GANTI RUGI ATAS BARANG YANG TIDAK SESUAI BERDASARKAN ASAS ITIKAD BAIK
Penelitian ini membahas tentang tanggung jawab penjual terhadap pembeli dalam transaksi e-commerce di Shopee, terutama ketika terjadi wanprestasi. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kasus barang yang tidak sesuai pesanan yang diterima oleh pembeli. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual untuk memahami implikasi asas itikad baik dalam konteks pertanggungjawaban ganti rugi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembeli dapat meminta ganti rugi kepada penjual jika barang yang diterima tidak sesuai kesepakatan. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti perlunya adanya prosedur yang jelas dan mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif untuk menangani situasi di mana barang tidak sesuai dengan kesepakatan. Asas Itikad Baik mendorong semua pihak untuk bertindak transparan dan bertanggung jawab. Penjual wajib memberikan ganti rugi kepada buyer berdasarkan asas itikad baik