Portal Jurnal Elektronik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
Not a member yet
2881 research outputs found
Sort by
STUNTING IN PREGNANCY OUTSIDE LEGAL MARRIAGE SOCIO-CULTURAL STUDIES IN RURAL TIMOR, KUATNANA DISTRICT, SOUTH CENTRAL TIMOR REGENCY, EAST NUSA TENGGARA, INDONESIA
Background: The prevalence of stunting in Indonesia is still higher than the WHO maximum standard of 20 percent. East Nusa Tenggara is one of the Provinces in Indonesia that is still struggling with a high prevalence of stunting. The purpose of this study was to examine the incidence of stunting caused by socio-cultural factors related to pregnancy outside legal marriage in rural Timor, East Nusa Tenggara. Design and research method: A descriptive qualitative method along with a health anthropological approach were used to answer research questions. The cases being studied were the family of stunted toddlers under five years of age and their families with poor nutritional status. The initial survey was conducted on 108 stunted malnourished toddlers using a purposive sampling technique, 16 families with stunted children were selected for observation. Family activities were observed to learn about lifestyle, care of pregnant women, diet, and parenting patterns, as well as traditions carried out. In-depth interviews were conducted with the parents and grandparents of stunted children, the village head, village health workers, public figures, religious leaders, and traditional birth attendants in the study area.
Results: Study results indicate that pregnancy outside of marriage occurs with couples without physical, mental, and financial readiness. It is also more common in people living in remote areas with traditional lifestyles who have low education and little knowledge and experience about health, pregnancy, and childcare. They are economically disadvantaged, including prospective fathers without a job and steady income.
Conclusion and recommendation: Pregnancy outside legal marriage is one of the root causes that strongly influence social problems with an impact on the high incidence of stunting as well as malnutrition in rural Timor. To prevent and solve stunting problems, efforts are needed to overcome socio-cultural related stunting problems in rural Timor
RESPON GURU DAN SEKOLAH TERHADAP KEBIJAKAN ANTI-PERUNDUNGAN SERTA SISWA MINORITAS AGAMA DI INDONESIA
Tindakan perundungan masih marak terjadi karena banyak guru dan sekolah belum sepenuhnya mengadopsi perspektif toleransi dan keberagaman. Kurangnya pendekatan ini menjadi salah satu faktor utama tingginya insiden perundungan terhadap siswa-siswi minoritas agama di Indonesia. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana kebijakan anti-perundungan diterapkan di lingkungan sekolah, khususnya terkait perlakuan terhadap siswa-siswa yang berasal dari kelompok agama minoritas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis mendalam tentang bagaimana sekolah dan guru di Indonesia menanggapi peraturan anti-perundungan yang ada saat ini, dengan fokus khusus pada bagaimana mereka memperlakukan anak-anak yang berasal dari kelompok agama minoritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam untuk menggali tanggapan dan pengalaman dari para pengajar, sekolah, dan siswa itu sendiri. Dengan menganalisis secara mendalam tanggapan dari para pengajar dan sekolah, serta pengalaman para siswa, penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam implementasi kebijakan dan memberikan metode untuk meningkatkan efektivitas tindakan anti-perundungan. Dampak potensial dari penelitian ini adalah untuk memastikan bahwa anak-anak minoritas agama disediakan lingkungan yang mendukung identitas mereka, sehingga mereka dapat merasa aman dan dihargai di lingkungan pendidikan mereka. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih inklusif dan efektif dalam mencegah perundungan di masa mendatang.Bullying remains prevalent because many teachers and schools have not fully adopted perspectives of tolerance and diversity. This lack of approach is a major factor in the high incidence of bullying against religious minority students in Indonesia. In this context, it is important to understand how anti-bullying policies are implemented in schools, particularly in relation to the treatment of students from religious minority groups. The purpose of this study is to conduct an in-depth analysis of how schools and teachers in Indonesia respond to existing anti-bullying regulations, with a specific focus on how they treat children from religious minority groups. This study employs a qualitative approach with in-depth interview methods to explore the responses and experiences of teachers, schools, and students themselves. By deeply analyzing the responses from educators and schools, as well as the experiences of students, this study aims to identify gaps in policy implementation and provide methods to enhance the effectiveness of anti-bullying measures. The potential impact of this research is to ensure that religious minority children are provided with an environment that supports their identities, so they can feel safe and valued in their educational environment. Additionally, this research is expected to serve as a foundation for formulating more inclusive and effective policies in preventing bullying in the future
RESILIENSI PELAKU MALE PAGEANT DI PROVINSI JAWA TIMUR TERHADAP FENOMENA TOXIC MASCULINITY DITILIK TEORI REIVICH AND SHATTE
Fenomena toxic masculinity kian marak di berbagai ruang sosial, termasuk dalam industri male pageant yang berkembang pesat di Provinsi Jawa Timur. Peserta sering dihadapkan pada stereotip maskulinitas tradisional yang menuntut mereka untuk selalu tampil kuat, dominan, dan menekan ekspresi emosional. Tekanan ini dapat memicu stigma, diskriminasi, serta berdampak negatif pada kesehatan psikologis. Dalam konteks tersebut, resiliensi menjadi kemampuan penting yang memungkinkan individu bertahan dan beradaptasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi bentuk, faktor, serta mekanisme resiliensi pelaku male pageant terhadap toxic masculinity, dengan mengacu pada tujuh faktor resiliensi Reivich dan Shatté. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap peserta aktif dan alumni, serta analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi pelaku male pageant didominasi oleh kekuatan internal berupa self-efficacy, regulasi emosi, dan optimisme, yang diwujudkan melalui penerimaan serta pengembangan diri, penegasan keunikan pribadi, pengendalian impuls, dan fokus pada prestasi. Faktor eksternal seperti dukungan sosial berperan sebagai penguat yang memberi validasi dan perspektif positif. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi strategi internal dan eksternal membentuk resiliensi yang proaktif dan berkelanjutan, memungkinkan peserta tidak hanya bertahan, tetapi juga mengubah stigma menjadi motivasi untuk berkembang secara personal dan profesional
Analisis pengaruh penerapan aplikasi Quizizz terhadap minat belajar siswa
This study aims to examine the impact of using the Quizizz application on students’ learning interest in the Information Technology subject at SMK Negeri 3 Salatiga. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving an experimental class that utilized Quizizz as a learning medium and a control class that used conventional teaching methods. Data on students’ learning interest were collected through questionnaires and analyzed using the Independent Sample T-Test to determine significant differences between the two groups. The findings revealed that students in the experimental class who learned through Quizizz achieved a mean score of 68.96, while those in the control class obtained a mean score of 57.30. The statistical analysis indicated a significant difference between the two groups, suggesting that the use of Quizizz had a positive and measurable effect on enhancing students’ learning interest. The interactive features of Quizizz, such as real-time feedback, gamification elements, and visual engagement, likely contributed to students’ higher motivation and active participation during the learning process. Based on these results, it can be concluded that Quizizz serves as an effective and engaging digital tool to increase students’ enthusiasm for learning Information Technology. It is therefore recommended that educators integrate Quizizz into classroom activities as a complementary interactive learning medium. Future research is encouraged to investigate the application of other digital platforms or compare the effectiveness of different gamified learning tools across various subjects and educational levels
Analisis sentimen ulasan tamu terhadap layanan hotel menggunakan pendekatan machine learning
Sentiment analysis of guest reviews is a crucial aspect in improving the quality of hotel services. This study aims to analyze the sentiment of guest reviews regarding the services of Grand Diamond Hotel Yogyakarta using a machine learning approach with the Support Vector Machine (SVM) algorithm. SVM was chosen because it can handle high-dimensional data such as text and is capable of forming an optimal separating hyperplane between sentiment classes. The research data was obtained through web scraping from Traveloka, yielding 1,119 reviews, which were processed through preprocessing, translation, and sentiment labeling using the TextBlob library. After TF-IDF weighting, the data was divided into 80% for training and 20% for testing. The linear kernel SVM model achieved 80% accuracy in classifying the reviews into positive, negative, and neutral categories. The results of this study were implemented in a web-based application equipped with data visualization and model evaluation features, allowing hotel management to efficiently monitor and analyze guest sentiment and support data-driven service quality improvement
Persepsi Generasi Z terhadap Tantangan Pembentukan Identitas Nasional di Era Digital: Studi Kualitatif Deskriptif
Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi Generasi Z mengenai tantangan pembentukan identitas nasional di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima mahasiswa berusia 18-22 tahun yang aktif menggunakan media sosial minimal tiga jam per hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu identitas nasional dianggap penting namun masih abstrak dalam penerapannya; media sosial menjadi agen pembentuk identitas yang dominan; paparan budaya global memberikan peluang sekaligus tantangan bagi penguatan identitas nasional; serta adanya kebutuhan pengemasan budaya Indonesia agar lebih modern dan sesuai dengan tren digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Generasi Z memiliki kesadaran mengenai identitas nasional, namun internalisasi nilai masih belum stabil akibat adanya kompetisi budaya pada ruang digital. Temuan ini menekankan pentingnya inovasi pendidikan kewarganegaraan dan strategi digital budaya untuk memperkuat identitas nasional di kalangan generasi digital native..Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi Generasi Z mengenai tantangan pembentukan identitas nasional di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima mahasiswa berusia 18-22 tahun yang aktif menggunakan media sosial minimal tiga jam per hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu identitas nasional dianggap penting namun masih abstrak dalam penerapannya; media sosial menjadi agen pembentuk identitas yang dominan; paparan budaya global memberikan peluang sekaligus tantangan bagi penguatan identitas nasional; serta adanya kebutuhan pengemasan budaya Indonesia agar lebih modern dan sesuai dengan tren digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Generasi Z memiliki kesadaran mengenai identitas nasional, namun internalisasi nilai masih belum stabil akibat adanya kompetisi budaya pada ruang digital. Temuan ini menekankan pentingnya inovasi pendidikan kewarganegaraan dan strategi digital budaya untuk memperkuat identitas nasional di kalangan generasi digital native.
Efektivitas Program SQ3R Terhadap Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas VI Sekolah Dasar
The inability to read is one of the major problems frequently encountered in elementary school education, particularly among upper-grade students. This condition can have significant consequences when students continue their education to the next level. One approach considered effective in improving reading ability is the application of the SQ3R strategy. This study aims to enhance the reading comprehension of sixth-grade students at SDN Kutowinangun 8 Salatiga through SQ3R training methods. The research employed a quantitative experimental approach using a one-group pretest–posttest design. A total of 35 sixth-grade students participated in this study. The instruments used included an SQ3R training module as well as pretest and posttest sheets to measure improvements in students’ reading comprehension. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results indicate that SQ3R training is effective in improving the reading comprehension of sixth-grade students at SDN Kutowinangun 8 Salatiga. These findings suggest that reading comprehension is a crucial skill for sixth-grade students at SDN Kutowinangun 8 Salatiga, as it helps them adapt to subsequent levels of education.Ketidakmampuan membaca menjadi salah satu persoalan besar yang seringkali dijumpai di pendidikan sekolah dasar (SD), khususnya pada siswa tingkat akhir. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak besar ketika menjaani pendidikan di jenjang berikutnya. Salah satu hal yang dinilai bisa membantu meningkatkan kemampuan membaca adalah menerapkan kemampuan SQ3R. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa/siswi kelas VI di SDN Kutowinangun 8 Salatiga, melalui metode pelatihan SQ3R. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Terdapat 35 siswa/siswi Kelas VI yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan modul pelatihan SQ3R dan lembar pretest dan posttest untuk melihat peningkatan pemahaman membaca pada siswa/siswi kelas VI. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian membuktikan bahwa pelatihan SQ3R efektif meningkatkan pemahaman membaca pada siswa/siswi kelas VI SDN Kutowinangun 8 Salatiga. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman membaca merupakan hal yang penting bagi siswa/siswi kelas VI SDN Kutowinangun 8 Salatiga, untuk membantu mereka beradaptasi pada jenjang pendidikan berikutnya
BELANJA MODAL DAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAERAH DI INDONESIA: SEBUAH KAJIAN SISTEMATIS
Penelitian ini mengkaji peran belanja modal dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan daerah di Indonesia. Dengan menggunakan systematic literature review atas 16 studi empiris yang terbit antara 2001 hingga 2025, penelitian ini mensintesis bukti dari berbagai konteks, termasuk kapasitas fiskal, kualitas tata kelola, dan mekanisme pembiayaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja modal berkontribusi positif terhadap pembangunan infrastruktur dan indeks pembangunan manusia, meskipun besarnya efek bervariasi antar wilayah dan kondisi institusional. Tata kelola yang kuat dan transparansi fiskal terbukti sebagai mediator penting yang mengubah belanja menjadi layanan publik yang efektif, sedangkan transfer antarpemerintah menunjukkan insentif campuran berupa efek crowding-in maupun crowding-out. Instrumen pembiayaan inovatif seperti sukuk daerah dan kemitraan pemerintah-swasta menjanjikan, namun membutuhkan dukungan regulasi dan kesiapan proyek. Kajian ini menekankan pentingnya integrasi tata kelola, kapasitas fiskal, dan manajemen aset untuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan
Perancangan UI/UX aplikasi Kabupaten Semarang Virtual Tourism Destination menggunakan metode Goal Directed Design
Semarang Regency is a tourism destination rich in natural beauty, cultural diversity, and fascinating historical heritage. Innovation is needed to optimize the potential of tourism by providing information to tourists. This research applies the Goal Directed Design (GDD) method to design the Semarang Regency Virtual Tourism Destination application called "Tourism Gemspace," which aims to make it easier for tourists to search for destinations and introduce tourism potential. Focusing on application UI/UX design, this research involves six stages of GDD: Research, Modelling, Requirements, Framework, Refinement, and Support. The evaluation results were tested using the System Usability Scale (SUS). An average score of 76.10 was obtained, indicating user satisfaction and satisfactory quality of the UI/UX of the designed application. Overall, the UI/UX of the application was rated as good by respondents with a Grade B, which indicates that the quality of the system design has met user expectations. Thus, this research contributes to presenting an application that meets the needs of modern tourists to explore the tourism potential of Semarang Regency and supports local economic growth and promotion in Semarang Regency.Kabupaten Semarang merupakan destinasi pariwisata yang kaya akan keindahan alam, keberagaman budaya, dan warisan sejarah yang memukau. Untuk mengoptimalkan potensi pariwisata ini, diperlukan inovasi dalam memberikan informasi kepada wisatawan. Penelitian ini menerapkan metode Goal Directed Design (GDD) untuk merancang aplikasi Kabupaten Semarang Virtual Tourism Destination yang bernama "Tourism Gemspace", yang bertujuan untuk memudahkan wisatawan dalam mencari destinasi dan memperkenalkan potensi pariwisata. Fokus pada perancangan UI/UX aplikasi penelitian ini melibatkan enam tahapan GDD, yaitu Research, Modelling, Requirement, Framework, Refinement, dan Support. Hasil evaluasi diuji dengan System Usability Scale (SUS) dan diperoleh rata-rata skor 76,10 yang menunjukkan kepuasan pengguna dan kualitas yang memuaskan dari UI/UX aplikasi yang dirancang. Secara keseluruhan, UI/UX aplikasi dinilai baik oleh responden dengan Grade B, yang menunjukkan bahwa kualitas sistem yang dirancang telah memenuhi harapan pengguna. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam menghadirkan aplikasi yang memenuhi kebutuhan wisatawan modern untuk menjelajahi potensi pariwisata Kabupaten Semarang, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta promosi pariwisata Kabupaten Semarang
Clustering zonasi daerah rawan bencana alam Provinsi Jawa Tengah menggunakan algoritma k-means dan library geopandas
Based on the 2016-2020 Central Java Disaster Risk Assessment, floods and landslides are the most frequent disasters, with 818 flood cases accounting for 31.33% of the total disasters and landslides accounting for 29.57%. This study aims to cluster disaster-prone areas in Central Java using the K-Means algorithm and the GeoPandas library. Data on disaster events for the period 2019-2023 was obtained from the National Disaster Management Agency, while administrative map data of Central Java was downloaded from the Geoportal of Central Java Province. The research stages include data collection, data cleaning, standardization using the Standard Scaler method, application of the K-Means algorithm for regional clustering, and visualization of results using GeoPandas. The results showed that Central Java was divided into four clusters, namely: cluster 0 (disaster-prone areas) includes 3 regions, cluster 1 (non-disaster-prone areas) has 22 regions, cluster 2 (flood-prone areas) consists of 7 regions, and cluster 3 (landslide-prone areas) has 3 regions. The results of this research provide spatial data-based information that can be used as a basis in decision-making for disaster mitigation in Central Java